Demon Lord System

Demon Lord System
Chapter 191 : Kota Scrollaves


__ADS_3

Kota Scrollaves adalah ibu kota kerajaan Diamond, kota ini sangat terkenal sebagai ibu kota kerajaan, namun ada faktor lainnya yang membuat kota ini sangat populer di kalangan masyarakat.



Salah satunya adalah pentas drama yang diambil dari sebuah novel kemudian dijadikan sebagai cerita pertunjukan, masyarakat disana sangat terhibur dengan cerita yang dibawakan, berita tentang drama itu menyebar dengan cepat, membuat orang-orang dari berbagai kerajaan berniat pergi ke kerajaan Diamond untuk menyaksikan pertunjukan secara langsung.



Sayangnya kerajaan Diamond saat ini sedang mengalami situasi darurat, Diketahui bahwa ada pengkhianat di kerajaan yang bekerja sama dengan Asosiasi Penyihir Hitam dan membocorkan rahasia penyerang kepada mereka, namun hingga saat ini masih belum diketahui siapa pengkhianat yang membocorkan informasi penyerangan terhadap salah satu kamp Asosiasi Penyihir Hitam.



Saat ini para pejabat kerajaan sedang mengobrol di sebuah ruangan. Raja kerajaan Monhard Robert Daun, terdiam di pintu mendengar kata-kata tangan kanannya, Nona Layla.



“Yang Mulia pergi, pengkhianat ini kemungkinan besar ada di ruangan ini, saya khawatir sesuatu akan terjadi jika kita tetap melanjutkan rapat ini."



“Tidak, ini hanya pertemuan kecil yang tidak terlalu penting bagi mereka, jadi tidak perlu terlalu khawatir.”



Meski Daun berkata dengan wajah tenang, nyatanya dia cukup mengkhawatirkan pengkhianat ini, Namun informasi mengenai keberadaan pengkhianat tersebut belum jelas dan hanya pejabat kerajaan yang mengetahui hal ini.



Sayangnya Daun masih belum bisa memikirkan siapa pengkhianat di antara pentinggi kerajaan.



Melihat Rajanya sedang berpikir keras, Layla tersenyum dan membuka pintu, suara pintu membuat Daun terbangun dari lamunannya, dia langsung masuk ke dalam.


**


Raja memberi tahu para pejabat kerajaan, isi pertemuan ini hanya berbicara tentang seorang jenderal muda yang memiliki bakat besar, tidak lama sejak sepak terjangnya di dunia politik, dia menjadi sangat terkenal dan menjadi seorang Jendral.


__ADS_1


Hal ini membuat banyak petinggi memiliki harapan yang tinggi padanya bahwa suatu saat ia akan menjadi jenderal yang kuat baik secara fisik maupun hati. Dan tentu saja melindungi Kerajaan Diamond.



“Yang Mulia Daun, saya punya pertanyaan."Salah satu pejabat kerajaan mulai berbicara.



“Silahkan.”



“Menurut saya, identitas Xan Zhang tidak terlalu jelas, saya tidak tahu apakah dia bisa dipercaya. Tapi saya tetap menolak untuk mempercayainya."



“Lalu Yang Mulia, bagaimana kalau kita meminta dia mencari jejak Asosiasi Penyihir Hitam sebagai bukti kesetiaannya? Saya yakin dia mampu melaksanakan tugas ini dengan baik." Salah satu diantara pejabat kerajaan mulai membuka suara kembali.



Daun terdiam sesaat sambil memegang dagunya, bertanya-tanya apakah tidak apa-apa membiarkan Xan Zhang mengambil alih. Daun menghela nafas, dia sudah memutuskan untuk menolak gagasan itu, tetapi sesaat sebelum dia ingin mengatakan menolak, salah satu pejabat senior Lide mendukung gagasan seorang perwira tinggi kerajaan untuk membuat Xan Zhang melakukan tugas tersebut.




Daun melirik dari balik bahu kanannya, Layla menatapnya dengan tanda tanya.



**


Layla mengatur beberapa prajurit untuk memanggil Xan Zhang yang berada di kota Monday dengan burung kabar, namun mereka mendapatkan pesan dari walikota Monday, bahwa Xan Zhang baru saja pergi beberapa hari yang lalu dengan anak muda bernama Ling.



Layla kembali ke ruang tahta kerajaan, dia memberitahu kepada Daun bahwa untuk saat ini dia masih belum mengetahui letak Jendral Xan Zhang. Raja Daun hanya dapat menghela nafas mengetahui hal tersebut, dia kemudian beranjak pergi dari ruang tahtanya dan menyerahkan dokumen-dokumen penting kepada Layla.


__ADS_1


Layla mendengus pelan, namun tidak bisa membantah. Raja Daun memang orang yang baik terhadap anaknya, namun di mata Layla, Raja Daun sangat-sangat membuat dirinya stres karena harus menggantikan posisinya untuk menangani semua dokumen.



**


Ling Chen dikejutkan dengan perkataan Arthur, dia tidak menyangka akan menemukan siluman seribu tahun terlebih tiga secara langsung. Hanya saja, dari yang Ling lihat, siluman beruang ini baru saja menjadi Siluman seribu tahun, sebab energi di dalam tubuhnya masih tidak terlalu terkendali dan karena itu juga mereka dapat dikalahkan lebih mudah daripada siluman seratus tahun pada umumnya.



Arthur yang mendengar perkataan Ling Chen juga tidak menyangka bahwa yang dihadapinya adalah Siluman seribu tahun, dia kemudian tersenyum mengode seperti menginginkan sesuatu.



Ling Chen tersadar dengan gerakan aneh Arthur, hanya saja, ‘Hhm? Apa yang dia lakukan? Menari kecil? Hmm yah mungkin dia sedang olahraga, lebih baik aku melihat-lihat inti spirit siluman ini.’ Ling tidak menyadari maksud Arthur.



Arthur cukup lama memberikan kode namun Ling Chen masih belum juga menyadarinya, dia berdecak kesal sebelum pergi meninggalkan Ling Chen.



Ling Chen tidak memperdulikan Arthur yang tiba-tiba saja keluar dari ruangannya, dia masih fokus melihat-lihat inti spirit dari siluman seribu tahun dihadapannya.



Saat sedang fokus melihat inti spirit siluman seribu tahun, pintu ruangan Ling Chen secara tiba-tiba terbuka dan tidak lama menampilkan sosok pria paruh baya berambut hijau tua.



Ling Chen menaruh inti spirit siluman seribu tahun di atas mejanya dan melihat pria paruh baya yang duduk tidak jauh dari tempatnya berada.



“Anak muda, untuk penawaranmu yang sebelumnya, apa masih berlaku?” Tiba-tiba pria paruh baya tersebut melontarkan pertanyaan.



“Tentu.” Ling Chen menjawab singkat dengan senyuman.

__ADS_1


— — —


Satu-satunya yang buat auhtor semangat yah komentar kalian, tapi yang komentar benar-benar dikit:( But aku bakalan update dua episode tiap hari mulai bulan ini. Sangkyu


__ADS_2