Demon Lord System

Demon Lord System
Ch. 153 - Pertarungan di gerbang Selatan I


__ADS_3

Para Giant yang berada di luar kerajaan, merasakan aura yang kuat datang ke arah mereka. Aura tersebut berasal dari dalam gerbang Maria.


“Hmm, aura ini sangat kuat, aku tidak tau aura ini dari mahluk apa, tetapi ini sangat tidak mungkin dimiliki seorang manusia...” Sosok Giant berpakaian penyihir itu, bergumam sambil melihat ke arah gerbang Maria.


Sosok Giant tersebut, memiliki tampilan berambut hitam, mata yang dingin. Badannya setinggi 16 cm, dan tubuhnya lebar seperti gajah.


Di sampingnya, terdapat sosok Giant yang serupa memakai pakaian yang sama dengan Giant berpakaian sihir itu. Dia memiliki rambut yang panjang dan diikat, Giant tersebut lelaki, tingginya sebesar 15 m.


“Fred, sebaiknya kita memberitahu yang lainnya agar bersiap.” Sosok Giant 15 m itu, menyarankan kepada temannya Fred.


Fred, berdiri lalu tersenyum ke arah temannya, “Ya. Tadi aku hanya melamunkan sesuatu Gress. Jadi lupa untuk memberitahu yang lainnya.” Ucapnya membalas dengan senyuman palsu.


Fred dan Gress, mereka adalah sosok Giant berdarah penyihir, Fred dan Gress. Telah menginjak usia 17 tahun, dan mereka telah membuat prestasi dan diangkat menjadi kapten oleh pemimpin Giant.


Segera saja, Fred memberitahu kepada Giant yang lainnya untuk bersiap-siap. Dia memberitahu bahwa terdapat aura yang kuat datang keluar dari dalam gerbang Maria.


Fred, memegang gagang pedang yang berada di punggungnya, bersiap untuk sesuatu yang datang.


Beberapa saat kemudian, sosok monster kadal yang kulitnya berwarna putih mati terlihat muncul dengan jumlah yang banyak. Mata mereka, berwarna kuning dan mata mereka terlihat seperti binatang. Memang, Ling sendiri memberikan tambahan sel kadal dalam tubuh para Ghoul nya.


Fred, langsung mengintruksikan untuk menyerang sekumpulan Ghoul itu. Bersamaan dengan hal tersebut, muncul keempat sosok yang membuat Fred dam Gress terdiam.


Ke empat sosok itu adalah Xiao Li, Xiao Zhang, Leonard dan Hyugo. Mereka berada di atas tembok Maria, berdiri di atas tembok yang jika mereka berjalan maju satu langkah lagi, mereka akan jatuh.

__ADS_1


Fred langsung mengeluarkan pedangnya dari sarung di punggungnya, bersiap dengan pertempuran. Aura yang saat ini dirasakan oleh Fred, sama seperti wanita yang pernah di bunuhnya di gerbang Barat.


Sosok wanita itu adalah Miru, salah satu pelayan Ling, namun Fred membutuhkan banyak usaha agar dapat membunuh Miru. Kecepatan yang dimiliki oleh Miru, sangat membuat Fred kesusahan, namun Fred berhasil untuk membunuh Miru. Akan tetapi, Fred mengalami banyak luka dalam di tubuhnya.


Saat ini, situasi yang sedang dihadapinya sangatlah buruk. Dirinya belum sembuh seratus persen, dan energi mana dalam tubuhnya, hanya sebatas 40%.


* *


Beberapa saat yang lalu, setelah melakukan perjalanan menuju gerbang Utara, pasukan yang dipimpin oleh keempat orang pelayan Ling, tidak menemukan satupun Giant.


Karena itu mereka mencari lewat gerbang lainnya, dan saat ini, mereka sudah berhasil menemukan kumpulan Giant di gerbang Selatan.


“Giant ini, tidak dapat diremehkan, aku merasakan aura yang mengerikan dari tubuhnya...” Leonard bergumam sambil menatap tajam Fred.


Hal tersebut, setidaknya membuat para Giant yang melihat dari kejauhan sedikit gentar. Belum pernah terlintas dalam benaknya, akan bertarung dengan monster yang tidak memiliki perasaan.


Akan tetapi... Seluruh Giant yang berada paling dekat dengan sekumpulan monster itu, maju ke arah mereka dengan kecepatan tinggi juga. Sambil membawa Kampak besarnya, mereka maju dengan senyuman dan tawa, jelas mereka terlalu meremehkan lawan.


Salah satu dari Ghoul 7 warna, mengambil inisiatif untuk melakukan support kepada kubunya. Ghoul itu adalah Ghoul berwarna coklat.


“Aku akan menjadi support dan tank sekaligus,” Ghoul tersebut berhenti, lalu mengarahkan tangannya ke depan. Jarak antara kubunya dengan kubu Giant adalah 13 m, “Barrier pelindung!”


Sebuah tembok yang cukup tebal keluar dari dalam tanah, tembok tersebut terbuat dari tanah. Lalu, tembok tersebut tiba-tiba saja maju ke arah para Giant dan menabrak mereka. Di saat itu juga, Giant yang terkena hantaman tembok itu, terpental kebelakang dan membentur rekannya.

__ADS_1


Sedangkan itu, masih banyak Ghoul yang ikut mengeluarkan kekuatanya. Seperti contohnya Ghoul merah tua, dia membuat tangannya berubah menjadi api vulcano dan meninju jantung dari Giant. Giant yang terkena tinju Api Vulcano langsung tumbang dan membuat lubang di dadanya yang menembus hingga ke punggungnya.


“Tidak mungkin! Bagaimana bisa Giant profesional mati dengan mudahnya?!” Gress dari kejauhan memperlihatkan wajah terkejutnya.


Di dalam kerajaan Giant sendiri, terdapat sebuah tingkatan untuk para Giant ini. Mereka yang dapat mengalahkan 1 Giant biasa di kategorikan sebagai Giant kelas 1. Dan jika jumlah Giant yang dapat dikalahkan naik, maka tingkatan nya akan mengikuti berapa yang telah dikalahkan.


Seperti Giant yang mengalahkan 2 Giant biasa, maka tingkatnya adalah Giant kelas 2. Lalu, jika Giant tersebut mengalahkan 11 Giant biasa, dia akan disebut sebagai Giant profesional.


Di saat keadaan tersebut, rekan Gress yaitu Fred, memuntahkan darah pada mulutnya secara tiba-tiba.


“Fred! Ada apa denganmu?! Bukankah kau tadi baik-baik saja?!” Gress berteriak lantang.


“Uhuk-uhuk,” Fred kembali mengeluarkan batuk darah, dia kemudian mengambil nafas lalu melirik temannya, “S-sebenarnya.. tadi aku bertarung dengan sosok yang wujudnya terlihat seperti manusia, namun aku yakin betul dia bukanlah manusia, kekuatannya hampir setara denganku.. Namun untungnya aku dapat mengalahkannya.”


“Dan sepertinya, aku mendapatkan luka dalam akibat pertarungan itu. Maaf Gress, aku tidak memberitahumu tentang ini sebelumnya.” Fred menundukkan kepalanya.


Gress melihat Fred dengan tangan yang dikepal, lalu dia secara tiba-tiba menatap keempat sosok yang berdiri di atas gerbang, “Hey kalian! Apakah kalian hanya akan menonton dari atas?! Jika iya, aku akan ke sana dan mengahancurkan kalian! Ingat ini manusia rendahan, kalian tidak ada apa-apanya dibandingkan kami, para Giant! Kalian hanya semut Dimata kami! Kalau berani sini lawan aku!” Gress berteriak lantang, hingga beberapa urat di wajahnya terlihat.


Xiao Li, Xiao Zhang, menggertakan giginya, tidak tahan dengan perkataan yang baru saja dilontarkan oleh Gress.


“Hey?! Tau apa kau tentang manusia! Kami memang bukan manusia, tetapi kami tau betul, manusia tidak dapat diremehkan. Kalian hanya memiliki fisik yang lebih besar daripada manusia, dan sepertinya kalian memiliki kemiripan. Hanya besar tubuh kalian yang membuatnya berbeda, lantas bagaimana jika manusia memiliki besar tubuh seperti kalian! Kalian pasti akan kalah dengan telak!” Xiao Li membalas perkataan Gress.


“Apa kau bilang! Dasar kalian bajing*n! Hanya memiliki segelintir kekuatan membuat kalian sombong, aku akan menunjukkan kekuatan yang sebenarnya!”

__ADS_1


__ADS_2