Demon Lord System

Demon Lord System
Ch. 141 - Pertempuran dengan kelompok Malam Purnama III


__ADS_3

Aku seketika itu tersenyum, “Sepertinya ada kesalahpahaman, siapa bilang tanganku 1?”


Saat aku berkata demikian, aku dapat melihat wajah terkejut dari Suzaku. Aku tersenyum lalu membuat sebuah tangan dan mengeluarkannya dari sisi tangan kiri.


Tangan yang baru saja ku buat, bukanlah berbentuk tangan biasa. Sebab, tangan itu terlihat mengeluarkan listrik yang cukup ganas. Aku pun dengan segera, memasang tangan itu ke tangan kiriku yang terpotong.


Nampak terlihat jelas, bahwa mereka yang melihat hal tersebut membuka mulutnya lebar-lebar. Itu sudah jelas, lagipula ini bukanlah sihir biasa.


“Sihir macam apa itu! K-kau! Kau bukan manusia, manusia tidak bisa melakukan itu.” Ucap Suzaku sambil menunjukku.


Aku hanya tersenyum sebelum maju dengan cepat dan mengayunkan pedangku. Dalam hitungan detik saja, aku berhasil berada tepat di depannya dan langsung mengukir luka di perutnya.


Sretttt....


Aku berhasil membuat luka sobekan di perutnya dengan pedangku. Namun, itu tidaklah dalam, hal itu dikarenakan Paladin memang memiliki pertahan sihir yang kuat di seluruh tubuhnya. Namun, itu jika pedang biasa, pedang yang ku gunakan itu Liar dan membuat perut yang tertebas itu terasa sangat panas meskipun tidak dalam.


Dari mana aku mengetahuinya? Tentu saja dari masa depan yang kulihat dengan menggunakan mata X-ray.


Aku hanya berdiam diri melihatnya memegang perutnya sambil mengeluarkan darah dari mulutnya. Beberapa detik kemudian, dia dengan segera meloncat kebelakang.


Hmm, tidak buruk. Tapi, apa aku langsung selesaikan saja yah? Hmm, tapi ini cukup menyenangkan. Mainanku tidak boleh cepat rusak, akan sulit mencari mainan sebagus ini untuk kedepannya. Kecuali aku pergi ke beberapa kerajaan. Yah, setidaknya itu yang ku pikirkan.


Namun, jika di pikir-pikir ulang, aku juga harus bergegas ke ruang kerajaan. Memang, itu tidak masuk akal, siapa manusia yang lebih mementingkan tahta, ah aku bercanda. Manusia memang terlalu memikirkan tahta.


Baiklah, aku sudah memutuskannya, aku akan sedikit serius kali ini. Namun sebelum itu, aku kembali mengambil topengku yang berada tidak jauh tergeletak.


Swushhhh...


Aku berhasil mendapatkan topengku kembali, dan memasangnya di wajahku. Setelah itu, aku melirik para pahlawan dan para kelompok Malam Purnama.

__ADS_1


“Semuanya, maaf yah, tapi aku tidak bisa membiarkan kalian lolos. Karena itu ku harap kalian diam dan aku akan menyelesaikannya tanpa ada rasa sakit. Bagaimana?” Ucapku sedikit tersenyum.


Semua orang, dalam sekejap berhenti bertarung dan melirikku. Begitu juga dengan Xiao Li dan Xiao Zhang.


“Jangan sombong dulu kau bocah! Aku memang mengakui dirimu sangatlah kuat. Akan tetapi, tubuhmu tetaplah mahluk hidup, maka karena itu...”


Aku melihat tangan Suzaku yang lainnya terarah padaku, aku juga dapat mendengar suara bisikan mantra dari arahnya.


Wrushhhh...


Seketika itu, muncul banyak sekali asap berwarna ungu gelap yang datang kepadaku. Aku tidak berusaha menghindar, dan menerima asap ungu gelap itu.


Saat aku terkena asap tersebut, aku dapat merasakan bahwa asap tersebut beracun. Namun, aku sama sekali tidak perlu khawatir, karena aku membuat racun tersebut masuk kedalam lubang dimensi ku dan dalam beberapa puluh detik saja. Asap ungu tersebut hilang.


* * *


Sejak mengeluarkan asap ungu dari tangannya, Suzaku tersenyum dan duduk di atap rumah. Dia mengetahui bahwa racun yang digunakannya adalah racun topeng setan. Racun ini dapat membuat seseorang lumpuh dalam beberapa menit, lalu di lanjutkan dengan tidak dapat bernafas dan akhirnya mati dengan sangat sakit.


“Bagaimana bisa? Ini bahkan belum lewat beberapa detik. Bagaimana caranya dia melakukan itu?”


Jujur, Suzaku sangat takut dengan sihir racunnya, bahkan sihir tersebut bisa dikatakan adalah hal yang paling tidak ingin di gunakannya kecuali keadaan mendesak. Namun, siapa yang menyangka bisa-bisanya, seorang pemuda dari keluarga Gronth, menghilangkan racun tersebut tidak lewat dari 1 menit.


Saat Suzaku baru saja ingin melompat, pandangannya buram dan lama-kelamaan gelap. Yang terlihat terakhir kali olehnya adalah tubuhnya yang tanpa kepala.


* *


Ling memiliki pedang penguasa api, berbeda dengan kebanyakan pedang. Pedang tersebut dapat membersihkan dirinya sendiri dengan panas apinya. Dan darah yang menempel di pedang, seketika itu menjadi makanan bagi pedang Ling.


Ling lalu menatap Nana yang berada tidak jauh darinya, dalam pandangan Ling saat ini. Nana tidak lebih dari sekedar gadis kecil.

__ADS_1


Begitu Ling maju, Nana tidak segan mengeluarkan kubus penyimpanan Beast nya. Kubus itu mengeluarkan tanaman bangkai yang persis di hari dimana skeleton Ling bertarung melawan pahlawan.


“Ah ini, tanaman itu. Ini hidup yah, dan di sebut hewan sihir. Sepertinya kalau aku mengambil kekuatanya, itu akan lebih berguna...” Gumam Ling menatap sekujur tubuh tanaman bangkai itu.


Selesai melihat sekujur tubuh tanaman bangkai tersebut, Ling langsung bergerak maju dengan cepat dan memotong tanaman tersebut dengan cepat. Tidak ada yang dapat dilakukan Nana saat hewan sihirnya mati dalam sekejap. Itu dikarenakan kecepatan Ling melebihi kecepatan perintah Nana.


Nana mengambil langkah bijak dan langsung mundur, namun Ling sama sekali tidak membiarkannya. Dia dari kejauhan, membidik Nana dengan tangan kanannya. Lalu, dalam hitungan beberapa detik. Sebuah bola kecil muncul di depan tangan kanannya.


Dan dalam sekejap, sebuah laser berwarna merah terbang dengan kecepatan yang tinggi ke arah Nana. Nana yang tidak sempat melihat dan menyadarinya harus menerima serangan tersebut dan berakhir tewas seketika.


Pada akhirnya, hari itu, kedua pahlawan mati di tangan Ling dengan mudah. Ling melirik ke arah kelompok Malam Purnama. Mereka saat ini sedang melirik Ling dengan tatapan ketakutan.


“Lord.” Tiba-tiba, dari belakang muncul kedua gadis kembar yang bukan dan tidak lain Xiao Zhang dan Xiao Li.


Ling meliriknya sekilas lalu kembali memperhatikan mayat di tanaman bangkai di depannya. Ling dapat mendengar kata demi kata yang di dengar olehnya dari belakang. Namun tidak menyia-nyiakan waktu, Ling juga sekalian mengonsumsi mayat tanaman bangkai.


Dari perkataan Xiao Li dan Xiao Zhang, Ling dapat menyimpulkan kerajaan sudah mengambil tindakan penuh. Seluruh pasukan khusus kerajaan telah dikeluarkan dan pasukan-pasukan elite sudah berkumpul di depan istana kerajaan.


Ling menganggukkan kepala, bersamaan dengan hal tersebut, Ling sudah selesai mengambil kekuatan tanaman bangkai itu. Ling melirik ke arah Nanako dan kelompok Malam Purnama lainnya.


“Kalian ikutlah denganku, ada beberapa hal yang ingin ku tanyakan dengan kalian. Dan juga putri kalian, aku tidak tau lokasinya dimana. Aku perintahkan kau untuk membawaku bertemu dengannya. Yah anggap saja saat ini kalian beruntung.”


Mengambil langkah aman, Ling mundur dengan alasan ingin menjemput nona dari kelompok Malam Purnama. Namun hal yang sebenarnya ingin dilakukan oleh Ling adalah, untuk mengetahui benar identitas dari pemimpin Malam Purnama.


_ _ _


Gomen jarang updatenya, aku sibuk dengan pelajaran. Jadi gk sempet buat update, ini saja ku usahakan update karena udh lumayan lama. Gomen yah. Sembari nunggu baca novel ini aja. 'START A NEW LIFE IN ANOTHER WORLD'


__ADS_1


Seorang murid SMA yang tertabrak train-kun dan di reinkarnasi ke dunia lain bersama seorang dewi, namun bukan kebahagiaan ataupun kemampuan cheat yang diperoleh olehnya melainkan tubuh tanpa tambahan kekuatan. Saksikanlah petualangan yang menguras emosi. Hidup baru yang dimulai dari nol, dengan kerja keras, dan semangat bersama seorang dewi yang tidak berguna!


Makasih loh yang udah dukung, pokoknya novel ini ditamatkan kok. Aku juga udh kepikiran arc 1 berakhir seperti apa. Yang pasti spoiler arc 2 akan sangat memainkan perasaan Ling.


__ADS_2