Demon Lord System

Demon Lord System
Ch. 50 - Menghilangkan ingatan Kaito


__ADS_3

Beberapa hari telah berlalu sejak Ling mengajarkan bawahannya teknik-teknik berkultivasi, dan untuk sekarang, para bawahan Ling setidaknya rata-rata berada pada tahap Perak puncak/7-9, sedangkan untuk pemimpin mereka berada pada tahap emas menengah, untuk Ling sendiri dia juga berada pada tahap emas bintang 7, selain tingkat Ling yang naik melonjak, uang dan beberapa hadiah juga Ling dapatkan dari sistem, seperti saat ini jumlah kartu tukarnya sendiri sudah mencapai 5.784, sedangkan untuk hadiah Ling masih belum membukanya.


Hari ini Ling meminta izin kepada Tetua Queen untuk tidak berlatih karena akan kedatangan tamu yang tidak lain adalah ayahnya, dan Count yang ingin membahas tentang membentuk Aliansi dengannya.


Sedangkan itu, kini Ling berada pada kamarnya, dia menatap keluar jendela.


'Cuaca pagi ini sepertinya akan hujan.' Batin Ling sambil menatap keluar jendela yang teransparan.


Ling kemudian berpaling kebelakang dan menemukan Eric dan Kaito yang sedang berdiri di dekatnya, Ling tersenyum lalu berkata, "Eric, bisakah kau ambilkan 3 teh manis hangat?" Tanya Ling lembut dengan senyuman.


"Tentu saja tuan, kalau begitu hamba pamit undur diri dulu." Segera setelah itu Eric pergi dari kamar Ling namun hanya menutup pintunya setengah.


Kini Ling dan Kaito hanya berdua, mereka saling memandang.


"Oy oy oy oy, aku ini masih waras tau, kau jangan menatapku seperti itu." Ucap Kaito yang merasa terganggu dengan tatapan Ling.


Ling hanya terkekeh mendengar perkataan Kaito sebelum dirinya berjalan ke kasurnya, setelah duduk di tepi kasur, Ling kemudian berkata, "Kaito, kau harus jadi bawahan ku, mengerti." Ucap Sai tersenyum ke arah Kaito.


Kaito yang mendengar itu langsung menolaknya dengan cepat, "Tidak tidak, itu tidak akan." Ucapnya sambil berpaling dari Ling.


Ling yang melihat itu hanya tersenyum seringai, mungkin dia dulu adalah orang yang kejam, tetapi di dunia ini Ling ingin mengubah beberapa sifatnya, hanya saja ternyata sangat mustahil bagi dirinya untuk mengganti sifat liciknya, "Kaito! lihat! ada Yuki yang berlari tidak memakai pakaian!" Ucap Ling yang memancing Kaito.


Kaito yang mendengar itu segera membalikkan badannya dan berlari membuka pintu lebih lebar, "Mana? Yuki?" Tanya Kaito sambil melirik ke kanan dan kiri dari pintu kamar Ling mencari keberadaan bawahan cantik itu.


Namun secara tiba-tiba saja, Kaito merasakan sebuah kekuatan masuk kedalam tubuhnya, lebih tepatnya dari pundaknya, dia pun tersungkur dan merasakan seketika kehilangan kesadarannya.

__ADS_1


Beberapa menit kemudian, dia terbangun dengan terdapat satu orang yang dimana dialah yang menemaninya di kamar khusus orang sakit, dia bukan dan tidak lain adalah Eric, sang Class Dragon dari kelompok Wizard, saat terbangun Ling segera tersenyum kepada Kaito, "Kaito, apakah kau baik-baik saja." Tanya Ling tersenyum tipis.


Senyuman Ling sendiri seperti memiliki maksud tersendiri, meskipun dia tersenyum, nyatanya aura kegelapan seperti menempel pekat di tubuh dan roh Ling, entahlah, Kaito yang melihat itu cukup merinding memikirkan nya.


Kaito berdiri lalu menunduk hormat kepada Ling, "Hormat kepada tuan Ling." Ucap Kaito hormat dengan satu lutut sebagai penopang.


"Baiklah, karena kalian telah menjadi pengikut ku, dan juga karena saat latihan kemarin kalian tidak ikut, aku akan mengajarkan sebuah teknik dan sihir kelas tinggi." Ucap Ling kepada dua pelayan kontrak barunya, saat Kaito bangun tadi, Ling sudah selesai membuat kontrak tulisan dengan Eric, dan kontrak tulisan yang Ling gunakan bukan biasa, ini seperti Yuki dan Estes, kontrak tulisan ini memiliki warna oranye.


Sedangkan untuk Kaito sendiri, Ling terpaksa menggunakan teknik terlarangnya untuk membuat Kaito melupakan beberapa ingatannya dan juga mengubah beberapa ingatannya agar dirinya patuh kepada Ling.


"Baik." Ucap mereka berdua serentak.


"Berdiri."


Ling kemudian melakukan hal yang dilakukannya saat membuka titik dasar Meridian, dengan cepat, mereka kini di ajarkan caranya berkultivasi.


Lewat 30 menit kemudian, mereka menembus satu tingkat di atasnya, seperti Kaito yang kini menembus tahap Perak bintang 9, dan Eric yang kini menembus tahap Perak bintang 5, sungguh perbedaan yang sangat jauh dengan yang lainnya.


Mereka yang merasakan tubuh mereka kini di aliri dengan energi menjadi sangat senang, tubuh mereka merasakan nyaman oleh energi dingin yang memasuki tubuh, dan juga mereka langsung memberikan hormat kepada Ling karena telah memberikan mereka teknik menyerap energi seperti ini.


"Terima kasih tuan Ling! kami bersumpah setia meskipun harus mengorbankan tubuh kami!" Ucap mereka berdua bersamaan.


"Tidak apa-apa, kalau begitu aku akan memberikan sebuah elemen kepada kalian." Ling menghela nafas, dia kini membeli sebuah kekuatan api pada sistem karena Kaito dan juga Eric sangat tertinggal jauh dari yang lainnya, Ling hanya dapat memberikan mereka sebuah api yang kuat agar mereka naik tingkat secara instan.


Mendengar perkataan tuannya yang akan memberikan elemen, mereka justru bingung, bagaimana bisa elemen diberikan? bukankah itu sudah sejak lahir ditentukan? itulah yang mereka pikirkan.

__ADS_1


Sebenarnya untuk Ling sendiri telah menyiapkannya dari jauh hari, untuk api yang dia beli sendiri, harganya cukup terbilang tinggi, itu seharga 100 kartu tukar untuk masing-masing api.


Ling mengeluarkan sebuah api dari kedua tangannya, api itu berwarna hijau dan berwarna ungu, itu adalah api dewa milik Dewa Phoneix api, sistem dapat membelinya dengan mudah, itu sangatlah luar biasa bagi Ling sendiri, dia tau betul api dewa Phoneix pastinya sangat kuat, namun dapat dibelinya dengan 100 kartu tukar itu sudah sangat menakjubkan.


Sedangkan itu, kini Ling memajukan tangannya dan meminta mereka berdua memilih salah satunya, "Pilih yang menurut kalian bagus dan kuat." Ucap Ling seraya memajukan kedua tangannya kedepan.


Mereka berdua yang melihat itu sangat takjub, bahkan mereka membuka mulutnya lebar-lebar saat merasakan api itu sangat panas, mereka kemudian secara bersamaan segera menunjuk masing-masing api yang mereka pilih.


"Ungu!" Tunjuk Kaito.


"Hijau!" Tunjuk Eric.


Tangan mereka kini menjadi tanda silang bagi Ling, karena untuk api ungu sendiri kini berada di hadapan Eric sedangkan hijau berada di hadapan Kaito.


"Baiklah kalau begitu." Ling menghilangkan kedua apinya, membuat Kaito dan Eric bingung.


Namu secara tiba-tiba, Ling kini menapak keduanya di bagian perut, mereka otomatis segera terpental dan menabrak tembok di belakangnya, hanya saja tembok itu tidak hancur karena Ling sendiri telah memberikan pertahanan sihir yang dipelajarinya dari sistem.


Bersamaan dengan itu, kini sebuah tanda segel berwarna hitam muncul di perut mereka masing-masing, dan juga ditubuh mereka kini merasakan sebuah energi yang sangat banyak menjalar di seluruh tubuh, mata mereka juga berubah menjadi berwarna dari masing-masing api yang mereka ambil.


Dan secara tiba-tiba, "Akh!!!" Teriak mereka sangat keras, membuat semua orang di kediaman Ling mendengar suara jeritan itu.


_ _ _


Author : Aku mau challenge diriku sendiri, nonton anime yang bisa dikatakan sangat sedih, kalau aku mengeluarkan air mata, aku bakalan Crazy up 15/20 Episode, tapi kalau gk keluar air mata, aku up nya kayak biasa, ok, hihi, kalian gk doain aku nangis kan, hahaha :) sehat selalu Minna~ bye bye~

__ADS_1


__ADS_2