Demon Lord System

Demon Lord System
Chapter 254 : Pengalihan yang bagus


__ADS_3

(Beberapa ratus meter dari tempat ledakan)



Ling Chen mengamati sebuah Kuil yang ciri-cirinya di sebutkan oleh Master Petir dalam diam. Dia saat ini masih memperhatikan Giant-giant yang berjaga, jumlah mereka lumayan banyak.



“Untuk meningkatkan persentase keberhasilan, aku akan memilih untuk tidak bertarung lebih dulu.” Ling Chen menggunakan mode Ghost miliknya, dia tidak ingin menggunakan mana nya lebih banyak untuk mengalahkan para Giant penjaga.



Bagaimanapun juga Ling Chen tengah berada di tengah-tengah perkumpulan para Giant. Jika dirinya tidak memiliki mana yang cukup untuk keluar dari Kerajaan ini, maka tamatlah riwayatnya.



Setelah menggunakan mode hantunya, Ling Chen bergerak dengan cepat memasuki Kuil tersebut.


**


(Di dalam Kuil)



Dua orang pemuda terlihat tengah menghela nafas berat setelah di cambukki oleh seorang Giant.



“Kalian kecoak sialan. Berani kalian menghina Lord kami!” Giant yang membentak keras kedua pemuda di hadapannya, setidaknya memiliki ukuran sekitar tujuh meter. Rambutnya di ikat ke belakang.



Dia sangat kesal dengan kedua pemuda dihadapannya, pasalnya beberapa saat yang lalu salah satu di antara keduanya mulai menghina Lord Victoria yang di banggakan oleh seluruh Ras Giant. Membuatnya naik pitam dan langsung mencambuk keduanya.



“M..maaf Eric, kau terlibat karena aku mulai mengatainya.” Sesosok pemuda berambut merah, meminta maaf dengan terbata-bata.



Di sisi lain pemuda berambut kecoklatan hanya tersenyum tipis tidak menjawab perkataan pemuda berambut merah. Untuk tersenyum saja dia butuh usaha yang keras, karena itu dia tidak dapat menjawab pertanyaan pemuda berambut merah.



Sebenarnya itu wajar, sudah lima hari ini mereka belum memakan apapun. Alhasil tubuh keduanya lemas, namun entah bagaimana pemuda berambut merah masih dapat bergerak dengan lincah sambil melontarkan cacian padahal kaki dan tangannya di ikatkan sebuah rantai yang keras. Sungguh pemuda yang sangat keras kepala.



“Kau bajingan sialan! Bajingan tengik!” Giant yang berada di depan keduanya mulai mencambuki kembali pemuda berambut merah, kali ini bahkan suara cambukan sangat keras dan mengenai punggung pemuda tersebut.



Pemuda berambut merah berteriak sangat keras merasakan sakit yang teramat di sekujur punggungnya.



“Akhhhh!”

__ADS_1



“Hahaha rasakan ini! Hahaha.” Giant tersebut tertawa puas sambil mencambuki kembali, terlihat sangat menikmati suara teriakan Pemuda berambut merah.



Namun, ketika dirinya sedang mencambuki pemuda berambut merah. Tangan yang digunakannya untuk mencambuk pemuda tersebut, tiba-tiba saja terjatuh membuat Giant yang tangannya terjatuh tertegun masih tidak dapat mencernanya.



Ketika dirinya masih belum dapat mencerna situasi, dirinya merasakan sakit yang teramat dari tangannya.



“Akhhh!!!”



Suara teriakan yang sangat keras tersebut membuat kedua pemuda yang di rantai kini berusaha menutup telinganya masing-masing. Ketika masih berteriak kesakitan, Giant itu berhenti berteriak ketika mendengar suara langkah kaki di sebuah lorong tangga.



Tukkk...



Tukkk...



Giant yang memegang cambuk tadi kini mulai menatap lorong tangga, tangan lainnya saat ini sedang digunakan untuk menutupi darah yang keluar dari tangannya.




Lorong Tangga itu sangat gelap membuat Giant tersebut yang hanya merupakan Giant ras Biasa tidak dapat mengetahui siapa sosok yang berjalan. Dia hanya dapat melihat sebuah mata berwarna merah yang menakutkan dalam kegelapan.



“Aku tanya sekali lagi siapa kau!!!” Kali ini Giant tersebut yang mulai panik mulai bertanya dengan nada keras.



Sosok di balik bayangan yang sedang menuruni tangga tidak menjawabnya kembali. Membuat Giant itu kini mundur beberapa langkah ke belakang.



“Sialan kau! Tunggu saja kau di sini aku akan memanggil Prajurit lainnya!” Giant tersebut kini kembali ke bentuk asalnya, dan berlari menuju Lorong tangga yang berlawanan arah.



Melihat Giant tersebut berusaha kabur sosok di balik bayangan mengibaskan tangannya, sesuatu berbentuk Barrier tiba-tiba tercipta dan menutupi Lorong yang berlawanan arah dengannya.



“Kau ingin kabur setelah melakukan kekerasan terhadap Pion ku? Apakah kau bercanda?! Hah?!!!” Sosok di balik bayangan tersebut sebenarnya adalah Ling Chen, ketika mendengar suara teriakan yang sangat familiar dia segera marah.

__ADS_1



Aura membunuhnya kini meluap dengan cepat menyelimuti seluruh ruangan. Giant yang sudah siap untuk kabur terlihat sangat Frustasi ketika melihat jalan keluarnya di tutupi oleh sebuah Barrier.



Sebelum dia dapat memikirkan jalan keluarnya sebuah Pedang Bercahaya muncul dari belakangnya dan menusuk tepat di jantungnya. Tidak hanya satu Pedang, melainkan puluhan Pedang Cahaya lainnya kini mulai menusuk tubuh Giant tersebut.



Ling Chen yang sebelumnya tidak dalam kondisi mood baik, menjadi begitu marah dan meledak ketika mendengar raungan kesakitan dari temannya. Dia dengan pasif menyerang terus menerus menggunakan Pedang Cahaya ke tubuh Giant.



Pedang-pedang Cahaya ini seketika membuat Giant yang berada jauh di hadapannya tewas dengan sangat mengenaskan. Tubuhnya terlentang namun menancap Barrier tanah, seluruh tubuhnya mengalirkan darah yang tidak sedikit karena Pedang-pedang cahaya ini menyerang secara membabi-buta.



Setelah mengalahkan Giant tersebut Ling Chen kini mulai mendekati kedua orang yang di rantai. Terlihat dia segera mengeluarkan sebuah Potion dengan cairan merah di dalamnya.



Kemudian dia mulai mengangkat kepala pemuda berambut merah yang sebenarnya adalah Kaito. Dirinya mulai menuangkan cairan merah tersebut ke dalam mulutnya. Dalam hitungan detik tubuh Kaito mulai di selimuti oleh cahaya kemerahan. Tidak lama tubuhnya berangsur membaik dan luka-luka yang di alaminya satu-persatu mulai hilang.



“T-tuan muda?” Eric, seorang Pelayan serta yang memiliki kemampuan terkuat di antara Regu pelayan Ling Chen kini memaksakan dirinya mengatakan sesuatu.



Namun, sebelum Eric dapat kembali berbicara Ling Chen memegang dagunya lalu membuka mulutnya. Kejadian selanjutnya sama seperti Kaito, Ling Chen menuangkan cairan merah yang merupakan Potion darah Phoneix miliknya.


**


(Beberapa saat kemudian)



Tubuh Kaito dan Eric telah sembuh sepenuhnya dari luka-luka yang di terima mereka. Tetapi meskipun begitu tubuh mereka masih terlalu lemah untuk dapat berdiri karena belum mengonsumsi apapun dalam lima hari ini.



“Makan ini.” Ling Chen yang telah melakukan persiapan lebih dulu, mulai mengeluarkan beberapa Potong daging ayam yang telah di beli olehnya di toko sistem.



Kaito dan Eric segera dengan cepat melahap Makanan di depannya, tidak ingin membuang-buang waktu Ling Chen. Di sisi lain Ling Chen yang tahu mereka masih akan kelaparan mulai kembali mengeluarkan puluhan Daging ayam dan sapi.



“Aku berhasil melakukan rencana ini karena pengalihan yang bagus. Meksipun akan membahayakan misi apabila ketahuan, huh ini adalah sebuah pertaruhan yang besar.” Ling Chen kini dapat menghela nafas lega, dengan ditemukannya Kaito dan Eric, Ling Chen kini dapat kembali ke luar Tembok Maria dan bersembunyi sebelum melakukan Peperangan.


...— — —...


[ UPDATE - 1/3 ]


[ -2]

__ADS_1


[ 60-90 min / 1UP ]


__ADS_2