Istri Untuk Mantan Suamiku

Istri Untuk Mantan Suamiku
PSPHS2: Sekamar


__ADS_3

ANTARA DENDAM DAN CINTA


☡Selamat Membaca☡


Arfa masih menyiapkan, susu ibu hamil untuk Nayla, pria muda itu menunjukan perhatian pertama kalianya, setelah ia "Sah" menjadi seorang suami.


"Mas Arfa, biar bibi aja yang buat," ucap seseorang yang usianya tak lagi muda, sepertinya asisten rumah tangga, di tempat ini.


"Buat apa?"


"Buat susu, untuk mbak Nayla," jawab orang itu lagi.


"Hemmm, baru sehari aku tinggal di sini, kenapa kau sudah berani mengaturku," ujar Arfa ketus, seraya tersenyum simpul.


"Maaf mas, Arfa!"


"Kerjakan apa yang menjadi tugasmu! Urusan Nayla biar menjadi tanggung jawabku,"


Arfa segera berlalu dari hadapan si bibi, sebut saja nama bi Wina, wanita yang usianya tak lagi muda itu tersenyum simpul melihat sikap anak muda yang baru saja menikahi anak majikanya. Bi Wina menangkap sisi lain dari sikap Arfa, yang pasti anak muda itu menyayangi orang lain dengan caranya sendiri.


"Jangan kau beri racun di dalam susu anakku!" ucap wanita paruh baya bernama Ovi yang tak lain mama dari Nayla.


Mendengar ucapan itu, Arfa langsung menunjukan wajah sinisnya, ia mendekati keberadaan bu Ovi lalu menatap tajam.


"Kalau aku mau membunuh anakmu, sudah sejak lama ku lakukan, tapi saat ini aku belum memiliki niat seperti itu. Karena.... aku ingin menjadikan anakmu pembantuku dan membuat hidupnya menderita setiap waktu," bisik Arfa pelan, membuat wanita tua itu tersentak.


Ovi tak menyangka jika Arfa bersikap sangat berani meski masih berada di dalam rumahnya.


"Jangan macam-macam!"


"Anda yang jangan macam-macam!" balas Arfa lalu melangkah menjauhi keberadaan Ovi.


***


Kini Arfa sudah berada di dalam kamar, ia menarik sudut bibir saat melihat Nayla memakai baju tidur yang tampak kurang bahan.


"Ini susu untukmu!"


"Eh,"


Nayla menatap penasaran, kala suaminya masuk ke dalam kamar membawa segelas susu di tanganya.


"Kenapa?"


"Ti_tidak," jawabnya gugup, si cantik langsung beranjak dari duduknya lalu mengambil susu buatan Arfa.


Dan, Arfa pun duduk di sofa seraya memperhatikan baju-bajunya yang sudah keluar dari dalam koper. Sepertinya Nayla sudah menyusun baju-baju miliknya ke dalam lemari.


"Terim kasih!" ucap Nayla gugup.


"Sama-sama. Dan... satu hal lagi! Jangan pernah belikan aku nasi goreng di tempat tadi, tidak menyelerakan. Bila butuh apa-apa biar aku yang memcari dan membeli! Karena, semua makanan atau apapun yang kamu beli pasti tidak ada yang aku sukai. Jadi, biarkan aku yang melakukan sendiri!"


Nayla hanya mengangguk-anggup tak jelas, namun di dalam hatinya ia merasa kesal luar biasa. Karena merasa, Arfa tak sepenuhnya menganggap ia seorang istri.


"Aku sudah menyusun bajumu di dalam lemari! Jika kamu butuh apa-apa, silahkan cari di sebelah sana! Itu semua khusus baju-bajumu,"


"Oke,"


Hanya itu jawaban Arfa, prihal seruan Nayla yang panjang lebar. Ia tak menyangka jika suaminya lebih dingin dari yang ia kira.

__ADS_1


"Dua hari lagi! Kamu harus ikut denganku, masuk kuliah!" tegasnya seketika.


"Ta_tapi, Fa!"


"Tapi, apa?"


Si cantik tertunduk lesu, ia tak menjawab pertanyaan suaminya.


"Apa kamu malu?" tanya Arfa, seraya menyilangkan tanganya ke perut.


Nayla mengangguk.


"Aku tidak mau tau, kamu tetap harus kuliah!'


Arfa, tak mau mendengar, apapun yang Nayla rasa, sebab baginya, pendidikan tetap harus di selesikan. Pernikahan bukanlah halangan untuk orang berhenti menuntut ilmu.


"Ba_baiklah!"


Dengan berat hati, Nayla pun mengiyakan apa yang di serukan Arfa kepadanya. Meski sebenarya Nayla takut, jika banyak teman-teman kampus yang akan menyudutkanya.


Bruuuk!


Nayla menjatuhkan tubuhnya di ranjang, dengan kaki yang masih menggantung di lantai. Hal itu membuat Arfa menyaksikan pemandangan yang tak terduga.


Ck...


Sebagai pria normal, Arfa tak mau menunda gejolak yang seketika menyergap tubuhnya, lagi pula Nayla sudah halal untuk ia sentuh kapanpun.


Ssssttt...


"Haah___,"


"Kamu mau, apa?"


"Menyentuhmu,"


"Jangan sakiti aku... aku mohon!" Nayla berharap.


"Haah, siapa yang akan menyakitimu? Bukankan sekarang tubuhmu, sudah menjadi hakku?!" ucap Arfa seraya tersenyum penuh makna.


Sejenak Nayla terdiam, ia menatap dalam-dalam pria muda yang kini tengah berusaha merampas tubuhnya.


"Hemmmmmm___,"


Hanya itu yang keluar dari bibir merahnya, karena memang nyatanya, kini Arfa memanglah suaminya.


"Huuuuf.... seketika aku jadi tidak bern*fsu,"


Arfa menjauhkan tubuhnya dari tubuh Nayla, ia segera beristirahat di samping sang istri, lalu menggigit bibirnya sendiri.


"Nay,"


"Ya,"


"Secepat itu waktu berlalu,"


"Maksudmu?" si cantik menatap wajah Arfa yang merebahkan tubuh tepat di sampingnya.


"Beberapa waktu lalu, aku mati-matian mengejarmu, tapi kamu tidak perduli. Dan rasanya baru kemarin, kamu menerima cintaku, tapi kini kamu sudah berstatus menjadi istriku," jelasnya tanpa jeda.

__ADS_1


Hingga si cantik meneteskan air mata, spontan langsung memeluk tubuh suaminya.


"Maafkan aku, Nay!"


"Maaf?"


"Karena telah merenggut kesucianmu, demi membalaskan dendamku, kepada papamu,"


Malam ini, untuk pertama kalinya, Arfa meminta maaf kepada Nayla dengan begitu tulus. Seiring bergantinya hari dan berjalananya waktu, Arfa menyesali perbuatanya.


"Fa, kenapa kamu, berubah?"


"Apa yang berubah?"


"Dingin, diam, dan suka berucap sesukamu,"


"Suka-suka, aku dong," balas Arfa lalu mencubit pipi Nayla. "Diamlah! Jangan banyak tanya, aku mau tidur!"


Arfa langsung membalik tubuhnya, agar tak berhadapan dengan Nayla.


"Malam pertamanya, gini aja ya, Fa?" goda si cantik.


"Ihh, apaan sih?"


"Hahhahaha___,"


Nayla tertawa sejadi-jadinya, ia pun segera ikut merebahkan tubuhnya. Untuk pertama kali Arfa dan Nayla tidur dalam satu kamar yang sama, sebagai status yang sudah "Sah"... menurut agama dan negara.


***


Jam 04.00...


Nayla sudah dari 3 jam yang lalu memejamkan mata, ia tampak begitu lelah dan tertidur dengan sangat lelapnya. Tapi tidak dengan Arfa, ia tak memejamkan mata, meski hanya sebentar saja, pria muda itu tak bosan menatap wajah cantik istrinya.


"Gadis primadona kampus, terkenal sombong dan angkuh... kini telah seutuhnya menjadi milikku," lirih Arfa, seraya mengec*p kening istrinya.


Dan jam 5 pagi, sayup-sayup Arfa barulah bisa mengistirahatkan matanya, ia sudah merasa begitu lelah.


Ck...


Namun di saat Arfa mulai terlelap, saat itulah Nayla justru terbangun dari tidurnya. Si cantik memandangi seseorang yang kini sudah menjadi dunianya.


"Ya Tuhan, suamiku tampan sekali," decaknya kagum.


Sebab, ini kali pertama Nayla memandangi wajah Arfa sedemikian dekat. Sang suami tampak lebih tampan daripada saat dia membuka mata, Nayla terkagum-kagum dan tak bosan terus memperhatikan tidur Arfa.


Haaap!


Nayla mengambil kesempatan untuk menci*m bibir merah Arfa. Karena saat sang suami tidurlah ia baru berani melakukanya.


"Aku sayang kamu, Fa!" bisiknya. Si cantik memeluk tubuh sang suami yang masih terjaga, hangat tubuh Arfa membuat Nayla benar-benar nyaman.


.


.


.


.

__ADS_1


TERIMA KASIH


__ADS_2