Istri Untuk Mantan Suamiku

Istri Untuk Mantan Suamiku
KE ANEHAN


__ADS_3

Yang punya hadiah, boleh dong bagi-bagi ke Alvian Airin, apa lagi kalau ada yang mau ngevote, uhhh makasih sekališŸ˜…ā¤.


*Selamat Membaca*


Keindahan dan persatuan dua insan dalam cinta melalui perjanjian sakral pernikahan, tentu tidak bisa lepas dari campur tangan Tuhan. Begitu pun takdir yang kini Airin lalui, ia tak pernah menyangka akan menikah sesegera mungkin, setelah di runtuhkan oleh takdir yang memporak-porandakan masa depanya, kini ia bertemu dengan Alvian, pria tampan yang menerima semua perjalanan buruk tentangnya di masa lalu.


"Masa lalu, adalah pelajaran terpenting bagi setiap orang.. dan masa lalu juga akan mengajarkan kita, bagaimana cara untuk menjadi lebih dewasa dan lebih bijaksana," nasehat Tania untuk Airin dan juga anaknya.


Airin paham, ia mengerti bahwa hal buruk yang terjadi padanya beberapa waktu yang lalu adalah jalan yang Tuhan berikan, agar ia bertemu dengan Alvian, pria muda yang sebentar lagi akan menjadi suaminya.


"Mama keluar dulu ya, karena Mama akan menyiapkan makan malam untuk kalian dan juga Papa, dan kau Al, jangan pentingkan egomu! Berpikirlah sebelum mengucapkan kata-kata yang mungkin saja menyakiti orang lain," nasehat Tania pula untuk anaknya.


"Siap, mah, maaf jika tadi perkataanku melukai hati Mama!"


"Tidak masalah, Mama paham kondisimu dan mama paham, bagaimana perasaanmu," ujar Tania lagi Seraya melangkahkan kakinya untuk keluar dari kamar Alfian.


Sementara kini, Alvian hanya berdua dengan Airin, di dalam kamarnya.


"Al," Panggil Airin lirih.


"Ada, apa?" tanya Alvian seraya menatap heran ke arah wanita cantik yang kini tengah menatapnya dengan begitu tajam.


"Kau, tadi mengatakan padaku, bahwa kau akan menjelaskan, bagaimana bisa, papa aku dan adikku Amira ada disini?"


"Hemmm,"


Alvian menarik nafas panjang lalu membuangnya secara perlahan, ia menatap lebih tajam wajah Airin yang benar-benar penasaran dengan apa yang akan ia sampaikan.


"Katakan, !"


"Baiklah,"


Kini Alvian pun menjelaskan, mengapa Amira dan Yuha? Berada di rumahnya, hal itu karena "Yuda" yang tak lain Papa kandung dari Airin adalah sahabat dari Papanya dan "Amira" yang tak lain adik kandung Airin adalah wanita yang akan dijodohkan dengannya, sebelum Alvian memutuskan untuk menikah dengan Airin.


"Haaah, kau serius?"


Airin masih sedikit tidak mempercayai ucapan dan penjelasan Avian.

__ADS_1


"Kau, lihat saja nanti! Saat di hari pernikahan kita, kedua orang tuamu akan terkejut luar biasa, saat melihat bahwa kau yang menjadi istriku," ujar Alvian dengan senyum penuh arti.


"Haah, jadi....,"


"Iya, jadi aku sengaja, memintamu agar tidak keluar kamar untuk menemui adikmu dan juga papamu tadi, karena aku belum mau, mereka mengetahui keberadaan mu di rumahku,"


"Astaga Al, kau," Airin menggeleng tak percaya antara terkejut dan juga penasaran. Bagaimana ekspresi kedua orang tuanya nanti jika hadir di hari pernikahannya dengan Alvian.


"Kenapa? Aku pintar kan, ide ku benar-benar brilian, ini cara paling luar biasa untuk membuat kedua orang tuamu terkejut,"


"Benar, aku setujuh,"


Spontan saja Airin memeluk tubuh Alvian, ia benar-benar tidak menyangka jika sebelumnya kedua orang tuanya mengenal kedua orang tua Alvian, bahkan yang membuatnya semakin tidak menyangka bahwa wanita yang akan dijodohkan dengan Alvian sebelumnya adalah adik kandungnya sendiri.


"Aku sudah tidak sabar, menunggu hari pernikahan kita tiba," ucap Airin dengan amarah yang membenam dalam perasaanya.


"Sabar dong Rin, dendam banget sih!"


Canda Alvian tiba-tiba yang membuat Airin spontan menepuk pundak pria tersebut.


"Iyalah dendam, masa nggak... andai posisinya di putar balik dan kau yang berada di posisiku, pasti kau akan melakukan yang sama,"


"Sejahat-jahatnya, Papaku dia tidak pernah mengabaikanku, memukulku apalagi sampai membuangku, karena baginya seorang anak adalah harta yang paling berharga di dunia. Papaku pernah mengatakan itu, saat pertama kali aku mengalami kelumpuhan,"


"Entahlah, mungkin kedua orang tuaku tidak terlalu membutuhkan anak, apalagi anak sepertiku, baginya sangat memalukan, dan jika pun dia membuangku, mama dan papaku, masih memiliki anak.. ada adikku dan juga kakakku," ungkap Airin, wajahnya seketika sendu, air mata seketika menetes, hatinya benar-benar hancur, saat mengingat betapa tega kedua orang tuanya.


Tiap tetes air mata yang keluar mata Airin dan membasahi pipi gadis itu, membuat rasa benci dan dendam Alvian kepada kedua orang tua Airin pun, kian membesar. Bahkan niat untuk menghancurkan keluarga Wijaya Bratayuda, kini menjadi berapi-api.


"Keluarlah! aku mau tidur dan istirahat!" usir Alvian agar Airin pun keluar dari kamarnya, sebab saat ini ia tengah merencanakan sesuatu.


Tanpa pikir panjang, Airin pun segera keluar dari kamar Alvian, karena gadis itu menginginkan, si tampan untuk segera beristirahat.


"Ton, aku ingin meminta bantuanmu!"


Alvian menghubungi sahabatnya yang kini masih bekerja di kepolisian, ia menghubungi Toni sesaat setelah Airin keluar dari kamarnya.


"Apa yang bisa ku bantu kawan?" tanya Toni pula, ia bahagia karena Alvian mau menghubunginya.

__ADS_1


Alvian pun menjelaskan maksud dan tujuannya menghubungi teman dari kepolisannya tersebut.


"Boleh, pasti aku bantu. Tapi, bolehkah aku meminta bantuanmu juga?"


"Apa? Katakanlah seru! Alvian pula.


"Aku ingin kau membantuku untuk memecahkan sebuah kasus besar, ini masih ada sangkut-pautnya dengan Nino," jelas Toni.


"Oke, nanti aku akan memerintahkan, beberapa orang-orangku untuk membantumu,"


"Terima kasih, Al, karena aku berharap, jika aku mampu menyelidiki kasus besar, mungkin aku akan segera naik pangkat," canda Toni namun penuh harap.


Kedua sahabat yang dulu selalu bersama, namun kini bertemu pun jarang mereka lakukan, karena Toni benar-benar sibuk, jadi hal satu-satunya agar tak memutus tali silahturahmi adalah dengan saling memberi kabar meski hanya melalui ponsel saja.


"Hmm,"


Pria tampan itu segera merebahkan tubuhnya di ranjang, setelah menyelesaikan pembicaraanya dengan Toni memalui sambungan telpon. Sementara di balik pintu kamar Alvian yang sedikit terbuka, ada Airin yang sejak tadi belum beranjak pergi, gadis itu penasaran dengan apa yang di lakukan Alvian jika berada di dalam kamarnya, sebab pria muda itu benar-benar betah seharian penuh hanya di kamar saja.


"Apa yang di bicarakan, Alvian tadi? Kenapa dia seperti tengah merencanakan sesuatu," lirih Airin dalam hati.


Benar saja, karena tanpa siapa pun tahu, meski Alvian kini tengah lumpuh, pria muda itu tak pernah diam dalam kamarnya, ia masih memiliki orang-orang terpercaya untuk membantunya dalam segala hal. Bahkan saat ini, ia tengah mendirikan sebuah perusahan yang hampir 1 bulan ini berjalan.


"Hmm, uang tabunganku sudah habis terkuras, untuk mendanai perusahaan ini, semoga hasil tak mengecewakan," batin Alvian penuh harap.


Sedangkan Airin kini sudah melangkah pergi menjauhi kamar Alvian, dengan banyak tanya yang membenam dalam benaknya.


"Aneh," lirih Airin pelan.


.


.


.


.


.

__ADS_1


PART NIKAHNYA INSYA ALLAH BESOK YAK😭


JANGAN LUPA BAHAGIA BUAT SEMUANYAā¤


__ADS_2