Istri Untuk Mantan Suamiku

Istri Untuk Mantan Suamiku
Panik Dan____


__ADS_3

🕊Selamat Membaca🕊


"Mobil... mobil... mobil...! Cepat ambil mobil!" seru Alvian dengan tegasnya.


"Kita mau kemana Al?"


"Kita harus lapor kepada kepala kepolisan, lalu memerintahkan pemilik-pemilik Mall terbesar di kota ini, untuk segera menghentikan aktifitasnya! Memberi peringatan dini, jika hari ini akan ada Bom yang di ledakan," jelas Alvian dengan semua rasa khawatir dan takutnya.


Dalam surat kaleng tersebut, Alvian dapat menangkap, jika ada ledakan bom, yang akan di lakukan pada tanggal 22 bulan 12 tahun 2021... dan artinya tepat di hari ini semua itu akan terjadi.


"Ini jam berapa?"


"Jam 14.40 Al, sebentar lagi akan jam 3 sore," jelas Toni pula.


Akhirnya, Alvin, Toni dan rekan-rekan polisi, memutuskan untuk pergi ke Mall-mall saat ini juga. Sementara mereka mengabarkan, kasus tersebut kepada petinggi kepolisian, melalui sambungan telpon saja.


Yang akhirnya, AKBP Egi Wibowo memerintahkan semua jajaran kepolisian untuk segera patroli ke semua mall-mall besar, dan menutup sesegera mungkin, mengkosongkan semua manusia yang berada di dalam sana. Bahkan, Egi meminta semua media untuk mengumumkan peringatan tersebut, baik melalui sosial media, ataupun televisi.


"Haaaah,"


Seketika dada Airin berdebar-debar cepat, saat mendengar kabar tersebut, ia segera meraih ponsel lalu menghubungi sang suami.


"Mas... kau dimana?!" tanya Airin panik, ia tak bisa menyembunyikan rasa takutnya.


"Aku di jalan, Rin.." Jelas Alvian berusaha untuk bersikap setenang mungkin.


"Pulang Al! Sebab, aku mendengar kabar, jika ada Bom yang akan di ledakan hari ini, di salah satu Mall besar," ungkap si cantik dengan suara gemetar.


"Iya sayang, jangan panik, jangan takut! Aku tidak akan masuk ke dalam Mall, hanya akan memberi peringatan dari luar saja,"


"Ja_jadi, kau.....,"


Spontan saja Airin menangis, ia tak mau jika Alvian ikut serta dalam hal ini.


"Jangan menangis, Rin! Percayalah, semua akan baik-baik saja, tapi aku harus pergi, untuk menyelamatkan nyawa banyak orang. Semua orang yang ada di Mall, harus keluar dari dalam sana,"


Alvian menjelaskan semua itu pada Airin, dengan setenang mungkin, ia tak mau sang istri panik, jika ia menunjukan kepanikan juga.


Dengan berat hati, si cantik tetap mengizinkan Alvian, semua ini demi kebaikan. Airin berharap, semua akan baik-baik saja, dan ancaman Bom itu, hanyalah Hoax saja.


***


Dengan adanya pemberitahuan, jika ada ancaman Bom di sebuah Mall besar, semua orang yang ada di dalam sana segera berhamburan keluar. Setiap Mall-mall besar, memang di beri peringatan dini, karena pihak polisi sendiri belum tau pasti, di Mall mana bom itu akan di ledakan.


"Keluar________!!"


Alvian berteriak dari lantai dua sebuah Mall.


"Tetap tenang, jangan panik!" titahnya lagi.


Sementara Toni, membantu manusia-manusia itu untuk mengevakuasi diri, bersama rekan-rekanya.


"Al, turun, jangan berada di lantai atas!" pekik Toni pada sahabatnya.


Alvian mengangguk paham, ia segera turun lalu berlari untuk keluar dari mall.


"Ini sudah jam berapa?" Alvian memastikan.


"Jam tiga lewat Al, bahkan hampir jam empat sore," jawab salah satu rekanya.


Alvian menarik sudut bibir setelah mendapat kabar dari pihak-pihak jajaran kepolisian, semua orang sudah keluar dari Mall dan aman.


"Apa semua Mall besar, sudah di pastikan kosong?"

__ADS_1


"Sudah Al, dan dari teman-teman yang lain, mereka sudah memberikan pernyataan, bahwa semua sudah aman,"


"Syukurlah,"


Hingga jam 16.00.... semua masih terpantau aman, Alvian dan rekan-rekan berharap bahwa semua itu hanyalah sebuah permainan.


"Aku yakin, mereka hanya mempermainkan kita," ujar Toni.


"Baguslah, dan itu semua, ku rasa lebih baik. Karena tidak akan ada pihak yang di rugikan.


Karena hingga sampai jam lima sore tiba, semua suasaan terpantau aman-aman saja. Bahkan ada beberapa pemilik toko-toko di dalam Mall, sudah ada yang berani masuk ke dalam.


"Sebaiknya, jangan ada yang masuk dulu, sampai esok hari!"


Alvian melarang beberapa orang untuk masuk, karena takutnya, bom itu benar-benar ada.


"Sudahlah, pak! Semua baik-baik saja, buktinya dari tadi tidak ada tanda apapun," kilah seseorang yang bersikeras untuk tetap masuk ke dalam.


"Huuuf,"


Alvian menarik nafas kasar, ia akhirnya memilih untuk membiarkan, beberapa orang masuk ke dalam Mall, sedangkan pemilik toko-toko yang lain, memilih untuk pulang ke rumah.


"Bagaimana, mas? Semua amankan?" tanya Airin melalui sambungan telpon lagi.


"Iya, Rin, untuk saat ini, semua keadaan Mall terpantau aman," jawab Alvian kemudian.


"Syukurlah, tapi kenapa kamu belum pulang, mas?"


"Sebentar lagi, aku pulang sayang. Kamu istirahat saja dulu ya, jangan lupa makan dan minum vitamin'nya, ya!"


"Siap, pak," Jawab Airin sedikit bercanda.


Alvian tersenyum simpul, setelah mendengar suara sang istri, mendengar suara Airin melalui sambungan telpon saja, cukup membuat Alvian bahagia.


Saat Alvian dan Toni akan memutuskan untuk pulang, keduanya di buat heran, dengan gerak gerik seorang pria, dengan menggunakan baju serba hitam, topi dan juga masker hitam.


"Jangan ada, yang pulang dulu!" printah Alvian pada rekan-rekan kepolisian, yang tadinya berencana untuk pulang.


"Siap pak....!" jawab mereka tegas.


Si tampan dan Toni, segera masuk kedalam Mall, mereka mengikuti langkah orang misterius tersebut.


"Ton, perasaanku sungguh tak enak, apa kita tangkap saja dia?!" Alvian mengusulkan.


"Tidak semudah itu Al, mana bisa menangkap tanpa bukti. Sudahlah, kita ikuti saja dulu."


Semakin keduanya ikuti, semakin nampak jelas keanehan yang orang itu tunjukkan. Bahkan dia tampak masuk ke dalam sebuah ruangan.


"Al, printahkan yang orang-orang untuk keluar!"


"Tapi Ton, kita harus keluar sama-sama,"


"Aku harus memastikan apa yang di lakukan orang itu dulu," ucap Toni seketika.


"Aku ikut, kita sama-sama," tegas Alvian pula.


Sesigap mungkin, keduanya pun masuk kedalam ruangan. dimana orang itu berada. Alvian dan Toni menatap nanar saat pria itu menangis seraya memeluk sesuatu.


"Apa yang anda lakukan?" tanya Alvian dan Toni bersamaan.


Orang itu berbalik, ia berlinang air mata seraya memeluk sesuatu di tanganya, meski menangis orang itu tetap menatap Alvian dan Toni dengan tersenyum.


"Apakah, kalian, sudah siap mati bersamaku?"

__ADS_1


"Haaah, apa maksud anda?!" Alvian menatap pria itu gemetaran.


Dua sahabat itu, sudah berpikir yang bukan-bukan, karena saat ini mereka tengah berhadapan dengan bahaya.


"Apa yang anda bawa? Kenapa anda menangis szmbil tertawa, memeluk benda itu?"


"Ini Bom, aku sudah meletakanya di beberapa tempat, dan dalam waktu 10 menit, bom ini akan meledak bersamaku, bersama kita." Ujarnya sesenggukan, pria itu menangis tapi tersenyum.


"Gila....!"


Alvian dan Toni segera berhambur, mereka berteriak untuk meminta siapapun segera keluar dari dalam Mall.


"Keluar, ada Bom___!!" pekik Alvian dan Toni bersamaaan.


Orang-orang yang ada di dalam segera berhambur keluar, namun ada beberapa yang tak mempercayai.


"Polisi kurang kerjaan, dari siang tadi, buat kegaduhan!" omel salah seseorang.


"Haaah,"


Kedua polisi muda itu, membung nafas kesal, Toni dan Alvian coba untuk tak perduli, mereka memilih untuk segera mengevakuasi yang lainya.


Tolong... Tolong!"


Teriak seorang ibu-ibu muda, yang jatuh terkilir bersama bayinya.


"Kenapa anda masuk kedalam sini? Sudah sejak siang tadi, semua Mall di peringati, bahwa keadan sedang darurat," omel Toni.


"Maaf pak! Saya masuk untuk mencari keberadaan suami saya," jujuenya.


Si ibu muda tersebut, masih menggendong bayinya, sementara kedua kakinya tampak berdarah, karena terjatuh.


"Berikan bayi anda padaku!" pinta Alvian.


"Al, sebaiknya kau bawa, bayi itu keluar dari sini. Biar aku membantu ibunua!" titah Toni.


Alvian mengangguk, ia segera berlari keluar dari dalam Mall, sementara Toni menolong si ibu-ibu tadi.


"Pak, cari suami saya dulu!" pinta si ibu itu dengan berlinang air mata.


"Sudah tidak ada waktu, bu!" ungkap Toni lalu berusaha memapah tubuh si ibu tadi.


Sedangkan Alvian kini sudah berada di luar, ia menenangkan sang bayi, yang menangis dalam dekapanya.


Dann.


DUUUUUUAAAARRRRR.....!"


"Toni_________!" teriak Alvian sekencang-kencang'nya.


.


.


.


.


Huwaa😭☺❤.


Jangan lupa bahagia, kakak-kakak baik, maaf ya kalau jarang balas komentar, tapi aku selalu terima kasih untuk semuanya❤, semoga selalu betah di sini ya🤗❤.


🕊Terima Kasih🕊

__ADS_1


__ADS_2