Istri Untuk Mantan Suamiku

Istri Untuk Mantan Suamiku
Berusaha Romantis


__ADS_3

🕊Selamat Membaca💪


Malam ini, suhu udara bener-benar dingin, Alvian dan Airin masih enggan memejamkan mata, keduanya menghabiskan malam dengan menonton drama korea.


"Bread Love and Dream," Alvian mengusulkan sebuah judul drama korea yang sangat di sukainya.


"Boys Before Flowrs, aja," usul Airin pula.


"Gak mau, aku tidak suka, dengan peran cewek yang tertindas," Alvian menolak


Setelah perdebatan yan cukup panjang, hanya demi sebuah tontonan, kini Airin dan Alvian memutuskan untuk menonton kartun anak-anak saja.


"Hachi,"


"Ih, Dragonball, saja... Rin,"


Entahlah, pasangan muda ini selalu memperdebatkan apapun, Airin dan Alvian selalu tak sejalan prihal apa yang akan mereka saksikan.


"Huuuf," Desuh Alvian.


Akhirnya ia yang mengalah, lalu meraih ponsel yang ada di atas meja, Alvian memilih untuk main games.


"Huuus, beringsik! Pelankan suara handponemu!"


"Tv'mu yang di pelankan! Aku lagi seru, nih," Alvian balik menyuruh.


Ck.


Dengan rasa kesalnya, Airin merebut ponsel di tangan sang suami, yang tentu saja membuat Alvian menggeleng tak mengerti.


"Ih, apaan sih, Rin? Balikin gak?"


"Gak mau, karena suara poselmu, mengganggu konsetrasi menontonku,"


"Aaargghhh.. kembalikan, Rin! Itu aku lagi main game, nanti kalah," decak Alvian dengan raut wajah penuh harap.


"Bodo amat,"


Airin bersikap tak perduli, ia menyembunyikan posel sang suami di dalam saku celananya, si cantik segera kembali duduk, lalu menonton televisi lagi.


Sssstt..


"Aaaah.... Al, apaan sih?"


Kini Airin yang berdecak kesal, sebab Alvian mencabut colokan televisi, hingga tentu saja si TV pun mati.


"Ihhh... colokin gak! Aku lagi seru, nontonya Al," Airin berdecak kesal.


"Bodo amat," si tampan membalas, sikap istrinya yang tentu saja membuat Airin kesal luar biasa.


"Ihhh,"


Wanita muda itu segera beranjak dari tempat duduknya, ia berusaha untuk menghidupkan TV'nya kembali.


"Al..."


Airin semakin kesal, sebab Alvian berusaha menghalangi usahanya untuk menonton lagi.


"Tidur! ini sudah larut malam!"


"Huuuuf,"

__ADS_1


Dengan terpaksa Airin pun berjalan pelan menuju ranjang, si cantik segera merebahkan badanya yang lelah, lalu menarik selimut dan menutup tubuh hingga ke wajah. Ia benar benar kesal akan sikap sang suami tadi.


Sementara Alvian tersenyum puas, setelah melihat sang istri, akhirnya tertidur juga.


***


Pagi menyapa, seperti biasa, Airin pasti bangun lebih lambat dari penghuni rumah lainnya, si cantik segera membuka mata lalu mencari keberadaan Alvian. Namun sayang suaminya itu ternyata sudah pergi ke kantor.


"Kata mas Al, nanti jam 9 mau di jemput Mbak, jadi Mbak Airin lebih baik siap-siap dulu!" Titah si Bibi, berucap sesuai dengan apa yang Alvian perintahkan, karena memang nyatanya, hari ini Alvian memiliki kejutan untuk sang istri tercinta.


"Mau kemana katanya Bi? Aneh banget,"


"Wah saya kurang tahu mbak, yang penting mbak Airin siap-siap aja dulu, nanti biar mas Al jemput!" ucap si bibi lagi.


Tanpa pikir panjang lagi, Airin pun segera mandi, lalu menyantap pagi, lalu menunggu kedatangan sang suami.


"Rin,"


"Ehh Al,"


"Kamu sudah siap?"


Alvian tersenyum simpul, bahkan ia di buat gugup saat melihat sang istri, bediri tepat di hadapanya, sebab hari ini, terlihat cantik sekali


"Kata si bibi, kamu mau jemput aku. Jadi aku mandi, berhias, agar tak membuatmu malu, jika membawaku nanti," ucap Airin sendu.


Sungguh, seketika saja ucapan itu membuat Alvian menggigit sudut bibirnya, ucapan sang karyawan yang membully penampilan Airin kemarin, menjadikan si cantik taruma, higga akhirnya, ia benar-benar mempoles wajahnya dan berhias secantik mungkin.


"Kau itu cantik, Rin...bahkan tanpa makeup sekalipun,"


"Tapi, kata mantan karyawanmu kemarin, aku seperti badut," Airin berucap sedih.


"Karena kau hamil, memang berat badanmu, sedikit bertambah, tapi hal itu memang wajar, Rin. Kalau sampai kau hamil, tapi berat badan masih seperti saat kau belum hamil dulu. Artinya kehamilanmu bermasalah," ucap si tampan menjelaskan.


"Ayo!"


Alvian meraih tangan istrinya, lalu mengajak sang istri masuk ke dalam mobil.


"Kita mau, kemana, Al?"


"Ada deh," jawab sang suami di serati senyum penuh arti.


***


"Haaah, perahu?" tanya Airin penasaran saat keduanya sampai di sebuah danau yang Airnya terlihat sangat tenang.


"Iya.. kita naik perahu, lalu berkeliling danau, untuk menikmati betapa indahnya alam bebas," si tampan menjelaskan.


"Ihh... memangnya kamu tahu caranya?"


"Ohh tentu saja, suamimu ini, selalu tahu semua hal," jawabnya di sertai tawa kecil.


"Padahal, aku pakai gaun cantik benget lho, nanti basah dong di atas perahu," decak si cantik kemudian.


"Gak akan basah, Rin.. gapapa juga pakai gaun.. nanti kita foto-foto saat berada di tengah-tengah air," Alvian menjelaskan lagi, ia segera maraih tangah Airin. "Tutup matamu, Rin!" tambahnya.


"Eh, kok di tutup sih?"


"Sudah tutup saja!"


Airin pun menuruti apa yang di perintahkan oleh Alvian, ia sudah tak sabar, kejutan apa yang akan di berikan suaminya.

__ADS_1


"Sudah belum, Al?"


"Sebentar lagi, Rin,"


Keduanya masih berjalan pelan, hingga sampai ke tempat tujuan.


"Sudah sampai. Ayo buka matamu!"


Perlahan dan pelan si cantik membuka kedua netra indahnya, ia berdecak kagum saat melihat hamparan bunga warna warni di hadapanya kini.


"Waaah, bu_bunga," gugupnya.


Airin menatap bahagia hamparan bunga-bunga, bahkan ada yang mengambang di atas air yang tenang.


"Ini," Alvian pun memberikan sebuket bunga untuk Airin.


"Haaah,"


"Bunga yang indah, untuk istriku yang bawel dan manja," ucapnya pelan.


Pipi Airin merah merona, saat sang suami bersikap sungguh romantis padanya, ia seolah merasakan kebahagiaan seperti pemeran banyak wanita di drama korea.


"Al, ih ngapain berlutut! Ayo bangun," Airin senyam senyum tak jelas, ia semakin di buat salah tingkah oleh suaminya sendiri.


"Biar makin romantis, Rin," balasnya lalu mencium punggung tangan Airin.


Parahnya, sikap dan perlakuan Alvian di saksikan banyak pasang mata, yang juga tentu saja berada di antara keduanya.


"Haduh, Al.... aku jadi malu, udah dong! Romantis-romantisnya," lirih si cantik yang pipinya semakin memerah.


"Cium dulu dong!" pinta sang suami nakal.


"Hiyaaah,"


Pipi Airin yang sejak tadi memerah pun semakin merona, seperti udang rebus, karena permintaan nakal Alvian baru saja.


"Kamu makan apa sih, Al... kok tiba-tiba otakmu korslet?"


Alvian justru semakin melebarkan senyumnya, ia semakin membuat sang istri salah tingkah.


"Ayo dong, Rin!" pintanya lagi seraya memajukan pipinya ke wajah Airin.


"Ya ampun Al, aku malu tau... inikan banyak orang,"


"Udah deh, gaak usah banyak alasan. Buru!"


"I_iya, deh," gugupnya.


Airin pun mendekatan wajahnya ke wajah sang suami, secepat kilat ia mendaratkan kecupan tepat di pipi sang suami, yang kanan dan kiri.


Suit-suit! Aseeeek!"


Teriak beberapa orang yang melihatnya, mereka mendapatkan vitamin tambahan si siang hari. Bahkan ada beberapa pasangan yang berdecak iri, akan ke romantisan keduanya.


"Tuh kan,"


Airin menutup wajahnya, yang semakin memerah, semnatara Alvian tertawa puas di dalam hati.


Setelah keriuhan yang terjadi, karena perlakuan Alvian kepada sang istri. Kini si tampan mengajak Airin naik perahu lalu berkeliling danau. Si cantik tak bisa menghentikan senyumnya setelah mendapat perlakuan istimewah dari sang suami tercinta.


.

__ADS_1


.


Jangan lupa bahagia buat semua. Terima kasih


__ADS_2