Istri Untuk Mantan Suamiku

Istri Untuk Mantan Suamiku
PSPH2: Egois Tapi Cinta.


__ADS_3

❣Selamat Membaca❣


Masih dengan aktifitas yang sama. Arfi menjelajah di atas tubuh istrinya, dengan kasar pria itu membuat Sisi berkeringat, lemah seolah tanpa daya. Tanpa rasa iba sedikitpun, jiwa egoisnya kian meronta, Sisi adalah wanita satu-satunya, yang membuat Arfi seolah candu, pertama kali ia menguasai kasar bibir Sisi dan sejak saat itu, ia ingin sekali memilikinya. Menikah adalah alasan, jika tak akan ada yang melarang, andai pun tiap saat Arfi melakukan hal itu kepada Sisi.


"Aaaa____ hhh____!"


Suara tersebut keluar dari bibir si cantik dan setelah itu, keluar bercak darah segar dari kolam cinta milik Sisi.


"Haaah, haaaah!"


Nafas keduanya terengah-engah, bahkan Arfi langsung menjatuhkan tubuh, kala nikmat surga dunia, mampu ia rengguh kali ini. Saking kasarnya, Sisi langsung memejamkan mata karena terlalu lelah.


Ck....


Arfi terbangun, ia tersenyum bahagia saat melihat bercak darah segar bercecer di sekitar Sisi. Istrinya itu tak berdaya, ia langsung memejamkan mata, dengan kondisi tubuh yang masih polos tanpa sehelai benangpun.


"Maafkan kakak, Si!" ucapnya lirih di dalam hati, tapi ia puas, karena sang istri benar-benar masih suci.


Si tampan memapah tubuh istrinya dan merebahkan Sisi di atas tempat tidur. Arfi meraih selimut lalu menutupi tubuh polos istrinya, setelah itu ia meraih seprai di atas sofa dimana ada bercak darah, yang memang Arfi harap sedari tadi, membawa seprai itu keruang belakang lalu merendamnya.


Ssssstttt..


Karena lelah, Arfi pun langsung tertidur dan memejamkan mata, ia mengistirhatkan otak dan pikiranya, yang sedari tadi hanya emosi dan marah-marah.


***


Keesokan hari, jam menunjukan pukul 5 pagi. Sisi perlahan membuka mata lalu memegang kepala yang terasa sedikit berat. Seketika pandanganya mengarah ke sosok pria yang tertidur di atas sofa. Ada cinta dan benci kala Sisi menatap wajah Arfi.


"Hemm, jika tertidur seolah tak kasar sedit pun," gumamnya seraya memandangi wajah Arfi inci demi inci. "Dia sungguh sempurna,"


Sisi berkali-kali menganggumi wajah tampan Arfi, pria itu tampak polos seperti bayi. Siapa yang akan menduga karena nyataanya pria itu bak predator yang selalu ingin mencabik-cabik tubuh mangsanya. Hal itu yang Arfi lakukan terhadap sang istri.


Ck....


Ada beberapa alasan yang membuat Arfi, buru-buru menikah dengan Sisi. Pertama gadis itu memiliki wajah cantik yang senyumnya selalu membuat candu. Keduan Sisi tak memiliki siapapun, maka tak akan ada tempat gadis itu mengadu jika Arfi menyakiti. Ketiga, ia ingin mencari pelampiasan atas rasa kecewa yang ia punya, karena Nayla menikah dengan saudara kembarnya sendiri. Keempat, terpaksa karena si mami dan si papi selalu mendesak Arfi untuk segera menikah. Dan Sisi adalah satu-satunya wanita yang tak akan menolak saat ia ajak untuk membina rumah tangga.


"Aaw..," decaknya pelan bahkan nyaris tak terdengar, ia merintih pelan sebab merasakan sakit menyergap tubuhnya.


"Kak- bangun! Kamu ada tugas pagi ini!"


Mendengar itu Arfi langsung beranjak dan pergi ke kamar mandi. Dan 15 menit kemudian ia langsung keluar.


"Mandilah!" serunya kepada sang istri.

__ADS_1


"I-iya."


20 menit kemudian, Sisi pun keluar dan menutup tubuhnya hanya menggunakan handuk.


"Buka!"


"Tapi, kak. Ka-kamu mau apa?" Sisi kembali gugup.


Arfi langsung mendekat dan menjambak pelan rambut basah istrinya.


"Apapun yang kulakukan pada tubuhmu. Itu hakku!" balasnya seraya berbisik di telinga Sisi.


"I-iya,"


Seketika si cantik merasa gemetar karena handuk yang membalut tubuhnya sudah di lepas oleh Arfi.


"Duduk!"


"Ka-kakak mau apa?" Sisi benar-benar tak mengerti akan apa yang di lakukan Arfii.


"Berpose dan tersenyum!"


"Apa yang kakak lakukan?'


Dengan terpaksa, Sisi tersenyum tanpa menggunakan busana sehelai pun. Arfi memvideo dan menfoto berkali-kali.


"Kamu tidak bisa kabur dariku! Karena jika sampai kamu melarikan diri, foto dan video ini akan tersebar keseluruh sosial media!" ancam Arfi tak main-main.


Ya... foto bug*l Sisi, Arfi gunakan untuk mengikat gadis itu, agar tak pergi meninggalkanya. Dengan senyum penuh kelicikan, ia pergi meninggalkan Sisi seorang diri. Setelah Arfi pergi Sisi menangis sesenggukan.


"Jam 11 aku jemput, kerena kita akan mengantarkan Arfa dan Nayla ke bandara. Dandan yang cantik dan jangan membuatku malu!" Arfi mengirim pesan singkat dan langsung di balas IYA oleh Sisi.


Arfi masuk kedalam mobil, ia membuang nafas kasar seraya menghentakan kepalanya sendiri ke stir mobil, ia yang kini duduk di kursi kemudi, menatap layar ponsel miliknya, Arfi mendengus pelan kala memandangi video bug*l sang istri yang ia buat secara paksa tadi.


Ck..


"Maafkan aku, Si!" lirihnya pelan.


Arfi menghapus video yang ia buat secara paksa tadi, karena sebenarnya ia tak sebegitu ingin menyiksa Sisi, sebab sakit sekali kala melihat wanita itu menangis karena perlakuanya.


"Hem....!"


Lagi, Arfi membuang nafas kasar, kala mendapati foto Nayla didalam ponselnya juga. Secepat kilat dan tanpa berpikir lagi, ia pun mengapus foto wanita yang telah menjadi istri adiknya, bukan itu saja, Arfi bahkan memblokir no whatsapp Nayla. Ia harus membuang rasa yang masih ia simpan untuk wanita itu.

__ADS_1


"Sisi,"


Bukan itu saja, bahkan semua akun media sosial yang Arfi punya, baik, facebook, Instagram dan no whatsaap pun ia ganti menggunkan foto Sisi, ia seolah memberitahu pada dunia, jika ia sudah menikah secara agama dan negara.


"Haaa?'


Sisi yang sedari tadi menangis sejak langusng diam seketika, kala menatap layar ponsel miliknya.


"Yakin?" decaknya sedikit tak percayanya.


Pria yang sudah 2 hari ini menjadi suami dan sekaligus membuat ia tersiksa, memasang foto ia berdua di status WhatsApp dan mengganti foto profil dengan fotonya.


"Istri Kecilku Sayan."


Begitu caption yang Arfi buat, pria itu mengakui jika Sisi memang istri SAHnya.


"Huuuf!"


Sisi hanya membuang nafas pelan setelah itu menghempaskan tubuh di atas ranjang, rasanya lelah sekali karena semalaman Arfi membuatnya sulit beristirahat. Siang ini Sisi merasa tulang-tulang di tubuhnya terasa parah-patah.


"Lelahnya," decak si cantik dan setelah itu tertidur.


***


Di kantor polisi, Arfi memberikan surat pengunduran diri dari tugas kepolisian. Dan keputusanya sungguh membuat rekan-rekan dan kepala kepolisian terkejut.


"Apa alasanmu sampai mengambil keputusan secepat ini. Apa ada hal yang terjadi sampai kau mengundurkan diri?" tanya rekan-rekan Arfi yang cukup membuat tercengang.


Hal yang membuat Arfi mengundurkan diri, bukan karena tak nyaman menjadi polisi. Tapi sikapnya yang tak bisa ia toleransi sendiri, membuat Sisi menderita dan seolah ingin menyiksa wanita itu, bukanlah cermian yang baik untuk polisi-polisi yang lain.


"Ada hal lain yang tak bisa ku jelaskan."


"Tapi, mengudurkan diri, harus memilki alasan yang jelas."


Arfi tak menjawab, ia justru beranjak dan pergi meninggalkan kantor. Sikap Arfi baru saja menimbulkan banyak tanya di rekan-rekan kepolisian.


"Huuuh!" Arfi membuang nafas kasar, setelah itu memacu mobil sekencang-kencangnya.


.


.


.

__ADS_1


TERIMA KASIH


__ADS_2