Istri Untuk Mantan Suamiku

Istri Untuk Mantan Suamiku
Kedatangan Si Pemilik Perusahaan


__ADS_3

🕊Selamat Membaca🕊


Saat sinar matahari sudah nampak dari langit bagian timur, Airin sudah siap dengan semua aktifitasnya.


"Ga capek, Rin?"


"Sedikit, pah.. tapi resiko, kalau mau maju pasti di awali dari titik terendah dulu," jawab Airin yang membuat Reyhan tersenyum.


"Tapi, jangan terlalu lelah, Rin! Apa lagi jika kau nanti hamil, usahakan berhenti dulu ya!" kini si mama mertua yang berbicara.


"Siap mah..," jawab si cantik tegas.


Alvian yang baru saja keluar dari kamar, berdecak riang, melihat keakraban, antara Airin dan kedua orang tuanya.


"Rin... baru jam berapa, ini? Kok, sudah rapih banget sih?"


"Iya Al, karena kemarin ada sedikit keributan, jadi aku harus datang lebih pagi, hari ini, sebab keributan kemarin semua karena aku, maka dari itu pak Ridho memberiku sangsi datang lebih pagi,"


"Terus kalau kamu datangnya telat gimana?" Alvian mendekati keberadaan sang istri.


"Bisa-bisa aku di pecat dong,"


"Hari ini temani aku dulu di rumah, agak siang kamu baru boleh bekerja!"


"Mana bisa Al, nanti aku di pecat tanpa hormat, bahaya...," jujur si cantik.


"TIDAK AKAN ADA, YANG BERANI MEMECATMU.. PAHAM?!!!"


Nada bicara Alvian terkesan meninggi, membuat kedua orang tuanya segera beranjak pergi tanpa permisi, karena bagi Reyhan dan Tania, apapun yang jadi sumber keribuat antara Airin dan Alvian, keduanya sudah tak memiliki hak untuk ikut campur. Sementara Airin hanya tertunduk lesu, sebab tak ada pilihan baginya kecuali menurututi titah sang suami.


"Ahh sudahlah... mungkin, aku belum ada rizki di kantor ini, suatu saat nanti, aku akan coba melamar pekerjaan di kantor lain lagi," lirih Airin di dalam hati, ia segera beranjak dari duduknya, lalu menyiapkan sarapan untuk Alvian.


"Selesai ini, bersihkan baju-baju di lemariku, susuh rapih-rapih! Pisah, mana baju untuk sehari-hari dan pisah mana baju untuk kantor!" titah Alvian yang spontan membuat Airin membuang nafas pelan.


"Baiklah!"


Alvian tersenyum puas, saat sang istri menuruti semua perintahnya, karena selama menjadi istri Alvian, si cantik mamang belum pernah membantah, titah si suami.


Antara ihklas dan berat hati, si cantik pun berjalan pelan menuju kamar, lalu menyusun baju-baju milik Alvian.

__ADS_1


"Ini," Airin memeluk erat, baju dinas milik Alvian yang dulu di gunakan oleh suaminya itu bekerja.


Sebuah baju yang menjadi saksi, dimana cinta di hati Alvian dan Airin tubuh, dan kini keduanya sudah "SAH" menjadi sepasang suami istri. Dulu saat Alvian masih aktif di kepolisian, dialah orang satu-satunya yang benar-benar memperhatikan Airin dan menyiapkan apapun yang di butuhkanya.


Jam O9.30, si cantik sudah menyelesaikan semua tugas yang di berikan oleh Alvian, ia pun segera beranjak lalu berangkat pergi kekantor, setelah mendapatkan izin dari Alvian.


**


"Harusnya ga usak kerja aja, hari ini, Rin! Sudah jadi biang masalah, sekarang telat masuk kerja.. cantik sih cantik, tapi otakmu lemot banget," cerca salah satu karyawan kerjanya.


"Huuhhh.... huuuuuf,"


Airin mengerutkan keningnya lalu membuang nafas perlahan, ia tak mampu menjawab cacian yang di lontarkan teman satu kantornya. Karena nyatanya ia memang terlambat masuk kantor pagi ini.


"Rin... rin, kau benar-benar tidak tahu malu ya, bisa-bisanya masih datang ke kantor, setelah semua keributan yang di sebabkan karena dirimu," cetus seseorang lagi.


"Bisa diam tidak? Atau ku jambak rambutmu," kesal Airin tak terbendung lagi.


"Ayooo jambak... karena di pastikan kau akan mendapat masalah baru, dan siang nanti, pasti kau akan di pecat! Karena, kata pak Ridho, pemilik perusahaan ini, akan datang kemari," tambahnya hingga Airin tak punya pilihan kecuali ihklas akan apa yang terjadi nanti.


"Jaga ucapanmu!" ceplos si cantik agar temanya itu diam.


"Sabar, sabar... ," Airin berkali-kali mengelus dadanya sendiri.


Bagi Airin, ia sudah berusaha dan melakukan apapun semampunya, dan prihal keributan yang terjadi kemarin, bukan sepenuhnya kesalahan Airin, tapi ia justru mendapatkan perlakuan yang tidak meng'enakan.


"Untuk sementara, kau gantikan "OB" dulu, siapkan semua makanan dan minuman untuk pertemuan nanti! Anggap ini sangsi karena kau penyebab kegaduhan siang kemarin," seru, asisten manager sebut saja namanya Julian.


"Ba_baik, tapi kasih kesempatan aku sekali lagi, untuk membuktikan kemampuanku di kantor ini," pinta si cantik penuh harap.


"Nanti akan ku pikirkan.. Tapi ingat, siapkan semuanya tanpa cacat, jangam buat malu semua orang yang bekerja di kantor ini, karena nanti siang, pemilik perusahaan ini, akan datang lalu bertatap muka dengan kita semua. Jadi jangan buat masalah, jika tak ingin di pecat!" Julian menunjukan sisi arogantnya.


Lagi-lagi, si cantik hanya membuang nafas perlahan, ia tak menyangka, sesulit itu mencari uang dan bekerja.


"Lagi, pula... semua orang di sini munafik, sok sibuk! Hanya karena bos besar mau kesini, hmmmmm.... sesangar apa si tu mahluk, sampai semua orang mau cari muka, sok baik semua," omelnya dengan rasa kesal yang amat luar biasa.


Airin dan semua karyawan kantor, akan mendapatkan kejuatan siang ini, sebuah kejutanya yang akan membuat banyak orang terdiam.


Ssssttt..

__ADS_1


Dengan langkah lincah, Airin membersihkan ruangan yang sebentar lagi, akan di gunakan untuk pertemuan.


"Sabar ya mba Airin, tidak semua karyawan di sini sadis-sadis kok!" Salah satu "Office Boy" kantor menyemangati si cantik.


"Terima kasih pak, tak masalah.. karena aku tau, setiap orang yang akan menuju kesuksesan, pasti akan di uji terlebih dahulu,"


"Benar.... mba Airin bijak sekali," puji si OB tersebut, seraya membantu Airin membersihkan ruangan.


"Setelah selesai! Kalian segera keluar dari sini, karena sebentar lagi, pemilik kantor akan segera tiba bersama, pak Ridho!" titah Julian kepada Airin dan beberapa OB yang membantunya.


Mereka segera berlalu, sementara Airin pergi kekamar mandi untuk membersihkan wajahnya, karena mau tak mau, ia juga harus ikut berkumpul untuk bertemu dengan pemilik kantor dimana ia bekerja.


Jam 12 siang lewat sedikit, sebuah mobil mewah sudah tiba dan parkir di tempat khusus. Benar... karen kini Alvian sudah tiba bersama Ridho, sang manager perusahaan miliknya.


"Silahkah pak!"


Dua satpam pun menyabut kedatngan si tampan dan ini kali pertama Alvian datang ke perusahaanya sendiri. Ia berjalan dengan tegap dan gagah, melalui semua pasang mata yang kini memandangi langkahnya, Alvian menoleh ke kanan dan ke kiri, untuk mencari sosok istrinya, tapi ia tak melihat keberadaan Airin.


"Dimana dia?" batin Alvian dalam hati dan segera masuk ke dalam ruangan yang sudah di sediakan.


"Silahkan duduk, pak!" Ridho memperkakukan Alvian sebaik mungkin bahkan para karywan takjub akan ketampananya.


"Aku kira, pemilik kantor ini sudah tua.. tapi ternyata masih tampan, rupawan, mempeson cetar membahana," sanjung salah satu karyawan wanita, yang seketika membuat Alvian merinding.


Ceklek..


Pintu ruanganpun terbuka, hadirlah si cantik dengan membawa beberapa gelas air minum di tanganya.


Praaaaaank.


Gelas pun terhempas dari tangan dan jatuh berantakan, si cantik benar-benar terkejut, setelah melihat siapa yang duduk di kursi utama.


.


.


NAH LOH😭😭❤❤😎😎😎.....


🕊TERIMA KASIH SEMUA, JANGAN LUPA BAHAGIA🕊

__ADS_1


__ADS_2