
🕊Selamat Membaca🕊
Video Airin beberapa waktu lalu, yang mengungkapkan bahwa ia tengah hamil anak dari Alvian, kini tengah jadi perbincangan hangat di beberapa sahabat-sahabat Alvian dan juga karyawan-karyawan kantor. Belum lagi mereka mengucapkan selamat melalui pesan singat, ada juga yang menelpon.
"Huuuuf," desuh Alvian pelan.
"Kenapa sih, Al?" Airin keheranan saat melihat sang suami membuang nafas berkali-kali.
"Karena videomu waktu itu. kini yang ucapin selamat kok banyak banget, ya. Mulai dari rekan-rekan di kepolisian, kawan-kawan mama dan papa, bahkan folowrs'ku di instagram pun seolah tak mau kalah," curhat Alvian seraya menarik sudut bibirnya sendiri.
"Gapapa kali, Al.... makin banyak yang doain, makin berkah nantinya,"
"Aamiin,"
Airin dan Alvian saling melempar senyuman penuh harapan, pasangan muda itu benar-benar tak sabar menunggu si janin membesar dan keluar dari rahim si cantik.
"Kembar,"
"Haaah.... mama yakin?"
"Iya... kalau, dari keluarga mama, ada ginetik kembar, kemungkian akan turun ke kalian,"
"Masa sih?" Airin menautkan kedua alisnya.
"Gagapa, Rin.... kalau bisa kembar tiga, cowok semua," harap Alvian kemudian.
"Hadeeh... lu kira gue kucing, lahir anak sampai 3, sekaligus," si cantik memasamkan wajahnya.
Tania tersenyum bahagia mendengar percakapan antara Airin dan Alvian, kebahagiaan nampak jelas dari raut wajah pasangan muda tersebut.
Bahkan, sejak Airin hamil, Alvian tak memberi izin untuk sang istri bekerja. Setiap hari, Airin hanya pulang pergi dari rumahnya ke rumah sang mama, yang Airin tahu, kini Anita tengah terbaring lemah.
***
Malam pun tiba, Alvian dan Airin menghabiskan waktu berdua, dengan menoton drama-drama romantis di dalam kamar.
"Aaaww.... astaga, orang itu tampan sekali,"
Airin berdecak kagum, saat melihat wajah salah satu selebriti ternama di layar kaca. Artis itu memang tampan nan membahana, bahkan dia adalah idolah banyak wanita.
"Siapa sih?"
"Itu!" Airin menunjuk ke layar televisi.
"Haaah, itukan, Lee Min Hoo," Alvian mengeryitkan wajahnya.
"Aduh Al, aku pengen banget ketemu dia," ungkap Airin.
"Memangnya mau apa, kalau ketemu dia?" Alvian menatap sinyal-sinyal tak biasa dari ucapan sang istri.
"Hmmm.. kalau ketemu dia, aku mau minta tanda tangan, terus foto bareng, terus mau minta gendong,"
"Heeeeh.... jangan, aneh-aneh, dong Rin! Ya kali, minta gendong." Alvian berdecak kesal
Seketika Airin memanyunkan wajahnya, entah mengapa seketika ia merasa hatinya tiba-tiba sedih luar biasa.
"Aku tidur dulu, ya!"
__ADS_1
"Okeh... selamat malam,"
Alvian seolah tak paham, jika istrinya tiba-tiba saja bersedih, ia bahkan tak perduli saat Airin berpamitan tidur lebih dulu, ia kira istrinya itu memang sudah lelah, maka izin tidur lebih cepat dari biasanya.
Drrrt... Derrtt...
Ponsel Alvian bergetar dan ternyata Toni yang menghubunginya, sahabat Alvian itu belum sempat memberi ucapan selamat atas kehamilan Airin kepada Alvian.
"Hallo, Ton... tumben malam-malam nelpon?" Alvian penasaran.
"Iya Al, aku turut bahagia, karena sebentar lagi, kau akan menjadi seorang papa," ucap Toni melalui sambungan telpon.
"Ahh... terima kasih, doakan ya!"
"Tentu, aku selalu berdoa yang terbaik untukmu dan juga istrimu,"
Alvian benar-benar beruntung, karena memiliki sahabat seperti Toni, sebab sahabatnya itu selalu ada untuknya dalam keadaan sedih atau pun bahagia.
"Al... istrimu, ngidam gak?"
"Gak sih, dia gak ada minta ini dan itu,"
"Owh.. baguslah kalau begitu, sebab andai istrimu, ngidam. Sebisa mungkin kau harus menurutinya,"
"Kenapa?"
"Nanti anakmu, ngiler.. kalau apa yang di mau oleh istrimu, tapi tidak kau turuti," jelasnya.
"Masa sih?"
"Iya, coba saja tanya ke mamamu!"
"Iya... jadi sebisa mungkin di turuti ya! Mama gak mau lho, kalau nanti cucu mama, ngiler. Gara-gara kamu, gak bisa nurutin apa yang di inginkan oleh Airin," ucap si mama.
Seketika saja, Alvian mengerutkan wajahnya, ia teringat jika beberapa menit lalu, istrinya menginginkan untuk bertemu artis korea bernama Lee Min Hoo, gilanya sang istri juga mau di gendong.
"Haduh,"
Alvian menepuk pelan jidatnya sendiri, ia benar-benar di rundung kebingungan. Apakah ia harus menuruti keinginan istrinya tersebut?
Malam pun berlalu, pagi pun menyapa, Airin sudah menyiapkan sarapan pagi untuk sang suami, sementara Alvian duduk di kursi seraya memperhatikan sikap istrinya.
"Masih marah, Rin?"
"Marah kenapa?"
"Aku gak bisa, nurutin keinginan kamu, untuk bertemu Lee Min Hoo, itu," jelasnya seraya menatap sang istri penuh harap.
"Udah gak niat, ketemu dia lagi," jawabnya ketus.
"Terus, kamu mau apa?"
Alvian sedikit lega, karena Airin sudah tak lagi menginginkan bertemu artis korea itu.
"Aku mau makan mangga muda, tapi di petik langsung dari pohonya!" jawab si cantik.
"Oh, aman... nanti aku carikan ya! Pohon mangga yang sedang berbuah,"
__ADS_1
"Okeh,"
Si cantik tersenyum puas, ia sudah tidak sabar menunggu Alvian mencarikan mangga muda untuknya.
Dan...
Saat siang menyapa, Alvian pun mencari mangga muda yang masih berada di atas pohonya. Tapi setelah berkeliling ia belum juga menemukan, apa yang di inginkan istrinya itu.
"Dah keliling kota, bahkan dari ujung sampai ke ujung, belum bertemu juga tu pohon mangga," dusuh Alvian seraya menggaruk-garuk kepalanya.
Si tampan pun, segera meraih ponsel pintar miliknya, lalu menghubungi Toni.
"Hallo, Al... ada apa?"
"Kau sedang sibuk tidak?"
"Kebetulan, hari ini aku libur bekerja. Apa ada yang bisa ku bantu?" tanya Toni seramah mungkin.
"Ada, dan ini tugas sangat penting. Tolong kerahkan beberapa orang rekan-rekanmu, untuk membantu!"
"Memang tugas penting apa, sih Al? Oke.. aku akan meminta bantuan kawan-kawan," jawabnya.
Alvian menarik nafas pelan, sebelum mengatakan apa yang ia inginkan.
"Hmmmm,"
Si tampan pun menceritakan, apa yang tadi di minta oleh Airin, dan ia sudah mencari kemana-mana, tapi tak menemukan juga.
"Haaaah... mangga muda, di petik dari pohonya?" Toni menahan tawa. "Jadi, kamu minta bantuan, rekan-rekan kepolisian, untuk mencari pohon mangga yang sedang berbuah?" tanyanya lagi.
"Iyaa.... tolongin ya!" harapnya dari panggilan telpon.
"Haduhh, seumur-umur, aku bekerja di kepolisian, baru kali ini ada tugas, cari pohon mangga yang sedang berbuah," ucap Toni di sertai tawa sejadi-jadinya.
"Ya udah... mau bantuin, gak nih?!" desak Alvian lagi.
"Iya, aku bantuin deh. Nanti aku kabarin ya, kalau sudah bertemu dengan pohonya," ujar Toni pula.
"Okeh, terima kasih! Nanti, aku transfer uang untuk upah kalian,"
"Owh, tidak perlu Al, aku ihklas deh menolongnya. Jadi gak perlu pake upah,"
"Iya kamu, gapapa, tapi gimana dengan temanmu, yang lainya. Mereka mana mau bekerja tanpa upah?"
"Santai, Al... toleransi kawan-kawan kepolisian, pasti sangat tinggi, mereka akan senang hati, membantu."
Alvian pun tersenyum bahagia, ia berkali-kali mengucapkan terima kasih pada Toni, karena mau membantunya. Sementara di lain tempat Toni masih saja tertawa, dengan apa yang di perintahkan Alvian padanya.
"Polisi bersatu, untuk mencari mangga muda."
Begitu Toni membuat status di sosial media miliknya. Bahkan membuat Alvian spontan manautkan kedua alisnya, saat membaca status dari sahabatnya tersebut.
.
.
.
__ADS_1
Hahahaha.. Au ah gelap😭
🕊Makasih kakak-kakak baik, jangan lupa bahagia ya🕊💪❤