Istri Untuk Mantan Suamiku

Istri Untuk Mantan Suamiku
Bab 43 : ISTRI UNTUK MANTAN SUAMIKU


__ADS_3

🌹Selamat Membaca🌹


"Abang semalam kemana aja sih? Nggak pulang-pulang, di telepon juga nggak di angkat. Mau buat kita berdua jantungan ya, Bang?" Ata berdecak sebal.


"Kalau kamu nggak jantungan, mana bisa hidup. Semua orang punya jantung goblok!" celetuk Angga yang kesal juga.


"Abang lu tu, Ta.. nyebelin banget!" kini Aldi yang bersuara, ia pun mengejek Ata.


"Abang gue, ya Abang lu juga goblok!" jawab tak mau kalah.


"Huuss, diem kalian berdua! Jangan ngebacot terus!" sergah Angga kesal.


Ia kini berdiri tepat di pintu kos-kostan Sisi bersama kedua Adiknya. Aldi dan Ata pun penasaran, mereka di ajak main ke rumah siapa?


Ceklek!


Pintu pun terbuka, Aldi dan Ata merasakan jantung mereka mau copot, setelah mendapati siapa yang tengah berdiri kini. Wajah wanita itu tampak pucat tapi masih tetap cantik.


"Maaf Mbak Sisi- ini kedua Adik saya, nggak sengaja ketemu di jalan. Izinin masuk bentar ya?"


"Eeh boleh dong, ayo masuk!" Sisi bersemangat. Wajah Angga, Aldi dan Ata mencerminkan betapa cantik dan tampan kedua orang tua mereka, sebab ketiga anak muda ini, glow up-nya tak perlu di ragukan lagi.


Karena ada kedua Adiknya- Angga terpaksa membeli bubur ayam empat porsi, sebab Aldi dan Ata ingin sekali makan bersama dengan Sisi. Selama ini mereka berdua mengagumi Kakak angkat Cia itu secara diam-diam.


"Kok kalian bisa kenal, Cia?" tanya Sisi di tengah aktifitas sarapan mereka.


"Cia- itu Kakak tingkat aku di kampus," jawab Ata.


"Kalau aku kenal Cia, karena satu grup di facebook. Kita berdua sama-sama hobi Drama Korea."


Brruuursrrrr!


Angga yang masih sarapan seketika menyemburkan makanan yang ada di dalam mulut dan sedetik kemudian ia pun tertawa mendadak. Sisi, Aldi dan Ata kompak menatap heran ke arahnya.


"Kamu, pecinta Drakor?" Angga memastikan, ia menatap wajah Aldi seraya terus tertawa.


"Kalau iya, kenapa? Masalah buat lu?" Aldi berdecak sebal.


"Yaaa nggak masalah sih, tapi lucu aja. Ternyata cowok yang suka Drakor memang ada. Saya kira mitos doang," Angga kembali tertawa dan di ikuti tawa Ata pula. Seketika Aldi pun ngambek. "Ehh Dek, mau kemana? Buburnya belum abis nih?" panik Angga kala sang Adik berdiri dan memilih keluar.


"Kejar! Adik kamu hatinya melow sesuai dengan tontonannya," celetuk Sisi tiba-tiba. Ketiga bersaudara ini sangat lucu menurutnya.

__ADS_1


Setelah di rayu dan Angga berkali-kali meminta maaf, barulah Aldi mau kembali ke dalam. Tapi ia sudah tidak mood lagi untuk sarapan, wajah Aldi yang tampan, menjadi tampak sangat menggemaskan ketika sedang marah seperti ini.


"Ga- jangan panggil aku MBAK ya! Panggil Sisi aja, kita cuma beda tiga tahun dan aku belum tua-tua amat!"


Awalnya Angga merasa canggung, tapi lama-lama ia terbiasa. Begitu juga Aldi dan Ata kini keduanya memanggil Sisi dengan sebutan KAK. Sejak pagi itu, mereka bertiga sering main ke kos-kostan Sisi dan menjadi seperti saudara sendiri. Yang pada akhirnya, Angga, Aldi dan Ata menjadi pengganti Cia karena selalu membantu dan menolong pekerjaan Sisi di rumah, sebab sejak menikah Cia main ke rumahnya hanya dua kali dalam satu bulan. Awalnya Sisi seperti kehilangan, tapi lama-lama ia pun terbiasa.


.


.


.


***


Hari memang berganti secepat mungkin. Waktu pun berlalu secepat itu. Dua bulan sudah Arfi dan Cia berstatus suami dan istri. Mereka bahkan sudah tinggal di rumah sendiri. Kadang Papi dan Mami menginap bersama mereka, terkadang Pak Dana juga melakukan hal yang sama. Benar-benar tampak seperti keluarga harmonis.


Sssttt....


Seperti biasa dan seperti hari-hari sebelumnya. Cia pasti akan terbangun dari tidur setelah Arfi sudah berangkat ke kantor. Ia hanya akan mendapatI sarapan yang sudah tersedia dan selalu makan tanpa suaminya.


"Mbak Cia, tadi Pak Arfi berpesan, jika anda di minta datang ke kantor!"


Setelah, mandi dan sarapan, Cia pun ke kantor sesuai permintaan Arfi. Ia tetap Cia yang dulu, selalu tampil modis dan cantik, membuat mata tertuju padanya setiap kali Cia ke kantor.


"Pa-pagi." Angga gemetar menyapa Cia yang lewat tepat di hadapannya.


"Pagi juga Angga... pagi Pak Suki." sapa Cia seramah mungkin.


"Setelah menikah, Cia makin cantik ya Ga?" Pak Suki bertanya dan Angga mengangguk semangat untuk menjawabnya. "Kamu masih suka ngga sama dia?"


"Huus Pak diem! Ntar di denger orang, Cia itu istri bos kita, bisa di pecat saya, kalau sampai ketahuan masih suka bini-nya."


Demi apa Pak Suki pun tertawa sejadi-jadinya sampai semua orang menatap ke arah mereka. Begitu juga Sisi, ia penasaran kenapa Angga dan Pak Suki tengah bercerita dan tampak seru sekali.


"Hayoo, pada cerita apa? Kerja kerja, jangan gibahin orang lain! Dosa tau," canda Sisi membuat Pak Suki tertawa namun Angga malah tak merespon.


"Kami bukan lagi ngomongin orang lain, Mbak."


"Terus?"


"Angga lagi galau, karena ia patah hati sebelum memiliki. Karena orang yang dia suka malah nikah sama orang lain." Pak Suki memberi tahu dan langsung mendapat tatapan sinis dari Angga.

__ADS_1


"Lemes amat sih Pak, mulutnya!" cetus Angga kesal.


Sisi malah tertawa mendengarnya. Ia pun meminta Angga untuk menemaninya makan siang nanti. Sontak Angga bersorak riang karena hal inì.


"Jangan-jangan, cintamu sudah berpaling ke Mbak Sisi?" kepo Pak Suki tiba-tiba.


"Mau tau aja, hahahahaha!" Angga pun tertawa lebar dan Pak Suki berdecak sebal.


.


.


Sang pun tiba. Seperti yang sudah Sisi katakan, siang ini Angga menemaninya makan di kantin kantor.


"Kak Sisi- makan bareng kita, di sini aja!" ajak Cia yang meminta Sisi dan Angga bergabung bersama ia dan Arfi.


Sisi mendadak gugup, Arfi menjadi salah tingkah. Begitu juga Angga yang merasa canggung karena satu meja makan bersama Cia dan atasannya sendiri. Namun Angga sebisa mungkin menahan diri agar tak tak tampak salah tingkah sendiri.


"Pesan apa aja, nanti saya yang bayar!' seru Arfi dan langsung di sambut candaan oleh Angga.


"Bener nih Pak? Apa aja kan?" Angga memastikan.


"Iya."


"Saya mau mbak-mbak yang itu!" Angga menunjuk ke arah seorang gadis yang bekerja di kantin ini.


"Itu anak orang, Angga... nggak di jual, goblok!" Arfi mendadak kesal.


"Katanya apa aja yang ada di sini?" Angga menegaskan. "Daripada saya, minta istri anda!" tambahnya lagi semakin nyeleneh.


Arfi mengerutkan dahi, sembari memicingkan mata. Ia menebak jika anak muda ini sengaja memancing emosinya, itu sebabnya Angga meminta yang aneh-aneh.


Makanan yang di pesan pun sudah dihidangkan. Angga mengajak Sisi selfi-selfi dsn lucunya ia menggunakan gaya mencium pipi. Tentu hal ini sukses memancing emosi Arfi.


.


.


.


B E R S A M B U N G

__ADS_1


__ADS_2