
Setelah dua jam perjalanan dengan santai sambil memulihkan Qi yang ada di dalam tubuhnya setelah pertarungan, Heilong akhirnya berhasil menyusul Casbah dan Chariva di Istana Siluman Serigala Bulan.
Dia melihat di depan pintu gerbang ada beberapa Siluman Serigala berpakaian prajurit lengkap sedang duduk dan merancau tak karuan seperti orang Gila. Karena tidak datang untuk menyerang dirinya, Heilong pun mengabaikan mereka dan langsung masuk ke dalam kota raja.
Setelah melewati pintu gerbang, Heilong melihat empat Jenderal Kerajaan Danau Biru sedang sibuk mengatur para prajurit menyiapkan pemakaman bagi para penduduk yang ada di tempat ini.
Heilong yang penasaran dengan penyebab kematian para penduduk yang tinggal di tempat ini lalu bertanya pada salah satu Jenderal Kerajaan Danau Biru. Sebab, tidak mungkin Chariva akan memerintah para pasukannya menyerang pada penduduk yang tidak bersalah. Lagipula di sini ada Casbah yang selalu mendampingi Chariva.
Dan Heilong mendapatkan jawaban yang cukup mengejutkan. Jenderal itu mengatakan pada Heilong jika kota ini telah menjadi sebuah kota mati saat mereka datang ke tempat ini. Bahkan raja yang berkuasa saat ini, mati dan mayatnya digantung di tengah kota.
Heilong ingin bertanya lebih banyak lagi para Jenderal itu, tapi Jenderal itu sepertinya sedang sangat sibuk karena mayat yang ada di tempat ini berjumlah ribuan dan semuanya harus dimakamkan hari ini juga. Dia lalu bertanya di mana keberadaan Chariva dan Casbah.
Jenderal itu menunjuk ke arah istana sambil menawarkan diri untuk mengantarkan masuk ke dalam, tapi Heilong segera menolaknya karena dia melihat jika Jenderal itu masih sangat dibutuhkan di tempat ini.
Heilong akhirnya berjalan sendirian memasuki istana sesuai dengan arah yang ditunjukkan Jenderal itu.
Selama perjalanan yang singkat di Alam Gaib ini, Heilong akhirnya memahami jika para siluman yang ada di tempat ini sedikit memiliki kesamaan dalam mengurus tempat tinggal mereka. Meskipun para siluman sangat buas dan brutal saat bertarung, mereka juga sangat memperhatikan keindahan dan kebersihan tempat tinggalnya seperti seorang manusia.
Sepanjang perjalanan, mata Heilong selalu disuguhi dengan dekorasi bagian dalam istana yang sangat indah. Sampai akhirnya dia berhenti di depan pintu masuk istana.
Di pintu masuk istana, Heilong melihat ada dua orang Jenderal dari Kerajaan Danau Biru dan Heilong mengenali salah satu dari mereka yaitu Jenderal Liu Yin.
Liu Yin langsung menghampiri Heilong dan mengantarkannya masuk ke dalam Istana karena Chariva sebelumnya sudah memerintahkan pada dirinya agar segera mengantarkan Heilong untuk menemuinya di gudang penyimpanan Kerajaan ketika Heilong sampai di tempat ini.
__ADS_1
**
Bagian Belakang Istana Serigala Bulan.
Gudang Penyimpanan Kerajaan.
Liu Yin segera pergi meninggalkan tempat ini dan kembali ke posisinya semula setelah selesai mengantar Heilong.
Di tempat ini Heilong sudah disambut oleh Casbah dan Chariva yang memang telah lama menunggu kedatangannya.
Chariva lalu menceritakan secara singkat pada Heilong tentang apa yang sebenarnya terjadi di dalam Kerajaan Siluman Serigala Bulan ini. Ternyata dalang di balik semua kekacauan yang melanda Tanah Biru ini adalah Bangsa Iblis.
Chariva sendiri juga baru mengetahui kejadian yang sebenarnya saat dia menemukan gulungan surat yang ditulis oleh pangeran siluman serigala bulan sebelum dia mati terbunuh oleh para iblis.
Sebelumnya saat berada di Tanah Merah, Heilong juga menemukan bahwa wilayah itu juga diserang dan dikuasai oleh Bangsa Iblis karena mereka menginginkan bahan makanan yang ada di Tanah Merah.
Akan tetapi, keadaan Tanah Merah jauh lebih baik daripada apa yang telah terjadi di Kerajaan Siluman Serigala Bulan ini karena para penduduk yang ada di sana tidak ada yang dibantai sebab Raja Banteng Api langsung menyerang. Lagipula Bangsa Iblis membutuhkan para penduduk yang tinggal di sana untuk memproduksi bahan makanan.
“Kerajaan Siluman Serigala Bulan yang ada di Tanah Biru adalah satu-satunya kerajaan yang masih memiliki warisan leluhur mereka secara lengkap. Sebab, leluhur yang mendirikan Kerajaan ini adalah seorang pendekar tingkat tinggi yang sangat ahli dalam membuat formasi pertahanan. Jadi dia melindungi ruang penyimpanan benda pusaka dengan sebuah formasi pertahanan yang sulit dipecahkan,” sahut Casbah.
Leluhur Kerajaan Siluman Serigala Bulan yang diceritakan Casbah adalah murid pertama dari Divine Beast Zaha yang bernama Tian Lang. Tapi, para penduduk alam gaib ini memanggilnya serigala langit.
Tian Lang sebenarnya adalah murid kesayangan Divine Beast Zaha karena itu dia menurunkan hampir semua ilmunya pada Tian Lang.
__ADS_1
Namun, saat dia menjadi seorang Raja. Sifat aslinya sebagai seekor Beast kembali muncul. Dia berubah menjadi seorang Raja yang sombong, kejam dan haus kekuasaan.
Satu per satu kerajaan yang ada di Alam Gaib ini mulai diserang dan berhasil dikuasai oleh Tian Lang.
Sampai akhirnya dia melakukan penyerang pada sebuah kerajaan yang seharusnya tidak boleh dia serang.
Kerajaan itu adalah Kerajaan Siluman ular yang ada di Tanah Hijau. Satu-satunya Kerajaan di Alam Gaib ini yang berada di bawah penjagaan Divine Beast Aurora.
Tian Lang tertarik pada penguasa Kerajaan Siluman Ular yang bernama Ratu Nisaka. Tapi Ratu Nisaka menolak cinta Tian Lang dan mengabaikannya. Hal inilah yang menjadi penyebab utama penyerangan ke Tanah Hijau.
Sebagai seorang Guru, Divine Beast Zaha merasa sangat malu dengan semua tindakan Tian Lang. Dia lalu meminta Divine Beast Aurora untuk memberikan Tian Lang hukuman yang cukup berat sebagai pelajaran karena berani mengusik ketenangan di wilayah kekuasaan sahabatnya.
Sejak saat itu Divine Beast Zaha tidak pernah lagi mengangkat murid sampai dia berjumpa dengan Mao Shizi dah Heilong. Tapi Divine Beast Zaha hanya memberikan mereka berdua beberapa ajaran dan warisan kekuatan tanpa melakukan upacara mengangkat Guru dan Murid secara resmi.
Mereka berdua lalu mengajak Heilong masuk ke dalam salah satu gudang penyimpan yang ada di tempat ini yaitu gudang penyimpanan harta. Sama sekali tidak ada benda yang dapat menarik perhatian Heilong di dalam gudang penyimpan harta. Di dalam gudang penyimpanan harta ini hanya ada tumpukan koin emas dan juga perhiasan.
Chariva lalu meminta Heilong melakukan sesuatu. “Apakah kau bisa membantuku menyingkirkan tumpukan besi tua itu? Tumpukan besi tua seharusnya tidak berada di tempat ini.”
Heilong juga setuju karena besi tua itu bukanlah sebuah harta melainkan hanya sebuah barang rongsokan. Dia lalu memindahkan besi-besi tua dari tempat ini, dia tidak sendiri sebab Casbah juga ikut membantu.
Setelah semua besi tua itu berhasil dipindahkan, mereka semua bisa melihat ada sebuah pintu yang menuju ke ruang bawah tanah. Pintu itu terlihat sangat misterius.
################################
__ADS_1
Jangan lupa like dan komen setelah membaca. Anggap saja like itu sebagai biaya buka bab di novel berbayar.