
“Ke mana kita akan pergi? Bukankah kita akan mendiskusikan rencana untuk pergi ke Kerajaan Banteng Api. Tapi, jalan yang kita lalui ini sama sekali berbeda dengan jalan yang menuju ke ruang kerja Raja,” tanya Heilong setelah berjalan sekitar lima menit dan menyadari bahwa tempat yang sedang mereka tuju adalah tempat yang berbeda.
“Ini adalah jalan yang menuju ke ruang makan khusus untuk Raja. Aku tidak tahu kenapa ayah membawamu ke sini. Sepertinya Ayahku menjadi lapar setelah melakukan pertarungan yang cukup sengit denganmu,” jawab Mao Shizi yang berjalan di samping Heilong. Sedangkan Raja Singa Bulu Emas berjalan di depan mereka.
“Aku bisa mendengar apa yang sedang kalian bicarakan. Sebenarnya aku tidak terlalu lapar. Tapi, mengatur strategi seperti ini lebih bagus kalau dibicarakan di atas meja makan. Sebab, kita tidak akan bisa berpikir dengan jernih kalau perut kita terus berbunyi,” sahut Raja Singa Bulu Emas terkekeh.
Raja Singa Bulu Emas sengaja membawa Heilong pergi ke ruang makan untuk melakukan jamuan makan malam karena sekarang Heilong memiliki posisi yang penting di mata sang Raja setelah dia berhasil mengalahkan Raja Singa Bulu Emas dengan kemampuan yang dia miliki.
Mereka akhirnya sampai di ruang makan. Di ruangan ini terdapat sebuah dapur khusus di pojok kiri ruangan. Namun, di dapur itu hanya ada sebuah meja dan beberapa rak untuk menyimpan bumbu dan peralatan masak saja.
“Silahkan duduk.”
Raja Singa Bulu Emas segera meminta Heilong untuk duduk di sebelah kanannya, sedangkan Putri Mao Shizi duduk di kursi sebelah kiri.
“Mari kita makan dulu sebelum kita mulai berdiskusi,” ucap Raja Singa Bulu.
Raja Singa Bulu Emas dan Putri Mao Shizi segera menikmati hidangan yang ada di depan mereka. Namun, Heilong tetap diam di kursinya dan tidak menyentuh makanan itu sedikitpun.
Heilong menjadi tidak berselera ketika melihat makanan yang ada di depannya. Sebab, semua makanan yang dihidangkan di atas meja bukanlah makanan manusia. Tapi, makanan yang biasa dimakan oleh Siluman Singa Bulu Emas yaitu daging mentah.
Putri Mao Shizi yang menyadari hal itu, langsung bertanya pada Heilong. “Kenapa kau tidak ikut makan? Apakah semua makanan ini tidak enak sehingga tidak bisa membangkitkan selera makanmu? Padahal semua makanan ini dimasak khusus oleh Kepala Koki Kerajaan.”
“Makanan ini tidak dimasak secara sempurna. Tapi, hanya ditaburi dengan beberapa macam rempah-rempah untuk menguatkan rasa dan aromanya. Sedangkan aku sama sekali tidak terbiasa memakan daging yang masih mentah,” jawab Heilong sambil menunjuk sepotong daging yang ada di depannya.
Raja Singa Bulu Emas akhirnya ingat dengan kebiasaan makan bangsa manusia yang ada di Tanah Putih dan Tanah Abu-abu. Para manusia di sana memang selalu memasak semua daging sampai matang sebelum mereka makan.
__ADS_1
Namun, kebiasaan seperti itu tidak berlaku di tempat ini kerena kebiasaan makan yang dimiliki oleh Bangsa siluman hampir sama dengan kebiasaan makan yang dimiliki oleh para Beast.
“Kebiasaan makan kami memang berbeda dengan Bangsa Manusia. Jika kau mau, kau boleh memasak makanan itu terlebih dahulu karena kepala koki yang ada di Istanaku ini juga tidak begitu mengerti dengan makanan yang disukai oleh manusia. Lagipula kau juga seorang koki, seharusnya memasak makanan adalah hal yang mudah buatmu,” balas Raja Singa Bulu Emas. Dia juga ingin memanfaatkan kesempatan ini untuk melihat sampai sejauh mana kemampuan memasak yang dimiliki Heilong.
“Katakan padaku, bahan makanan apa yang kau butuhkan untuk membuat sebuah makanan. Aku akan segera meminta para koki yang ada di dapur Istana untuk segera membawa bahan makanan itu kemari,” tambah Raja Singa Bulu Emas.
“Aku hanya membutuhkan beberapa sayuran saja dan beberapa kacang untuk membuat makanan yang aku inginkan. Bukankah anda juga ingin mengetahui kemampuanku dalam mengolah sayuran agar aku bisa melaksanakan tugasku di Kerajaan Banteng Api dengan mudah.”
Heilong seperti bisa menebak apa yang sedang dipikirkan oleh Raja Singa Bulu Emas.
Tanpa berpikir panjang lagi, Raja Singa Bulu Emas segera meminta seorang prajurit untuk pergi ke dapur Istana dan meminta para koki yang ada di sana untuk secepatnya membawakan semua bahan makanan yang diminta oleh Heilong ke ruangan ini.
Lima menit kemudian, dua orang koki datang ke ruangan ini sambil membawakan semua bahan makanan yang diminta oleh Heilong dan meletakkan semua bahan-bahan itu di dapur khusus yang ada di ruangan ini.
Kedua koki itu langsung pergi meninggalkan ruangan itu setelah mereka selesai meletakkan semua bahan makanan yang di pesan Heilong.
Dia segera mengambil pisau elemen angin yang berukuran kecil karena yang dia potong kali ini adalah sayuran, bukan daging yang membutuhkan tenaga ekstra untuk dapat memotongnya.
Hanya dalam hitungan detik, semua sayuran itu berhasil dipotong Heilong dengan sangat rapi. Semua sayuran itu dipotong-potong dengan ukuran yang sama agar terlihat semakin cantik dan menggugah selera makan saat dihidangkan.
Setelah itu, Heilong baru memotong bahan makanan yang lain seperti tahu dan telur rebus lalu membuat saus kacang.
Hanya dalam waktu kurang dari lima menit, Heilong sudah selesai membuat tiga porsi gado-gado dengan aroma yang sangat harum.
Bahkan Raja Singa Bulu Emas dan Putri Mao Shizi yang hanya memakan daging saja, sangat ingin mencicipi makanan yang dibuat Heilong. Meskipun mereka berdua sedikit ragu, apakah mereka berdua bisa menelan makanan yang terbuat dari sayuran.
__ADS_1
Heilong langsung meletakkan kedua piring makanan itu di depan Raja Singa Bulu Emas dan Putri Mao Shizi setelah dia menyadari bahwa pandangan mereka berdua selalu tertuju pada kedua piring makanan yang ada di depan Heilong.
“Cobalah makan buatanku ini! Aku sangat yakin kalian berdua pasti akan sangat suka dengan makanan ini.”
“Tapi, aku belum pernah makan sayur sebelumnya,” balas Mao Shizi.
“Ini adalah waktu yang paling tepat untukmu makan sayur. Lagipula sayur-sayuran juga memiliki banyak sekali manfaat untuk kulit wanita. Makanlah kamu pasti akan suka,” ucap Heilong.
Meskipun sedikit ragu, Putri Mao Shizi akhirnya mau mencicipi makanan itu. Dan suapannya menjadi semakin cepat setelah suapan pertama masuk ke dalam mulutnya.
Raja Singa Bulu Emas yang penasaran setelah melihat Putrinya bisa memakan makanan itu dengan lahap, akhirnya memutuskan untuk mencicipi makanan itu. Dan dia juga melakukan hal yang sama dengan Putrinya, dia memakan gado-gado itu dengan sangat lahap.
“Tidak pernah kusangka ternyata seekor Siluman Singa Bulu Emas yang sangat buas dan hanya memakan daging saja, sekarang bisa dengan lahap saat makan sayur. Sepertinya buku resep masakan dari kerajaan langit itu berisi resep makanan yang bisa dinikmati oleh semua makhluk hidup,” gumam Heilong dalam hati sambil tersenyum.
Heilong pun akhirnya ikut makan bersama dengan mereka.
**
Satu jam telah berlalu.
Mereka bertiga akhirnya menyelesaikan makannya dan Raja Singa Bulu Emas telah memerintahkan beberapa pelayan untuk membersihkan meja makan ini.
Setelah meja ini bersih dan semua pelayan itu pergi, Raja Singa Bulu Emas langsung meletakkan peta Kerajaan Banteng Api versi lengkap di atas meja itu.
Peta ini berbeda dengan peta yang pernah dilihat Heilong di ruang kerja raja karena di dalam peta ini terdapat beberapa jalan rahasia yang ada di Kerajaan Banteng Api.
__ADS_1