
Heilong tidak pernah menyangka jika kata-kata yang dia ucapkan secara spontan untuk membuka kebobrokan Raja Banteng Api malah akan menjadi bumerang yang justru membongkar penyamarannya sendiri. Dia lalu memberi kode pada Mao Shizi agar dia menggunakan kekuatan elemen tanah miliknya untuk menghilangkan jurus penyamaran yang ada di tubuh mereka berdua.
Mao Shizi menganggukkan kepalanya lalu menggerakkan tangan kanannya yang telah diselimuti dengan energi elemen tanah yang sangat kuat ke depan tubuh Heilong dan juga dirinya sendiri.
Seketika jurus penyamaran yang ada di tubuh mereka berdua langsung memudar dan akhirnya menghilang bagaikan butiran debu yang terhempas badai ketika energi elemen tanah milik Mao Shizi menyentuh permukaan kulit mereka.
Pandangan Raja Banteng Api langsung tertuju pada wajah Mao Shizi yang cantik jelita setelah Mao Shizi menghilangkan penyamaran yang ada di tubuhnya dan juga Heilong. Sebab, Raja Banteng Api sebenarnya sudah lama tertarik dengan kecantikan yang dimiliki Mao Shizi sejak dia pertama kali berkunjung ke Kerajaan Singa Bulu Emas beberapa tahun yang lalu.
Raja Banteng Api langsung menyeringai. “Akhirnya kau datang sendiri untuk mengantarkan tubuhmu ke hadapanku. Jadi aku tidak perlu susah-susah lagi untuk menekan Kerajaan Singa Bulu Emas.”
Mao Shizi langsung menatap Raja Banteng Api dengan dingin. “Apa maksudmu sebenarnya? Jangan-jangan tujuanmu yang sebenarnya menarik upeti dari Kerajaan Singa Bulu Emas bukanlah untuk memenuhi kebutuhan konsumsi makanan penduduk yang tinggal di Kerajaan Banteng Api.”
“Haha … Seperti yang telah dikatakan oleh manusia yang berdiri di sampingmu itu. Semua penduduk yang tinggal di Kerajaan Banteng Api sama sekali tidak kekurangan bahan makanan. Jadi untuk apa aku membantu memenuhi kebutuhan konsumsi makanan mereka. Selama ini aku selalu menyimpan semua upeti yang dikirimkan oleh Kerajaan Singa Bulu Emas dan aku sama sekali belum pernah menggunakan upeti itu,” jawab Raja Banteng Api tertawa terbahak-bahak yang membuat dinding ruangan ini menjadi bergetar.
“Jika kau tidak pernah menggunakan semua upeti yang kami kirimkan selama ini, lalu di mana kau menyimpan semua sayur dan buah-buahan yang kami kirimkan selama ini? Semua Bahan makanan itu bukanlah termasuk bahan makanan yang bisa disimpan dalam waktu yang terlalu lama. Jadi semua sayur dan buah-buahan itu seharusnya sudah membusuk sekarang,” tanya Mao Shizi menyelidiki dengan pandangan yang sedingin es.
Raja Banteng Api menyeringai lalu menjawab. “Aku memiliki sebuah gudang makanan yang dilengkapi dengan kristal es berusia ribuan tahun yang secara tidak sengaja aku temukan di dasar Lautan Es Abadi yang ada di perbatasan antara Tanah Biru dan Tanah Ungu. Jadi semua sayuran dan buah-buahan itu tidak akan hancur meskipun aku simpan selama bertahun-tahun karena hawa dingin yang keluar dari kristal es abadi itu.”
__ADS_1
“Ternyata di Kerajaan ini ada benda pusaka sebagus itu. Kau sangat beruntung karena bisa mendapatkan Permata Bintang Biru. Pantas saja di Kerajaan ini tidak pernah kekurangan bahan makanan karena kau bisa menyimpan semua bahan makanan tanpa takut rusak meskipun sudah di simpan selama bertahun-tahun,” ucap Mao Shizi.
Kristal Es berusia ribuan tahun termasuk salah satu benda pusaka yang sangat langka karena benda itu hanya bisa dijumpai di Lautan Es Abadi. Dan jumlah dari kristal-kristal es itu tidak banyak karena kristal es itu hanya bisa terbentuk ketika energi es yang sangat kuat telah berkumpul di satu titik selama ribuan tahun.
Kristal Es Berusia Ribuan tahun itu biasa dikenal dengan sebutan Permata Bintang Biru karena warnanya yang sebiru lautan. Dan hanya bisa ditemukan di wilayah perbatasan antara Tanah Biru dan Tanah Ungu karena di sana adalah pusat dari hawa dingin yang ada di seluruh Alam Gaib ini.
“Lalu apa tujuanmu yang sebenarnya menarik upeti dari Kerajaan Singa Bulu Emas dan berusaha menekan semua rakyatku sampai ke titik di mana mereka semua tidak bisa hidup dengan damai terutama para penduduk yang tinggal di sekitar wilayah perbatasan,” lanjut Mao Shizi bertanya.
“Apa kau tidak mendengar ucapanku tadi dengan baik! Tujuanku yang sebenarnya adalah untuk mendapatkanmu. Aku ingin kau menjadi permaisuri di Kerajaanku ini. Aku sudah pernah menyatakan niatku ini pada Ayahmu. Tapi, dia menolak mentah-mentah tawaranku itu dan mengusirku dari wilayah Kerajaan Singa Bulu Emas. Jadi aku tidak punya cara lain selain membuat rakyat Kerajaan Singa Bulu Emas menjadi sengsara sampai Ayahmu mau menyerah,” seru Raja Banteng Api.
Namun, sekarang keadaannya telah berbeda. Di dekat Mao Shizi telah berdiri Heilong yang sejak tadi sudah merasa sangat geram ketika mendengar semua perkataan yang keluar dari mulut Raja Banteng Api.
Heilong lalu berjalan ke depan dan berhenti tepat di depan Mao Shizi agar mata Raja Banteng Api tidak bisa lagi melihat wajah Mao Shizi dengan tatapan yang tidak senonoh.
“Jangan pernah bermimpi untuk bisa memiliki Mao Shizi karena sekarang dia adalah calon istriku. Jika kau masih ingin merebutnya, maka kau harus bertarung hidup dan mati melawanku. Sebab, selama aku masih hidup, tidak akan pernah aku biarkan kau menyentuhnya sedikitpun. Termasuk kedua matamu itu, aku pastikan bahwa aku akan menghancurkan kedua matamu itu,” seru Heilong menantang sambil menunjuk ke arah Raja Banteng Api.
Entah kenapa hari Mao Shizi menjadi tenang ketika mendengar ucapan Heilong. Tanpa sadar, senyuman yang seindah bulan purnama mulai menghiasi wajah Mao Shizi yang merah merona seperti buah strawberry karena perasaan malu bercampur bahagia. Untung saja Heilong tidak menoleh kebelakang, jadi dia tidak mengetahui perubahan yang ada di wajah Mao Shizi.
__ADS_1
Raja Banteng Api langsung berdiri dan mengejek Heilong sambil mengepalkan tangan kanannya di depan Heilong.
“Kau berani menantangku bertarung hidup dan mati! Apakah kau tidak sadar bahwa ukuran tubuhmu hanya sebesar kepalan tanganku saja. Aku bisa menghancurkan semua tulang-tulangmu hanya dengan menggenggam tubuhmu saja. Hehe …”
“Dasar Raja banyak omong,” seru Heilong geram karena dia sudah tidak bisa membendung amarahnya lagi.
Heilong segera mengepalkan tangan kanannya. Seketika aura energi api yang sangat kuat telah menyelimuti tangan kanan Heilong.
Dia lalu berlari dengan kecepatan tinggi dengan jurus Super Sonic Dance ke arah Raja Banteng Api. Dan memukulkan tinjunya ke arah perut Raja Banteng Api.
“Tinju Unicorn.”
( tinju elemen api ini pernah digunakan Heilong saat bertarung melawan Kaisar Xuan Wu dari Benua Utara Planet Dreamland )
“Boom …”
Tubuh Raja Banteng Api langsung terpental sangat jauh hingga keluar dari ruangan ini.
__ADS_1