
Heilong sebenarnya tertarik dengan Tanah Biru dan Tanah Ungu karena dia membutuhkan tempat yang sangat dingin untuk memperkuat elemen es yang ada di dalam dirinya.
Dan mungkin saja di kedua tempat itu dia bisa mendapatkan benda pusaka berelemen es. Jika dia tidak ingin menggunakan benda pusaka itu, dia bisa memberikan benda pusaka itu pada Xue Xian Hou.
Namun, dia tidak yakin jika waktu yang dia miliki akan cukup untuk pergi ke kedua tempat itu meskipun jarak kedua pulau itu tidak seberapa jauh. Sebab, tempat yang sangat istimewa seperti itu pasti akan dijaga oleh makhluk yang tidak akan mudah untuk dikalahkan. ( Peta tentang Alam Gaib ada di chapter 11 )
“Apakah kau tertarik untuk pergi ke Tanah Biru dan Tanah Ungu?” tanya Casbah setelah melihat kegelisahan di wajah Heilong.
“Aku tidak punya banyak waktu untuk pergi ke sana karena aku memiliki sebuah misi yang mengharuskanku untuk segera sampai di Tanah Hijau,” jawab Heilong.
“Itu bisa diatur. Aku bisa menggunakan kekuatanku untuk mengantarmu dengan cepat menuju ke kedua tempat itu. Tapi kau juga harus membantuku untuk mendapatkan sesuatu,” balas Casbah.
Heilong bisa menebak bahwa benda yang diinginkan oleh Casbah pasti bukanlah sebuah benda biasa. Sebab, dengan kemampuan dan kedudukan yang dia miliki saat ini, rasanya akan sangat mustahil jika dia kesulitan untuk mendapatkan benda yang dia inginkan.
“Kemampuan seperti apa yang kau miliki? Dan benda pusaka apa yang sebenarnya sedang kau cari?” tanya Heilong dengan wajah serius.
“Aku memiliki kemampuan teleportasi cahaya . Aku bisa berpindah ke tempat manapun yang aku suka di Planet ini sebelum kau bisa mengedipkan matamu.”
Casbah lalu memamerkan kemampuannya di depan Heilong. Seketika dia langsung menghilang dari pandangan Heilong, lalu muncul kembali hanya dalam waktu kurang dari satu detik.
__ADS_1
Heilong sangat terkejut saat melihat Mao Shizi sudah berdiri di samping Casbah. Ternyata hanya dalam waktu sepersekian detik saja, Casbah sudah berhasil bepergian ke Tanah Merah lalu kembali lagi ke Tanah Putih untuk menculik Mao Shizi.
Mao Shizi yang tidak tahu di mana dia berada saat ini, langsung berjalan menghampiri Heilong lalu bertanya dengan suara berisik. Sebab, dia merasa sangat asing dengan tempat ini. Apalagi tempat ini terlihat begitu megah dan sangat indah.
Secara perlahan, Heilong mulai menjelaskan pada Mao Shizi bahwa dia saat ini berada di dalam Istana Kerajaan Pasir Putih yang ada di Tanah Putih. Dan pria yang berdiri di hadapannya saat ini adalah penguasa dari tempat ini yaitu Raja Casbah.
Mendengar semua ini, Mao Shizi terlihat sedikit terkejut karena jarak antara Tanah Merah dan Tanah Putih itu cukup jauh. Biasanya, butuh waktu sekitar empat hari untuk menyeberang dari Tanah Putih ke Tanah Merah. Tapi, Casbah bisa melakukan perjalanan bolak balik yang seharusnya membutuhkan waktu sekitar delapan hari ini hanya dalam waktu satu kedipan mata saja.
Mao Shizi akhirnya ingat dengan rumor tentang kekuatan yang dimiliki oleh penguasa dari Kerajaan terkuat yang ada di Tanah Putih. Rumor itu mengatakan bahwa penguasa dari Tanah Putih memiliki pemahaman akan hukum ruang tingkat tinggi. Hanya dengan ujung jarinya saja, dia bisa membuat retakan dimensi yang bisa dia gunakan untuk berpindah tempat dalam sekejap.
Mao Shizi segera maju dan memberi penghormatan karena biar bagaimanapun juga Casbah adalah seorang Raja.
“Salam yang mulia. Saya adalah Mao Shizi, Putri dari Raja Singa Bulu Emas dari Tanah Jingga,” ucap Mao Shizi memperkenalkan diri sambil memberi sedikit membungkukkan badannya untuk memberi penghormatan.
Mao Shizi terlihat sedikit lega setelah mendapat jaminan keamanan dari Casbah. Namun, tetap saja ada hak yang mengganjal di pikirannya yaitu ayahnya. Raja Singa Bulu Emas pasti akan sangat khawatir jika tahu bahwa putrinya telah menghilang secara tiba-tiba. Apalagi mereka baru bertarung melawan salah satu anak buah dari Raja Iblis.
“Saat ini, Ayahku pasti sangat mengkhawatirkan keadaanku. Bisakah anda memberikan kabar pada Ayahku bahwa aku baik-baik saja di tempat ini,” pinta Mao Shizi.
“Aku hampir saja lupa jika kau adalah Putri kesayangan dari Raja Singa Bulu Emas. Baiklah, peganglah tanganku ini. Aku akan membawamu pergi kembali ke Tanah Merah agar kau bisa meminta ijin secara langsung pada Ayahmu. Seharusnya saat ini dia masih berada di sana karena keadaan di sana belum benar-benar stabil.”
__ADS_1
Casbah kembali membawa Mao Shizi pergi dari Istana ini untuk meminta ijin para Raja Singa Bulu Emas yang saat ini masih berada di Tanah Merah.
Heilong yang sejak tadi selalu memperhatikan teknik teleportasi yang dimiliki oleh Casbah, menjadi ingin memiliki kemampuan seperti itu. Tapi dia bingung, siapa yang mau mengajarkannya jurus seperti itu. Sebab, dia tahu bahwa Casbah tidak akan pernah mengajarkan jurus seperti itu pada siapapun kecuali keturunannya sendiri karena jurus itu adalah jurus andalannya.
“Andai saja aku memiliki jurus seperti itu. Mungkin Guru tahu tentang teknik teleportasi ini. Aku akan meminta pada Guru untuk mengajariku teknik teleportasi setelah aku kembali ke Planet Dreamland.”
Tanpa sadar, Heilong mengucapkan kata-kata seperti itu saat dia berada di tengah lamunannya. Dan ucapan itu langsung di jawab Li Zen.
“Kau jangan terlalu banyak berharap. Ketika aku kembali menjadi roh senjata dari Pedang Penjaga Surga, Gurumu sudah terbebas dari hukumnya. Jadi sangat mustahil jika Gurumu saat ini masih berada di Planet Dreamland.”
Heilong akhirnya ingat dengan medan pelindung yang mengelilingi Planet Dreamland. Dia pun akhirnya mengurungkan niatnya untuk mempelajari teknik teleportasi.
Tiba-tiba ada sebuah kitab ilmu beladiri keluar dari kepala Heilong. Heilong ingat betul bahwa kitab itu adalah kitab dari Jurus Supersonic Dance. Namun, dia tidak tahu bagaimana kitab itu bisa keluar dari dalam Dunia Pikirannya. Padahal kitab itu dimasukkan sendiri oleh Divine Beast Byako.
“Ternyata di dalam kepalamu ada kitab sehebat ini. Jika kau bisa menguasai semua isi dari kitab ini, melakukan teleportasi bukanlah hal yang mustahil buatmu.”
Ternyata semua ini adalah perbuatan Li Zen. Dengan kemampuan yang dia miliki, Li Zen memeriksa isi dari Dunia Pikiran Heilong dan memaksa keluar kitab Supersonic Dance karena dia ingin menunjukkan pada Heilong bahwa di dalam kitab ini ada halaman yang membahas tentang teknik teleportasi.
Heilong lalu meraih kitab itu dan membacanya dengan teliti. Dan …
__ADS_1
*****
Jangan lupa tinggalkan Like dan Komentar setelah membaca. Terimakasih 🙏