
Satu hari telah berlalu, semua luka yang ada di tubuh Casbah telah berhasil disembuhkan oleh Heilong setelah Chariva berhasil melenyapkan hawa iblis yang menutupi luka-luka itu dengan kekuatan elemen cahaya miliknya.
Saat ini, semua pasukan berada di dalam pesawat Max Lightning karena semua kapal yang berada di pesisir partai telah hancur saat Jenderal Iblis Volt dan Jenderal Iblis Eyu menyerang pasukan ini. Untungnya bagian dalam pesawat Max Lightning sangat besar hingga mampu menampung semua pasukan yang terdiri dari beberapa Ras Siluman yang berbeda.
Semua Prajurit Siluman itu ditempatkan Heilong di halaman yang ada di sekitar istana Li Ziqi yang luasnya hampir menyerupai luas sebuah Benua. Di sana mereka semua telah mendirikan tenda-tenda kecil untuk tempat istirahat sementara sambil menunggu mereka sampai di Tanah Ungu dan berperang melawan pasukan iblis yang sebenarnya.
Para prajurit siluman ini merasa sangat nyaman berada di dalam pesawat Max Lightning karena energi alam di dalam pesawat ini jauh lebih murni dari energi alam yang ada di dunia luar, bahkan tidak sedikit dari mereka yang bermeditasi di tempat ini.
Sedangkan Xiao Long, Casbah, Chariva, Nisaka dan para Raja dari masing-masing kerajaan siluman yang berpartisipasi dalam peperangan kali ini, semuanya berkumpul di dalam istana yang merupakan tempat tinggal Li Ziqi saat ia masih menjadi pemilik pesawat Max Lightning.
Heilong sengaja menempatkan mereka semua di sini karena hanya tempat ini saja yang cukup layak untuk dijadikan tempat tinggal para Raja dan memiliki energi alam paling murni dari semua tempat yang ada di dalam pesawat. Semua ini tidak ia atur secara asal-asalan, tapi ia mengatur berdasarkan tingkat kultivasi yang dimiliki semua orang. Secara umum, tingkat kultivasi yang dimiliki oleh seorang Raja pasti akan lebih tinggi dari para Prajurit jadi sudah sewajarnya jika seorang Raja menempati tempat dengan energi alam yang lebih baik daripada tempat para prajurit.
“Bagian dalam pesawat ini ternyata sangat mengagumkan. Jika aku tidak melihat sendiri bentuk pesawat ini, aku pasti mengira bahwa bagian dalam pesawat ini adalah sebuah dunia kecil yang mandiri,” ucap Xiao Long melihat salah satu jendela sebuah istana yang ada di dalam pesawat Max Lightning sambil mengamati para Prajurit yang sedang bermeditasi di halaman istana yang sangat luas ini.
__ADS_1
“Benar sekali. Aku juga penasaran dari mana anak itu mendapatkan pesawat ini. Apakah dia sama sekali tidak menceritakan tentang asal-usul pesawat ini padamu? Bukankah kau adalah Kakeknya jadi kau seharusnya lebih tahu segala sesuatu tentang Cucumu,” balas Casbah melirik Xiao Long.
Xiao Long terlihat sedikit tidak nyaman dengan pernyataan Casbah, ia pun segera membalas dengan dingin. “Meskipun aku adalah Kakeknya. Tapi, waktuku mengobrol dengannya masih jauh lebih sedikit jika dibandingkan dengan dirimu.”
“Aku memang lebih dulu bertemu dengan Heilong. Tapi, aku juga tidak memiliki kesempatan untuk mengobrol dengannya karena Mao Shizi selalu berada di dekatnya.”
Xiao Long dah Casbah langsung mengarahkan pandangannya ke arah Raja Singa Bulu Emas yang kebetulan memang berada di hadapan mereka.
Seketika, Raja Singa Bulu Emas menjadi gugup saat ditatap oleh dua orang Raja terkuat di Alam Gaib. Ia pun menjawab dengan suara sedikit bergetar. “A-Aku juga tidak tahu tentang asal-usul dari pesawat ini. Saat aku pertama kali bertemu dengan Heilong, Kerajaanku sedang berada dalam kekacauan karena ulah dari Kerajaan Banteng Api. Jadi yang kami bicarakan saat itu hanyalah strategi perang untuk mengalahkan Raja Banteng Api.”
**
Kokpit Pesawat Max Lightning.
__ADS_1
Di dalam Kokpit pesawat, Heilong selalu mengamati daerah yang ada di luar pesawat Max Lightning melalui sebuah peta yang terhubung langsung dengan beberapa teropong yang ada di bagian sayap pesawat ini.
“Hei, daripada kau menyia-nyiakan waktumu hanya dengan menatap sebuah layar, bukankah lebih baik jika kau menggunakan waktumu untuk berkultivasi. Tentang masalah keamanan, kau bisa menyerahkan semua itu pada sistem pertahanan otomatis yang dimiliki pesawat ini. Sebagai pemilik dari pesawat ini, kau seharusnya sudah tahu jika pesawat ini bisa dikendalikan oleh sebuah komputer pintar yang memiliki kecerdasan luar biasanya dan bisa disejajarkan dengan kecerdasan seorang manusia.”
“Aku tahu tentang komputer pintar dan sistem pertahanan otomatis yang dimiliki pesawat ini karena Guru Li Ziqi sebelumnya telah menjelaskan padaku tentang setiap bagian yang dimiliki pesawat ini secara rinci. Tapi masalahnya adalah dimana aku harus berkultivasi. Satu-satunya tempat dengan energi alam terbaik yang ada di dalam pesawat ini telah aku gunakan untuk tempat tinggal sementara para Raja.” Heilong terlihat tak berdaya. Sebenarnya ia juga ingin berkultivasi, tapi ia juga tidak bisa mengusir para Raja itu dari dalam istana.
“Sepertinya, gadis kecil yang bernama Li Ziqi itu tidak memberitahumu semua ruangan tersembunyi yang ada di dalam pesawat Max Lightning ini.”
“Apa maksudmu, Guru?!”
Heilong menjadi penasaran dengan ucapan Li Zhen. Sebab, ia sendiri juga sering menjelajahi bagian dalam pesawat Max Lightning dan sama sekali tidak pernah menemukan jejak adanya ruangan lain selain ruangan-ruangan yang telah ditunjukkan oleh Li Ziqi.
Li Zhen menggunakan jari telunjuknya dan mengarahkan ke arah lantai. “Di bawah lantai ini ada sebuah ruangan khusus yang sering digunakan oleh Tuanku untuk berkultivasi. Dan, tempat dengan energi alam terbaik di dalam pesawat ini sebenarnya bukanlah istana itu melainkan ruangan rahasia yang ada di bawah Kokpit pesawat karena di ruangan itu terdapat puluhan inti Planet yang dikumpulkan sendiri oleh Tuanku.”
__ADS_1
Yang dimaksud Li Zhen dengan Tuanku adalah Sang Dewa Perang Li Xuan, bukan Sang Dewi Perang Li Ziqi. Sebab, Li Zhen sudah dalam keadaan tidur panjang saat Li Ziqi terlahir di Alam Dewa. Jadi, Li Zhen sebenarnya sama sekali tidak mengenal Li Ziqi. Dan, ia sebenarnya juga sedikit bingung bagaimana pesawat Max Lightning ini bisa jatuh ke tangan Li Ziqi karena pesawat ini seharusnya sudah ikut hancur saat perang besar antara Dewa dan Iblis terjadi.
Heilong jelas meragukan ucapan Li Zhen walaupun saat ini dia adalah Gurunya. Namun, ucapan Li Zhen ini sama sekali tidak memiliki dasar yang kuat. “Bagaimana Guru mengetahui tentang Ruangan Itu? Seingatku, ini adalah pertama kalinya aku mengajak Guru masuk ke dalam Kokpit Pesawat Max Lightning.”