
Saat dilanda badai kebingungan di dalam pikirannya, kitab yang baru saja disimpan Casbah tiba-tiba keluar dengan sendirinya dari dalam cincin penyimpanan dan memunculkan sesosok bayangan burung phoenix api.
Sosok burung phoenix api itu seolah-oleh hidup dan terbang dengan bebas di atas kitab yang merupakan petunjuk menuju ke Tambang Batu Es Khayalan.
Scree ....
Teriakan burung Phoenix yang suci seketika terdengar menelusuri setiap bagian dari hutan ini saat ia mengepakkan kedua sayapnya yang telah diselimuti dengan kobaran api yang sangat panas.
Burung phoenix itu lalu terbang ke arah perbatasan di antara ke-dua gunung yang menurut Heilong adalah dua buah gunung yang sangat aneh.
Kecepatan saat sosok burung phoenix api itu terbang sangatlah cepat. Bahkan sebanding dengan kecepatan teleportasi milik Casbah. Tentu saja hal sedikit menyulitkan mereka berdua walaupun mereka berdua sangat yakin akan bisa mengejar sosok burung phoenix itu.
“Cepat ikuti burung phoenix itu sebelum dia menghilang. Sepertinya burung phoenix itu adalah petunjuk arah yang telah disiapkan oleh orang yang telah membuat kitab ini,” seru Casbah.
Mereka berdua langsung terbang mengikuti jejak yang telah ditinggalkan oleh bayangan phoenix api itu sebelum sosoknya benar-benar menghilang. Sebab, burung phoenix api itu adalah satu-satunya petunjuk yang mereka miliki untuk dapat menemukan lokasi pasti Tambang Batu Es Khayalan.
__ADS_1
Akan tetapi, perjalanan untuk mengikuti bayangan Burung Phoenix Api ini tidaklah semudah yang mereka pikirkan karena di dalam Hutan ini terdapat berbagai macam jenis Beast langka yang sangat kuat.
Entah kenapa semua Beast yang ada di tempat ini mengikuti sosok burung phoenix api itu. Apakah para Beast itu juga ingin pergi ke Tambang Batu Es Khayalan?
Bahkan tidak sedikit dari para Beast itu yang bertarung satu sama lain dan saling menghalangi. Hal ini tentu saja menghambat perjalanan mereka berdua karena mereka berdua juga harus terlibat dalam pertarungan antar Beast. Sebab, para Beast itu menyerang apa saja yang berada di sekitar mereka.
“Apakah kau tahu kenapa para Beast itu ingin pergi ke Tambang Batu Es Khayalan?” Heilong yang penasaran langsung bertanya pada Casbah karena dia adalah orang yang telah membaca semua isi yang ada di dalam kitab itu. Jadi, ia pasti tahu tentang asal-usul dari Tambang Batu Es Khayalan dan apa yang menyebabkan para Beast ini tertarik untuk pergi ke sana.
“Tambang Batu Es Khayalan sebenarnya adalah makam dari burung phoenix es dan Batu Es Khayalan itu adalah jantung dari burung phoenix es,” jawab Casbah dengan suara sedikit tertahan.
Sontak saja jawaban ini membuat Heilong menjadi terkejut dan tak bisa berkata apa-apa. Sebab, jantung phoenix adalah sumber dari kekuatan seekor phoenix. Jika ada seseorang yang mampu menyerap semua kekuatan yang ada di dalam jantung seekor phoenix, maka ia akan mendapatkan anugerah dari kekuatan phoenix yaitu kemampuan penyembuh yang mendekati keabadian.
“Kesempatan seperti ini tidak mungkin datang untuk yang ke-dua kalinya, jadi mereka semua pasti bersaing antara yang satu dengan yang lain untuk dapat mencapai tempat itu lebih dulu agar memperoleh manfaat yang lebih besar,” balas Heilong yang akhirnya mengerti rahasia di balik Tambang Batu Es Khayalan.
Heilong pun tidak mau kalah dan ingin lebih dulu sampai ke Lembah Es Khayalan karena ia takut bahwa para Beast ini akan merusak Tambang Batu Es Khayalan jika para Beast itu sampai lebih dulu.
__ADS_1
Aura energi es seketika memancar dengan kuat dari tubuh Heilong saat ia memusatkan pikiran. Segala sesuatu yang ada di dekatnya langsung membeku dan berubah menjadi butiran es.
Casbah pun sampai harus sedikit menjauh karena kuatnya tekanan energi es yang memancar dari tubuh Heilong.
... “Penjara Es.”...
Heilong langsung menggunakan salah satu jurus elemen es terkuat miliknya untuk menghentikan para Beast yang berusaha mengejar burung phoenix api.
Suhu udara yang ada tempat ini langsung turun dengan sangat drastis seakan-akan semua panas yang ada di dunia ini telah menghilang.
Dinding-dinding es tebal mulai bermunculan dan turun dari langit lalu membentuk sebuah penjara es berukuran raksasa yang memenjarakan semua Beast itu.
“Dasar pengganggu! Maafkan aku karena harus mengurung kalian semua untuk sementara waktu di tempat ini. Aku akan segera kembali dan membebaskan kalian semua setelah aku mendapatkan benda yang aku inginkan.”
Setelah mengucapkan beberapa kata pada para Beast itu, Heilong langsung mengajak Casbah melanjutkan perjalanan. Sebab, jejak yang ditinggalkan oleh burung phoenix api itu sudah mulai meredup dan akan segera menghilang.
__ADS_1
Setelah terbang selama dua puluh menit, Heilong dan Casbah akhirnya sampai di mulut sebuah Goa yang ada di antara ke-dua gunung itu.
Goa itu terlihat sangat tidak biasa karena kedua sisi dindingnya memiliki suhu yang berbeda dan saling berlawanan.