
“Mau dia Raja Siluman Komodo atau bukan, yang pasti aku harus bisa mengalahkannya. Mustahil bagi kita untuk meninggalkan tempat ini hidup-hidup jika kita tidak mengalahkan Siluman Komodo itu karena dia sudah menganggap kita seperti santapan makan siangnya. Jadi dia pasti akan terus mengejar kita kemanapun kita pergi.”
Heilong segera memegang tangan kanan Mao Shizi dan menariknya ke sebelah kiri sambil berlari dengan Jurus Super Sonic Dance karena dia bisa merasakan bahwa tembok yang tercipta dari jurus Mao Shizi sebentar lagi akan hancur.
“Bang …”
Tepat seperti perkiraan Heilong. Setelah dia berlari ke sebelah kiri sejauh sepuluh meter, tembok elemen tanah buatan Mao Shizi itu langsung hancur berkeping-keping karena digerogoti oleh racun Siluman Komodo yang mengandung kekuatan perusak yang sangat luar biasa.
“Lepaskan tanganmu! Siapa yang memberimu ijin untuk menyentuh tanganku.”
Mao Shizi segera melepaskan tangannya dari genggaman tangan Heilong dan bergerak sedikit menjauh begitu mereka berdua berhenti berlari.
“Apakah aku perlu meminta ijin darimu hanya untuk memegang tanganmu? Apa kau sudah lupa bahwa kau sudah menjadi milikku setelah aku berhasil mengalahkan Ayahmu dalam pertarungan kemarin,” balas Heilong.
“Siapa yang bilang seperti itu!! Aku mengatakan bahwa aku akan bersedia menikah denganmu jika kau berhasil mengalahkan Raja Banteng Api dan mengembalikan kedamaian di Kerajaan Singa Bulu Emas. Apakah saat ini kau sudah memenuhi syarat yang aku berikan …? Sepertinya kau yang tidak mendengar apa yang aku ucapkan dengan baik,” ucap Mao Shizi dingin.
“Berarti aku yang salah. Kalau begitu aku minta maaf. Tapi syarat itu sebentar lagi akan segera aku penuhi,” ucap Heilong santai tanpa menunjukkan rasa bersalah sedikitpun.
Mao Shizi hanya menanggapi permintaan maaf Heilong itu dengan tatapan sinis karena Heilong terlihat tidak serius saat meminta maaf.
“Sepertinya kita harus menyerang Siluman komodo itu secara bersamaan. Aku akan menggunakan kekuatan elemen tanah milikku untuk mengalihkan perhatian Siluman Komodo itu sehingga kau memiliki kesempatan untuk melakukan serangan.”
“Itu ide yang sangat bagus. Kalau begitu aku akan menggunakan kekuatan elemen api milikku untuk membakar Siluman Komodo itu hingga menjadi abu.”
“Kau tidak boleh membunuh Siluman Komodo itu. Kau cukup buat Siluman Komodo itu tidak bisa bergerak saja. Dengan begitu kita bisa segera meninggalkan tempat ini tanpa harus membunuh Siluman Komodo itu.”
Heilong merasa sedikit aneh kenapa Mao Shizi melarang dirinya untuk membunuh Siluman Komodo ini. Padahal Siluman Komodo ini terlihat sangat berbahaya dan ganas.
__ADS_1
“Kenapa kau melarangku untuk membunuh Siluman Komodo itu? Apakah kau tidak takut jika Siluman ini akan pergi ke pemukiman penduduk dan menyerang mereka.”
Mao Shizi menatap tajam mata Heilong. “Jika kita membunuh Raja dari Siluman Komodo, maka tidak akan ada lagi yang bisa mengatur para Siluman Komodo yang tinggal di hutan ini. Lagipula Siluman Komodo ini sebenarnya tidak bisa keluar dari Hutan Pencakar Langit karena mereka telah di kutuk oleh seorang Dewi dan menghabiskan seluruh sisa hidupnya di dalam Hutan ini.”
“Jika hanya menghentikan gerakan dari Siluman Komodo itu, aku rasa kekuatan elemen es milikku adalah pilihan yang paling tepat. Tapi, aku membutuhkan sedikit waktu untuk mengumpulkan energi es dalam jumlah besar agar aku bisa membuat sebuah penjara es yang sangat kuat,” jawab Heilong.
“Itu memang benar karena semua jurus-jurus yang menggunakan elemen es sebenarnya terfokus untuk menghentikan pergerakan lawan. Kalau begitu aku akan memulai memancing perhatian Siluman Komodo itu agar terus mengejarku,” balas Mao Shizi.
Setelah cukup lama berdiskusi, mereka berdua langsung bergerak ke arah yang berbeda. Mao Shizi bergerak ke sebelah kanan, sedangkan Heilong bergerak ke sebelah kiri.
Hal ini membuat Siluman Komodo itu menjadi kebingungan harus menyerang siapa lebih dulu karena di matanya, Heilong dan Mao Shizi tidak lebih dari sepotong daging segar untuk santapan makan siang.
Siluman Komodo itu akhirnya mengejar Mao Shizi karena gerakan Mao Shizi tidak secepat Heilong.
“Tepat seperti perkiraanku, ternyata Siluman ini akan mengejar siapapun yang terasa mudah untuk di tangkap,” gumam Mao Shizi dalam hati sambil terus bergerak menjauh ke sebelah kanan untuk memberi kesempatan Heilong mengumpulkan energi es miliknya.
“Dinding Tangga Menuju Langit.”
Dinding-dinding ini memiliki ukuran yang berbeda dan akan menjadi semakin tinggi ketika semakin mendekati tempat Siluman Komodo berada.
Siluman Komodo ini sempat menghentikan langkahnya sebentar karena dinding-dinding ini ternyata sangat keras.
Siluman Komodo itu lalu menyelimuti seluruh tubuhnya dengan aura energi api dan menabrakkan tubuhnya ke dinding yang dibuat oleh Mao Shizi.
“Boom … Boom …”
Suara ledakan mulai terdengar saling bersahut-sahutan bersamaan dengan hancurnya dinding-dinding yang dibuat Mao Shizi.
__ADS_1
“Sial …! Siluman Komodo itu ternyata cukup kuat juga. Berapa lama lagi waktu yang dibutuhkan Heilong untuk mengumpulkan energi es. Sepertinya aku sudah tidak mampu lagi untuk menahan Siluman Komodo ini.”
“Boom …”
Dinding terakhir yang berada tepat di depan Mao Shizi akhirnya berhasil dihancurkan oleh Siluman Komodo itu.
Siluman Komodo itu lalu menatap tubuh Mao Shizi sambil berkali-kali menjulurkan ludahnya yang sudah dipenuhi dengan racun.
“Jika terus begini, aku tidak memiliki jalan lain. Aku terpaksa harus menggunakan kekuatanku untuk membunuh Siluman Komodo ini sebelum lidahnya yang beracun itu menyentuh bagian tubuhku,” ucap Mao Shizi lirih.
Aura energi elemen tanah yang sangat kuat sudah memancar dari tubuh Mao Shizi. Dia sepertinya benar-benar akan membunuh Siluman Komodo ini dan tidak memperdulikan lagi bahwa Siluman ini adalah Raja dari Siluman Komodo.
Namun, tepat ketika Siluman Komodo itu berjarak sekitar empat meter dari tubuh Mao Shizi. Empat buah dinding es raksasa langsung muncul di sekeliling tubuh Siluman Komodo itu dan mengurungnya seperti sebuah penjara yang terbuat dari es.
“Akhirnya dia mulai bergerak. Untuk saja dia menyerang di saat yang tepat,” gumam Mao Shizi dalam hati.
Heilong segera muncul di dekat Mao Shizi dengan tubuh yang memancarkan aura energi es yang sangat kuat kuat. Semua benda yang dilewati Heilong, langsung membeku dan tertutup salju.
Heilong lalu menggerakkan Pedang Taring Putih ke atas.
...“Teknik perisai es ribuan tahun tingkat ke lima - Penjara Es.”...
Dua buah dinding es langsung muncul dan segera menutup bagian atas dan bawah dari penjara es itu.
“Bang … Bang …”
Siluman Komodo itu terus berusaha keluar dan menyerang dinding dari penjara es itu. Tapi, usahanya itu ternyata sia-sia karena dia selalu mendapat serangan balik begitu dia menyerang dinding es itu.
__ADS_1
*****
Jangan lupa follow IG dan blog milikku untuk mendapatkan info tentang update novel terbaru.