
Pertempuran yang cukup sengit antara prajurit langit dan prajurit iblis yang berasal dari Dunia Bawah terus berlanjut. Masing-masing pasukan menggerakkan semua kekuatan yang ada di dalam tubuh mereka.
Meskipun jumlah prajurit langit yang ada di tempat ini jauh lebih sedikit dari jumlah prajurit iblis yang datang dari Dunia Bawah, para prajurit langit tidak merasa takut sedikitpun.
Para prajurit langit itu justru menjadi semakin tertantang. Sebab, semakin banyak jumlah prajurit iblis yang berhasil mereka bunuh maka penghargaan yang akan mereka peroleh setelah kembali ke Alam Dewa akan menjadi semakin besar.
Bahkan, tidak sedikit Dewa yang menjadikan perang ini untuk menilai kemampuan masing-masing prajurit langit dan akan mengangkat yang terbaik di antara mereka sebagai murid pribadi.
Para prajurit langit meledakkan semua Qi yang ada di dalam tubuhnya untuk memperkuat sosok naga cahaya sehingga daya serangannya akan semakin meningkat. Sedangkan para prajurit iblis dari Dunia Bawah berusaha keras membuat medan pelindung dari gabungan antara aura elemen kegelapan dengan hawa iblis.
Aura cahaya yang sangat terang terus berbenturan dengan aura berwarna hitam pekat dan membuat seluruh area medan perang berguncang hebat karena kuatnya benturan kedua kekuatan yang saling berlawanan itu.
“Hasil dari pertempuran ini sepertinya sudah ditentukan. Namun, Alam Gaib ini tidak akan bisa menahan benturan kedua kekuatan yang sekuat ini jika pertempuran terus berlanjut.”
Dewi Bulan Ungu yang sejak tadi terbang di di langit dengan tenang, akhirnya kembali mengerakkan kedua tangannya yang seindah giok untuk membuat sebuah medan pelindung yang menutupi seluruh area pertempuran antara prajurit langit dan prajurit iblis dunia bawah.
__ADS_1
Dalam sekejap, setengah dari area pertempuran telah ditutupi oleh sebuah medan pelindung berwarna ungu yang sangat sangat tebal. Dinding yang membentuk lapisan medan pelindung itu
Medan pelindung itu mampu menahan kekuatan yang dilepaskan oleh kedua pasukan agar tidak merusak kehidupan yang ada di Alam Gaib. Sebab, tujuan mereka datang ke tempat ini adalah membantu menyelamatkan seluruh kehidupan yang ada di Alam Gaib. Bukan menghancurkannya.
Seketika, para prajurit iblis dunia bawah melihat medan pelindung yang baru saja dibuat oleh Dewi Bulan Ungu dengan tatapan getir karena jalan keluar untuk melarikan diri bener-bener hanyalah sebuah impian semata setelah kemunculan medan pelindung yang sekuat itu.
Sementara itu, sosok naga cahaya yang dikendalikan oleh para prajurit langit terus menghantam medan pelindung kegelapan yang dibuat oleh para prajurit iblis.
Retakan-retakan memanjang mulai muncul diseluruh permukaan medan pelindung kegelapan yang sudah terlihat sangat rapuh.
“Lebih baik kalian menyerah saja karena tidak ada gunanya lagi kalian melawan. Semua jalan untuk melarikan diri juga telah tertutup. Jadi, satu-satunya jalan yang bisa kalian tuju hanyalah kematian.”
Pimpinan prajurit langit sekaligus wakil Dewi Bulan Ungu dalam misi kali ini berseru dengan lantang ke arah barisan pasukan iblis agar mental mereka semakin hancur.
“Menyerah? Kami para iblis sangat membenci kalian para Dewa. Lebih baik kami meledakkan diri dan membawa kalian semua mati bersama kami daripada harus menyerah!”
__ADS_1
Para prajurit iblis dunia bawah yang sudah menjadi gila karena merasa tersudut. Akhirnya berkumpul menjadi satu dan meledakkan semua aura kegelapan dan hawa iblis yang ada di dalam tubuh mereka.
Dantian para iblis itu seketika mengembang hingga berkali-kali lipat dan membuat bagian perutnya menjadi membesar dalam waktu singkat seakan-akan bisa meledak kapan saja.
Tekanan aura kegelapan yang memancar dari barisan prajurit iblis dunia bawah juga semakin meningkat dengan drastis dan membuat sosok naga cahaya berhenti bergerak untuk sesaat.
Para prajurit langit mengerutkan kening saat melihat keputusan terakhir yang akan diambil oleh para prajurit iblis dunia bawah. Mereka semua bukannya takut pada ledakan hawa iblis karena Qi yang ada di dalam tubuh mereka secara alami bisa mengatasi hal itu.
Akan tetapi, yang mereka khawatirkan adalah apakah medan pelindung yang dibuat oleh Dewi Bulan Ungu akan mampu menahan kekuatan ledakan ratusan ribu iblis sekaligus?
Jika medan pelindung yang dibuat oleh Dewi Bulan Ungu sampai hancur, maka racun hawa iblis yang dihasilkan oleh ledakan prajurit iblis dunia bawah akan membawa bencana bagi seluruh makhluk hidup yang hidup di Alam Gaib.
Jika hal itu sampai terjadi, bukan penghargaan yang akan mereka dapatkan saat kembali ke Alam Dewa. Melainkan sebuah hukuman yang sangat berat.
“Apa yang kalian pikirkan? Seranglah para prajurit iblis itu tanpa ragu! Dan untuk masalah tentang racun hawa iblis, serahkan semua itu padaku,” suara Dewi Bulan Ungu bergema diseluruh area medan perang.
__ADS_1