
Para prajurit Kerajaan Batu Karang diantar oleh Liu Ye ke perkemahan yang berada di halaman sebelah kanan istana.
Mereka semua ditempatkan di sebelah perkemahan Prajurit Kerajaan Pasir Putih. Area ini memang sengaja dipersiapkan untuk para prajurit yang berasal dari Bangsa Manusia agar lebih mudah untuk mengatur pembagian konsumsi makanan para prajurit.
Sedangkan untuk para Raja dan Jenderal, mereka di antar oleh Liu Yin bertemu langsung dengan Ratu Chariva. Nanti Sang Ratu sendiri yang akan menentukan tempat di mana mereka akan tinggal.
Xiao Long sangat terkejut saat melihat Chariva karena Kerajaan Siluman Serigala Bulan seharusnya dipimpin oleh seekor siluman serigala bulan. Tapi yang ada di depannya adalah seorang manusia.
Xiao Long lalu berpikir tentang apa yang dikatakan Divine Beast Zaha sebelum dia datang ke Istana ini.
Divine Beast Zaha mengatakan jika yang memimpin pertempuran besar melawan Bangsa Iblis adalah seorang manusia dengan tingkat kultivasi yang cukup tinggi. Dan Chariva memenuhi kedua hal ini.
Sekarang tinggal satu hal yang masih mengganggu pikirannya dan itu adalah hal yang paling penting. Apakah Chariva merupakan salah satu keturunannya atau bukan? Sebab, Divine Beast Zaha juga mengatakan jika yang akan memimpin serangan ini juga merupakan salah satu keturunannya dan memiliki marga yang sama dengan dia yaitu Xiao.
“Selamat datang di Kerajaan Siluman Serigala Bulan. Sebelumnya, saya ingin mengucapkan terimakasih karena Raja Xiao mau membantu kami melawan Bangsa Iblis yang ada di Tanah Ungu,” ucap Chariva menyapa dengan senyum ramah.
“Tidak perlu sungkan. Membasmi Bangsa Iblis adalah tugas dari setiap orang yang tinggal di Alam Gaib ini. Jika Divine Beast Zaha tidak memerintahkanku untuk berkerjasama dengan para raja yang ada di seluruh penjuru Alam Gaib ini, mungkin aku akan pergi menyerang ke Tanah Ungu sendirian,” balas Raja Xiao Long dengan ramah.
“Dasar Xiao tua, jangan terlalu sombong. Meskipun kau sangat kuat, tapi para iblis itu juga bukan lawan yang lemah. Jika kau pergi menyerang seorang diri, aku pasti akan mendapat tugas dari Divine Beast Zaha untuk membawamu melarikan diri saat kau kehabisan tenaga.” Casbah tiba-tiba muncul dan langsung menyindir Xiao Long.
“Diam kamu Catbah!!” balas Xiao Long menyindir dengan cara memplesetkan nama Casbah manjadi Catbah.
“Namaku Casbah …!! Bukan Catbah …!!” ucap Casbah geram.
“Haha … Aku memanggilmu Catbah karena kau pandai kabur seperti kucing,” ucap Xiao Long tertawa saat melihat Casbah mulai kesal.
Mereka berdua adalah sahabat yang sangat akrab karena Casbah pernah menerima permintaan Divine Beast Zaha untuk menjadi lawan latih tanding Xiao Long selama beberapa tahun.
“Kakak, berhentilah mengejek Raja Xiao. Dia telah jauh-jauh datang kemari karena ingin membantu kita.” Chariva melirik Casbah dengan raut wajah serius.
“Kakak …?! Apakah gadis ini adalah adikmu?”
Xiao Long tampak bingung saat mendengar Chariva dengan sebutan “Kakak”. Sebab, setahu dia di Casbah tidak memiliki seorang adik karena dia sudah sering kali berkunjung ke Kerajaan Pasir Putih.
“Ya, dia adalah adikku yang sangat bandel. Beberapa puluh tahun yang lalu, dia meninggalkan Tanah Putih untuk membuat Kerajaannya sendiri di Tanah Biru yang berdekatan dengan Kerajaan Siluman Serigala Bulan,” jawab Casbah dengan nada santai.
“Lalu dimana orang yang menjadi pemimpin perang ini? Divine Beast Zaha mengatakan padaku jika orang yang memimpin perang ini bermarga Xiao. Dan dia bukan berasal dari Alam Gaib ini.”
__ADS_1
“Di sini memang ada seorang pemuda yang bukan berasal dari Alam Gaib dan namanya adalah Heilong. Aku tidak pernah menanyakan marganya jadi aku juga tidak tahu apa nama marganya.”
“Lalu seberapa tinggi tingkat kultivasinya?”
“Sama seperti tingkat kultivasi milikmu. Saat ini dia berada di Lapis Grand Emperor tingkat 9. Bedanya hanyalah dia baru saja menerobos dua hari yang lalu.”
Xiao Long terlihat sangat antusias sekali saat Casbah menyebutkan tentang Heilong. Sebab, ciri-ciri Heilong ini sangat mirip dengan ciri-ciri yang disebutkan Heilong.
“Bisakah kau mengantarku menemuinya?” pinta Xiao Long pada Casbah.
Casbah tidak memberikan jawaban tapi melirik Chariva.
“Saya akan mengantarkan anda menemui Heilong. Seharusnya dia masih berada di dalam Gudang Penyimpanan Harta Kerajaan karena para pasukan yang aku tugaskan untuk menjaga area sekitar gudang harta belum melihat Heilong keluar sejak dua hari yang lalu. Seperti dia sedang bermeditasi di dalam ruang harta.”
Chariva langsung mengerti apa maksud Casbah dan segera menawarkan diri untuk mengantar Raja Xiao Long menemui Heilong.
Meskipun Casbah adalah kakaknya, tapi pasukan yang menjaga istana ini adalah miliknya. Semua yang dilakukan Casbah adalah untuk menjaga wibawa Chariva dan pasukan danau biru di mata umum.
Casbah tidak ingin bertindak lancang karena saat ini dia mewakili Kerajaan Pasir Putih. Apalagi jika hal ini sampai terdengar oleh para prajurit pasir putih, bisa-bisa prajurit danau biru akan dianggap remeh oleh prajurit tanah putih.
Chariva di depan sebagai penunjuk jalan sekaligus pembuka semua formasi pelindung yang ada di sekitar tempat ini. Sedangkan Casbah dan Xiao Long berjalan di belakang.
**
Gudang Penyimpanan.
Heilong tiba-tiba mengakhiri meditasinya karena merasakan ada beberapa orang yang sedang mendekat ke ruang harta. Dia segera menghilangkan formasi sihir yang dia gunakan untuk bermeditasi dan meminta Gremlin untuk masuk ke dalam Dunia Jiwa. Sebab, ada satu orang yang auranya tidak dia kenal.
Tepat seperti perkiraan Heilong. Beberapa menit kemudian, Chariva datang ke tempat bersama dengan Casbah dan satu orang yang tidak dia ketahui identitasnya. Tapi, orang itu memancarkan aura yang sangat kuat dari tubuhnya. Heilong bisa menebak jika identitas orang tersebut pasti sangat istimewa.
“Salam Ratu, apakah ada sesuatu yang membutuhkan bantuanku sampai anda harus repot-repot datang ke tempat ini menemuiku,” tanya Heilong ramah sebagai bentuk penghormatan karena saat ini di samping Chariva ada orang yang tidak dia kenal namun terlihat sangat berwibawa.
“Kerajaan-Kerajaan di seluruh Alam Gaib ini sudah berdatangan untuk membantu kita dalam perang melawan Bangsa Iblis di Tanah Ungu. Kau harus segera keluar dari tempat ini dan menyebut mereka semua lalu mengatur strategi seperti apa yang harus kita gunakan saat berperang,” jawab Chariva.
Heilong mengerutkan kening karena tidak mengerti dengan maksud perkataan Chariva. “Aku ?! Kenapa harus aku? Bukankah pemilik istana ini adalah anda.”
“Yang membuat rencana kerjasama untuk berperang melawan Bangsa Iblis adalah Divine Beast Zaha. Beliau juga mengatakan jika Kamu lah yang akan menjadi pimpinan tertinggi dalam kerjasama antar Kerajaan ini. Sebab, kamu bukan anggota dari kerajaan manapun di Alam Gaib ini. Jadi kamu pasti akan bersikap netral dalam mengatur semua Kerajaan ini. Dan kami juga memiliki tingkat kultivasi yang sangat tinggi,” jelas Chariva.
__ADS_1
“Baiklah. Karena semua sudah ditentukan, maka aku akan mengikuti perintah dari Divine Beast Zaha. Kalau begitu mari kita menemui para Raja itu.” Heilong terlihat sedikit terbebani karena dia terbiasa bertarung dengan bebas.
“Tunggu anak muda … Jika aku boleh tahu, siapa nama lengkapmu?” sahut Xiao Long yang sejak tadi terus mengamati Heilong.
“Anda …”
Heilong terlihat sedikit terkejut, tapi Chariva segera memperkenalkan Xiao Long.
“Dia adalah Raja dari Kerajaan Batu Karang yang ada di Tanah Abu-abu. Namanya adalah Xiao Long.”
Heilong menganggukkan kepalanya lalu memberi salam. “Ternyata anda adalah Raja Xiao Long. Perkenalkan namaku adalah Xiao Heilong.”
“Xiao …?!” Casbah dan Chariva sama-sama terkejut saat mendengar nama lengkap Heilong yang ternyata memiliki marga yang sama dengan Xiao Long.
“Apa hubunganmu dengan Xiao Bai?” lanjut Xiao Long bertanya dengan serius.
“Xiao Bai adalah Kakek dari Kakekku. Jadi bisa dibilang dia adalah leluhurku,” jawab Heilong yang merasa sedikit aneh karena dia merasa sedang di introgasi.
“Haha … Ternyata kau memang masih keturunanku karena Xiao Bai itu adalah anakku. Kau boleh memanggilku Kakek karena sebutan leluhur itu terlalu tua. Aku tidak suka.” Xiao Long terlihat sangat senang karena dia akhirnya bisa bertemu dengan keluarganya di Alam Gaib ini.
“Kau memang sudah tua. Apakah kau tidak ingat berapa umurmu sekarang,” celetuk Casbah.
“Diam kau, kucing. Ini bukan urusanmu,” balas Xiao Long.
Casbah langsung terdiam karena malu bercampur kesal.
“Aku dengar kultivasimu sudah pencapai puncak Grand Emperor. Bagaimana kalau beradu satu pukulan. Aku ingin mengetahui sampai sejauh mana kemampuan bertarungmu,” ucap Xiao Long sambil melihat bagaimana reaksi Heilong.
“Baiklah. Satu tinju saja sepertinya tidak akan membuat tarluka.”
Heilong menerima tantangan itu karena dia juga ingin mencoba sekuat apa kekuatan barunya sebelum dia maju ke medan perang.
#############################
Bantu Share dong novel ini jika kalian suka dengan ceritanya. 🙏
Jangan lupa like dan komen setelah membaca. Anggap saja like itu sebagai biaya buka bab di novel berbayar.
__ADS_1