LEGENDA DEWA PEDANG S2

LEGENDA DEWA PEDANG S2
V4 # CH 161 KELAHIRAN DEWA IBLIS


__ADS_3

Jenderal Iblis Bai Long merentangkan ke-dua tangannya ke arah langit dan mulai membaca mantera yang terdengar sangat kuno untuk memulai ritual pengorbanan iblis.


Bahasa yang ia gunakan tentu saja bahasa kuno yang berasal dari Dunia Bawah dan sangat asing di Dunia Tengah ini. Hanya mereka yang pernah pergi ke Dunia Bawah saja yang bisa mengerti arti dari semua kata-kata yang diucapkan Jenderal Iblis Bai Long.


Rembulan yang tadinya berwarna cerah, seketika meredup dan berubah warna menjadi semerah darah. Hawa udara yang sangat dingin turun dari langit dan menutupi seluruh area tebing bagaikan sebuah tirai pembatas antara teriknya cahaya dan dinginnya kegelapan.


Aksara-aksara dengan warna ukiran sehitam malam satu per satu melompat dari mulut Jenderal Iblis Bai Long saat ia membaca mantera iblis.


“Apa yang kau lakukan? Tidak …!! Hentikan!!” teriak Mao Shizi saat aksara-aksara kuno itu mulai menyentuh permukaan kulitnya dan membelenggunya.


“Diamlah! Tidak ada gunanya kau berteriak karena tidak akan ada yang bisa menolongmu. Kau sepertinya memang telah ditakdirkan untuk menjadi tumbal dalam ritual ini. Kau tenang saja karena tubuh dan jiwamu akan tetap utuh setelah ritual pengorbanan iblis ini selesai karena yang aku butuhkan hanyalah aura api phoenix yang tersembunyi di dalam dantianmu.”


Mao Shizi adalah salah satu reinkarnasi dari Dewi Xi Shi. Jadi, di dalam dantiannya pasti memiliki aura api phoenix karena Dewi Xi Shi saat itu bunuh diri dengan cara menenggelamkan dirinya di dalam lautan api phoenix bersama dengan Li Xuan.


Syarat penting agar aura api phoenix itu tetap berada di dalam tubuhnya adalah yin suci yang ia miliki belum rusak. Dan, Mao Shizi masih memiliki hal itu.


Jenderal Iblis Bai Long kemudian melakukan beberapa gerakan segel sihir ke arah bulan setelah selesai membaca mantera kuno. Ia seakan-akan ingin menarik sesuatu dari bulan yang berwarna merah darah itu.


**


“Bulan semerah darah?! Sepertinya ada iblis yang memulai ritual pengorbanan iblis. Tapi, aku juga tidak dapat pergi ke sana untuk membatalkan ritual itu karena medan pelindung bulan ungu akan langsung hancur jika aku tidak menjaganya.”


Dewi Bulan Ungu berada dalam dilema saat melihat ke arah bulan yang berwarna merah darah. Sebab, jika ia tidak menghancurkan ritual pengorbanan iblis maka seorang iblis yang sangat kuat akan terlahir di Alam Gaib ini. Namun, jika ia pergi, maka medan pelindung yang ia buat akan hancur dan hawa iblis akan mencemari seluruh Alam Gaib.


“Jangan kau khawatirkan hal yang tidak perlu! Tetaplah fokus untuk mempertahankan medan pelindung bulan ungu karena hal ini menyangkut seluruh kehidupan makhluk yang ada di Alam Gaib. Dan untuk masalah tentang iblis yang akan lahir itu, aku telah memiliki rencana sendiri.”

__ADS_1


Sebuah suara tiba-tiba masuk ke dalam pikiran Dewi Bulan Ungu. Ini adalah suara Dewa Tertinggi yang selalu mengawasi area medan perang dari Alam Dewa.


Dewi Bulan Ungu menganggukkan kepala lalu kembali memperkuat lapisan medan pelindung bulan ungu.


**


Di wilayah perbatasan antara Alam Gaib dan Dunia Bawah. Divine Beast Zaha dan Divine Beast Aurora yang secara khusus menjaga portal dimensi yang menghubungkan kedua dunia ini tiba-tiba saling memandang seolah-olah merasakan keanehan pada lapisan penghalang yang melindungi Alam Gaib.


“Apakah kau juga merasakannya?” tanya Divine Beast Aurora.


“Tentu saja aku bisa merasakan hal itu karena aku sendiri yang menyegel portal dimensi itu ratusan tahun yang lalu. Iblis mana yang berani mencoba merusak segel yang aku buat,” seru Divine Beast Zaha geram dengan wujud naganya. Ia berniat meninggalkan tempat ini dan pergi ke Tanah Ungu, tapi Divine Beast Aurora segera menghentikannya.


“Kau tidak perlu pergi ke tempat itu. Dewa Tertinggi sudah memiliki rencana sendiri untuk meredakan kekacauan yang terjadi di sana. Dan, keanehan ini seharusnya juga sudah masuk dalam perhitungannya. Lebih baik kita tetap fokus pada tugas kita agar para iblis ini tidak bisa masuk ke Alam Gaib dan menambah kekacauan.”


**


Cahaya bulan yang berwarna merah darah itu secara perlahan mulai turun mengarah ke arah dantian Mao Shizi yang ada di seketika perutnya.


Mao Shizi pun langsung menjerit kesakitan saat hawa api phoenix yang ada di dalam dantiannya ditarik secara paksa oleh cahaya bulan karena hawa api phoenix telah menyatu dengan dinding dantian miliknya. Jika hawa api phoenix itu diambil secara paksa, maka dantian miliknya akan hancur dan ia akan kembali ke wujud semula.


Jenderal Iblis Bai Long hanya menyeringai dan sama sekali tak menghiraukan jeritan Mao Shizi karena ia memang sama sekali tak memiliki hubungan khusus dengannya dan semakin mempercepat gerakan segel sihir miliknya agar daya tarik dari cahaya bulan ini menjadi semakin kuat.


Setelah sepuluh nafas, hawa api phoenix yang berbentuk seperti bola api, keluar dari tubuh Mao Shizi dan terus terbang ke arah bulan.


Seketika, Mao Shizi langsung pingsan dan kehilangan wujud silumannya. Ia kembali ke wujud seekor singa emas berukuran raksasa dan tergeletak tak berdaya di atas sebuah batu.

__ADS_1


Jenderal Iblis Bai Long menatap ke arah bulan dengan penuh kerinduan. Ia seakan-akan telah ribuan tahun menanti datang sesuatu dari arah itu dan hal itu sangatlah penting bagi dirinya.


Boom ...


Ledakan dahsyat terjadi di langit saat hawa api phoenix itu menyentuh permukaan bulan dan meninggalkan sebuah lubang yang sangat besar di tengah-tengahnya.


“Akhirnya saat yang aku tunggu-tunggu tiba. Haha ....” suara tawa Jenderal Iblis Bai Long menggelegar saat melihat sebuah lubang berwarna hitam pekat di tengah-tengah bulan yang berwarna merah darah.


Hawa Iblis yang sangat murni tiba-tiba mengalir dengan deras dari dalam lubang berwarna hitam pekat itu dan menghujani tubuh Jenderal Iblis Bai Long.


Lubang hitam yang ada di tengah-tengah bulan itu ternyata adalah salah satu portal dimensi yang menghubungkan Tanah Ungu dengan Danau Asal Kegelapan yang ada di Dunia Bawah.


Semua titik-titik meridian yang ada di tubuh Jenderal Iblis Bai Long menyerap hawa iblis itu dengan gila-gilaan. Ia seakan-akan berendam di dalam Danau Asal Kegelapan itu sendiri.


Aura kegelapan yang memancar dari tubuhnya mulai meluap-luap tak terkendali dan terus meninggi hingga mencapai langit.


Dan …


Boom ....


Sebuah ledakan muncul dari dalam dantian Jenderal Iblis Bai Long dan membuat aura kegelapan miliknya menjadi semakin kuat hingga berkali-kali lipat. Ia akhirnya menerobos ke Tingkat God dan menjadi seseorang Dewa Iblis.


Fenomena yang terjadi pada rembulan akhirnya menghilang saat ritual pengorbanan iblis ini selesai dan melahirkan seorang Dewa Iblis baru di Alam Gaib.


Hawa Iblis yang sangat kuat memancar dari atas tebing lalu turun menyelimuti seluruh bagian istana.

__ADS_1


__ADS_2