LEGENDA DEWA PEDANG S2

LEGENDA DEWA PEDANG S2
V5 # CH 219 API BERACUN


__ADS_3

Api hijau yang tadinya memiliki jejak-jejak energi kehidupan karena seharusnya digunakan untuk menyembuhkan makhluk hidup yang terluka, sekarang telah berubah menjadi sebuah api beracun yang sangat mematikan.


Tubuh Raja Api Verde pun juga mulai berubah menjadi seekor ular api sepanjang sepuluh meter dan dipenuhi dengan sisik yang berwarna hijau bergaris merah.


Rasa amarah yang ada di dalam diri Raja Api Verde ternyata tak dapat terbendung lagi hingga membuatnya kehilangan kendali atas wujud manusianya. Ia pun akhirnya kembali ke wujud aslinya.


“Api beracun?!”


Heilong melihat semua tanaman yang ada di sekitar Raja Api Verde mulai layu dan akhirnya mati seakan-akan telah terkena racun yang mematikan saat terkena api berwarna hijau itu.


Untung saja semua tanaman itu hanyalah tanaman biasa yang segaja diletakkan di tempat ini sebagai pagar pembatas antara jalan setapak dengan area perkebunan tanaman obat.


...“Semburan Racun Api.”...


Raja Api Verde langsung menyeburkan api berwarna hijau ke arah Heilong.


Hawa panas yang dipancarkan oleh api hijau itu tidak seberapa kuat. Namun, racun yang ada di dalamnya terlihat sangat mematikan.


...“Cermin Es.”...


Heilong pun segera bertindak cepat untuk melindungi dirinya dari serangan racun api beracun itu karena pergerakan api beracun itu ternyata sangat cepat dan hampir mendekati kecepatan suara. Ia membuat sebuah cermin es untuk menyerap semua api beracun yang mengarah ke arahnya. Sebab, ia tidak begitu yakin akan mampu menahan api ini dengan kekuatan perisai es.


Raja Api Verde mengerutkan kening saat melihat semburan api miliknya sama sekali tidak dapat menyentuh Heilong dan malah menghilang tanpa jejak. Ia pun berteriak dengan keras untuk melampiaskan kekesalannya. “Trik apa lagi yang kamu gunakan! Jika kamu berani, ayo seranglah aku …!!”


“Sesuai keinginanmu!!” Suara Heilong tiba-tiba muncul dari arah belakang.

__ADS_1


Raja Api Verde tentu saja terkejut dan terlihat sedikit panik karena Heilong jelas-jelas berada di depan matanya beberapa saat yang lalu. Lalu bagaimana mungkin ia bisa berpindah tempat dalam waktu singkat dan tanpa ia sadari?


Raja Api Verde langsung memutar kepalanya ke arah belakang karena ia tidak hanya mendengar suara Heilong saja, tapi ia juga dapat merasakan tekanan energi api yang sangat mengerikan dan hawa panas yang menusuk sampai ke dalam kulit seakan-akan ada sebuah matahari di belakang tubuhnya.


“Se—sejak kapan kau ada di tempat ini? Apakah kau juga memiliki kemampuan teleportasi?” seru Raja Api Verde terkejut saat melihat Heilong terbang di belakangnya dengan bantuan Sayap Kaisar Phoenix.


Aura energi api yang sangat kuat langsung memancar dari tangan kanan Heilong dan menyelimuti tinjunya dengan nyala api yang berwarna putih.


...“Tinju Api Unicorn.”...


Heilong menjawab pertanyaan Raja Api Verde dengan sebuah tinju yang dilayangkan langsung ke wajahnya karena ia sudah terlalu malas berbicara setelah mengetahui sifat asli Raja Api Verde yang mirip seperti seekor ular, manis di depan namun menyimpan bahaya yang begitu besar di dalamnya.


Bang ...


Tubuh Raja Api Verde langsung terpental sangat jauh hingga menabrak beberapa pilar penyangga Pagoda Raja Api sebelum akhirnya mendarat di atas ujung jalan setapak yang ada di ruangan ini.


Heilong pun menghentikan serangan lalu berdiri di samping tubuh Raja Api Verde yang tak dapat berdiri kembali padahal hanya menerima satu serangan saja darinya. “Sepertinya kekuatanmu adalah yang terlemah di antara para Raja Api yang lain. Aku jadi kehilangan semangat untuk melanjutkan pertarungan ini.”


“Aku memang diciptakan bukan untuk bertarung, melainkan untuk menyembuhkan makhluk hidup yang ada di seluruh Benua Atlantis ini. Jadi wajar saja jika kemampuan bertarungku lebih lemah dari para Raja Api yang lain karena sebagian besar kekuatan yang aku miliki difokuskukan untuk penyembuhan,” bantah Raja Api Verde yang mencoba berdiri namun tidak mampu. Ia akhirnya hanya bisa duduk di tempat sambil menatap dingin ke arah Heilong.


“Omong kosong! Setiap makhluk hidup harus memiliki kemampuan untuk mempertahankan hidupnya sendiri. Bahkan seorang tabib sekalipun juga tetap harus melakukan hal itu. Sebab, jika mereka sampai mati lalu siapa yang akan menyembuhkan para makhluk hidup. Apakah selamanya kau akan selalu menggantungkan hidupmu para perlindungan seseorang?”


Heilong lalu memutuskan untuk melanjutkan perjalanan setelah memberikan teguran yang sangat keras. Sebab, kehadiran Raja Api Verde sudah tidak lagi memberikan ancaman bagi dirinya. Lagipula racun yang ada di dalam api hijau itu juga tidak semenakutkan tampilannya.


“Tunggu!!” ucap Raja Api Verde kembali menahan Heilong untuk meninggalkan tempat ini.

__ADS_1


Kali ini Heilong hanya berhenti di tempat dan sama sekali tak membalikkan tubuhnya. Mungkin ia sudah merasa muak dengan para Raja Api yang ada di tempat ini karena mereka semua ternyata memiliki sifat yang buruk dan berbanding terbalik dengan gelar yang mereka miliki. Benar saja, sampai kapanpun api tetaplah akan menjadi sebuah api dan tidak akan pernah mungkin bisa berubah menjadi air walaupun sudah dipindahkan ke tempat yang lebih baik.


“Ada apalagi kau menghentikanku? Apakah kau ingin memintaku mengembalikan semua tanaman obat yang telah aku ambil?” tanya Heilong dingin tanpa menatap.


“Aku dengar kau adalah makhluk yang dipilih langsung oleh Sang Pencipta untuk memusnahkan para iblis di muka bumi ini. Lalu apakah Sang Pencipta tidak membekali diriku dengan kekuatan penyembuhan tingkat tinggi yang bisa membuatmu bisa hidup kembali setelah kematian?” tanya Raja Api Verde penasaran karena ia sangat terobsesi dengan teknik penyembuhan.


“Jika aku memiliki kemampuan seperti itu, maka aku tidak akan repot-repot menghabiskan waktuku untuk berkultivasi dan berlatih ilmu beladiri. Aku pasti akan langsung mencari Dark Etheroz dan bertarung dengannya. Tapi, karena aku tidak memiliki kemampuannya seperti itu, maka aku harus menjalani semua proses yang ada untuk dapat melindungi nyawaku.”


Heilong pun langsung melangkahkan kakinya menaiki anak tangga yang menuju ke lantai berikutnya dan sama sekali tak memberikan kesempatan Raja Api Verde untuk bertanya kembali.


**


Planet Dreamland.


Semua Jenderal Iblis yang ada di Planet ini sedang berdiskusi untuk merencanakan serangan besar yang akan mereka lakukan dalam waktu dekat. Dan, yang memimpin diskusi ini adalah Ignis.


Dark Etheroz sepertinya memang sedang menjalani latihan. Sebab, akan sangat mustahil jika ia tidak hadir dalam rapat sepenting ini jika ia berada di sekitar tempat ini.


Selain Ignis, Last, Zed Bailian, Minmei dan Nox. Di tempat ini juga telah hadir dua wajah baru yaitu Nero dan Shen Yu.


“Kapan kita akan kembali menyerang perbatasan keempat Kerajaan Besar itu? Semakin lama kita mengulur waktu, maka bala bantuan dari Planet lain akan semakin bermunculan,” tanya Jenderal Iblis Zed Bailian menatap dingin ke arah Ignis.


“Aku masih harus menunggu persetujuan dari, Raja. Rencana penyerang sebesar ini tidak dapat aku putuskan sendiri karena jumlah prajurit iblis yang akan kita kerahkan tentunya juga tidak akan sedikit.”


Ignis tentu saja bingung menjawab pertanyaan Jenderal Iblis Zen Bailian karena Dark Etheroz sama sekali tidak meninggalkan pesan untuk melakukan serangan besar-besaran setelah mereka berhasil menguasai Benua Tengah.

__ADS_1


Tiba-tiba gelang komunitas yang ada di tangan kanannya bersinar dan memunculkan tulisan yang merupakan perintah langsung dari Dark Etheroz.


__ADS_2