
Heilong akhirnya sampai di lantai ke-enam Pagoda Raja Api setelah menaiki empat puluh anak tangga dan ia sama sekali tidak merasakan adanya ancaman sedikitpun saat melangkahkan kakinya memasuki ruangan ini.
Padahal, ia bisa merasakan aura kehadiran seseorang di sudut ruangan ini yang seharusnya adalah aura milik seorang Raja Api kerena energi elemen api yang terpancar dari tubuh orang itu memiliki tekanan yang cukup kuat.
Kondisi ruangan di lantai ini sangat berbeda dengan ke-lima lantai yang ada di bawahnya dan merupakan lantai yang paling menarik menurut Heilong karena isi dari ruangan adalah sebuah taman yang ditumbuhi berbagai macam tanaman langka termasuk tanaman obat.
Di tengah-tengah ruangan ini adalah sebuah jalan setapak yang memang sepertinya telah disediakan secara khusus agar siapapun yang memasuki ruangan ini tidak merusak tanaman-tanaman yang tumbuh di tempat ini.
Heilong melangkahkan kakinya dengan santai sambil melihat pemandangan yang ada di sekitarnya, mungkin saja ia dapat menemukan tanaman obat yang bisa bermanfaat untuk dirinya.
“Sepertinya apa yang dikatakan Raja Api Giallo memang benar. Aku benar-benar telah lulus dalam ujian ini dan kedua Divine Beast itu pasti juga telah memberitahukan kabar ini pada Raja Api yang menjaga lantai ini karena itu ia sama sekali tidak berani menyerangku saat aku memasuki wilayahnya,” ucap Heilong sambil berjalan santai melanjutkan perjalanannya ke arah tangga yang menuju ke lantai ke-tujuh.
Raja Api yang sejak tadi duduk terdiam di sudut ruangan ini tiba-tiba bergerak dan terbang menuju ke arah Heilong. Ia benar-benar menghadang Heilong di tengah-tengah perjalanannya padahal hanya tinggal dua puluh langkah lagi maka Heilong akan sampai di tangga yang menuju ke lantai ke-tujuh. Ia sepertinya telah terprovokasi dengan ucapan Heilong barusan.
“Siapa yang takut padamu? Aku memang telah mendengar kabar dari Divine Beast Shen Long bahwa kau telah lulus ujian, tapi Divine Beast Shen Long sama sekali tidak mengatakan bahwa kau tidak boleh diserang. Aku sengaja membiarkanmu lewat karena tidak ingin merusak taman yang telah aku buat dengan kedua tanganku sendiri. Asal kau tahu bahwa aku Raja Api Verde tidak pernah takut pada siapapun,” seru Raja Api Verde geram menatap dingin ke arah Heilong sambil mengepalkan tangan kanannya.
“Ternyata aku salah bicara. Maafkan aku jika telah menyinggung anda,” balas Heilong senyum ramah.
__ADS_1
Raja Api Verde menjadi semakin marah karena raut wajah Heilong saat meminta maaf terlihat tidak tulus dan terkesan main-main saja. “Aku tidak dapat memaafkanmu! Kau harus bertarung denganku dulu jika ingin melewati ruang ini. Tidak ada tawar-menawar!”
Heilong memalingkan wajahnya dan menatap ke arah kebun obat yang ada di sisi kanan. “Apakah kau tidak takut akan merusak semua tanaman langka yang ada di sisi jika terjadi pertempuran di antara kita? Jika kita berdua berduel, pastinya akan terjadi beraturan kedua kekuatan yang akan menyebabkan kerusakan.”
“Sebuah pertarungan tidak harus ditentukan dengan adu kekuatan dalam pertarungan antara hidup dan mati untuk menemukan pemenangnya,” balas Raja Api Verde membuat Heilong penasaran.
“Apa maksudmu?” Heilong tentu saja penasaran karena yang dinamakan pertarungan sudah pasti adalah sebuah perkelahian yang terkadang harus mempertaruhkan nyawa. Lalu bagaimana ceritanya ada sebuah pertarungan tanpa adu kekuatan?
Raja Api Verde mengangkat jari telunjuk kanannya dan sebuah api berwarna hijau seketika muncul. Di dalam api itu terdapat jejak energi kehidupan yang seharusnya hanya dimiliki oleh sebagian Ras Phoenix.
“Api milikku ini memiliki kemampuan penyembuhan. Bagaimana kalau kita bertanding untuk menyembuhkan makhluk hidup yang ada di sekitar sini? Tapi, jika kau tidak memeliki kemampuan penyembuhan, kau bisa menolak pertandingan ini dan aku akan menganggapmu mengaku kalah.”
“Apa jawabanmu!! Kau mau menerima tantanganku ini atau kau akan menyerah?” lanjut Raja Api Verde mengulang kembali ucapannya dengan nada sedikit lebih tinggi karena Heilong tak kunjung memberi jawaban.
“Apa yang aku dapatkan jika aku berhasil menang melawanmu?” balas Heilong kembali menatap Raja Api Verde.
Raja Api Verde menggertakan gigi untuk meredam emosinya. “Tentu saja kau akan aku ijinkan melewati ruang ini.”
__ADS_1
“Aku sama sekali tidak membutuhkan ijinmu untuk melewati ruangan ini karena aku sudah mendapatkan ijin dari Divine Beast Shen Long dan Divine Beast Lambda untuk melewati semua lantai yang tersisa dengan bebas karena aku telah berhasil lulus dari ujian yang mereka berikan. Jika kau tidak percaya, mau boleh bertanya sendiri.” Heilong tentu saja tidak mau melakukan pertandingan tanpa hasil karena ia memiliki urusan yang jauh lebih penting.
“Baiklah! Kalau begitu katakan apa yang kau inginkan jika kau berhasil menang. Aku akan berusaha memenuhinya jika mampu.” Raja Api Verde tidak punya cara lain selain mendengarkan permintaan Heilong karena ia sudah tidak sabar untuk mempermalukannya.
Heilong menyeringai seolah-olah pikirannya telah dipenuhi dengan hal-hal yang menyenangkan. “Aku ingin setengah dari semua tanaman obat yang tumbuh di tempat ini.”
“Kau benar-benar gila!! Apakah kau ingin merampokku?” seru Raja Api Verde tak dapat mengendalikan emosinya lagi.
**
Sementara itu, Divine Beast Shen Long dan Divine Beast Lambda yang telah selesai membuat dua buah formasi sihir besar menjadi sedikit curiga kenapa Heilong belum juga sampai ke tempat ini padahal ia seharusnya sudah tidak akan mendapatkan halangan lagi selama menaiki Pagoda Raja Api.
Mereka berdua pun akhirnya memeriksa apa yang terjadi di setiap lantai Pagoda Raja Api melalui cermin pusaka yang ada di tempat itu dan melihat bahwa Heilong sedang berdebat dengan Raja Api Verde.
“Verde sepertinya sedang mencari masalah. Ia tidak tahu bahwa Heilong menguasai teknik penyembuhan yang dimiliki Divine Beast Aurora,” Divine Beast Lambda menggelengkan kepalanya sambil menghela nafas panjang saat melihat ke dalam cermin.
“Biarkan saja bocah itu sekali-kali menerima pelajaran karena selama berada di dalam Pagoda Raja Api ini memang belum pernah ada Raja Api yang bisa menandingi kemampuan penyembuhan yang ia miliki. Jika ia dikalahkan Heilong mungkin ia akan sadar bahwa kemampuan penyembuhan yang ia miliki bukanlah hal yang sempurna dan sama sekali tidak memiliki lawan.”
__ADS_1
Divine Beast Shen Long sepertinya sudah menahan kekesalan pada Raja Api Verde sejak lama. Namun, ia tidak bisa berbuat banyak karena takut akan menjatuhkan mentalnya.