
Chariva dan para pasukannya segera memasuki kota Kerajaan Siluman Serigala Bulan.
Setelah melewati pintu gerbang, mereka melihat ada sebuah formasi pelindung khusus yang sangat kuat. Dan, permukaan luar formasi itu bagaikan sebuah cermin yang dapat memantulkan benda apapun.
Casbah dan Chariva segera menggabungkan kekuatannya untuk menghancurkan formasi pelindung itu setelah Liu Yin gagal menghancurkan formasi pelindung itu dalam percobaan pertamanya dengan menggunakan jurus pedang.
Akan tetapi, pemandangan pertama yang menyambut mereka berdua setelah berhasil menghancurkan formasi pelindung itu, ternyata sangat mengejutkan.
Kota Kerajaan Siluman Serigala Bulan seperti sebuah kota mati. Dan ada seekor mayat serigala bulan yang digantung di bagian tengah kota.
Casbah segera membawa Chariva mendekati mayat serigala bulan itu hanya dalam satu kedipan mata saja.
Mereka berdua akhirnya bisa melihat setiap bagian tubuh serigala bulan itu dengan sangat jelas. Di kepala mayat itu ada sebuah mahkota yang sangat familiar di mata Chariva, mahkota itu adalah mahkota milik Raja Siluman Serigala Bulan yang terdahulu.
Chariva akhirnya tahu jika mayat yang ada di depannya ada mayat dari Raja Siluman Serigala Bulan yang baru. Dan, semua yang dia lihat di dalam pikiran Yin Lang dan Jin Lang berarti palsu.
“Siapa yang memiliki kemampuan untuk menciptakan sebuah formasi pelindung yang dilengkapi dengan Ilusi sekuat ini. Apakah ini juga perbuatannya?” gumam Chariva lirih berpikir keras mencari tahu siapa sebenarnya dalang di balik semua kejadian ini.
“Siapa lagi kalau bukan dia.” Casbah lalu menunjuk ke suatu area tertentu. “Lihatlah!! Di sekitar perbatasan formasi pelindung ini, masih tersisa sedikit hawa iblis. Jadi pelaku utama di balik semua ini harusnya berasal dari Bangsa Iblis. Dan Jenderal Iblis yang memiliki kemampuan yang sangat tinggi dalam teknik formasi dan Ilusi hanyalah Jenderal Iblis Bai Long.”
Chariva menganggukkan kepalanya menanggapi ucapan ucapan Casbah. Dia lalu kembali ke tempat para prajuritnya dan memerintahkan mereka semua untuk membuat pemakaman yang layak bagi semua siluman serigala bulan yang mati di tempat ini.
Chariva dan Casbah lalu pergi ke bagian dalam istana dengan ditemani ke-dua Jenderal yang sejak tadi selalu menjaga dirinya. Sambil menunggu kedatangan Heilong.
Sedangkan ke-empat Jenderal yang lain, bertugas mengawasi para prajurit yang sedang melakukan prosesi pemakaman. Takutnya bangsa iblis akan melakukan serangan tiba-tiba ke tempat ini.
**
__ADS_1
Istana Kristal Ungu. Tanah Ungu.
“Boom … Boom …”
Sementara itu, suara dentuman yang sangat keras terdengar di bagian belakang Istana Kristal Ungu. Tepatnya, di gunung yang ada di halaman belakang istana. Gunung itu masih termasuk bagian dari Istana Kristal Ungu karena terdapat di dalam bagian gerbang istana.
Ledakan ini membuat seluruh bagian istana menjadi bergetar. Bahkan daratan dengan radius 10 km di sekitar istana juga ikut bergetar.
Suara ini membuat semua siluman Tanah Ungu menjadi panik karena ada sebuah legenda yang menceritakan jika di dalam Istana Kristal Ungu terdapat seekor monster iblis yang sangat kuat dan kejam.
Sesaat kemudian, ada sebuah cahaya berwarna hitam pekat muncul dari Istana Kristal Ungu dan meluncur lurus ke menembus langit bagaikan seekor naga.
Langit yang ada di atas Tanah Ungu mulai menunjukkan tanda-tanda kerusakan lalu terbelah dan meninggalkan sebuah lubang hitam yang cukup besar di langit.
Suara dentuman yang berasal dari Istana Kristal Ungu menjadi semakin sering dan kuat. Hal ini membuat seluruh daratan Tanah Ungu dilanda gempa bumi yang sangat dahsyat.
Para raja menguasai beberapa kerajaan di Tanah Ungu tidak tinggal diam. Mereka semua lalu berkumpul dan bergegas terbang mendekati Istana Kristal Ungu untuk mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi di dalam istana yang seharusnya sudah lama disegel dan tidak berpenghuni itu.
Kerjasama beberapa Kerajaan kecil itu sangat kuat dan sebanding dengan kekuatan sebuah kerajaan besar. Jadi beberapa kerajaan besar yang berkuasa di wilayah sekitar mereka tidak berani mengusik Tanah Ungu.
Apalagi keadaan geografis Tanah Ungu yang selalu tertutup salju dan bersuhu sangat dingin menyulitkan seseorang bergerak dengan bebas jika mereka tidak terbiasa tinggal di tempat ini.
Di atas puncak sebuah gunung yang ada di belakang Istana Kristal Ungu, Seorang pria dengan tubuh setengah naga dengan sisik naga berwarna perak, sedang duduk bermeditasi dan memusatkan seluruh konsentrasinya ke dalam dantian dan semua titik-titik meridian yang ada di tubuhnya.
Aura energi kegelapan yang sangat kuat meluap-luap dari tubuhnya dan membumbung ke langit bagaikan kobaran api yang tersapu angin. Hawa iblis yang sangat pekat juga menyelimuti tubuhnya seperti sebuah kabut.
Pria ini adalah Jenderal Iblis Bai Long.
__ADS_1
Saat ini tingkat kultivasinya berada di Grand Emperor tingkat delapan. Akan tetapi dia tidak mampu membunuh Heilong yang berada di lapis Grand Emperor tingkat ke tujuh.
Setelah pertarungannya dengan Heilong, dia merasakan bahwa tingkat kultivasinya akan kembali mengalami terobosan ke puncak Grand Emperor, yang seharusnya menjadi puncak kultivasi dari makhluk yang ada di dunia tengah.
Karena itu dia bermeditasi dengan keras di atas sebuah puncak gunung setelah memulihkan tubuhnya dari semua luka yang dia dapat dalam duel melawan Heilong.
Suara ledakan yang muncul di Tanah Ungu ini juga berasal dari usaha Jenderal Iblis Bai Long dalam terobosannya. Dan hanya tinggal selangkah lagi maka terobosannya akan berhasil, yaitu menunggu pembaptisan cahaya dari langit setelah dia berhasil membelah langit dengan aura kekuatannya.
**
Para Raja yang sampai di sekitar puncak gunung itu langsung terkejut saat melihat ada sesosok makhluk yang diselimuti dengan energi kegelapan dan hawa iblis yang sangat pekat.
Mereka semua tidak bisa melihat sosok itu dengan jelas karena terhalang oleh kabut berwarna hitam pekat yang ada di sekitar tubuh makhluk itu. Tapi, mereka sangat yakin jika makhluk itu adalah seorang iblis yang sangat kuat.
“Kalian semua mundur sejauh seratus meter. Biarkan kami para raja yang menghadapi makhluk itu.”
Salah seorang Raja menginstruksikan pada para prajurit yang ikut bersama mereka untuk menjauh karena tingkat kultivasi yang mereka miliki tidak terlalu tinggi. Takutnya mereka semua akan mati jika makhluk yang ada di dalam kabut itu menyerang.
Kerajaan akan mengalami kerugian yang sangat besar dan penurunan kekuatan pertahanan jika para prajurit itu mati di tempat ini.
Setelah para prajurit itu menjauh. Para raja mulai berdiskusi.
“Mari kita gunakan seluruh kekuatan kita untuk menggagalkan terobosan iblis itu dan mencegahnya menjadi seekor monster yang ada di dalam legenda. Aku akan juga akan membantu kalian dengan kekuatan sihir terbaikku,” seru Lin Wei yang merupakan raja dari kerajaan elang es.
“Baiklah, aku juga akan mengungkap kekuatan kapak es ku ini untuk membunuh iblis itu.” Hao Lin sang Raja Beruang Es juga ikut berseru sambil mengangkat senjatanya.
“Aku juga akan menggunakan pedang esku untuk membantu.” Feng Xiao sang Raja Serigala Es juga ikut bergabung.
__ADS_1
Ketiganya raja itu langsung menggunakan jurus terkuat masing-masing dan mengarahkan serangan mereka ke satu titik. Yaitu, ke arah iblis yang sedang bermeditasi di puncak gunung.
Kilauan cahaya yang memancar dari gerakan pedang dan kapak milik Feng Xiao dan Hao Lin langsung menghiasi langit dan membuat kabut berwarna hitam yang menghiasi langit sedikit memudar.