
Setelah berjalan kurang lebih lima ratus meter, mereka bertiga akhirnya sampai di sebuah lapangan yang sangat luas. Letak lapangan ini tepat berada di dekat pintu gerbang Istana bagian belakang.
Di atas lapangan itu, telah dibangun sebuah ring yang biasanya digunakan untuk tempat bertarung gulat. Tapi, ukuran Ring ini sepuluh kali lebih besar dari Ring yang biasanya dilihat Heilong saat dia menonton pertandingan gulat di TV sewaktu dia masih hidup di Bumi.
“Apakah kita akan bertarung di sini?” tanya Heilong saat berhenti di depan ring itu.
“Tentu saja. Untuk apa aku susah menyuruh Putriku untuk menyiapkan sebuah ring di sini, jika tidak kita gunakan untuk bertarung.” Raja Singa Bulu Emas kemudian melompat ke atas ring dan berseru pada Heilong. “Ayo cepat naik! Bukankah kamu tadi ingin bertarung denganku? Ini adalah saat yang paling tepat untuk menguji seberapa kuat jurus-jurus pedang yang kamu miliki.”
Heilong langsung melompat ke atas Ring setelah mendengar tantangan dari Raja Singa Bulu Emas. Dia kemudian mengeluarkan Pedang Penguasa Laut di tangan kanannya karena hanya jurus-jurus pedang elemen air saja yang memiliki tekanan yang sangat kuat.
“Kalau begitu, aku akan menjadi wasit di pertarungan ini,” ucap Mao Shizi dari luar Ring setelah melihat Ayahnya dan juga Heilong naik ke atas Ring.
“Apakah anda benar-benar yakin mengijinkan aku bertarung dengan menggunakan Pedang? Atau anda mau mengambil sebuah senjata agar pertarungan kita menjadi seimbang,” tanya Heilong ragu karena dia merasa sedikit tidak adil jika melawan Raja Singa Bulu Emas yang bertarung dengan tangan kosong.
Raja Singa Bulu Emas mengepalkan kedua tangannya dan menunjukkan pada Heilong. “Dengan anak muda! Aku adalah seorang pegulat, jadi senjataku adalah kedua tanganku ini. Jangan pernah berpikir ini adalah sebuah pertarungan yang tidak adil karena aku juga menggunakan senjata, meskipun senjataku itu adalah fisikku sendiri. Sebab aku percaya bahwa senjata buatan makhluk hidup, tidak akan bisa mengalahkan senjata buatan Sang Pencipta.”
Heilong tersenyum karena kagum dengan sikap Raja Singa Bulu Emas yang sangat percaya diri. “Kalau begitu, aku tidak akan menahan diri lagi. Aku akan menggunakan jurus-jurus terbaik yang aku miliki untuk melawan anda agar anda tidak merasa bahwa aku telah meremehkan anda.”
“Baik. Majulah Semarang! Tunjukkan padaku seberapa kuat jurus-jurus pedang yang kau miliki,” seru Raja Singa Bulu Emas.
Heilong segera memasukkan energi air miliknya ke dalam Pedang Penguasa Laut dan menggerakkan pedang pusaka itu ke depan tubuhnya dengan posisi horizontal.
Heilong kemudian melakukan gerakan berputar agar tekanan dari jurus pedang elemen air miliknya menjadi semakin kuat. Lalu dia menebaskan pedangnya ke arah Raja Singa Bulu Emas setelah mendapatkan momentum yang sangat tepat.
...“Teknik Sembilan Pedang Air - Tebasan Ombak Pantai Selatan.”...
Ombak yang sangat besar tiba-tiba muncul dari pedang pusaka milik Heilong dan bergerak lurus ke arah Raja Singa Bulu Emas.
Raja Singa emas sedikit menyipitkan matanya saat melihat ombak itu. “Ini adalah jurus elemen air. Sepertinya dia adalah orang yang paling tepat untuk melawan Raja Banteng Api karena api memang lemah terhadap air. Tapi, aku adalah pengguna elemen tanah. Jadi aku tidak akan mudah dikalahkan oleh air.”
Raja Singa Bulu Emas segera menggerakkan kedua tangannya yang telah dipenuhi dengan energi tanah ke depan, untuk menahan ombak yang sangat besar itu.
__ADS_1
“Bendungan Samudra Pasifik.”
Energi tanah yang memancar dari kedua tangan Raja Singa Bulu Emas, segera memadat dan membentuk sebuah bendungan yang sangat besar dan kokoh. Bendungan ini seakan-akan mampu menahan ombak samudra yang berukuran raksasa.
“Boom …”
Ombak dari jurus pedang Heilong akhirnya menghantam bendungan itu dan menimbulkan suara benturan yang sangat keras. Namun bendungan itu tidak bergeming sedikitpun dan berdiri dengan kokoh seperti sebuah gunung.
“Inikah kekuatan dari elemen tanah yang sebenarnya. Pantas saja Divine Beast Genbu pernah mengatakan padaku bahwa elemen tanah adalah elemen pertahanan terkuat. Bahkan kekuatannya bisa melebihi jurus-jurus pertahanan elemen es yang aku miliki karena sejatinya elemen es itu lebih difokuskan untuk menghentikan pergerakan lawan,” gumam Heilong dalam hati.
Heilong kemudian memasang kembali kuda-kudanya dan bersiap untuk melakukan serangan yang kedua sebelum efek dari jurus pertamanya itu menghilang.
...“Teknik Sembilan Pedang air - Tarian Air Mengguncang Benua.”...
Ratusan ombak langsung muncul dan bergerak untuk menyerang bendungan buatan Raja Singa Bulu Emas, saat Heilong mengayunkan pedangnya.
“Boom … Boom … Boom …”
Ombak-ombak itu langsung menghantam bendungan buatan Raja Singa Bulu Emas tanpa ampun dan membuat bendungan itu mengalami banyak keretakan.
Raja Singa Bulu Emas kemudian melakukan gerakan mencengkram, seketika energi elemen tanah yang berada di sekitar tempat ini langsung berkumpul dan memperbaiki retakan-retakan yang ada di bendungan itu.
“Ternyata kau mau memperbaiki retakan-retakan yang ada di bendungan itu. Tidak akan aku biarkan hal itu terjadi.”
Heilong segera memasukkan energi air dalam jumlah besar ke dalam Pedang Penguasa Laut, lalu kembali memasang kuda-kuda dan melakukan gerakan dari jurus elemen pedang elemen air miliknya.
...“Teknik Sembilan Pedang Air - Ombak Lautan Menembus Badai.”...
“Boom …”
Gelombang Tsunami raksasa langsung muncul dan menghantam bendungan itu dengan sangat kuat, saat Heilong mengayunkan Pedang Penguasa Laut ke depan.
__ADS_1
Bendungan raksasa itu akhirnya hancur setelah diterjang Ombak Tsunami yang muncul dari jurus pedang Heilong. Sebab, Raja Singa Bulu Emas belum selesai memperbaiki retakan-retakan yang ada di permukaan bendungan itu.
Ombak Tsunami itu sekarang bergerak menuju ke tempat Raja Singa Bulu Emas yang berdiri tanpa ada pertahanan, setelah bendungan yang melindungi tubuhnya berhasil dihancurkan Heilong.
“Aku tidak akan kalah hanya dengan serangan jurus pedang air seperti itu. Serangan itu masih terlalu lambat untuk bisa menyentuh tubuhku.”
Raja Singa Bulu Emas segera menutupi seluruh tubuhnya dengan energi elemen tanah dan melakukan gerakan membungkukkan seperti seekor singa yang siap menerkam mangsanya.
“Singa Emas Menembus Pasir.”
Ombak Tsunami itu akhirnya sampai ke tempat Raja Singa Bulu Emas dan menerjang tubuhnya. Tapi, tidak ada seorangpun yang melihat bahwa Raja Singa Bulu Emas sudah tidak ada di tempatnya lagi ketika ombak Tsunami itu bergerak menyerangnya.
“Akhirnya aku berhasil mengalahkan Raja Singa Bulu Emas itu dengan jurus-jurus pedang milikku. Sepertinya cara ini juga akan berhasil jika aku gunakan untuk melawan Raja Banteng Api,” ucap Heilong sambil mengamati tempat Raja Singa Bulu Emas terakhir berdiri.
“Siapa yang bilang bahwa kau telah mengalahkanku? Apakah Putriku yang menjadi wasit dalam pertarungan ini, sudah mengumumkan kemenanganmu.”
Tiba-tiba suara Raja Singa Bulu Emas muncul dari arah belakang.
Heilong segera berbalik untuk memastikan yang berbicara itu adalah benar-benar Raja Singa Bulu Emas. Namun …
“Teknik Meteor Menghantam Bulan.”
Raja Singa Bulu Emas segera bergerak maju dan mencengkram leher Heilong begitu dia membalikkan tubuhnya untuk melihat siapa yang sedang berdiri di belakang tubuhnya. Dia kemudian melompat sambil membawa Heilong dan melemparkan tubuh Heilong ke tanah setelah melompat setinggi dua puluh meter.
“Boom …”
Tubuh Heilong meluncur dengan sangat cepat ke tanah seperti sebuah meteor dan menabrak Ring dengan sangat keras hingga meninggalkan suara ledakan.
Ring tempat pertarungan mereka berdua menjadi hancur.
*****
__ADS_1
Jika jumlah komen tembus 1k, maka besok aku tambahin jumlah updatenya. Bebas komen apapun asal bisa muncul, tidak ada batas kata.
Terimakasih 🙏.