
Semua tulisan yang muncul dari gelang komunikasi itu hanya bisa dibaca oleh Ignis. Sebab, dibutuhkan sebuah mantera khusus untuk menyusun setiap huruf yang muncul hingga membentuk sebuah kata-kata.
Para Jenderal Iblis yang hadir di tempat ini menjadi penasaran saat melihat ekspresi Ignis yang terus berubah-ubah setiap kali berhasil menyusun sebuah kalimat.
Beberapa dari mereka mulai tidak sabar dan saling berbisik satu sama lain. Namun, Jenderal Iblis Zed Bailian langsung meminta mereka semua untuk diam karena takut akan menganggu konsentrasi Ignis.
Mereka semua pun langsung terdiam dan tak ada yang berani membantah saat mendapat teguran dari Jenderal Iblis Zed Bailian karena ia memang Jenderal Iblis terkuat di tempat ini. Bahkan Ignis pun tidak akan mampu melawan kekuatan miliknya. Jika saja Ignis tidak mendapat perlindungan dari Dark Etheroz, mungkin saja posisi yang dimiliki Ignis sudah lama tergantikan.
Sedangkan Nero yang merupakan saudara kandung Dark Etheroz, sama sekali tak berniat ikut campur dengan urusan para Jenderal Iblis itu karena ia menganggap bahwa statusnya lebih tinggi dari semua iblis yang ada di tempat ini.
Ia duduk sambil minum teh di sebuah meja yang letaknya bersebelahan dengan meja para Jenderal Iblis melakukan diskusi. Tentunya, Shen Yu juga ada bersama dengan Nero karena Shen Yu juga bukan merupakan bagian dari Jenderal Iblis.
Akan tetapi, Shen Yu yang sekarang telah berubah seratus delapan puluh derajat jika dibandingkan saat ia masih tinggal di Klan Naga Es, Benua Timur. Sejak ia pergi mengikuti Long Bai yang diculik Dark Etheroz ke Markas Kerajaan Iblis, semua ingatannya telah dihilangkan dan digantikan dengan ingatan palsu yang menyatakan bahwa dirinya adalah seorang iblis yang berasal dari Ras Naga Kegelapan.
Kedua mata Shen Yu berwarna hitam pekat dan tatapannya kosong seolah-olah tak memiliki tujuan. Di kepalanya juga ada sepasang tanduk naga yang memperkuat identitasnya sebagai seekor naga walaupun ia hanya bertubuh manusia setengah naga.
Aura energi yang memancar dari tubuhnya juga tidak kalah kuat jika dibandingkan dengan para Jenderal Iblis karena Dark Etheroz telah memasukkan sebagian inti darah naga miliknya ke tubuh Shen Yu saat ia mencuci pikirannya.
“Hei, gadis kecil. Jika kau diperintahkan untuk menyerang, maka wilayah mana yang akan kau hancurkan lebih dulu?” Nero yang sudah mulai bosan, akhirnya membuka obrolan dengan Shen Yu sambil meminum secangkir teh yang sudah berada di depan mulutnya.
“Tentu saja aku akan menghancurkan wilayah Benua Timur lebih dulu.” Shen Yu menjawab sangat cepat tanpa berpikir seolah-olah ia memiliki dendam yang amat dalam para wilayah Benua Timur Planet Dreamland.
Nero segera meletakkan cangkir teh yang ada di tangannya dan terlihat cukup antusias dengan jawaban Shen Yu. Ia lalu menatap kedua mata Shen Yu walaupun ia tidak dapat menemukan jejak perasaan apapun dari kedua mata yang seolah-olah bagian dari kegelapan.
“Apakah kau memiliki sebuah alasan khusus? Jika mendengar dari jawabanmu barusan, sepertinya kau menyimpan sebuah kebencian yang amat dalam dengan wilayah Benua Timur,” lanjut Nero bertanya karena ia sempat melihat jejak hawa membunuh yang memancar dari tubuh Shen Yu saat menjawab pertanyaannya. Walaupun kejadian itu hanya berlangsung kurang dari satu nafas.
__ADS_1
Shen Yu menggelengkan kepalanya. “Aku juga tidak tahu alasannya karena sebagian besar ingatanku telah menghilang saat aku dibangkitkan kembali. Aku hanya merasa bahwa tujuan kelahiranku hanyalah untuk menghancurkan Benua itu ini dan semua makhluk hidup yang ada di sana.”
“Sangat menarik, Sebenarnya aku juga ingin menyerang wilayah itu. Jika Dark Etheroz memerintahkanku untuk menyerang wilayah lain, maka aku akan menyerang wilayah ke Benua Timur itu terlebih dahulu sebelum aku menjalankan tugasku,” bahas Nero terlihat misterius dan suara sedingin es. Niat membunuh juga terlihat di mata Nero jika ada seseorang yang memperhatikan kedua matanya.
“Sepertinya kau juga memiliki masalah dengan Benua Timur. Atau … Jangan-jangan ada seseorang yang sedang kau incar dan orang itu kebetulan juga berada di sana.” balas Shen Yu datar.
“Hanya sebuah bunga yang mencoba melarikan diri dari genggaman tanganku. Tapi, dia tidak akan bisa melakukan hal itu karena jika aku tidak bisa memilikinya, maka aku akan menghancurkannya agar tidak ada siapapun yang bisa merusak bunga milikku,” ucap Nero sambil mengepalkan tangannya meredam amarah yang tiba-tiba meledak.
Shen Yu tersenyum seolah-olah mendengar sesuatu yang lucu. “Apakah yang kau maksud dengan bunga adalah Gadis Unicorn itu? Sepertinya Benua Timur dijaga oleh wanita itu dan wanita itu juga berasal dari tempat yang sama denganmu.”
Setiap orang yang hadir di tempat ini telah diberitahu oleh Ignis tentang siapa saja yang menjaga masing-masing Benua yang tersisa, termasuk pasukan bala bantuan yang tiba-tiba muncul dalam beberapa minggu terakhir untuk membantu mengamankan wilayah itu.
Tentu saja Shen Yu bisa langsung menebak bahwa yang orang yang dimaksud Nero adalah Bianca karena hanya dia saja yang berasal dari tempat yang sama dengan Nero. Sebab, jika tidak pernah berjumpa, bagaimana mungkin ada masa lalu?
Shen Yu langsung membuang muka dan tidak menanggapi pandang Nero. “Aku sama sekali tidak tertari! Kau seharusnya tidak lupa bahwa identitas dari orang yang menjaga masing-masing Benua yang tersisa sudah bukan menjadi rahasia umum lagi.”
“Kalian semua cepat berbaris di depanku!!” Ignis akhirnya berhasil membaca semua perintah yang diberikan Dark Etheroz dan meminta semua orang untuk berkumpul karena ia akan mulai membagi tugas.
Tidak butuh waktu yang lama, mereka semua telah berbaris di depan Ignis termasuk Nero dan juga Shen Yu. Sebab, mereka juga penasaran dengan apa isi dari perintah itu walaupun sebagian besar dari mereka sangat mengharapkan bahwa isi dari perintah itu adalah perintah untuk menyerang secara besar-besaran.
“Dengarkan aku baik-baik!! Raja Iblis telah memberikan perintah agar kita menyerang ke-empat Benua yang tersisa dan memusnahkan semua kehidupan yang ada di sana karena batas waktu yang diberikan Sang Raja telah habis,” seru Ignis dengan suara lantang dan disambut gembira oleh semua orang.
“Aku akan mulai membagi tugas,” lanjut Ignis.
“Minmei dan Last, kalian berdua pergi menyerang ke Benua Utara karena kalian berdua sudah cukup familiar dengan medan yang ada di sana.”
__ADS_1
“Siap, Patriack!” jawab Minmei dan Last bersamaan.
“Jenderal Zed Bailian, anda pergi menyerang wilayah Benua Barat seorang diri karena kekuatan yang anda miliki lebih kuat dari kita semua dan penjaga yang ada di Benua itu juga tidak terlalu kuat,” seru Ignis dengan nada sopan, namun ia seperti menyembunyikan sesuatu karena pandangan tiba-tiba berubah.
“Tidak masalah!” jawab Jenderal Iblis Zed Bailian singkat dengan nada yang sedikit sombong.
Ignis lalu menatap seorang iblis yang memiliki ukuran tubuh yang paling besar. “Nox, kau akan pergi bersama dengaku menyerang wilayah Benua Selatan.”
“Siap, Patriack!” jawab Nox sambil memberi hormat.
“Dan yang terakhir, kalian berdua pergi menyerang Benua Timur,” seru Ignis pada Shen Yu dan Nero.
“Sesuai dengan apa yang aku inginkan. Kau jangan khawatir, aku pasti akan menghancurkan Benua itu.” Kedua mata Nero berapi-api penuh semangat.
Sedangkan Shen Yu hanya menjawab dengan kata “Ya” sambil menganggukkan kepala.
Mereka semua langsung meninggalkan tempat ini dan pergi menjalankan tugas masing-masing sambil membawa sebagian besar Prajurit Iblis untuk melakukan penyerangan besar-besaran.
**
Benua Atlantis.
Heilong akhirnya sampai di lantai ke-tujuh Pagoda Raja Api. Ia sama sekali tidak menemukan tanda-tanda kehidupan di tempat mirip seperti saat ia menginjakkan kakinya di lantai ke-tiga Pagoda Raja Api.
Namun, dekorasi ruang ini sangat menarik perhatiannya dan membuatnya terkejut. Ia bisa menebak bahwa penjaga ruangan ini adalah Bianca hanya dengan melihat isi dari ruangan ini.
__ADS_1