LEGENDA DEWA PEDANG S2

LEGENDA DEWA PEDANG S2
V4 # CH 105 MENUNGGU


__ADS_3

Bunga Teratai Asal Kehidupan langsung terbang ke atas kepala jiwa Heilong dengan ketinggian sekitar satu meter.


Bunga yang sangat langka itu terus terbang berputar-putar di atas kepala jiwa Heilong sambil menyerap kekuatan langit dan bumi serta energi alam yang sangat kaya di tempat ini ke dalam kuncupnya yang belum mekar.


Heilong mendongak ke atas karena merasakan energi alam yang ada di tempat ini mulai berkurang dengan cepat meskipun masih tetap melimpah dan tidak akan pernah mengering. Sebab, sumber energi alam yang ada di tempat ini jauh lebih besar daripada kemampuan penyerapan yang dimiliki kuncup bunga teratai asal kehidupan.


Sesaat kemudian …


Divine Beast Aurora menunjuk bunga teratai itu dengan jari telunjuk kanannya lalu mengerakkan agar bunga itu berputar ke arah bawah.


Serpihan cahaya yang tersimpan di dalam kuncup bunga teratai asal kehidupan, seketika itu juga langsung tumpah menghujani jiwa Heilong seperti secangkir kopi yang dituang ke dalam gelas.


Energi kehidupan yang sangat kaya dari serpihan cahaya ini membuat benang aura roh emas yang telah terputus dari tubuhnya, mulai bergerak kembali dari dalam jiwanya menuju ke kedua tubuh yang ada di dekatnya lalu mengikat mereka berdua dengan erat.


Sekarang, jiwa Heilong sudah terhubung dengan tubuh aslinya dan juga tubuh Long Bai. Dia bisa merasakan dunia jiwa yang ada di dalam kedua tubuh itu mulai bergolak dengan hebat dan berada di ambang kehancuran.


Heilong tidak bisa menebak apa yang akan terjadi dengan kedua Dunia Jiwa yang ada di dalam kedua tubuh ini. Tapi dia percaya jika Dunia Jiwa itu akan menjadi jauh lebih baik setelah proses penyatuan tubuh ini.


“Jika digunakan secara terbalik, Bunga Teratai Asal Kehidupan ini ternyata memiliki kekuatan untuk menyatukan antara jiwa dan tubuh. Aku baru tahu fungsi lain dari tanaman langka ini, padahal saat masih berada di Alam Dewa, aku hampir menghabiskan semua waktuku untuk meneliti bunga yang sangat eksotik ini.” Li Zen bergumam dalam hati sambil mempelajari setiap gerakan yang dilakukan Divine Beast Aurora untuk menyatukan Jiwa Heilong dengan tubuhnya.


Di samping Li Zen juga ada Dao Xue Lian, Gremlin, Galene dan semua pedang pusaka yang di simpan Heilong di dalam dunia jiwanya. Mereka semua dipaksa keluar dari dunia jiwa itu karena Dunia Jiwa itu terikat dengan tubuh. tidak seperti dantian dan Dunia Pikiran yang terikat dengan jiwa.


Saat penyatuan kedua tubuh ini dengan jiwa Heilong, perubahan yang sangat besar pasti akan terjadi di dalam Dunia Jiwanya. Takutnya hal ini akan berdampak buruk dengan makhluk yang tinggal di dalam Dunia Jiwa Long Bai. Jadi Divine Beast Aurora terpaksa menggunakan kekuatannya untuk mengusir mereka keluar agar tidak terjadi kerugian yang terlalu besar.


Divine Beast Aurora kemudian membuat gerakan segel tangan baru lalu mengerakkan kedua tangan menunjuk ke kedua tubuh yang ada di kanan dan kiri jiwa Heilong.


Kedua tubuh itu mulai bergerak secara perlahan mendekati jiwa Heilong sejalan dengan arah gerakan kedua tangan Divine Beast Aurora.


Saat kedua tubuh itu berada dengan jarak yang sangat dekat dengan jiwa Heilong, Divine Beast Aurora langsung mengaktifkan formasi sihir yang ada di bawah kaki Heilong.


Formasi sihir itu langsung mengubah ukuran Bunga Teratai Asal Kehidupan yang tadinya hanya berukuran sekitar lima puluh centimeter menjadi dua meter. Lalu bergerak turun dan menelan Jiwa Heilong beserta kedua tubuh yang ada di dekatnya.

__ADS_1


Divine Beast Aurora lalu menggambar beberapa simbol sihir di sekitar kuncup Bunga Teratai Asal Kehidupan. Setelah itu dia bergerak sedikit menjauh dan hanya menunggu.


“Berapa lama kira-kira Heilong akan menyelesaikan proses penyatuan tubuh ini?” tanya Li Zen melirik Divine Beast Aurora.


“Seharusnya tidak akan lama, mungkin beberapa jam lagi proses ini akan selesai. Tapi kau tidak perlu cemas karena proses ini tidak akan gagal. Proses ini hanya seperti saat seekor ulat yang tidur di dalam kepompong saat akan berubah menjadi kupu-kupu. Sama sekali tidak ada bahaya, dia hanya tidur di dalam kuncup bunga teratai asal kehidupan dan memanfaatkan hukum ruang dan waktu yang tersimpan di dalam kuncup itu selama penyatuan tubuh dan jiwa ini.”


Mereka semua menjadi jauh lebih tenang setelah mendengar penjelasan Divine Beast Aurora tentang seluruh proses penyatuan tubuh ini.


**


Pegunungan Api Langit. Benua Atlantis.


Sementara itu itu di tempat yang berbeda, yaitu salah satu tempat terpanas di Benua Atlantis.


Xin Ye sedang bertarung dengan seekor Naga Api Raksasa yang memiliki tiga kepala. Masing-masing kepala Naga ini menyemburkan api yang berbeda.


Kepala yang kanan menyeburkan api yang sangat panas dan membuat benda apapun yang tersentuh akan langsung berubah menjadi abu.


Sedangkan kepala yang tengah yaitu kepala yang paling kuat, memiliki kemampuan untuk menyemburkan api yang mengandung kekuatan elemen cahaya. Api ini akan sangat mematikan jika orang yang diserang api ini adalah kultivator elemen kegelapan seperti Xin Ye.


Sudah hampir satu minggu Xin Ye berada di tempat ini untuk melakukan ujian kelulusan yang diberikan Divine Beast Lambda. Dia terlihat sedikit kelelahan dan cadangan Qi yang ada di dalam dantiannya juga sudah mulai menipis.


Selama masa ujian ini. Divine Beast Lambda selalu mengamati Xin Ye dari langit dan memberikan arahan beberapa jurus agar bisa dipraktekkan Xin Ye secara langsung dalam sebuah pertarungan. Selain itu, dia juga bisa langsung turun tangan dan menolong Xin Ye jika terjadi hal-hal yang berada di luar perkiraannya.


Saat ini Xin Ye sedang terduduk di atas tanah sambil berpegangan pada tongkat yang ada di tangan kanannya. Dia berusaha mengatur kembali nafasnya sambil mengisi cadangan Qi yang ada di dalam Dantiannya.


“Xin Ye, sepertinya kau harus segera menyelesaikan ujianmu ini karena tanah airmu sedang membutuhkan kekuatanmu. Para Iblis yang ada di Planet Dreamland sudah berhasil menguasai Benua Tengah dan sedang melakukan serangan besar-besaran ke empat Benua yang lain.”


Di Planet Dreamland, hanya pertahanan Benua Barat saja yang memiliki kekuatan yang paling lemah karena hanya dijaga oleh Xin Feng. Sebab Xin Wu yang seharusnya membantu Xin Feng menjaga Benua Barat ini telah berhasil dibunuh oleh Jenderal Iblis Zed Bailian.


Sedangkan untuk Benua yang lainnya memiliki kekuatan yang cukup stabil karena dijaga minimal dua orang dengan tingkat kultivasi yang tinggi.

__ADS_1


Di Benua utara dengan pertahanan yang paling kuat dijaga oleh Xuan Wu, Xuan De dan Xue Xian Hou serta para murid dari Sekte Giok Salju.


Di Benua Timur dijaga oleh Long Jin dan Long Bao serta semua anggota Klan Naga Langit.


Sedangkan di selatan dijaga oleh Feng Cheng dan Feng Tzuyu yang telah menerima warisan Divine Beast Suzaku. Di sini tidak ada Klan atau Sekte yang cukup menonjol jadi semua penjaga di Benua ini diserahkan sepenuhnya pada pihak Kerajaan sama seperti Benua Barat.


Semangat dan tekad Xin Ye seketika itu langsung bangkit kembali saat mendengar Benua Barat sedang dalam bahaya. Meskipun dia berada di sana hanya karena kecelakaan, tapi tubuh yang dia tempati saat ini benar-benar lahir di Benua Barat dan memiliki seorang ayah yang selalu menyayanginya di sana.


Xin Ye segera berdiri dan langsung meledakkan semua energi kegelapan yang tersisa di dalam dantiannya. Aura energi kegelapan yang sangat kuat seketika berkobar dari tubuh Xin Ye hingga membuat langit yang tadinya cerah berubah menjadi gelap.


Dia bermaksud ingin menggunakan kekuatan terakhirnya ini pada jurus terkuat yang pernah diajarkan Divine Beast Lambda yaitu Formasi Sihir Pelahap Bintang.


Xin Ye lalu menghantamkan tongkat sihirnya ke atas permukaan tanah sambil membaca sebuah mantra sihir.


Aura energi kegelapan yang ada di tongkat sihir Xin Ye segera bergerak menuju ke tempat Naga Api Raksasa, mengelilinginya dan berubah menjadi sebuah formasi sihir yang sangat besar di bawah kaki naga itu.


“Maafkan aku, tapi aku tidak boleh gagal dalam ujian ini. Aku harus segera kembali ke tanah airku,” ucap Xin Ye menatap mata Naga Api dengan tatapan tegas.


...“Formasi Pelahap Bintang.”...


Cahaya yang sangat gelap langsung keluar dari formasi itu dan menjerat setiap bagian tubuh Naga Api Raksasa seperti sebuah rantai. Dia tidak bisa bergerak sedikitpun untuk melawan apalagi melarikan diri. Semua kekuatannya seakan-akan telah di segel oleh tekanan dari energi kegelapan yang menjerat tubuhnya.


Formasi sihir yang ada di bawah kaki Naga Api juga mulai berubah menjadi sebuah lumpur penghisap.


Formasi Pelahap Bintang ini ternyata memiliki kemampuan untuk mempengaruhi hukum ruang yang ada di tempat ini.


##############################


Bantu Share dong novel ini jika kalian suka dengan ceritanya. 🙏


Jangan lupa like dan komen setelah membaca. Anggap saja like itu sebagai biaya buka bab di novel berbayar.

__ADS_1


__ADS_2