LEGENDA DEWA PEDANG S2

LEGENDA DEWA PEDANG S2
V4 # CH 137 NISAKA VS VANES ( PART 2 )


__ADS_3

Nisaka kembali menyerang Vanes dengan pukulan-pukulan yang sangat mematikan karena ini adalah pertama kalinya ia diremehkan seperti itu. Apalagi orang yang meremehkannya ini adalah seorang pengkhianat dari Alam Dewa.


Sebagai seorang murid langsung Divine Beast Aurora, Bagaimana Nisaka bisa menerima hal ini dengan mudah? Ia pasti akan membunuh siluman rubah iblis ini bagaimanapun caranya untuk menunjukkan siapa yang lebih kuat.


Di lain sisi, Heilong dan Chariva semakin antusias melihat pertarungan antara Nisaka dan Vanes. Mereka berdua sebenarnya ingin membantu Nisaka karena kesempatan seuperti ini sulit didapatkan.


Akan tetapi … Baik Vanes ataupun Nisaka, ke-duanya telah membuat sebuah medan pelindung yang sangat kuat di sekitar area pertarungan agar tidak ada siapapun yang mengganggu pertarungan mereka berdua.


Jika medan pelindung itu dirusak dengan paksa, maka akan muncul sebuah ledakan yang dahsyat yang akan mengguncang seluruh Alam Bawah sadar ini. Dan, hal itu sangat membahayakan nyawa Heilong.


“Mari kita lihat lebih dekat lagi sambil menunggu kesempatan itu datang. Aku rasa ini adalah kesempatan terbaik yang kita miliki untuk membunuh Jenderal Iblis Vanes. Sebab, tidak ada siapapun yang membantunya di tempat ini. Kali ini, Iblis wanita itu benar-benar sendirian,” ajak Heilong.


“Kenapa kau bisa seyakin itu? Setahuku, Raja Iblis Dagon juga memiliki kemampuan untuk memasuki Alam Bawah sadar orang lain,” balas Chariva.


Seketika, Heilong langsung teringat dengan kejadian saat dirinya berada di Tanah Merah. Saat itu, pikiran Raja Banteng Api telah dipengaruhi oleh Raja Iblis Dagon dan merubahnya menjadi Jenderal Iblis Voldryd.


Ia bahkan sempat mengejar Raja Iblis Dagon sampai wilayah perbatasan Tanah Putih. Untung saja saat itu Casbah menggantikannya, jika tidak mungkin ia sudah terjebak dalam perangkap Raja Iblis Dagon dan berada di Tanah Hitam.

__ADS_1


“Jawabannya sangat sederhana. Saat ini jumlah pasukan iblis sangat banyak, sedangkan jumlah Jenderal Iblis yang mengendalikan semua pasukan itu sangatlah sedikit. Menurut perkiraanku, para Prajurit Iblis dari Dunia Bawah berada di bawah kendali langsung Raja Iblis Dagon. Karena itu, sampai saat ini para prajurit iblis dari Dunia Bawah belum juga bergerak. Dan, perhatian Raja Iblis Dagon pasti terfokus sepenuh ke arah medan perang. Ia tidak akan mengetahui keberadaan pertarungan yang terjadi di tempat ini kecuali ada kejadian yang sangat mencolok,” jelas Heilong.


Chariva menganggukkan kepala. “Ucapanmu terdengar cukup masuk akal. Kalau begitu tidak perlu buang banyak waktu lagi, ayo kita segera mendekati tempat pertarungan mereka berdua. Jika beruntung, mungkin kita bisa menentukan cara untuk menerobos medan pelindung yang mereka buat walaupun hal ini terlihat tidak adil bagi Jenderal Iblis Vanes.”


“Hanya orang yang selalu berbuat baik l yang pantas mendapatkan keadilan. Iblis yang selalu menebarkan teror seperti mereka, sama sekali tidak layak untuk mendapatkan keadilan. Sebab, mereka mungkin telah melupakan apa itu arti dari keadilan,” balas Heilong dengan nada yang sangat dingin. Ia tiba-tiba teringat semua kejadian buruk yang menimpa dirinya dan orang-orang terdekatnya karena ulah dari Bangsa Iblis.


Mereka berdua segera terbang mendekati medan pertempuran antara Nisaka dan Jenderal Iblis Vanes.


Mereka berdua tidak berani terlalu dekat karena takut akan mengganggu konsentrasi Nisaka, jadi mereka memutuskan untuk mendarat sejauh lima meter dari dinding pembatasan medan pelindung.


Di dalam medan pelindung itu, Nisaka berdiri dengan tenang sambil menyerap energi alam yang ada di sekitar tempat ini untuk mengembalikan energinya yang telah banyak terbuang dalam pertarungan sengit yang telah terjadi selama beberapa menit ini.


Gerakan Nisaka ternyata sangat gesit saat melancarkan serangan, hingga membuat musuhnya tidak memiliki waktu untuk beristirahat meskipun hanya beberapa nafas saja.


Jenderal Iblis Vanes sebenarnya cukup kewalahan saat berduel satu lawan satu dengan Nisaka, tapi ia sama sekali tidak akrab dengan Jenderal Iblis yang lain di Alam Gaib ini. Dan satu-satunya Jenderal Iblis yang sangat akrab dengan dirinya yaitu Jenderal Iblis Jiro, tiba-tiba menghilang tanpa jejak bagaikan di telan bumi.


“Bagaimana sekarang!! Apakah kau masih yakin jika kau memiliki kemampuan untuk membunuhku?” bahas Nisaka mengejek dengan tatapan meremehkan. Kali ini ia benar-benar sangat buat karena bisa mengembalikan hinaan Jenderal Iblis Vanes secara langsung.

__ADS_1


“Sebenarnya kemampuan bertarung yang kau miliki sangatlah lemah. Sebagai seekor Siluman Rubah, yang kau andalkan hanyalah kecantikanmu saja. Dan hal seperti itu tidak akan berguna jika kau bertarung melawan seorang wanita,” lanjut Nisaka mengejek tanpa memberikan kesempatan Jenderal Iblis Vanes bicara.


Tubuh Jenderal Iblis Vanes tiba-tiba memancarkan aura energi petir yang sangat kuat saat salah satu ekornya yang mewakili kekuatan elemen petir menyala dengan sangat terang.


Ejekan yang diucapkan oleh Nisaka sepertinya telah menyentuh garis bawah Jenderal Iblis Vanes. Kelembutan yang selalu terlihat di wajahnya, sekarang telah menghilang dan digantikan oleh amarah yang meluap-luap.


Nisaka terkejut saat melihat perubahan yang terjadi pada Jenderal Iblis Vanes. Namun, ia tidak takut sedikitpun dan kembali mengejek sambil menyeringai. “Ternyata kau bisa marah juga ya? Jika kau memang memiliki kemampuan, maka bunuhlah aku dengan kemampuan bertarung yang kau miliki. Bukan dengan kecantikan! Sebab, kecantikan yang aku miliki tidak kalah denganmu.”


Jenderal Iblis Vanes tidak menjawab. Tapi, raut wajahnya menjadi semakin gelap karena terbakar amarah. Ia terus memperkuat aura energi petir yang memancar dari tubuhnya lalu memusatkan pikirannya agar energi petir itu bergerak ke kedua telapak tangannya.


Energi petir itu terus mengalir ke kedua telapak tangan Jenderal Iblis Vanes lalu berubah menjadi sepasang cambuk yang terbuat dari petir.


Tekanan energi petir yang memancar saat sepasang cambuk petir itu muncul, sempat melesat ke arah Nisaka dan memberikan luka goresan tipis di pipinya.


“Berani sekali kau melukai wajahku!!” seru Nisaka Geram. “Aku benar-benar tidak akan melepaskanmu. Dasar Siluman Rubah Iblis!! Kau harus mati!!”


Amarah Nisaka juga langsung memuncak saat Jenderal Iblis Vanes melukai wajahnya. Sebab, bagi seorang wanita, kecantikan adalah harta yang paling berharga.

__ADS_1


Wujud Nisaka seketika itu juga berubah menjadi Seekor Ular Naga berwarna biru berukuran sekitar dua puluh meter. Ini adalah wujud seekor Naga yang berasal dari Ras Naga Air.


“Bagaimana mungkin dia bisa berubah menjadi seekor Naga?!” Chariva terlihat sangat terkejut. Sebab, menurut informasi yang selama ini beredar di Alam Gaib, Nisaka sebenarnya adalah seekor Siluman Ular Conbra. Bukan Seekor Naga.


__ADS_2