
Heilong terus menatap ke arah langit sampai jejak Mao Shizi tak terlihat lagi. Hal yang sama juga dilakukan oleh Raja Singa Bulu Emas yang sangat menyayangi putrinya itu.
Saat bayangan Mao Shizi dan semua prajurit langit tak terlihat lagi, Heilong segera menghampiri Divine Beast Lambda lalu bertanya. “Berapa lama waktu yang dibutuhkan Gremlin untuk dapat menyerap semua kekuatannya?”
Divine Beast Lambda terlihat sedikit bingung karena hal itu tidak bisa ditentukan secara pasti. Sebab, kecepatan menyerap kekuatan yang telah lama tersegel sangat dipengaruhi oleh kekuatan dantian tubuh makhluk itu saat ini.
“Aku tidak dapat menentukan secara pasti. Hal ini bisa berlangsung sehari, dua dari atau seminggu. Namun, kita hanya bisa menunggu Gremlin selama satu minggu saja. Jika dalam waktu satu minggu, dia belum juga menyelesaikan proses penyerapan kekuatan itu, maka kita terpaksa harus meninggalkannya di Alam Gaib untuk sementara waktu. Biar Divine Beast Zaha dan Aurora yang mengantar Gremlin ke Benua Atlantis sebelum pergi ke Planet Dreamland,” jawab Divine Beast Lambda menatap Heilong dengan ekspresi rumit.
“Apakah aku juga harus ikut ke Benua Atlantis?” balas Heilong bertanya karena ia punya tebakan bahwa kedatangan Divine Beast Lambda ke Alam Gaib ini adalah untuk menjemput dirinya.
“Tentu saja kau harus ikut aku kembali ke Benua Atlantis. Jika tidak begitu, maka aku tidak akan repot-repot datang ke Alam Gaib ini untuk menjemputmu karena keadaan yang ada di Benua Atlantis sebenarnya juga tidak terlalu stabil. Namun, Shen Long berhasil meyakinkan diriku bahwa dia mampu menjaga Alam Gaib sendirian untuk sementara waktu ketika aku pergi menjemputmu.”
“Apa yang sebenarnya terjadi di Benua Atlantis?”
“Kau akan tahu sendiri saat tiba di Benua Atlantis. Sambil menunggu Gremlin selesai menyerap semua kekuatannya kembali atau sampai batas waktu yang aku berikan habis, kau bisa menyelesaikan semua urusanmu yang ada di Alam Gaib.”
Heilong sebenarnya sangat penasaran dengan apa yang telah terjadi di Benua Atlantis karena ekspresi wajah Divine Beast Lambda saat menyebutkan tentang keadaan Benua Atlantis sangat tindak biasa. Ekspresi wajahnya seperti seseorang yang memendam kekecewaan yang sangat dalam. Akan tetapi, Heilong tidak bisa mencari tahu untuk saat ini. Sebab, Divine Beast Lambda menolak untuk menceritakan hal itu.
Casbah tiba-tiba berjalan menghampiri Heilong lalu menepuk pundaknya sambil berkata. “Apakah kau masih tertarik untuk mencari Batu Es Khayalan? waktu satu minggu sepertinya lebih dari cukup untuk menemukan keberadaan batu itu karena saat ini kita sudah berada di Tanah Ungu.”
__ADS_1
Heilong akhirnya teringat kembali dengan rencananya untuk mencari tiga batu pusaka yang sangat dibutuhkan untuk menyempurnakan Pedang Pelindung Surga dan hal ini juga pernah disinggung oleh Li Zen.
“Kalau begitu ayo kita pergi,” jawab Heilong tanpa membuang waktu.
Setelah berpamitan pada ke-tiga Divine Beast, Casbah langsung membawa Heilong pergi dari tempat ini dengan kemampuan teleportasi miliknya agar segera sampai ke pusat tanah ungu yang jaraknya masih cukup jauh dari lokasi Istana Iblis walaupun sama-sama berada di Tanah Ungu.
Divine Beast Lambda juga sempat memberikan pesan agar mereka berdua segera kembali ke tempat ini jika melihat langit kembali terbelah karena itu adalah tanda bahwa Gremlin telah selesai menyerap kembali semua kekuatan miliknya.
**
Lembah Es Khayalan.
“Aku tahu! Jika tidak berbahaya, mana mungkin di tempat ini ada harta karun yang sangat langkah.” Heilong menyeringai seolah-olah tak takut sedikitpun dengan semua bahaya yang ada di tempat ini.
Hawa dingin yang sangat menusuk sampai ke tulang-tulang langsung menyerang Heilong dan Casbah begitu mereka berdua mendaratkan kakinya di pusat Tanah Ungu.
Pusat Tanah Ungu ternyata adalah sebuah lembah es yang sangat luas dan dingin. Bahkan para Beast pun tidak berani tinggal di tempat ini karena suhu udaranya yang sangat ekstrim.
Tidak sembarang orang bisa masuk ke dalam kawasan Lembah Es Khayalan. Hanya para kultivator yang memiliki dan mempelajari teknik elemen es saja yang berani pergi ke tempat ini. Sebab, mereka memiliki cara atau teknik tertentu untuk menahan hawa dingin yang sangat mematikan ini.
__ADS_1
Jika para kultivator itu tidak waspada saat memasuki kawasan Lembah Es Khayalan, maka seluruh titik-titik meridian dan syaraf yang ada di dalam tubuh akan dibekukan oleh serangan hawa dingin dan akhirnya mati tanpa merasakan rasa sakit.
Terkadang, para kultivator elemen api yang sangat percaya diri mencoba memasuki kawasaki Lembah Es Khayalan ini hanya untuk sekedar menguji kekuatan elemen api miliknya. Tapi, mereka semua akan segera pergi meninggalkan tempat ini dengan ekspresi ketakutan setelah berjalan beberapa langkah.
Kebetulan Heilong adalah seorang kultivator juga memiliki kekuatan elemen es di dalam tubuhnya dan kekuatan elemen yang ia miliki juga sangat kuat karena elemen es adalah elemen pertama yang ia miliki. Jadi, tubuhnya secara alami bisa menahan serangan hawa dingin yang ada di sekitar Lembah Es Khayalan.
Namun, Casbah yang hanya memiliki kekuatan elemen cahaya saja di dalam tubuhnya, merasa sangat tidak nyaman begitu kedua kakinya melangkah semakin jauh menyusuri lembah. Seluruh persendian yang ada di tubuhnya terasa sangat berat dan sulit untuk digerakkan seolah-olah telah membeku karena serangan hawa dingin yang sangat ekstrim.
Heilong melirik Casbah dan tahu bahwa temannya ini sedang kesulitan untuk menahan hawa dingin yang ada di tempat ini. Ia pun lalu memusatkan pikiran dan menggunakan salah satu jurus elemen es miliknya untuk melindungi Casbah dari serangan hawa dingin.
...“Perisai Es.” ...
Sebuah medan pelindung yang terbuat dari lapisan es segera muncul dan mengelilingi mereka berdua untuk menahan serangan hawa dingin tempat ini. Dan … Medan pelindung ini akan selalu mengikuti kemanapun Heilong bergerak mirip dengan sebuah baju pelindung.
Kemampuan pengendalian Heilong terhadap kekuatan elemen es seperti telah mengalami peningkatan yang sangat tinggi setelah dia berhasil menerobos ke Tingkat God. Sebab, perisai es ini sebelumnya hanya akan menancap di atas permukaan tanah seperti sebuah tembok yang sangat tebal.
Casbah akhirnya bisa berjalan dengan nyaman menyusuri kawasan Lembah Es Khayalan dengan nyaman tanpa takut tertinggal dari Heilong.
Semakin jauh mereka berjalan menyusuri Lembah, maka pemandangan yang ada di sekitar tempat perjalanan mereka terlihat semakin mengerikan karena banyak sekali sisa-sisa tubuh para kultivator yang mati saat berlatih di tempat ini. Dan, tubuh mereka semua tidaklah hancur. Melainkan di awetkan oleh suhu udara yang sangat dingin.
__ADS_1