LEGENDA DEWA PEDANG S2

LEGENDA DEWA PEDANG S2
V4 # CH 68 MEMBEBASKAN LI ZEN


__ADS_3

Novel ini akan kembali di lanjut.


Bagi yang sudah lupa dengan alur dari novel ini, boleh dibaca ulang lagi sebagai pengingat. Maafkan author karena telah lama tidak update 🙏.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Dalam konsentrasinya saat melihat liontin itu, Heilong secara perlahan memasuki keadaan meditasi dan tiba-tiba merasakan bahwa dirinya telah ditarik masuk ke dalam dunia yang ada di dalam liontin pedang itu.


Tentu saja Heilong sudah tidak asing lagi dengan Dunia Eksternal ini. Sebab, dia pernah memasuki dunia ini sebelumnya saat dia pertama kali mendapat pelajaran dari Li Zen.


Dunia eksternal ini adalah Alam Artefak yaitu dunia eksternal yang ada di dalam sebuah senjata pusaka yang memiliki roh senjata. Dan hukum di dunia ini hampir mirip dengan Dunia Jiwa ataupun Dunia Pikiran yaitu sebuah roh atau jiwa adalah bentuk fisik di dalam dunia ini.


Raut wajah Heilong seketika menjadi gelap. Sebab, apa yang dialaminya saat ini sangat berbeda dengan apa yang telah dikatakan oleh utusan Sang Pencipta sebelum dia tersadar dari komanya.


Heilong masih ingat dengan sangat jelas saat utusan Sang Pencipta itu mengatakan pada dirinya bahwa semua yang telah dia alami di Planet Dreamland hanyalah semua Ilusi semata.


Dengan rasa penasaran yang sangat kuat, Heilong mengabaikan semua pertanyaan yang ada di pikirannya dan mulai melihat daerah sekitar. Dia ingin mengkonfirmasi bahwa tempat ini benar-benar Alam Artefak, bukan lagi sebuah Ilusi yang berasal dari pikiran.


Jika dia dapat menemukan Li Zen di tempat ini, maka hal itu akan menjadi lebih baik karena Li Zen pasti bisa menjawab semua pertanyaan yang ada di dalam pikirannya.


Setelah melihat sekitar kurang lebih selama lima menit, Heilong akhirnya menemukan Li Zen. Tapi, dia tidak menyukai dengan apa yang dia lihat di depannya saat ini.


Heilong melihat tubuh Li Zen dipenuhi dengan luka yang cukup parah akibat terlilit rantai berwarna hitam pekat dengan duri-duri tajam di permukaannya.


Setiap kali Li Zen berusaha menggerakkan tubuhnya, maka lilitan rantai itu akan menjadi semakin kuat bak belitan seekor ular piton raksasa. Sehingga membuat duri-duri tajam di permukaan rantai akan semakin melukai tubuhnya.


Meskipun Li Zen adalah sebuah roh senjata yang sejatinya adalah sebuah roh tanpa tubuh fisik yang nyata. Tapi, hal seperti itu tidak berlaku di dalam Alam Artefak ini karena Alam Artefak ini memiliki hukum yang berbeda dari alam-alam yang lain.

__ADS_1


Di Alam Artefak ini, sebuah roh akan diubah menjadi layaknya tubuh fisik yang nyata. Roh itu bisa terluka ataupun mati jika mendapat serangan yang cukup fatal di dalam dunia ini. Jadi duri-duri yang ada di rantai itu jelas dapat melukai tubuhnya sampai mati.


Heilong segera berlari sekuat tenaga menuju ke tempat Li Zen. Dan hanya dalam hitungan dua kali hembusan nafas saja, Heilong telah melewati jarak puluhan meter dan berhenti di depan Li Zen.


Heilong akhirnya menyadari bahwa di kedua kakinya ada kekuatan elemen angin dan elemen petir saat dia berlari menghampiri Li Zen. Dia sangat terkejut ketika menyadari bahwa semua kekuatan dan tingkat kultivasinya telah kembali saat dirinya berada di Alam Artefak ini. Padahal saat dia terbangun dari koma beberapa saat yang lalu, dia benar-benar mengkonfirmasi jika seluruh kekuatan yang ada di dalam tubuhnya telah menghilang.


“Kekuatanku kembali?! Bagaimana mungkin kekuatanku bisa kembali tanpa usaha sedikitpun? Apa semua itu ada hubungannya dengan Alam Artefak ini.”


Melihat Heilong yang sedang kebingungan dengan apa yang dia alami. Li Zen segera mendengus dingin dan berteriak. “Dasar murid bod*h!! Apakah kau belum sadar jika saat kau sedang berada di bawah pengaruh jurus Ilusi yang sangat kuat.”


“Ilusi?!” sahut Heilong semakin bingung.


“Cepat bebaskan aku dari belenggu rantai terkutuk ini. Aku akan menjelaskan semuanya padamu ketika aku berhasil bebas dari rantai ini,” seru Li Zen yang sudah tak sabar karena rasa sakit yang dia rasakan semakin lama menjadi semakin kuat.


Heilong menganggukkan kepalanya lalu segera meninju rantai itu dengan tangan kanannya yang sudah dipenuhi dengan kekuatan elemen api dan elemen petir. Sebab, kedua elemen ini adalah elemen penghancur terkuat yang dia miliki.


Ledakan yang sangat keras langsung terjadi saat tinju Heilong menyentuh rantai bersama hitam pekat ini. Akan tetapi hal yang terjadi selanjutnya berada di luar perkiraan Li Zen.


Bukannya rantai hitam pekat itu yang hancur, tapi tubuh Heilong yang langsung terpental mundur ke belakang sejauh dua puluh langkah akibat serangan balik dari rantai itu.


“Ternyata rantai hitam pekat itu memiliki kemampuan untuk memantulkan sarangan lawan. Kenapa kau tidak memberitahuku terlebih dahulu,” seru Heilong kesal menatap Li Zen.


“Kau tidak tanya,” jawab Li Zen santai.


Heilong lalu berdiri dengan masih memendam kekesalan pada Li Zen. Untungnya sesaat sebelum serangan itu menghantam tubuhnya, dia sudah lebih dulu menggunakan kekuatan elemen es miliknya untuk membuat sebuah perisai es jadi tubuh Heilong sama sekali tidak mengalami luka.


Kali ini Li Zen menatap Heilong dengan serius sambil memberikan beberapa kata sebagai petunjuk. “Rantai yang membelengguku ini bukanlah rantai biasa. Andai saja rantai ini tidak memiliki kemampuan untuk membatasi kekuatanku hingga tujuh puluh persen, sudah pasti aku akan menghancurkan rantai ini dengan tanganku sendiri. Tapi, kau tidak perlu khawatir karena kekuatan penindasan rantai ini hanya berpengaruh pada roh senjata saja. Yang harus kau waspadai hanyalah efek serangan balik yang dimiliki oleh rantai iblis ini. Jika kau bisa menghancurkan ujung rantai ini dengan satu serangan, maka kau tidak akan menerima serangan balik.”

__ADS_1


Setelah mendengar apa yang diucapkan Li Zen, Heilong akhirnya mengerti bagaimana cara menghancurkan rantai itu.


Sebelumnya, Heilong menyerang rantai yang melilit tubuh Li Zen dari arah depan secara langsung. Namun, hal itu malah menimbulkan serangan balik karena rantai yang membelenggu Li Zen seperti sekumpulan rantai. Berbeda dengan ujung rantai yang ada di atas kepala Li Zen yang hanya terlihat satu buah saja.


...“Teknik Tangan Dewa Pedang”...


Aura yang berbentuk pedang sepanjang dua meter langsung muncul di tangan kanan Heilong.


Sesaat kemudian, pedang aura itu segera diselimuti dengan masing-masing elemen yang dimiliki oleh Heilong.


Kekuatan es, petir, api, air, angin dan tanah, memancar dengan kuat di dalam pedang aura yang ada di tangan Heilong.


“Guru, aku akan menggunakan jurus itu. Pinjamkan aku sedikit kekuatan elemen cahaya dan kegelapan milikmu,” seru Heilong.


Li Zen segera menanggapi seruan Heilong itu dengan merentangkan kedua telapak tangannya ke arah Heilong.


Seketika, sinar yang mengandung kekuatan elemen cahaya dan kegelapan memancar dari telapak tangan Li Zen dan masuk ke dalam pedang aura milik Heilong.


...“Pedang Pembelah Galaksi”...


"Boom …”


Serangan gabungan berbagai macam elemen langsung melesat ke arah rantai hitam pekat itu saat Heilong mengayunkan pedang aura miliknya.


Ujung Rantai yang berada di atas kepala Li Zen itu langsung hancur berkeping-keping.


Seketika, lilitan rantai yang membelenggu Li Zen mulai mengendur dan Li Zen akhirnya dapat membebaskan dirinya sendiri.

__ADS_1


__ADS_2