
Para Raja dan Ratu ini ternyata langsung pergi ke Gudang Penyimpanan Senjata yang telah ditunjukkan Heilong.
Sesampainya di ruangan ini, mereka semua dikejutkan dengan senjata pusaka dalam jumlah yang sangat fantastis. Jika dihitung semua senjata pusaka ini mampu memenuhi semua penduduk Alam Gaib. Selain ini mereka semua juga melihat tempat yang dipenuhi dengan berbagai kitab pusaka. Namun, mereka semua sama sekali tidak menyentuh kitab-kitab itu karena Heilong tidak menyebutkan bahwa mereka boleh mengambil kitab-kitab ini.
“Ternyata bagian dalam ruangan ini sangat luar. Bahkan bisa melebihi luas istana yang ada di atasnya.” Raja Singa Bulu Emas menatap kagum setiap bagian dari ruangan ini. Ia masih tak percaya bahwa ruangan ini sangatlah luar. Sebab, pintu masuk ruangan ini terlihat biasa-biasa saja.
Casbah menggunakan kekuatan elemen cahaya miliknya untuk memeriksa ruangan ini. Setelah sepuluh nafas, ia akhirnya menemukan rahasia dari ruangan ini. “Ada formasi sihir ruang tingkat tinggi di sekitar ruangan ini. Itulah alasan kenapa ruangan ini bisa lebih luas dari Istana yang ada di atasnya. Dan, formasi sihir seperti ini sangat mustahil bisa dibuat oleh seorang manusia. Sepertinya pesawat ini memang benar-benar dibuat oleh Dewa.”
Meskipun telah melihat berbagai macam keajaiban yang ada di dalam Pesawat Max Lightning, Casbah sebenarnya masih belum bisa percaya bahwa pesawat ini adalah benda yang dibuat oleh seorang Dewa. Ia masih berpikir bahwa pesawat ini dibuat oleh seorang manusia yang memiliki kemampuan yang sangat tinggi dalam penempaan.
“Pantas saja apa terlihat dari luar sangat berbeda dengan apa yang ada di dalam.” Xiao Long juga melihat sekeliling dengan teliti namun ia tidak berhasil menemukan rahasia dari ruangan ini sampai Casbah mengatakan pada semua orang. Ia lalu menatap semua orang yang hadir di tempat ini. “Lalu bagaimana caranya kita membagi semua senjata pusaka ini? Kita harus memastikan bahwa setiap Prajurit mendapatkan senjata yang cocok dengan jurus yang mereka miliki. Jangan sampai para Prajurit dipaksa untuk memakai senjata yang sama sekali tidak mereka kuasai. Itu sama saja dengan kita membunuh mereka dalam medan perang.”
__ADS_1
“Bagaimana kalau kita bagi semua senjata ini menjadi dua kelompok, yaitu senjata serangan jarak dekat dan senjata serangan jarak jauh agar lebih memudahkan kita. Seharusnya para Raja disini susah mengetahui keahlian apa yang dimiliki oleh masing-masing prajurit,” sahut Nisaka yang sangat ahli dalam strategi perang karena Divine Beast Aurora memberinya banyak pengetahuan tentang strategi perang yang ada di Alam Dewa.
“Ide yang bagus. Kalau begitu jangan buang banyak waktu lagi. Cepat data berapa banyak Prajurit kalian yang mahir dan serangan jarang jauh ataupun serangan jarak dekat. Setelah itu, biarkan para Jenderal yang mengambil semua senjata-senjata itu untuk dibagikan pada para prajurit,” seru Xiao Long memberi perintah setelah mendengar saran dari Nisaka.
Para Raja dan Ratu segera meninggalkan ruangan ini lalu menemui para Jenderal kepercayaan mereka. Setiap Raja memberikan perintah yang hampir mirip pada Jenderal yang mereka miliki yaitu mendata keahlian bertempur setiap prajurit dengan jumlah yang tepat. Sebab, tidak ada sebuah senjata pusaka sangatlah berharga, jadi jangan sampai ada senjata yang tidak digunakan setelah diambil dari tempatnya.
Setelah mereka semua selesai memberi perintah, para Raja dan Ratu ini kembali berkumpul di dalam Gudang Senjata. Selain untuk mengawasi setiap senjata yang diambil oleh peta Jenderal, mereka semua juga sedang menunggu kabar dari Divine Beast Shen Long.
Ekspresi Chariva selalu berubah-ubah aset membaca tulisan kuno itu. Kadang ia mengerutkan ke dua alisnya seperti memikirkan sesuai, kadang juga kedua matanya terbelalak dengan senyuman seperti mendapat kejutan yang menyenangkan.
Hal ini membuat para Raja yang lain menjadi sedikit cemas, jangan-jangan jawaban dari Divine Beast Shen Long adalah sebuah kabar buruk. Jika Divine Beast Shen Long tidak dapat membantu mereka lalu kemana mereka harus meminta bantuan? Sebab, Divine Beast Zaha dan Divine Beast Aurora saat ini sedang memusatkan kekuatannya untuk memperkuat medan pelindung Planet ini.
__ADS_1
Baru giok yang ada di tangan Chariva akhirnya berhenti bersinar dan ia pun segera menyampaikan kabar dari Divine Beast Shen Long. “Guru mengatakan bahwa ia saat ini tidak dapat mengirim pasukan dari Benua Atlantis karena para pasukan terbaik yang dimiliki oleh Benua Atlantis telah dikirimkan ke Planet Dreamland. Bangsa Iblis ternyata juga melakukan invasi besar-besaran di Planet itu.”
Para Raja ini tidak bisa protes karena Divine Beast Shen Long telah memberikan alasan yang cukup kuat. Planet Dreamland adalah tempat dimana Raja Iblis terkuat di dunia tengah ini berada, jadi kerusakan dan bahaya yang terjadi di sana pasti lebih besar. Jika tidak, mana mungkin Divine Beast Shen Long mengirimkan sebagian besar kultivator yang ada di Benua Atlantis untuk membantu mempertahankan Planet Dreamland.
Akan tetapi, Chariva belum mengucapkan semua kata-kata yang muncul dari batu giok itu dan hal ini hanya diketahui oleh Casbah karena itu sejak tadi Casbah masih terlihat sangat tenang.
“Tapi, Guruku telah meminta bantuan Tentara Langit yang berada di bawah kekuasaan Dewi Bulan Ungu. Dan mereka semua seharusnya sedang menuju ke tempat ini. Sambil menunggu kedatangan mereka, Guru memerintahkan kita semua untuk sebisa mungkin mengulur waktu sampai mereka datang.”
Mata semua Raja dan Ratu langsung mendapatkan cahaya kembali seakan-akan mendapatkan sebuah harapan baru karena musuh alami dari Prajurit Iblis yang berasal dari Dunia Bawah adalah Tentara Langit yang berada dari Alam Dewa.
“Sampaikan terimakasih kami pada Divine Beast Shen Long.” Xiao Long mewakili semuanya untuk berterimakasih.
__ADS_1