LEGENDA DEWA PEDANG S2

LEGENDA DEWA PEDANG S2
V4 # CH 79 SUARA SIAPA ITU?


__ADS_3

Chariva akhirnya keluar dari ruang rahasia tempat dia melakukan latihan tertutupnya setelah kurang lebih lima tahun.


Ruang rahasia ini terdapat di belakang sebuah lemari yang ada di kamarnya, jadi hal pertama yang dia lihat setelah keluar dari ruang rahasia ini adalah kamarnya sendiri.


Meskipun sudah ditinggal cukup lama, ruangan ini masih terlihat sangat rapi dan bersih. Tidak ada bau debu di kamar ini, semuanya ada bau harum berbagai jenis bunga.


Dia lalu segera membersihkan diri dan berganti pakaian dengan satu set pakaian formal. Sebab, dia harus pergi ke Kerajaan Siluman Serigala Bulan terlebih dahulu sebelum dia melakukan tugas yang diberikan oleh Shen Long.


Tugas yang diberikan oleh Shen Long ini tidaklah mudah. Dan dia juga belum tahu berapa lama waktu yang dia butuhkan untuk menyelesaikan tugas ini, sebab dia belum mengetahui sebesar apa kekuatan dari orang yang akan dia bantu dan sekuat apa kekuatan dari Jenderal Iblis yang akan menjadi musuhnya.


Kota Danau Biru memanglah tempat teraman bagi para manusia yang ada di Tanah Biru karena adanya Benteng Pertahanan yang berasal dari artefak dewa.


Akan tetapi, jika mereka terus bersembunyi di dalam kota, bagaimana roda perekonomian bisa berjalan. Mereka harus berburu dan berdagang dengan dunia luar untuk mendapatkan makanan. Cadangan makanan di dalam istana ini seharusnya juga semakin menipis setelah lima tahun berlalu.


Jadi, sebelum dia memutuskan untuk pergi meninggalkan Kota Danau Biru dalam waktu yang cukup lama, dia harus bisa menjamin keamanan seluruh rakyatnya terlebih dahulu.


Setelah selesai berganti pakaian, Chariva segera duduk di meja makan kecil yang ada di tengah-tengah kamarnya.


Setiap hari, para pelayan istana selalu masuk ke dalam kamar ini untuk membersihkan ruangan Sang Ratu. Mereka juga selalu menyiapkan makanan meskipun tidak tahu kapan Sang Ratu akan menyelesaikan latihan tertutupnya. Yang ada dipikiran para pelayan ini hanyalah Sang Ratu lapar saat keluar dari latihan tertutupnya karena dia pasti telah menguras begitu banyak Qi saat latihan.


**


Para Petinggi Kerajaan sudah berbaris dengan rapi di depan kamar Chariva sambil membawa sebuah gulungan surat yang cukup tebal di tangan mereka masing-masing.


Mereka semua langsung datang kemari saat merasakan aura keberadaan Sang Ratu sedang berjalan-jalan di dalam kamarnya. Mereka semua akhirnya yakin jika Ratu Chariva sudah mengakhiri latihan tertutupnya.

__ADS_1


Para petinggi Kerajaan itu ingin melaporkan apa yang terjadi selama lima tahun ini. Terutama Sang Bendahara Kerajaan, dia sudah membawa dua buah surat gulungan yang sangat tebal. Jika dibuka, gulungan surat itu panjangnya mungkin bisa mencapai belasan meter.


Memang tidak ada hal yang berbahaya salaman lima tahun ini karena dalam lima tahun ini sebenarnya Kota Danau Biru tidak benar-benar berperang secara langsung dengan para Siluman Serigala Bulan.


Namun, dalam segi perekonomian. Kota Danau Biru sedang berada di ambang krisis. Padahal Kota Danau Biru adalah sebuah Ibu Kota Kerajaannya.


Cadangan makanan di dalam gudang istana sudah hampir habis dan hanya cukup untuk satu minggu ke depan.


Para prajurit yang biasanya berburu makanan saat para penduduk sedang mengungsi di kota ini, sekarang tidak lagi dapat melakukan perburuan. Sebab, para Siluman Serigala Bulan yang jumlahnya mencapai ribuan sudah berjaga di depan gerbang kota dengan jarak yang tidak terlalu jauh.


Beberapa menit kemudian, terdengar suara pintu Sang Ratu dibuka secara perlahan. Dan Ratu Chariva pun segera berjalan keluar meninggalkan kamarnya.


Bendahara Istana yang berada di barisan paling depan langsung menghadap dan melapor sambil menyerahkan dua buah gulungan surat yang dia bawah.


Bendahara Istana itu langsung pamit meninggalkan ruang ini dengan senyum malu-malu. Dia tidak pernah menyangka jika Sang Ratu selama ini sudah memantau seluruh wilayah kerajaan selama dalam latihan tertutupnya. Jika tahu begitu, maka dia tidak akan repot-repot membawa dua buah gulungan surat yang cukup berat ini.


Chariva kemudian meminta keenam Jenderal istana yang merupakan muridnya sendiri untuk pergi ke penginapan tempat Casbah dan Heilong berada.


Dia juga memerintahkan dua ribu prajurit untuk menunggunya di gerbang kota dan berkata akan segera menemui mereka semua di gerbang kota setelah menjemput seseorang.


Dengan mata yang berapi-api, Chariva mengatakan pada para prajuritnya jika dia akan membuat perhitungan dengan para siluman serigala bulan. Perkataan Sang Ratu ini seketika langsung membangkitkan semangat para prajurit istana yang telah bertanya-tahun mulai lesu.


**


Lima jam telah berlalu.

__ADS_1


Qi yang ada di dalam dantian Heilong sudah terisi penuh dengan energi alam.


Heilong segera mengakhiri meditasinya lalu berdiri dan menyimpan kembali Pedang Penjaga Surga yang dia letaknya di depan tempat dia duduk.


Dia lalu berjalan menghampiri Casbah untuk melihat kondisi. Namun, dia sedikit kecewa karena tidak melihat tanda-tanda Casbah akan segera sadar dalam waktu dekat.


“Sepertinya energi kegelapan milik Jenderal Iblis Bai Long telah melukai tubuhnya dengan sangat parah. Karena itu kecepatan pemulihan bagian dalam tubuhnya terasa sedikit lebih lambat walaupun aku sudah berhasil menyembuhkan semua luka yang ada di bagian luar dengan kekuatanku.”


Heilong sepenuhnya paham dengan apa yang terjadi dengan tubuh Casbah. Dan dia juga sangat yakin jika Casbah sudah tidak lagi dalam bahaya.


Dia lalu keluar ruangan untuk menghirup udara segar dan meninggalkan Casbah sendirian di dalam kamar.


**


“Ahh … Sudah lama aku tidak merasakan udara segar seperti ini sambil bersantai sejenak.”


Heilong membentangkan kedua tangannya lebar-lebar sambil menghirup udara segar tempat ini.


Kebetulan cuaca saat ini sedang bagus dan menjelang pagi hari. Heilong sangat suka sekali menghirup udara pagi segar saat subuh. Semua beban pikiran saat bertarung dengan musuh-musuhnya terasa menghilang dalam sekejap dan memberikan suara rileks.


"Sepertinya nyaman sekali ya bisa bersantai-santai di saat yang berbahaya seperti ini. Saat kau sedang bersantai-santai di tempat ini, mungkin saja musuh-musuhmu sedang berlatih keras untuk memulihkan kekuatannya.”


Tiba-tiba ada suara yang terdengar begitu lembut namun sangat menusuk ke dalam telinga. Suara ini adalah suara seorang wanita yang belum pernah Heilong dengar sebelumnya.


Heilong segera melihat ke arah langit tempat suara itu muncul.

__ADS_1


__ADS_2