LEGENDA DEWA PEDANG S2

LEGENDA DEWA PEDANG S2
V4 # CH 7 TAKDIR HEILONG


__ADS_3

Warna pelangi yang ada di permukaan cermin itu mulai menghilang dan berubah menjadi bening sedikit buram seperti sebuah kaca yang tertutup kabut, sama sekali tidak memiliki warna.


“Lihatlah cermin itu. Sebenarnya Alam semesta ini dulunya adalah sebuah ruang hampa yang tak memiliki warna dan energi apapun. Tidak ada cahaya ataupun kegelapan yang merupakan sumber dari siang dan malam.”


Heilong terus mendengarkan setiap ucapan dari Bola Cahaya Misterius itu sambil melihat gambaran dari penciptaan alam semesta yang di tunjukkan oleh Cermin Alam Semesta.


“Sang Pencipta lalu meletakkan sebuah biji dari pohon kehidupan yang hanya tumbuh di surga ke dalam ruang hampa ini karena Beliau ingin membuat sebuah kehidupan baru di dalam ruang hampa yang sangat sunyi ini. Namun ternyata, keadaan di ruang hampa ini membuat energi kehidupan yang ada di dalam biji tersebut menjadi tidak stabil.”


“Suhu di dalam Biji Pohon Kehidupan itu terus meningkat. Semakin lama suhu biji pohon kehidupan ini menjadi semakin panas dan akhirnya meledak. Semua energi kehidupan yang tersimpan di dalam biji itu langsung tersebar ke seluruh penjuru ruang hampa dan membentuk alam semesta ini.”


Heilong bisa melihat gambaran sebuah ledakan yang sangat dahsyat di dalam cermin itu. Ledakan ini bahkan lebih kuat berkali-kali lipat dari pada ledakan yang pernah dia lihat selama ini.


Sesaat kemudian, Heilong melihat ruang hampa itu telah dipenuhi dengan debu tebal seperti sebuah kabut.


Ada dua jenis debu yang Heilong lihat. Yang satu adalah debu yang memancarkan energi kehidupan yang sangat kuat. Sedangkan yang satunya lagi adalah debu biasa yang biasa terlihat seperti pasir pantai.


Debu-debu yang memancar energi kehidupan itu kemudian berkumpul dan memadat lalu membentuk sebuah benda yang mirip dengan Inti Energi Planet yang pernah Heilong lihat di bawah Istana Suci Giok Salju ketika dia sedang bersama dengan Xue Xian Hou.


Inti Energi Planet itu kemudian ditutupi dengan debu-debu biasa dan membentuk Planet-Planet dengan ukuran dan warna yang berbeda-beda sesuai dengan warna dari Inti Energi Planet itu.


Heilong langsung teringat dengan sebuah buku yang pernah dia baca di perpustakaan sekolah saat dia masih berada di Planet Bumi.


Buku itu menceritakan teori tentang terbentuknya tata surya yang berasal dari sebuah ledakan yang sangat dahsyat.

__ADS_1


Tapi, teori yang ada di buku itu tidaklah sejelas gambaran dari Cermin Alam Semesta ini karena ada beberapa hal yang janggal pada buku itu yang sampai saat ini masih menjadi misteri yang belum terpecahkan.


“Apakah ini yang disebut dengan Big Bang?” gumam Heilong dalam hati.


Gambaran dari proses terbentuk alam semesta itu kemudian menghilang dan permukaan Cermin Alam Semesta itu kemudian berubah kembali menjadi berwarna pelangi.


“Lalu bagaimana dengan proses terbentuknya Planet Dreamland. Divine Beast Genbu pernah mengatakan padaku bahwa Planet Dreamland itu dulunya adalah planet mati dan para Dewalah yang memberi kehidupan pada planet itu. Apakah para Dewa memiliki kemampuan untuk menciptakan sebuah Planet?” tanya Heilong yang tiba-tiba teringat dengan cerita terbentuknya kehidupan di Planet Dreamland.


“Para Dewa tidak memiliki kemampuan untuk menciptakan sebuah Planet karena mereka tidak memiliki cukup kekuatan untuk membuat Inti Energi Planet. Yang mereka lakukan adalah memberikan sebagian energi kehidupan mereka untuk membangunkan kembali inti energi planet yang telah tertidur,” jawab Bola Cahaya Misterius.


Heilong menganggukkan kepalanya saat mendengarkan penjelasan dari Bola Cahaya Misterius itu. Kini terjawab sudah pertanyaan yang selama ini mengganggu pikirannya.


Namun Heilong merasa tidak puas karena dia masih merasa ada satu hal yang kurang. Karena itu, dia memberanikan diri untuk bertanya pada Bola Cahaya Misterius.


“Bagaimana dengan proses penciptaan makhluk hidup? Bukankah anda tadi mengatakan padaku bahwa anda juga akan menunjukkan proses penciptaan makhluk hidup.”


“Maksudnya kami juga tercipta dari debu yang berasal dari biji pohon kehidupan?” balas Heilong.


“Benar sekali. Debu yang mengandung energi kehidupan yang tidak seberapa kuat, terus mengambang di Alam Semesta. Sebab, debu itu tidak memiliki cukup kekuatan untuk membentuk Inti Energi Planet. Sang Pencipta lalu menggunakan debu-debu itu untuk mencipta makhluk hidup,” jawab bola cahaya misterius.


Jawaban ini masih belum bisa memuaskan hati Heilong karena dia masih merasa ada sesuatu yang kurang. Untung saja Bola Cahaya Misterius itu bisa membaca pikiran Heilong jadi dia menjelaskan lebih detail lagi tentang proses penciptaan Makhluk Hidup.


“Ternyata Benang Aura Roh milik para makhluk hidup terbuat dari Daun Pohon Kehidupan. Lalu apa hubungannya antara cerita ini dengan Benang Aura Roh Emas yang harus aku dapatkan sebagai syarat agar aku bisa kembali ke tubuhku,” lanjut Heilong bertanya.

__ADS_1


Bola Cahaya Misterius itu kembali menjelaskan sesuatu pada Heilong.


“Benang Aura Roh Emas sebenarnya hanya dimiliki oleh makhluk hidup yang telah mendapatkan pencerahan dan berhasil menjadi dewa. Tapi, kau adalah makhluk yang sangat istimewa karena Benang Aura Roh milikmu terbuat dari Daun Emas Pohon Kehidupan.”


“Daun Emas?!” ucap Heilong terkejut dan raut wajahnya tidak bisa menyembunyikan kebingungan yang ada di pikirannya.


“Daun Emas hanya ada satu saja di setiap pohon kehidupan. Dan daun ini bisa membuat tingkat kultivasi pemiliknya meningkat dengan sangat cepat melebihi makhluk hidup lain. Makhluk hidup yang memiliki benang aura roh yang terbuat dari Daun Emas, biasanya memiliki takdir untuk menjadi yang terkuat di Alam Semesta.”


Raut wajah Heilong terlihat semakin aneh saat mendengar penjelasan dari Bola Cahaya Misterius itu. Pikirannya menolak untuk percaya dengan penjelasan itu. Sebab, yang terjadi pada dirinya adalah kebalikan dari takdir yang seharusnya ia dapatkan.


“Jika aku ditakdirkan untuk menjadi yang terkuat di Alam Semesta. Lalu kenapa kemampuanku selemah ini. Aku berkali-kali gagal melindungi orang yang dekat denganku hanya karena kekuatanku yang terlalu lemah.”


“Takdir manusia terkuat pasti memiliki rintangan yang besar. Kau jangan pernah berharap bahwa jalanmu akan semulus permukaan batu mutiara. Sebab, seekor kerang mutiara pun membutuhkan proses yang cukup lama dan bahaya yang sangat besar untuk bisa menghasilkan mutiara seindah itu,” tegur Bola Cahaya Misterius.


“Benang Aura Roh milikku sudah hancur. Jadi apa keistimewaan yang masih tersisa di dalam diriku. Sepertinya menjadi yang terkuat di alam semesta hanyalah sebuah mimpi bagiku.”


Heilong terlihat seperti sudah sangat putus asa. Tapi, Bola Cahaya Misterius itu itu tiba-tiba mendekati Heilong dan menyinari roh Heilong dengan cahayanya.


Heilong bisa melihat ada benang aura roh berwarna emas yang mulai muncul di dalam rohnya.


******


Kemarin ada yang tanya kenapa Petualangan Li Wen tidak di tulis di NT?

__ADS_1


Karena di NT hanya mau membayar karya yang sudah di kontrak saja. Sedangkan author membutuhkan penghasilan untuk mendukung semangat menulis.


Jadi untuk mendapatkan penghasilan sambil menunggu LDP season 2 mendapatkan kontrak, Novel Petualangan Li Wen terpaksa aku remake dan aku pindah ke apk lain.


__ADS_2