
*Note
Ada sedikit kesalahan di dua bab sebelumnya dan saya baru bisa merevisi bab itu bukan depan karena bab yang sudah muncul tidak boleh direvisi di bulan yang sama kecuali dihari yang sama. Kota Danau Biru seharusnya adalah Kota Biru laut. Danau biru adalah nama kerajaan yang ada di kota biru laut.
########
Akan tetapi, dia tidak menemukan apapun di langit. Dia menjadi sedikit kecewa dan menghela nafas panjang. “Haah … Mungkin suara tadi hanya imajinasiku saja. Lagipula mana mungkin ada seseorang yang bisa menyelinap kemari, jika memang benar ada seseorang di sekitar sini seharusnya aku bisa merasakan aura keberadaannya. Lebih baik aku masuk dan menunggu sampai Casbah tersadar kembali.”
Heilong berbalik dan segera masuk kembali ke dalam ruangan tempat Casbah beristirahat. Udara pagi hari yang singkat ini, telah membuat pikirannya menjadi sedikit lebih rileks.
Namun, dia dikejutkan dengan kehadiran seorang wanita saat membuka pintu kamar Casbah.
Wanita itu berdiri dengan tenang di samping tempat tidur Casbah sambil memberikan Qi cahaya melalui tangan kanannya.
“Siapa kau? Dan bagaimana caramu masuk ke dalam kamar ini?” seru Heilong dingin. “Segera hentikan apa yang kau lakukan pada tubuh temanku sebelum kesabaranku benar-benar habis!!”
Heilong tidak perduli walau yang ada di depannya adalah seorang wanita, sebab apa yang dia lakukan saat ini bisa saja berbahaya bagi tubuh Casbah. Meskipun sama sekali tidak ada niat membunuh yang memancar dari tubuh wanita ini, tapi memberikan Qi yang sekuat itu pada orang yang tak sadarkan diri dapat membuat dantian orang itu menjadi rusak, jika dantiannya tidak sanggup menahan tekanan dari Qi milik orang yang memberikannya.
“Jangan kau ganggu aku saat ini!! Aku sedang mencoba untuk mengobati kakakku. Aku tau apa yang kau pikirkan. Kau jangan terlalu khawatir karena aku sudah mengurangi tekanan Qi cahaya milikku agar menjadi sesuai dengan daya tampung yang ada di dantian kakakku,” balas wanita itu.
Heilong sedikit terkejut saat mendengar ucapan wanita ini karena Casbah sama sekali tidak pernah mengatakan jika dia memiliki seorang adik di tempat ini. Lagipula saat memasuki kota ini untuk pertama kalinya, Casbah juga mengatakan bahwa dirinya tidak pernah masuk ke dalam Kota Danau Biru dan hanya mengamatinya dari dalam istana miliknya yang ada di Tanah Putih.
Akan tetapi, Heilong tidak berani mengeluarkan kata-kata lagi dan lebih memilih dia karena dia takut mengganggu konsentrasi wanita itu. Lagipula jika terjadi sesuatu yang tidak diinginkan, dia bisa menggunakan kekuatan penyembuhan elemen air miliknya untuk sedikit mengurangi kerusakan yang terjadi pada tubuh Casbah lalu membawanya ke tempat Divine Beast Aurora.
Biar bagaimana juga, Casbah adalah penguasa dari salah satu Kerajaan besar di Alam Gaib ini. Jadi para Divine Beast yang ada di Alam Gaib ini pasti akan menjaga keselamatannya.
**
Satu jam telah berlalu.
Chariva akhirnya berhenti memberikan sedikit Qi cahaya miliknya kepada Casbah. Bukan karena dia kelelahan ataupun cadangan Qi yang ada di dalam dantiannya mulai menipis, tapi Casbah sudah menunjukkan tanda-tanda akan tersadar kembali.
Kesadaran Casbah secara perlahan mulai pulih. Dia menggerakkan jari-jari kedua tangannya dengan perlahan dan terlihat agak berat lalu akhirnya mampu membuka matanya setelah sebuah kabut hitam tipis keluar dari tubuhnya.
Kabut hitam itu langsung menghilang tanpa jejak di udara setelah keluar dari tubuh Casbah.
“Terimakasih,” ucap Casbah sambil menatap dua orang yang ada di sampingnya dengan sungguh-sungguh.
Hal pertama yang dilakukan Casbah adalah mengucapkan terimakasih pada Heilong dan Chariva. Jika tidak ada mereka berdua, mungkin sama nyawanya tidak akan bisa diselamatkan.
“Bagaimana kamu bisa langsung tersadar saat wanita ini memberikan Qi cahaya miliknya? Dan apa benar wanita ini adalah adikmu?” Heilong segera mengajukan dua pertanyaan yang mengganggu pikirannya setelah melihat keadaan Casbah sudah benar-benar pulih.
__ADS_1
“Wanita yang ada di sampingmu memang adik perempuanku. Kami berdua sudah jarang bertemu lagi saat dia menjadi penguasa wilayah timur di Tanah Biru ini. Dan alasan kenapa aku bisa pulih begitu cepat saat mendapat bantuan Qi cahaya adalah karena racun energi kegelapan yang ada di tubuhku telah berhasil dipaksa keluar oleh gabungan Qi cahaya milik kami.”
“Racun energi kegelapan?!”
Heilong tampak terkejut saat mendengar penjelasan Casbah karena dia sama sekali tidak tahu jika energi kegelapan memiliki sifat seperti racun. Di dalam tubuhnya juga ada sedikit energi kegelapan dari Jubah Perang Naga Eternal, namun energi kegelapan ini sama sekali tidak berbahaya. Dia juga telah berkali-kali bertarung dengan Bangsa Iblis dan belum pernah sekalipun terkena racun energi kegelapan. Apa mungkin racun energi kegelapan ini hanya berpengaruh pada para kultivator elemen cahaya saja.
Raut wajah Heilong yang tadinya tenang, mulai sedikit khawatir sangat mengetahui hal ini. Bagaimana jika dia mengalami hal seperti ini di masa depan nanti, dia pasti akan kesulitan untuk menyingkirkan racun energi kegelapan itu karena di dalam tubuhnya sama sekali tidak ada kekuatan energi cahaya.
“Jangan khawatir. Saat ini kondisi kakakku sudah benar-benar pulih dan racun energi kegelapan yang ada di dalam tubuhnya juga sudah berhasil diusir keluar sepenuhnya,” ucap Chariva yang mengira jika Heilong sedang mengkhawatirkan kondisi Casbah. Padahal Heilong saat ini sedang mengkhawatirkan keadaannya sendiri. Andai saja Chariva mengetahui hal ini, dia pasti tidak segan-segan untuk menendang Heilong.
“Racun energi kegelapan tidak akan pernah bisa menyentuh tubuhmu karena tubuhmu berada di bawah perlindungan Pedang Penjaga Surga. Lagipula racun energi kegelapan itu tidak dimiliki oleh semua Bangsa Iblis, hanya iblis yang benar-benar telah menyatukan antara energi kegelapan dengan hawa iblis pada tingkat tertentu saja yang mampu membuat racun energi kegelapan di tubuhnya. Dan lagi, kau juga memiliki sepasang sayap yang dapat memancarkan energi kegelapan.”
Li Zen langsung mengetahui apa yang sebenarnya ada dipikiran Heilong. Sebab, ada ikatan yang kuat di antara mereka berdua setelah menyelesaikan ritual kontrak senjata. Dan sepasang sayap yang dimaksud Li Zen adalah sayap pemberian Galene.
Heilong akhirnya merasa tenang setelah mendengar ucapan Li Zen. Dengan begitu, dia tidak akan pernah ragu lagi untuk bertarung dengan para Iblis.
Casbah sebenarnya sempat terkejut saat melihat kehadiran adiknya ditempat ini. Sebab, menurut kabar yang dia terima sebelum pergi ke Kota Danau Biru, adiknya saat ini sedang menjalani latihan tertutup. Dia juga merasa sedikit bersalah karena berpikir bahwa adiknya dengan sengaja menghentikan latihannya saat merasakan kedatangannya di tempat ini, apalagi dia dalam kondisi di ambang kematian.
Casbah lalu turun dari tempat tidurnya dan berdiri di depan mereka untuk menunjukkan pada Heilong bahwa tubuhnya saat ini sudah benar-benar pulih seratus persen.
Casbah lalu berjalan menghampiri adiknya untuk mengobrol karena mereka berdua sudah lama tidak bertemu. Namun, Chariva ternyata memiliki pendapat lain.
Casbah langsung mengerti apa maksud adiknya itu. Dia juga telah membunuh ratusan siluman serigala bulan sebelumnya saat para siluman itu menyerang gerbang kota semalam. Dia lalu menawarkan diri untuk membantu.
Tapi sebelum itu, Casbah meminta sedikit waktu untuk berganti pakaian dan meminta mereka berdua menunggu di luar. Heilong memang telah mengganti pakaian yang dia pakai sebelumnya, tapi pakaian ini terasa sedikit terlalu besar.
**
Saat menunggu kedatangan Casbah di lobi penginapan, Chariva mengatakan pada Heilong bahwa sebenarnya Shen Long telah memerintahkan pada dirinya untuk membantu Heilong melawan Jenderal Iblis Bai Long.
Namun, untuk dapat melakukan tugas itu, dia terlebih dahulu harus memastikan keamanan seluruh rakyatnya karena dia adalah seorang Ratu bukan seorang pendekar yang bebas pergi kemanapun ke tempat dia suka tanpa beban sedikitpun.
Heilong bisa mengerti dengan apa yang dikatakan Chariva karena dia juga mengalami dilema yang sama ketika akan pergi ke Benua Atlantis. Dan sampai sekarang dia masih terus menunda kepergiannya ke Benua Atlantis karena belum berhasil menyingkirkan para iblis yang ada di Planet Dreamland.
Heilong akhirnya menawarkan diri untuk ikut membantu karena dia datang kemari juga untuk membantu dirinya. Dan lagi, dia memiliki hubungan dengan Casbah yang beberapa hari ini selalu bersamanya. Bahkan saat dia berada di bawah pengaruh jurus Ilusi Jenderal Iblis Bai Long, Casbah sama sekali tidak pergi meninggalkan.
Setelah cukup lama mengobrol, Casbah akhirnya muncul menghampiri mereka.
Mereka bertiga akhirnya pergi ke gerbang kota dengan menggunakan teknik teleportasi milik Casbah untuk lebih menghemat waktu.
**
__ADS_1
Gerbang Kota Biru Laut.
“Apa benar yang kau katakan itu?” tanya seorang Jenderal dengan geram pada seorang prajurit yang bertugas untuk memimpin penjagaan di pintu gerbang.
Jenderal ini sangat terkejut saat tiba di gerbang kota. Bukan hanya dia saja, tapi kelima Jenderal yang lain juga ikut terkejut.
Keenam Jenderal ini awalnya diminta Chariva untuk menemani dirinya pergi ke penginapan tempat Heilong dan Casbah berada. Tapi, saat sampai di depan pintu gerbang penginapan, Chariva berubah pikiran dan meminta mereka untuk segera pergi menyusul para prajurit ke gerbang kota karena dia takut jika para siluman serigala bulan akan tiba-tiba melakukan penyerangan. Dan hal inilah yang menyebabkan mereka berenam terlambat sampai ke tempat ini.
Akan tetapi, begitu mereka sampai di depan gerbang kota, mereka semua di kejutkan dengan ratusan bangkai siluman serigala bulan.
Mereka akhirnya bertanya pada para prajurit yang sebelumnya bertugas untuk menjaga pintu gerbang kota dan mendapatkan informasi jika para siluman serigala bulan baru saja melakukan penyerang semalam.
Dan saat mereka akan memberikan kabar ke Istana, tiba-tiba ada dua sosok cahaya muncul dan membunuh semua siluman serigala bulan yang datang menyerang mereka.
Yang membuat Jenderal itu geram adalah bahwa para prajurit penjaga istana ini sama sekali tidak berusaha mencari tahu tentang kedua sosok yang ada di dalam cahaya tersebut. Jika mereka tahu, maka mereka bisa meminta bantuan mereka kembali untuk menyerang sarang para siluman serigala bulan.
Namun, dia juga tidak bisa terlalu menyalahkan prajurit itu. Jika pihak lain tidak ingin menunjukkan identitas, maka para prajurit ini tidak akan bisa melakukan apa-apa karena orang yang bisa membunuh siluman serigala bulan sebanyak ini hanya dalam waktu semalam pastilah bukan orang biasa dan pasti memiliki tingkat kultivasi yang sangat tinggi.
“Apa mungkin yang membunuh para siluman serigala bulan itu adalah Ratu Chariva? Ratu Chariva juga memiliki kekuatan elemen cahaya. Jadi kami semua berpikir jika yang melawan para siluman serigala bulan saat itu adalah Sang Ratu,” ucap prajurit itu sedikit ketakutan di bawah cengkraman tangan seorang Jenderal wanita.
“Sang Ratu selama ini melakukan latihan tertutup di ruang rahasia. Jadi pasti bukan dia yang membunuh para siluman serigala ini. Tapi kau telah melewatkan kesempatan emas kita untuk mendapatkan bantuan seseorang yang begitu kuat. Jika aku yang menjadi ratu, aku pasti akan langsung mengganti posisimu dengan prajurit lain. Sepertinya prajurit wanita akan lebih cocok ditempatkan di tempat di posisi ini daripada seorang prajurit pria sepertimu.”
Prajurit yang menjaga pintu gerbang kota kebanyakan memang para prajurit pria karena para pedagang yang biasa melewati pintu gerbang kota kebanyakan adalah seorang pria. Jadi akan terasa tidak nyaman jika mereka diperiksa oleh seorang prajurit wanita. Namun, semua orang yang ada di dalam Istana Danau Biru adalah wanita termasuk para pasukan yang berasal dari kerajaan.
“Jenderal liu, jangan kasar. Biar bagaimana juga, dia telah mengabdi cukup lama di Kerajaanku. Jadi kita harus menghormati dia meskipun posisi kita lebih tinggi.”
“Ratu.”
Jenderal Liu Yin segera melepaskan cengkraman tangannya saat mendengar suara Sang Ratu. Dia sangat paham jika Ratu Chariva adalah orang yang baik hati dan bijak, jika dia sampai melukai prajurit ini maka dia akan mendapat hukuman berat dari Sang Ratu.
Chariva, Heilong dan Casbah akhirnya muncul di dekat Jenderal wanita itu.
Chariva tersenyum pada Jenderal wanita itu karena Jenderal itu mau mendengarkan kata-katanya dan segera melepaskan prajurit itu tanpa menanyakan perintahnya.
Chariva langsung menyadari jika kehadirannya telah menarik perhatian para Jenderal dan prajurit wanita. Bukan karena dia yang muncul secara tiba-tiba, tapi karena kedua orang pria misterius yang ada di belakang dirinya.
“Kedua pria yang ada di belakangku ini adalah orang yang telah membunuh semua siluman serigala bulan ini semalam. Yang ada di sebelah kanan adalah kakak laki-laki, Raja Casbah. Dan yang di sebelah kiri teman baik kakakku, Heilong.”
Chariva segera memperkenalkan mereka berdua pada para prajuritnya untuk menghilangkan kecurigaan.
Semua orang yang ada di tempat ini langsung terkejut saat mendengar pernyataan Sang Ratu, terutama keenam Jenderal wanita. Meskipun mereka berenam selalu berada di samping Sang Ratu, mereka juga baru mengetahui jika ratu mereka ternyata memiliki seorang kakak laki-laki. Apalagi orang yang menjadi kakak dari Ratu mereka adalah seorang Raja yang sangat terkenal di Alam Gaib ini.
__ADS_1