
Boom …
Tepat saat Heilong akan mengeluarkan pesawat Max Lightning, tiba-tiba suara ledakan kembali terdengar. Namun, ledakan kali ini tidak terjadi di sekitar medan pelindung melainkan di tengah-tengah barisan prajurit iblis.
Suara jerit kesakitan pasukan iblis sekilas terdengar memenuhi medan perang bersamaan dengan suara ledakan yang terjadi secara terus-menerus bagaikan suara petir yang turun dari langit tanpa henti.
“Apa yang terjadi?!” Heilong yang sama sekali tidak bisa melihat keadaan di luar pelindung hanya bisa bertanya para semua Raja karena hanya yang memperkuat medan pelindung itu saja yang bisa memantau keadaan di luar medan pelindung.
“Ribuan petir tiba-tiba turun dari langit dan langsung membunuh seribu prajurit iblis yang berasal dari Dunia Bawah hanya dalam sekali serang. Dan, petir-petir itu masih terus turun dari langit sampai sekarang.” ucap Xiao Long yang terlihat sangat senang saat melihat begitu banyak prajurit iblis yang mati.
“Bagaimana mungkin tiba-tiba muncul hujan petir di tempat ini? Jangan-jangan hujan petir itu adalah salah satu ritual pengorbanan yang dilakukan oleh Bangsa Iblis untuk memperkuat pasukan mereka,” ucap Heilong curiga.
Kecurigaan Heilong ini bukanlah tanpa alasan. Ia sering melihat Bangsa Iblis mengorbankan iblis lain untuk menciptakan iblis baru dengan kekuatan yang jauh lebih besar. Bisa dikatakan bahwa mereka sengaja menghancurkan tubuh beberapa iblis agar bisa disatukan menjadi satu bagian yang utuh.
Wajah para Raja yang tadinya kembali bersemangat setelah mendengar ucapan Xiao Long, seketika berubah suram kembali saat mendengar ucapan Heilong karena ucapan Heilong terdengar masuk akal di telinga mereka semua.
Bangsa Iblis memang sering melakukan hal-hal aneh untuk meningkatkan kekuatan termasuk mengorbankan bagian dari mereka sendiri.
“Tidak. Itu sebuah bukan ulah para iblis.” Chariva tiba-tiba angkat bicara dan wajahnya terlihat sangat bahagia. “Tentara Langit yang dipimpin Dewi Bulan Ungu telah tiba di Alam Gaib.”
__ADS_1
“Bagus sekali. Akhirnya kita semua bisa selamat dari racun hawa iblis yang sangat mengerikan itu,” sahut Casbah.
**
Di luar medan pelindung.
Para iblis terus dihujani dengan petir surgawi yang akan langsung membunuh mereka jika tersentuh.
Hanya dalam waktu kurang dari sepuluh menit, area seluas lima kilometer dari medan pelindung telah dibersihkan dari kepungan prajurit iblis. Para iblis yang mati umumnya adalah prajurit iblis yang terbuat dari sisa tubuh prajurit gabungan Alam Gaib yang telah mati dan diubah menjadi iblis karena mereka sama sekali belum memiliki kecerdasan.
Sedangkan para prajurit iblis yang asli berhasil melarikan diri dan berlindung di balik para prajurit iblis Dunia Bawah.
Suara seorang wanita menggelegar di langit. Suara ini terdengar lembut namun mengandung kebijaksanaan yang sangat tinggi di setiap kata-katanya.
“Siapa kau? Kenapa kau tiba-tiba datang dan mengganggu kesenangan kami! Apakah kau sudah bosan hidup? Jika kau berani cepat tunjukkan wajahmu!”
Suara seorang pria paruh baya terdengar dari arah Istana Iblis yang tempatnya tidak jauh dari medan perang. Pemilik suara ini tidak lain adalah Raja Iblis Dagon.
Ia sangat marah karena dalam hanya dalam waktu yang sangat singkat ia telah kehilangan lebih dari tiga ratus ribu prajurit iblis biasa dan tiga ribu prajurit iblis dari Dunia Bawah.
__ADS_1
Jumlah ini adalah jumlah kematian terbesar yang dialami Bangsa Iblis selama selama perang ini berlangsung.
Apalagi ia tidak dapat melihat siapa sosok yang telah membantai para prajuritnya karena teknik mata iblis miliknya tidak dapat menembus ke dalam awan yang dijadikan tempat persembunyian wanita itu.
“Aku adalah orang yang ditugaskan oleh langit untuk menghukum kalian semua dan mengembalikan kalian ke dunia bawah.”
Sebuah cahaya berwarna ungu tiba-tiba melesat dari balik awan dan menuju ke arah Formasi Racun Iblis Kegelapan.
Cahaya berwarna ungu itu sangat terang sehingga hawa iblis akan menjauh dan seakan-akan memberikan jalan pada cahaya itu untuk lewat.
Cahaya berwarna ungu itu langsung berhenti saat tepat berada di tengah-tengah formasi racun iblis kegelapan dan memperlihatkan sosok wanita yang sangat cantik bak bidadari Kahyangan.
Kulitnya yang seputih salju dan selembut sutra membuat mata para iblis terbelalak seakan-akan mau keluar dari tempatnya.
Rambutnya yang panjang berwarna ungu terlihat sangat serasi dengan pakaian yang berwarna putih yang dihiasi dengan motif berwarna ungu.
Wanita itu menggerakkan kedua tangannya dengan sangat lembut seakan-akan sedang menari sambil membaca sebuah mantra. “Sang Rembulan muncul menerangi kegelapan malam yang sepi bagai samudera kesunyian tanpa batas.”
“Bulan Cerah Mengusir Kegelapan.”
__ADS_1
Cahaya berwarna ungu yang seterang matahari memancar dari tubuh wanita itu dan menghujani formasi racun iblis kegelapan beserta dengan para iblis Dunia Bawah yang menjaga formasi sihir itu.