LEGENDA DEWA PEDANG S2

LEGENDA DEWA PEDANG S2
V5 # CH 213 PENYATUAN


__ADS_3

“Apakah kau lupa jika di dalam tubuhmu kau masih memiliki kami berdua! Api seperti itu tidak akan ada apa-apanya jika kau bisa menyatukan kekuatan yang kami miliki.”


Sosok bayangan Phoenix Api akhirnya juga ikut muncul di sebelah Phoenix Es dan sama-sama berdiri di belakang Heilong sambil merentangkan kedua sayapnya. Berbeda dengan Phoenix Es yang hanya diam saja sejak kemunculannya, Phoenix Api ini langsung menegur Heilong begitu ia muncul.


“Apakah maksudmu aku harus menyatukan kekuatan Api Phoenix dan Es Phoenix yang telah aku dapatkan dari kalian berdua?” balas Heilong balik bertanya.


Heilong pun sebenarnya sudah memikirkan cara ini karena kedua pedang aura yang ada di kedua tangannya telah menghilang dan telah digantikan oleh bola energi elemen api dan bola energi elemen es yang berasal dari masing-masing kekuatan Phoenix.


Akan tetapi, masih ada sedikit keraguan dalam hatinya untuk menyatukan kedua kekuatan yang saling bertolak belakang itu karena ia selalu gagal menyatukan kedua elemen itu padahal sudah puluhan kali melakukan percobaan.


“Tidak ada yang mustahil di dunia ini selama kau memiliki tekad yang kuat. Bukankah itu adalah kata-kata yang selalu kau ucapkan jika kau sedang dalam keadaan tertekan? Lalu apakah sekarang kau akan meragukan kata-katamu sendiri?” sahut Phoenix Es yang akhirnya juga ikut berbicara.


Phoenix Api menganggukkan kepala saat mendengar ucapan Phoenix Es lalu berkata. “Yang dikatakan Phoenix Es memang benar! Yakinlah kau akan berhasil kali ini karena kami berdua akan menggunakan kekuatan yang kami miliki untuk mendukungmu.”


Kedua bayangan Phoenix itu lalu masuk ke dalam Sayap Kaisar Phoenix yang masih menempel di punggung Heilong.


Sama sekali tidak ada perbedaan dalam bentuk Sayap Kaisar Phoenix saat bayangan Phoenix Es dan Phoenix Api masuk ke dalamnya. Namun, tekanan dan aura yang memancar dari sepasang sayap itu menjadi jauh lebih kuat hingga berkali-kali lipat bahkan melebihi tekanan kekuatan dari api matahari Raja Api Giallo.


“Baiklah! Aku akan mencoba menyatukan kembali kedua kekuatan ini. Dan … Aku yakin pasti akan berhasil kali ini.”

__ADS_1


Heilong mulai saling mendekatkan kedua bola energi yang ada di masing-masing telapak tangannya. Gerakan kedua tangannya terasa sangat berat karena kedua bola energi itu ternyata memancarkan tekanan yang saling menolak satu sama lain.


Raja Api Giallo yang berada di dalam matahari buatannya, tertawa renyah saat melihat apa yang dilakukan Heilong dan tak segan-segan untuk mengejeknya. “Apakah kau sudah mulai kehilangan akal anak muda? Sebagai seorang kultivator yang sudah berada di Tingkat God, kau seharusnya tahu bahwa api dan es tidak akan pernah disatukan sampai kapanpun karena kedua energi itu telah ditakdirkan untuk saling bermusuhan.”


“Takdir bukan ditentukan olehmu dan tidak ada yang mustahil di dunia ini selama kita tidak menyerah!! Memangnya siapa kau yang bisa dengan mudahnya menentukan takdir antara api dan es,” balas Heilong yang masih berusaha keras untuk mengerakkan kedua telapak tangannya agar semakin mendekat.


“Baiklah, lakukanlah sesukamu karena hal itu hanya akan mempercepat kekalahanmu.” Raja Api Giallo terlihat kesal karena ucapan Heilong seolah-olah menantang dirinya. Ia pun meledakkan semua kekuatan api yang ada di dalam tubuhnya dan membuat suhu udara api matahari ini menjadi semakin panas.


Heilong sama sekali mengabaikan Raja Api Giallo meskipun jarak antara mereka sudah semakin dekat. Ia telah membenamkan semua konsentrasinya ke dalam proses penyatuan kedua bola energi ini.


Sayap Phoenix Es di sebelah kiri dan Sayap Phoenix Api di sebelah kanan. Kedua sayap yang membentuk Sayap Kaisar Phoenix ini tiba-tiba bergerak menutup dan menempel di kedua tangannya Heilong lalu mengalirkan kekuatan elemen es dan elemen api yang sangat murni.


Whoostt ....


Kedua bola energi itu akhirnya saling berdekatan satu sama lain dan terus berputar-putar di kedua telapak tangan Heilong seolah-olah tak mau disatukan.


Pusaran energi api dan energi es juga langsung muncul di sekitar tempat Heilong berdiri dan memperlambat laju dari matahari buatan yang mendekat ke arahnya.


“Sejak kapan dia memiliki tekanan energi api dan energi es sekuat ini?! Jangan katakan bahwa ia akan berhasil menyatukan kedua elemen yang saling berlawanan itu. Tidak! Ini sangat mustahil. Hal seperti itu tidak akan mungkin pernah terjadi karena hal itu bisa merusak tatanan hukum alam yang telah ditentukan oleh langit.” Raja Api Giallo terkejut dan menolak untuk mempercayai apa yang ada di hadapannya.

__ADS_1


“Fokus dan pusatkan semua kekuatan api dan es yang ada di dalam tubuhmu untuk mengunci pergerakan kedua bola energi itu lalu mengurungnya di dalam sebuah bola energi yang lebih besar.” Phoenix Es mencoba memberikan saran. Suaranya ini langsung masuk ke dalam pikiran Heilong.


Benang-benang energi yang terbuat dari elemen es dan elemen api, seketika keluar dari kedua telapak tangan Heilong dan langsung mengunci kedua bola energi itu setelah mendapatkan saran dari Phoenix Es.


Ia lalu membuat sebuah lapisan bola energi dengan ukuran yang sedikit lebih besar lalu menghentakkan kedua tangannya agar lebih mendekat lagi.


Boom ...


Suara ledakan kecil terdengar dari dalam lapisan bola energi yang baru saja di buat Heilong satu bola energi elemen api dan bola energi elemen es yang ada di dalam meledak sacara bersama lalu menyatu.


Ia langsung menghilang lapisan bola energi yang baru saja ia buat setelah merasakan penggabungan kedua elemen yang ia lakukan telah berhasil dan menunjukkan hasil kerja kerasnya pada Raja Api Giallo yang terus meragukannya.


Sebuah bola api yang memiliki warna seputih salju muncul di telapak tangan Heilong. Api ini memiliki suhu yang sangat dingin hingga membuat siapapun yang menyentuhnya alam langsung membeku dan merasakan sensasi terbakar yang sangat luar biasa hingga membuatnya tubuhnya hancur menjadi abu dalam kedinginan.


...“Api Bayangan Es.”...


Heilong langsung melemparkan bola api yang baru saja ia buat ke arah matahari palsu yang jaraknya hanya tinggal lima belas langkah saja dari tempatnya berada.


“Sejak tadi kau selalu meragukan apakah aku akan berhasil menyatukan kedua elemen itu. Sekarang, aku beri kau kehormatan untuk merasakan bagaimana kengerian dari jurus baruku ini. Aku harap kau bisa menahan kekuatan itu dan tidak mati.” Kali ini giliran Heilong yang mengejek Raja Api Giallo yang sudah terlihat cukup ketakutan hanya dengan merasakan kekuatan yang terpancar dari bola api itu padahal ukuran bola api itu berkali-kali lipat lebih kecil dari matahari buatannya.

__ADS_1


__ADS_2