
Perhatian Heilong kembali tertuju pada Golok Elang Neraka yang ada di tangan kanan Jenderal Iblis Zed Bailian. Entah kenapa ia merasa selalu diawasi oleh Golok pusaka itu. Ia seolah-olah tak memperdulikan lagi keberadaan Jenderal Iblis Zed Bailian karena ancaman terbesarnya saat ini adalah Golok Elang Neraka.
“Tidak bisa dibiarkan hidup! Aku akan membunuhmu terlebih dahulu sebelum aku musnahkan semua manusia yang ada di tempat ini!!”
Jenderal Iblis Zed Bailian menjadi sangat kesal karena Heilong mengolok-olok jurus pertahanan yang ia miliki di depan para prajurit iblis. Padahal, ia selalu menyombongkan kekuatan dari jurus tubuh absolut naga emas saat berduel dengan para Jenderal Iblis yang lain di depan para prajurit iblis dalam latih tanding yang diadakan setiap sebulan sekali di Kerajaan Iblis.
Harga diri yang ia miliki serasa hancur berkeping-keping tak bersisa dan ia tak bisa membiarkan hal itu begitu saja. Biar bagaimana caranya, ia harus memusnahkan semua makhluk hidup yang ada di tempat ini untuk menghilangkan jejak kenangan buruk ini dan mengembalikan harga dirinya.
Golok Elang Neraka kembali berkobar dengan nyala api berwarna hitam pekat saat Jenderal Iblis Zed menggenggam gagang Golok pusaka itu dengan kedua tangannya. Energi kegelapan dan energi api yang kuat kembali mengalir ke dalam Golok pusaka itu dan siap membakar apapun yang menghadangnya.
“Terimalah kematianmu!!”
...“Tebasan Golok Pemusnah Kehidupan.”...
Jenderal Iblis Zed Bailian melesat ke arah Heilong dengan membawa Golok Elang Neraka yang membara dengan nyala api berwarna hitam pekat dan memancarkan hawa panas bagaikan api yang berasal dari dasar Neraka.
Heilong masih terlihat begitu santai saat melihat Jenderal Iblis Zed Bailian sudah semakin dekat sambil membawa serangan yang cukup mematikan. Ia merasa bahwa gerakan Jenderal Iblis Zed Bailian ini masih terlalu lambat dan terlalu jauh untuk dapat melukai tubuhnya saat ini.
...“Tarian Menembus Langit.”...
Sekali lagi, Heilong menghilang dari pandangan Jenderal Iblis Zed Bailian dan dapat menghindari seragan itu dalam sekejap mata. Kecepatan gerakan yang ia miliki saat menggunakan jurus tarian menembus langit sudah tidak dapat diikuti oleh mata kultivator biasa walaupun kultivator itu memiliki tingkat kultivasi yang sama dengan dirinya.
__ADS_1
Boom ...
Serangan Jenderal Iblis Zed Bailian akhirnya terbuang sia-sia saat menabrak lapisan benteng pertahanan yang berada di belakang Heilong karena benteng pertahanan itu sebelumnya telah dilapisi dengan sebuah formasi pelindung yang dibuat oleh Xin Ye dengan kekuatan penuh. Jadi, serangan seperti itu tidak akan mampu membuat kerusakan apapun pada benteng pelindung itu.
Apalagi, Gremlin saat ini juga berada di atas benteng pertahanan itu. Jadi, ia pasti akan menggunakan kekuatannya untuk melindungi benteng pertahanan itu jika merasakan adanya ancaman yang dapat menghancurkan benteng pertahanan ini.
Akan tetapi, Jenderal Iblis Zed Bailian tiba-tiba merasa ada sedikit yang aneh karena ia tidak dapat menarik kembali Golok Elang Neraka yang menancap pada permukaan dinding benteng pertahanan. Formasi pelindung yang melindungi benteng pertahanan itu seolah-olah ingin menelan Golok pusaka itu.
“Jangan-jangan formasi sihir pelindung yang melindungi benteng pertahanan ini memiliki kemampuan untuk menyerap semua serangan yang datang ke arahnya lalu memindahkannya ke ruang hampa. Pantas saja aku bisa merasakan jejak-jejak hukum ruang yang sangat kuat dalam formasi sihir ini. Dasar penyihir sialan!! Aku pasti akan menghabisimu setelah aku membunuh bocah yang bernama Heilong ini.”
Jenderal Iblis Zed Bailian akhirnya melepaskan genggaman tangannya dari Golok Elang Neraka karena gaya tarik dari formasi sihir itu sangat kuat dan bisa juga menelan tubuhnya jika ia tidak segera melepaskan Golok pusaka itu.
“Akhirnya aku bisa leluasa menyerangmu tanpa takut dimata-matai lagi.” Heilong kembali muncul di belakang Jenderal Iblis Zed Bailian dengan kedua kaki yang telah diselimuti dengan energi elemen petir.
Namun …
...“Tendangan Bayangan Petir.”...
Heilong langsung menendang wajah Jenderal Iblis Zed Bailian dengan jurus elemen petir dan membuatnya terpental cukup jauh hingga menabrak barisan prajurit iblis yang ada di sisi kanan.
Tendangan bayangan petir adalah salah satu jurus yang ditinggalkan oleh ingatan Long Bai. Sebelum belajar tentang jurus pedang dari Li Ziqi bersama dengan Heilong, Long Bai sering menggunakan jurus ini dalam pertarungan karena jurus ini adalah satu-satunya jurus yang diajarkan oleh Kaisar Long Jin.
__ADS_1
Jenderal Iblis Zed Bailian segera berdiri dengan menahan rasa malu yang sangat luar biasa dan wajah yang masih terasa sedikit kesakitan karena kekuatan elemen petir yang ada di tendangan Heilong ternyata sebanding dengan kekuatan petir surgawi.
“Tidak ada cara lain! Aku harus menghadapinya dengan wujud asliku walaupun setelah pertarungan ini berakhir tingkat kultivasi yang aku miliki akan turun dengan sangat drastis karena jiwa yang ada di dalam tubuhku tidak lengkap.” Jenderal Iblis Zed Bailian akhirnya merasa tersudut karena kekuatan bertarung yang ditunjukkan Heilong melebihi tingkat kultivasi yang terlihat dari tubuhnya.
Roar ....
Jenderal Iblis Zed Bailian tiba-tiba mengeluarkan raungan naga yang sangat mengerikan bahkan membuat prajurit iblis yang ada di pihaknya juga bergidik ketakutan.
Secara perlahan, tubuh Jenderal Iblis Zed Bailian mulai membesar hingga mencapai tinggi sekitar tiga puluh meter dan kehilangan wujud manusianya. Ia telah kembali ke wujud aslinya yaitu seekor Naga Emas berukuran raksasa dengan sepasang sayap kegelapan yang dapat menutupi cahaya matahari.
Gremlin yang ada di atas benteng pertahanan menjadi sedikit khawatir dengan keadaan Heilong. Sebab, ia tahu bahwa Ras Naga Emas termasuk salah satu Ras Iblis Terkuat di Dunia Bawah dan termasuk dalam golongan Ras Immortal Devil yang berada satu tinggi di bawah Beast Iblis Purba.
Gremlin berniat terbang ke tempat Heilong dan melawan Jenderal Iblis Zed Bailian. Akan tetapi, Heilong segera memerintahkannya untuk tetap menjaga wilayah di sekitar benteng pertahanan agar semua manusia yang ada di tempat ini tetap aman dan tidak dijadikan sandera oleh para iblis.
“Apakah kau pikir aku akan takut melawan seekor naga raksasa? Asal kau tahu saja bahwa gerakan tubuhmu akan menjadi semakin lambat jika tubuhmu semakin membesar.”
Heilong tanpa ragu-ragu lagi segera menyerang Jenderal Iblis Zed Bailian dengan mengandalkan kecepatan gerakan yang ia miliki saat ia berlari maupun saat ia terbang dengan bantuan Sayap Kaisar Phoenix.
Tepat, seperti dugaannya bahwa gerakan Jenderal Iblis Zed Bailian menjadi semakin lambat saat ia berada dalam wujud aslinya. Akan tetapi kekuatan fisik naga yang di miliki Jenderal Iblis Zed Bailian juga semakin meningkat sehingga Heilong hanya dapat meninggalkan goresan-goresan yang tak seberapa dalam di tubuh Naga Emas.
“Haha … Kenapa serangan pedangmu hanya seperti gigitan semut saja. Apakah kekuatan yang kau miliki menjadi melemah saat melihat wujud asliku ini? Asal kau tahu saja bahwa aku tidak pernah mengambil sebuah keputusan dengan asal-asalan. Aku tahu bahwa kecepatan gerakan yang kau miliki sudah berada di atas kultivator Tingkat God karena itu aku memutuskan untuk memperkuat kekuatan fisik naga yang aku miliki untuk mengurangi dampak kerusakan akibat seranganmu.”
__ADS_1
Apa yang dikatakan Jenderal Iblis Zed Bailian memang sepenuh benar karena ia harus membayar harga yang sangat mahal untuk kembali ke wujud aslinya.