
,Chariva akhirnya berhasil mendekati bola energi kegelapan tempat Jiwa Heilong terkurung.
Dia lalu mengeluarkan sebuah tombak yang terbuat dari energi cahaya untuk membuat lubang di permukaan bola energi kegelapan itu dan segera masuk ke dalam.
Di dalam sana, Chariva melihat Heilong berdiri sendirian dengan tatapan yang kosong dan bola matanya telah berubah warna menjadi hitam pekat seperti warna mata para iblis.
Kedua tangan dan kaki Heilong juga terikat oleh sebuah tali yang mirip dengan akar tumbuhan berwarna hitam. Akar tumbuhan yang seaneh ini baru pertama kali dia lihat selama hidupnya.
Sumber dari energi kegelapan yang mengurung Heilong ternyata berasal dari Akar pohon ini. Selain itu, akan pohon ini juga mengeluarkan hawa iblis yang sangat kuat.
Akar pohon misterius yang mengikat kedua tangan dan kaki Heilong, sebenarnya berasal dari Pohon Asal Kegelapan yang telah direndam ke dalam Danau Kelahiran Iblis.
*Kedua benda ini pernah disebut di LDP season 1 chapter 410*
Chariva segera menggunakan semua teknik dan jurus-jurus elemen cahaya yang telah diajarkan oleh Shen Long untuk memblokir kekuatan akar pohon itu dan menghancurkannya karena dia sangat yakin jika sumber dari keanehan yang ada di tubuh Heilong adalah akar pohon itu.
**
“Kekuatan dan kecepatan Naga Petir ini terlihat semakin melemah. Sepertinya gadis itu telah berhasil menemukan Heilong dan menemukan sumber dari energi kegelapan yang ada di tempat ini. Aku harus bisa mengulur waktu sedikit lebih lama lagi agar dia berhasil menghancurkan benda itu.”
Naga petir yang merasakan ada keanehan di dalam bola energi kegelapan, segera mengabaikan Li Xuan dan bergerak menuju ke tempat itu karena bola energi kegelapan itu berhubungan langsung dengan hidupnya.
Akan tetapi, Li Xuan selalu memblokir jalan Naga Petir itu dan membuatnya kesal.
Li Xuan lalu menggenggam erat gagang Pedang Penjaga Surga sambil memusatkan seluruh sisa-sisa kekuatannya ke dalam pedang pusaka itu.
Saat ini, Li Xuan hanyalah seutas sisa jiwa. Jika semua energi yang ada di dalam tubuhnya sampai benar-benar habis dan mengering, maka dia akan musnah dan tidak dapat dipulihkan lagi. Sebenarnya, keberadaan dirinya di dalam Dunia Pikiran Heilong selama ini juga memiliki sebuah tujuan tertentu.
__ADS_1
...“Tebasan Angin Menembus Langit.”...
Bayangan pedang angin yang sangat tajam langsung mengarah ke salah satu sayap api Naga Petir itu. Dan sayap itu langsung terpotong lalu berubah menjadi asap.
Naga Petir melolong kesakitan dan bergerak mundur menjauhi Li Xuan. Sepertinya Naga Petir itu juga bisa merasakan jika kekuatannya mulai melemah dan tidak berani bertindak sembarangan menghadapi Li Xuan.
**
...“Cahaya menerangi kehidupan.”...
Kedua mata Chariva langsung mengeluarkan cahaya yang sangat panas dan mengarah langsung ke tempat akar pohon itu berada.
Saat cahaya ini menyentuh permukaan akar pohon yang berwarna hitam itu, akar pohon itu bergerak-gerak tak terkendali seperti seekor cacing kepanasan.
Setelah sepuluh nafas, akar pohon itu mulai terbakar dan berubah menjadi abu.
Heilong tampak sedikit Linglung saat melihat Chariva berdiri di hadapannya. Dia mengenali tempat keberadaan saat ini adalah Dunia pikirannya, tapi bagaimana caranya Chariva bisa masuk ke tempat ini.
Selama ini hanya makhluk-makhluk yang memiliki kemampuan di atas manusia saja yang mampu menembus pertahanan dunia pikirannya. Apa mungkin Chariva memiliki kemampuan yang setingkat dengan Dewa.
Chariva tersenyum saat melihat kebingungan Heilong dan berkata. “Kau pasti terkejut kenapa aku bisa masuk ke dalam Dunia pikiranmu. Aku akan menjelaskan apa yang terjadi pada dirimu beberapa saat yang lalu.”
Heilong menjawab dengan anggukan kepala.
Chariva lalu menunjukkan sebuah gambar yang ada di telapak tangan kanannya. Di sana terekam semua kejadian yang baru saja terjadi. Termasuk saat dirinya hampir saja berubah menjadi iblis, sampai akhirnya Chariva datang ke tempat ini untuk menyelamatkannya.
“Terimakasih karena telah menolongku. Sekarang aku sudah tersadar kembali. Lebih baik kau kembali ke tubuhmu karena batas waktu yang kau miliki juga hampir habis. Biar aku yang menyelesaikan sendiri sisanya.
__ADS_1
Chariva segera pergi meninggalkan tempat ini dan kembali ke tubuhnya sendiri.
Sementara itu, Li Xuan yang sejak tadi bertarung bersama dengan Li Zen untuk melawan Naga Petir, juga ikut menghilang entah kemana bersamaan dengan musnahnya Naga Petir di dalam Dunia Pikiran ini.
Sejak awal, Li Xuan memang jarang sekali menunjukkan dirinya pada Heilong meskipun dia juga berada di dalam dunia pikiran ini. Akan tetapi, Heilong tahu jika di dalam Dunia Pikiran ini Li Xuan selalu mengawasinya dari kejauhan.
Saat ini yang ada di dalam dunia pikiran ini hanyalah Heilong dan Li Zen yang dalam wujud pedang penjaga surga. Dia lalu meraih pedang pusaka itu dan membawanya ke luar dari dalam Dunia Pikiran.
**
Heilong yang sejak tadi terus membantai para siluman serigala bulan akhirnya menghentikan gerakannya dan terdiam di tempat sambil masih memegang Pedang Penjaga Surga di tangan kanannya.
“Hei …!! Siapa yang menyuruhmu berhenti membunuh!! Cepat habisi mereka semua dan bergabunglah menjadi bagian dari kami.”
Jiro berteriak kesal saat melihat Heilong berhenti melakukan pembantaian, padahal tinggal sedikit lagi rencananya untuk merubah Heilong menjadi iblis akan segera berhasil.
Heilong langsung menatap Jiro dengan dingin dan niat membunuh yang tajam. “Kenapa aku harus menuruti perintahmu!! Memangnya siapa kau? Aku pikir kau adalah seorang ksatria sejati saat menantangku berduel satu lawan satu. Akan tetapi, kau malah menggunakan siasat licik untuk menjebakku dan tidak segan-segan menjadikan para siluman serigala bulan ini menjadi umpan untuk melancarkan rencanamu. Sepertinya seekor Iblis selamanya akan tetap menjadi Iblis!! Dan semua ucapan yang keluar dari mulut mereka, sama sekali tidak dapat dipercaya.”
“Ternyata kau bisa melepaskan diri dari kekuatan akar Pohon Asal Kegelapan yang telah menyatu dengan air yang berasal dari Danau Kelahiran Iblis. Sepertinya kau cukup layak untuk menjadi lawanku,” jawab Jiro santai sambil mengeluarkan Kapak Raksasa yang menjadi senjata pusakanya.
“…” Jenderal Siluman Serigala Bulan tampak bingung saat mendengar percakapan mereka berdua. Apa benar Jiro yang merupakan leluhur mereka telah menjadikan mereka semua menjadi sebuah umpan. Dia menolak untuk mempercayai apa yang diucapkan Heilong, namun semua kejadian yang baru saja terjadi di depan matanya mendukung semua kata-kata yang diucapkan Heilong.
Heilong yang geram segera mengangkat Pedang Penjaga Surga yang telah diselimuti dengan energi api dan energi angin yang sangat menakutkan ke arah langit.
Dia lalu menebaskan pedangnya dengan kuat ke arah Jiro.
...“Pedang Api Membelah Angkasa.”...
__ADS_1