
Usaha keras Heilong kali ini sepertinya tidak sia-sia. Setiap kali bintang berwarna biru itu masuk ke tubuh Mao Shizi dan menyatu ke dalam aliran darahnya, maka energi kehidupan yang ada di dalam tubuh Mao Shizi menjadi semakin menguat.
Hal ini terlihat jelas dari warna kulit Mao Shizi yang terlihat semakin cerah dari waktu ke waktu. Itu artinya aliran darah dan semua titik-titik meridian yang ada di dalam tubuhnya telah berfungsi dengan normal kembali.
Hal ini tentu saja membuat Heilong dan semua orang yang ada di tempat ini menjadi senang karena selain untuk memusnahkan para iblis yang ada di Alam Gaib, perang besar ini juga bertujuan untuk menyelamatkan Mao Shizi. Jika Mao Shizi sampai mati, itu artinya kemenangan yang mereka dapatkan atas Bangsa Iblis belumlah lengkap.
“Sepertinya Heilong akan berhasil menyelamatkan nyawa Putri Mao Shizi,” ucap Casbah lirih kerena takut menganggu konsentrasi Heilong.
“Tentu saja la akan berhasil karena kekuatan penyembuhan dari teknik penyembuhan bintang ini sangatlah menakjubkan. Teknik ini mampu menyembuhkan penyakit apapun asalkan ia belum ditakdirkan mati oleh Sang Pencipta dan masih memiliki nafas, walaupun jantung dan beberapa bagian penting yang ada di dalam tubuhnya menghilang,” balas Nisaka juga dengan suara lirih.
Sebagian orang yang juga mempelajari teknik penyembuhan elemen air, pemahaman Nisaka tentang teknik penyembuhan ini tentu saja lebih dalam dari para orang lain walaupun ia sendiri belum mampu menggunakan teknik penyembuhan bintang.
“Dengan kata lain, teknik penyembuhan bintang ini juga memiliki kemampuan regenerasi tingkat tinggi sehingga mampu membentuk ulang bagian tubuh yang telah rusak ataupun menghilang,” sahut Chariva yang sejak tadi hanya diam saja saat tiba di tebing ini.
Ternyata Chariva diam-diam juga merasa sangat tertarik dengan teknik penyembuhan elemen air ini dan membuatnya menjadi semakin penasaran. Walaupun ia tidak akan mungkin bisa mempelajari teknik penyembuhan ini karena ia tidak memiliki kekuatan elemen air di dalam tubuhnya.
__ADS_1
“Bukan kemampuan regenerasi. Tapi, lebih tepatnya karena pengaruh hukum waktu. Mungkin saat ini Heilong belum menyadari bahwa di dalam bintang-bintang berwarna biru itu terdapat kekuatan dari hukum waktu karena kekuatan hukum waktu itu sangat istimewa. Tapi, aku dapat mengatakan bahwa informasi yang aku berikan ini adalah benar karena Guruku sering menjelaskan tentang teknik penyembuhan elemen air termasuk keistimewaan dan rahasia yang terdapat dalam masing-masing jurusnya,” jelas Nisaka berusaha meyakinkan.
“Hukum waktu?!” sebagai sesama pengguna hukum waktu, Casbah tentu saja sangat terkejut saat mendengarkan ucapan Nisaka. Sebab, pemahaman hukum waktu yang ia miliki masih terlalu dangkal sehingga ia hanya bisa memperlambat waktu selama beberapa saat. Itupun juga dalam radius beberapa kilometer saja. Ia lalu lanjut bertanya untuk mengobati rasa penasaran. “Hukum waktu seperti apa yang ada di dalam teknik penyembuhan bintang?”
“Pemunduran Sang Waktu,” jawab Nisaka lambat dengan penekanan khusus di setiap kata.
“Apa?!” sontak saja Casbah langsung terkejut dan tak dapat menahan suaranya. Seluruh tubuhnya juga ikut bergetar bagaikan disambar petir. Sebab, pemunduran sang waktu adalah suatu hal yang terlarang dan dapat memancing hukuman dari langit karena sang waktu seharusnya tetap berjalan maju bagaikan sebuah roda.
Nisaka secara alami tahu apa yang dipikirkan oleh Casbah karena itu ia secara menenangkan Casbah dengan berkata. “Kau tidak perlu ketakutan seperti itu! Tidak akan terjadi apapun pada Heilong karena terdapat pengecualian khusus dari hukum langit tentang penggunaan hukum waktu demi menyelamatkan kehidupan seseorang asalkan tidak merusak jalannya takdir antara hidup dan mati.”
Heilong terus memusatkan konsentrasinya untuk memperbanyak jumlah bintang biru yang terbentuk saat ia menggunakan teknik penyembuhan bintang setelah ia melihat ada perubahan yang sangat besar pada tubuh Mao Shizi setiap kali bintang biru itu masuk ke dalam tubuh Mao Shizi.
Dan …
Mao Shizi pun akhirnya membuka matanya setelah hawa api phoenix yang ada di dalam dantiannya kembali terbentuk. Namun, masih ada sesuatu yang salah pada Mao Shizi.
__ADS_1
Tatapan mata Mao Shizi kosong seolah-olah rohnya tidak berada pada tempatnya. Hal ini membuat Heilong menjadi semakin bingung dan segera menghentikan teknik penyembuhan bintang lalu memanggil-manggil nama Mao Shizi beberapa kali agar dia tersadar.
Akan tetapi, Mao Shizi sama sekali tak merespon setiap panggilan Heilong. Semua panca indera yang ada di tubuhnya seakan-akan telah tertutup rapat. Ia tidak dapat merasakan apapun di sekitarnya dan tak ubahnya seperti sebuah boneka hidup.
“Apakah teknik penyembuhan bintang memiliki efek samping?” ucap Heilong sambil terus menatap Mao Shizi. Ia seakan-akan ingin menerobos masuk ke dalam dunia pikiran Mao Shizi melalui matanya dan mencari dimana keberadaan kesadaran yang ia miliki.
Akan tetapi, menerobos dunia pikiran seseorang secara paksa sangat tidak dianjurkan karena hal itu dapat merusak mental seseorang. Apalagi kondisi Mao Shizi saat ini juga tidak terlalu bagus.
“Tidak mungkin! Teknik penyembuh bintang adalah salah satu teknik penyembuhan tingkat tinggi yang ada di dalam teknik penyembuhan elemen air. Mungkin saja adalah penyebab lain yang membuat kondisinya jadi seperti ini, tapi aku sangat yakin bahwa itu tidak disebabkan oleh penggunaan teknik penyembuhan bintang.” Nisaka tentu saja geram jika ada orang yang meragukan teknik penyembuhan ciptaan Gurunya. Sebab, Divine Beast Aurora sudah seperti orang tuanya sendiri.
Heilong hanya melirik Nisaka sekilas lalu kembali menatap mata Mao Shizi. Saat ini ia sedang tidak memiliki minat untuk berdebat dengan siapapun. Ia berusaha keras mencari penyebab dari keanehan yang terjadi pada Mao Shizi.
Ia lalu menggunakan teknik mata dewa dan segera memeriksa tubuh Mao Shizi. Di mulai dari semua titik-titik meridian yang ada di tubuhnya lalu ke pembuluh darahnya hingga akhirnya ke dalam dantiannya. Akan tetapi, ia tetap tidak berani memeriksa ke dalam Dunia Pikiran.
Dengan kekuatan mata dewa yang saat ini sudah ditingkatkan hingga setara dengan kemampuan penglihatan seorang Dewa, Heilong akhirnya dapat menemukan keanehan di dalam dantian Mao Shizi.
__ADS_1
Di dalam dantian Mao Shizi, Heilong melihat ada sebuah telur berukuran raksasa yang seluruh bagiannya tenggelam dalam bara api. Sudah jelas, itu adalah telur seekor burung phoenix api. Tapi, bagaimana bisa ada sebuah telur burung phoenix api di dalam dantian seseorang?