LEGENDA DEWA PEDANG S2

LEGENDA DEWA PEDANG S2
V4 # CH 139 NISAKA VS VANES ( PART 4 End )


__ADS_3

Nisaka tidak ingin menanggapi ancam Vanes kerana hal ini hanya buang-buang waktu saja dan batas untuk tinggal di Alam Bawah Sadar ini juga akan segera habis.


Ia segera turun di hadapan Vanes dan ikut merubah wujudnya ke bentuk manusia. Sebab, ia tidak bisa terlalu nyaman bergerak saat berada dalam wujud seekor Naga. Itulah alasan kenapa ia jarang sekali menunjukkan wujud Naganya.


Hawa Iblis yang memancar dari tubuh Vanes, terus meluap-luap menuju ke langit. Langit 'pun seketika itu juga langsung berubah warna menjadi gelap gulita bagaikan malam tak berbintang.


Nisaka sama sekali tidak terkejut dengan perubahan yang terjadi pada tubuh Vanes. Sebab, ini bukanlah pertama kalinya ia bertarung dengan seekor iblis.


Namun, ia masih sangat menyayangkan dengan apa yang terjadi pada Vanes. Karena kecemburuan leluhurnya pada Divine Beast yang lain, seluruh keturunannya harus mendapatkan label pengkhianat dari Alam Dewa dan kekuatan yang mereka miliki juga mengalami penurunan yang cukup besar.


Akan tetapi, ada yang sedikit aneh dengan hawa iblis yang memancarkan dari tubuh Vanes. Saat hawa iblis itu menyentuh permukaan kulit Nisaka, ia merasakan sangat tidak nyaman.


Tubuh Nisaka tiba-tiba bergetar kedinginan saat hawa iblis itu menyentuh permukaan kulitnya. Hawa Iblis ini seakan-akan menggerogoti kulitnya bagaikan ribuan semut dan ingin menerobos masuk ke dalam aliran pembuluh darahnya.


“Racun Hawa Iblis?!”


Kedua mata Nisaka terbelalak saat mengetahui apa yang tersembunyi di dalam hawa iblis ini. Ia pun segera menggunakan kekuatan elemen air miliknya untuk melawan serangan racun hawa iblis ini.


Racun Hawa Iblis itu dapat ditaklukkan Nisaka dalam waktu sepuluh napas dan diusir keluar dari tubuhnya.


Pandangan Nisaka langsung terfokus pada Vanes. Ia tidak mengira bahwa Vanes akan melakukan cara yang selicik ini dengan menyusupkan racun mematikan ke dalam aura tubuhnya. Ia bersumpah dalam hati bahwa ia akan melakukan hal yang sama untuk membunuh iblis ini.

__ADS_1


Vanes tiba-tiba menghilang dari pandangan semua orang dan muncul di depan Nisaka. Ia lalu mengarahkan cakarnya yang sangat tajam untuk menyerang perut Nisaka.


Sepertinya Vanes ingin merobek perut Nisaka dan mengambil mustika ular miliknya yang selama ini ia simpan di dalam Dantiannya. Tapi, bagaimana Vanes bisa mengetahui keberadaan mustika ular yang sangat rahasia itu?


Di luar dugaan, Nisaka sepertinya sudah menebak bahwa Vanes akan mengincar mustika ular miliknya dalam pertarungan ini. Sebab, mustika ular dapat mengembalikan kekuatan elemen air milik rubah ekor pelangi yang telah direnggut oleh langit.


Ia langsung mengibaskan selendangnya yang dipenuhi sisik-sisik ular setajam pedang ke arah dada Vanes dan membuatnya terpental ke belakang.


Vanes yang hanya terfokus pada mustika ular, sama sekali tidak menyadari serangan Nisaka yang begitu cepat.


Bang …


Vanes kembali menabrak medan pembatas dan memuntahkan seteguk darah. Bahu bagian kanannya dipenuhi dengan luka yang cukup dalam dan menetes darah berwarna hitam pekat. Itu adalah warna darah yang dimiliki oleh seekor iblis karena hawa iblis telah menyatu dengan darahnya.


Akan tetapi, luka itu semakin lama menjadi semakin menyakitkan. Ia juga merasakan ada sesuatu yang sedang menyebar ke aliran darahnya.


Vanes segera memusatkan Qi yang ada di dalam tubuhnya untuk mengusir benda asing itu. Tapi, hasilnya sangat mengecewakan. Begitu Qi miliknya akan langsung menghilang saat menyentuh benda itu.


“Apa yang sebenarnya kau masukkan ke dalam tubuhku? Apakah kau menyembunyikan racun yang sangat mematikan di dalam selendangmu?” tanya Vanes dingin dengan keringat bercucuran karena menahan rasa sakit.


“Racun?!” Nisaka mengulangi ucapan Vanes dengan senyum mengejek. “Itu bukanlah racun. Tapi itu adalah darah Divine Beast Aurora yang biasanya digunakan untuk mengobati para Divine Beast yang terkena racun hawa iblis. Jadi, ini bukanlah sebuah racun, melainkan sebuah obat.”

__ADS_1


“Oh ya, aku hampir lupa bahwa kau sekarang adalah seekor Iblis. Jadi darah itu menganggapmu seperti racun dan akan menggerogoti tubuhmu secara perlahan sampai kau menghilang dari dari Dunia ini,” lanjut Nisaka.


Hampir sepertiga bagian tubuh Vanes telah dikuasai oleh darah Divine Beast Aurora. Padahal waktu sejak ia mendapatkan luka itu hanya baru sekitar lima nafas saja.


Darah Divine Beast Aurora bagaikan sebuah racun yang sangat mematikan jika masuk ke dalam tubuh seekor iblis karena energi air yang sangat murni di dalamnya mampu melenyapkan hawa iblis layaknya energi kegelapan.


Karena alasan ini juga maka langit sengaja mengambil kekuatan elemen air dan elemen cahaya saat leluhur rubah ekor pelangi melakukan pengkhianatan agar rubah ini tidak dapat menghilang hawa iblis di dalam tubuhnya dan menyusup ke Alam Dewa dengan menyamar sebagai seorang Dewa.


Hawa Iblis telah sepenuh menyatu ke dalam darah dan daging Vanes. Jadi setiap bagian tubuh yang telah terkena darah Divine Beast Aurora akan segera menghilang bersamaan dengan menghilangkan hawa iblis di bagian tubuh itu.


“Sial!! Apakah aku akan mati dengan cara seperti ini? Aku tidak ingin mati di tempat ini. Pasti ada cara untuk mengusir darah Divine Beast Aurora ini dari dalam darahku.”


Ucapan Vanes ini terdengar sangat jelas di telinga Nisaka. Namun, Nisaka mengabaikan hal itu karena ia tidak berminat lagi untuk menyiksa Vanes yang saat ini berada di ambang kematian, walaupun Vanes adalah seekor iblis.


“Lebih baik kau hentikan semua usahamu untuk mengeluarkan Darah Divine Beast Aurora karena itu adalah hal yang sia-sia. Selama masih ada hawa iblis di tubuhmu, sangat mustahil untuk mengusir darah itu,” ucap Nisaka tanpa ekspresi.


Ia sebenarnya sangat senang ketika melihat wajah Vanes yang menahan kesakitan tapi berusaha untuk tetap terlihat kuat karena ia tidak ingin dipandang lemah oleh musuhnya. Karena itu, sesakit apapun rasa sakit yang ia alami, ia berusaha keras agar tidak sampai mengeluarkan jerit kesakitan dari mulutnya.


“Aku harus segera keluar dari tempat ini. Mungkin aku bisa menemukan cara untuk mengusir darah Divine Beast Aurora jika aku kembali ke tubuhku. Lagipula di dalam Alam Bawah sadar ini, aku hanyalah berwujud sebuah roh. Jadi sesuatu yang menempel di rohku pasti akan menghilang saat aku kembali ke dalam tubuhku.”


Dengan tekad yang sangat kuat, Vanes meledakkan semua Qi yang ada di dalam dantiannya dan menciptakan sebuah ledakan yang sangat dahsyat yang mampu merusak medan pembatas yang ia buat bersama dengan Nisaka.

__ADS_1


Ia pun segera melarikan diri setelah menghancurkan medan pembatas itu. Tapi anehnya, Nisaka sama sekali tidak berusaha mengejar dan malah tersenyum bahagia seakan-akan la sedang merayakan sebuah kemenangan.


__ADS_2