
Sesosok Naga Air raksasa terbang dengan sangat agung sambil menatap Siluman Rubah Ekor Pelangi dengan ekspresi meremehkan.
Walaupun ke-dua Beast ini termasuk dalam golongan Divine Beast, Namun seekor Naga tetap miliki posisi yang lebih tinggi daripada seekor rubah. Apalagi rubah ini adalah seorang pengkhianat.
“Apakah kau sekarang menyesal? Tapi, penyesalanmu itu tidak akan ada gunanya untuk saat ini karena aku tidak akan pernah mengampunimu. Kau harus membayar apa yang telah kau lakukan pada wajahku!” seru Nisaka geram dengan niat membunuh yang tajam.
Sementara itu, Jenderal Iblis Vanes juga telah kembali ke wujud aslinya. Ukuran tubuhnya tidak berbeda jauh dari ukuran tubuh seekor Naga walaupun masih sedikit lebih kecil beberapa meter.
Namun, yang menarik perhatian adalah ke-tujuh ekornya yang berwarna pelangi dan memiliki ukuran yang sangat panjang. Saat ke-tujuh ekor itu diberdirikan, tinggi ke-tujuh ekor itu melebihi tinggi Nisaka dalam wujud seekor Naga.
“Apakah kau pikir aku akan takut hanya karena kau adalah seekor Naga? Akan aku katakan padamu. Leluhurku meninggalkan Alam Dewa dan bergabung dengan Bangsa Iblis karena Alam Dewa masih memberlakukan pembagian kasta. Sama sekali tidak ada kesetaraan di Alam Dewa. Seekor Naga dan Seekor Phoenix akan selalu memiliki derajat yang lebih tinggi dari para Divine Beast lain walaupun kekuatan mereka jauh lebih rendah.”
“Jadi kau pikir Ras Naga lebih lemah daripada Ras Rubah Ekor Pelangi. Benar-benar tidak bisa diampuni!!”
Roar …
Nisaka meraung dengan keras lalu terbang menyerang ke arah Vanes dengan aura yang sangat kuat memancar dari tubuhnya. Aura ini sekaligus sebagai bukti dari kekuatan yang dimiliki seekor Naga.
Cakar Naga yang sangat tajam dan kokoh, telah siap pada posisi menyerang dan akan langsung mencabik-cabik musuhnya hingga berubah menjadi serpihan.
Akan tetapi, gerakan Vanes yang merupakan seekor rubah ternyata lebih lincah daripada gerakan Nisaka. Ia hanya melompat ke samping sejauh beberapa meter untuk menghindari arah serangan Nisaka.
__ADS_1
Hai seperti ini tidak berlangsung sekali, tapi sudah berkali-kali terjadi sampai membuat mata Heilong dan Chariva yang selalu menonton pertarungan ini sejak awal, merasa kelelahan.
Nisaka akhirnya berhenti dan menatap dingin ke arah Vanes yang tak mengalami luka sedikit pun setelah ia berkali-kali melakukan serangan yang cukup mematikan.
Jika lawannya adalah seekor Siluman atau Beast biasa, Nisaka sangat yakin bahwa lawannya pasti sudah lama mati tanpa meninggalkan mayat.
Namun, Vanes adalah pengecualian. Sebab, Ras Rubah Ekor Pelangi dikenal sebagai Ras yang paling lincah di antara para Divine Beast sebelum ia mengkhianati Alam Dewa lalu posisinya digantikan oleh Divine Beast Byako.
Nisaka kembali memusatkan konsentrasinya dan mengendalikan Qi nya agar berpusat di mulut. Setelah itu ia mengubahnya menjadi energi elemen air dengan tekanan yang sangat menakutkan.
“Semburan ombak.”
Ia segera membuka mulutnya lebar-lebar dan menyemburkan air dengan sangat kuat, seakan-akan semburan air itu adalah ombak kuat yang siap menghancurkan sebuah pulau.
Vanes mengerutkan kening lalu mengembangkan ke-tujuh ekornya hingga menyerupai sebuah kipas berukuran raksasa.
Saat ekor yang mewakili energi angin menyala, Vanes segera mengibaskan ekornya ke arah Nisaka.
“Badai Musim Semi.”
Hembusan angin yang sangat kuat langsung menghantam semburan air yang di tembakkan Nisaka dan menyebarkannya ke segala arah.
__ADS_1
Racun ular yang bertebaran di atas permukaan tanah, membuat banyak tumbuhan yang ada di sekitar tempat mereka bertarung menjadi layu dan mati mengering.
Setelah mengibaskan ke-tujuh ekornya dengan kuat, Vanes terlihat sedikit kehilangan keseimbangan dan hal ini langsung dimanfaatkan Nisaka untuk melakukan serangan berikutnya.
“Cambukan Ekor Naga.”
Nisaka langsung mengibaskan ekornya ke arah Vanes dan langsung menghantam pipi Vanes dengan sangat kuat hingga membuat tubuhnya terpental dan menabrak dinding medan pembatas.
Vanes akhirnya merubah kembali wujudnya ke wujud manusia dan segera bangkit sambil memegang pipi kirinya.
Serangan Nisaka kali ini meninggalkan luka yang cukup panjang dan dalam di pipi kiri Vanes. Luka seperti itu tidak dapat disembuhkan dalam waktu singkat dan tentunya akan sangat menyakitkan bagi seorang wanita walaupun ia bukanlah seorang manusia.
Raut wajah Vanes, seketika berubah menjadi gelap dan hawa iblis yang sangat kental meluap-luap dari tubuhnya.
“Kau …!! Berani sekali kau membuat wajahku cacat! Aku bersumpah akan membunuhmu walaupun kau adalah seekor Naga. Jika aku harus kalah, maka aku juga akan membawamu ikut ke Alam Kematian.” Vanes menggertakkan giginya dan hawa membunuh yang sangat kuat meledak dari tubuhnya.
Ekor Vanes yang mewakili elemen kegelapan seketika itu langsung bersinar dan membuat seluruh tubuh Vanes yang tadinya seputih salju menjadi sehitam malam.
Kali ini Vanes benar-benar marah dan menunjukkan wujudnya sebagai seekor iblis. Kecantikan yang bagaikan seorang dewi juga tak terlihat lagi karena tertutup oleh kegelapan.
“Itu adalah balasan yang setimpal karena kau telah berani melukai wajahku sebelumnya. Rubah yang suci sekarang telah ternoda oleh hawa iblis dan berubah menjadi sangat menyeramkan. Aku tidak habis pikir bagaimana pola pikir yang dimiliki oleh leluhurmu hingga ia membuat semua keturunannya menjadi seorang pengkhianat,” seru Nisaka dengan tatapan mengejek.
__ADS_1
“Kau boleh mengejekku. Tapi jangan pernah kau mengejek leluhurku!” balas Vanes.