LEGENDA DEWA PEDANG S2

LEGENDA DEWA PEDANG S2
V4 # CH 47 WUJUD ASLI RAJA BANTENG API


__ADS_3

Tubuh Raja Banteng Api terus melesat keluar istana hingga akhirnya mendarat di halaman belakang istana setelah menabrak sebuah pohon yang sangat besar yang ada di halaman itu. Pohon besar itu sampai roboh dan menimpa tubuh Raja Banteng Api karena kerasnya benturan itu.


Bagian belakang istana Kerajaan Banteng Api memang memiliki banyak sekali pohon-pohon besar yang berusia ratusan hingga ribuan tahun yang terletak di sekeliling istana. Tujuan dari ditanamnya pohon-pohon itu adalah sebagai pengganti dari dinding-dinding pagar istana yang biasanya terbuat dari batu alam yang sangat keras.


Selain karena kekokohannya, pagar-pagar istana yang terbuat dari pohon-pohon ini juga memiliki fungsi lain yaitu pohon ini bisa memancarkan energi alam yang sangat murni. Karena itu halaman belakang istana ini biasanya digunakan sebagai tempat latihan pribadi Sang Raja.


Raja Banteng Api segera menggunakan tangan kanannya untuk melemparkan pohon besar yang menimpa tubuhnya ke samping lalu berdiri degan perasaan marah bercampur malu.


Bagaimana mungkin dia tidak merasa malu. Selama ini Raja Banteng Api selalu menyombongkan kekuatan fisiknya di depan para prajuritnya. Dia selalu merasa bahwa dirinya adalah Raja yang memiliki kekuatan fisik yang paling kuat di Alam Gaib ini. Bahkan kekuatan fisik yang dimiliki oleh Raja Singa Bulu Emas tidak mampu untuk menandingi kekuatan fisik miliknya.


Namun sekarang, dia dibuat terpental dengan jarak yang cukup jauh hanya dengan satu pukulan dari Heilong.


“Sial!! Bagaimana mungkin seorang manusia lemah seperti dia memiliki kekuatan yang begitu besar. Bukankah dia tak lebih dari seorang koki, lalu bagaimana dia bisa mendapatkan kekuatan fisik yang sebesar itu,” pikir Raja Banteng Api dalam hati.


Raja Banteng Api kebingungan mencari tahu dari mana Heilong mendapatkan kekuatan yang sebesar itu karena seorang koki seharusnya tidak akan pernah bisa memiliki kekuatan dan ketrampilan bertarung yang sekuat itu. Sebab, ketika seseorang telah memutuskan untuk menjadi seorang koki, mereka pasti akan meninggalkan seni beladiri yang cenderung akan membuat tangan seseorang menjadi terluka saat melakukan latihan yang sangat keras.


“Apa yang kau sedang pikirkan! Bukankah kau ingin meremukkan seluruh tulang-tulang yang ada di tubuhku dengan kepalan tanganmu. Lalu kenapa sekarang kau melamun? Apakah kau mulai ketakutan setelah melihat kekuatanku.”


Tiba-tiba suara Heilong muncul dari arah belakang. Suara ini seperti suara dari Dewa Kematian yang membuat tubuh Raja Banteng Api bergidik.


Raja Banteng Api tidak pernah merasakan nuansa yang menakutkan seperti ini. Meskipun dia sudah berkali-kali bertarung melawan musuh yang memiliki tingkat kultivasi yang lebih tinggi darinya.


Namun di hadapan Heilong, semua keberanian dan kekuatan Raja Banteng Api seakan-akan luntur seperti gumpalan busa yang tersapu ombak.


Tiba-tiba dia merasakan Heilong telah memegang ekornya dengan sangat kuat. Raja Banteng Api yang tidak bisa merasakan kehadiran Heilong sebelumnya, tidak sempat untuk mempersiapkan pertahanan.


Heilong langsung menarik ekor Raja Banteng Api ke atas lalu melemparkan ke samping.

__ADS_1


“Brak …”


Tubuh Raja Banteng Api kembali menabrak dinding pagar bagian samping dan membuat beberapa pohon yang ada di sana roboh.


Heilong tertawa melihat Raja Banteng Api yang terlempar seperti tumpukan bantal. “Hahaha … Kau pikir hanya dengan mengandalkan ukuran tubuhmu saja, kau bisa mengalahkanku dengan mudah. Sepertinya kau telah meremehkanku hanya karena aku memiliki kemampuan memasak.”


Heilong sebenarnya tidak mengerti kenapa beberapa hari ini kekuatan fisiknya tiba-tiba meningkat dengan sangat pesat setelah dia berhasil mengalahkan Burung Elang Api Langit di Hutan Pencakar Langit.


Di sisi lain, Mao Shizi sudah berada di depan pintu masuk halaman belakang istana. Dia berdiri sendirian di sana sambil mengamati pertarungan antara Heilong melawan Raja Banteng Api. Tidak ada seorang pun prajurit Kerajaan Banteng Api yang berani mendekat ke arah Mao Shizi karena aura yang memancar dari tubuh Mao Shizi adalah aura seorang Grand Emperor.


“Akhirnya tubuhnya mulai menyatu dengan kekuatan itu,” ucap Mao Shizi lirih sambil tersenyum menatap Heilong dari kejauhan.


Raja Banteng Api segera berdiri dengan penuh amarah. Semua pepohonan yang menimpa tubuhnya langsung berterbangan seperti sepotong kapas. Dia lalu membungkukkan tubuhnya ke depan seperti posisi orang yang sedang sujud.


Seketika, tubuh Raja Banteng Api langsung berubah ke wujud aslinya yaitu seekor Banteng Raksasa berwarna merah dengan tubuh yang menyala-nyala seperti kobaran api.


Raja Banteng Api langsung berlari ke arah Heilong sekuat tenaga dengan mengarahkan ujung tanduknya yang sangat runcing seperti sebuah tombak.


Heilong bisa merasakan hawa panas yang sangat mengerikan dari sepasang tanduk yang ada di atas kepala Raja Banteng Api, hawa panas itu hampir sebanding dengan hawa panas yang dipancarkan oleh sebuah matahari. Jika tubuhnya sampai terkena serangan sepasang tanduk itu, sudah pasti tubuhnya akan menerima luka bakar yang cukup parah.


Heilong segera mengalirkan energi esnya ke kedua tangannya dan mengeluarkan Jurus Perisai Es dengan kekuatan penuh.


Sebuah Perisai Es dengan tinggi dua meter dan ketebalan seratus centimeter langsung muncul di depan Heilong.


“Boom …”


Tanduk Raja Banteng Api akhirnya menabrak Perisai Es buatan Heilong dengan sangat keras.

__ADS_1


Banyak sekali retakan yang sangat panjang muncul di Perisai Es buatan Heilong akibat benturan yang sangat keras disertai dengan hawa panas yang sangat dahsyat.


Perisai Es milik Heilong secara perlahan mulai meleleh. Raja Banteng Api yang kejadian ini, langsung meningkatkan kekuatan apinya hingga mencapai batasnya.


“Whoosh …”


Api berwarna merah darah langsung berkobar dari tubuh Raja Banteng Api seperti lava gunung berapi.


“Hehe … Inilah akibatnya jika kau berani melawanku. Terimalah kematianmu, akan aku hanguskan tubuhmu dengan serangan tanduk api milikku.”


“Kau pikir aku akan menyerah begitu saja tanpa perlawanan. Ingat! Aku belum mengaku kalah. Lagipula ini bukanlah satu-satunya jurus yang aku miliki. Aku masuk memiliki jurus lain dengan elemen yang berbeda.”


Heilong sedikit mundur ke belakang karena dia sudah merasa bahwa Perisai Es miliknya sudah tidak bisa dipertahankan lagi. Dia lalu memanggil Pedang Penguasa Laut dan memegang pedang pusaka itu dengan tangan kanannya.


Raja Banteng Api langsung terkejut ketika melihat Pedang Penguasa Laut berada di tangan Heilong. Sepertinya dia pernah melihat pedang itu sebelumnya dan mengetahui seberapa hebat kekuatan yang dimiliki pedang pusaka itu. Sebab, tubuh Raja Banteng Api menjadi bergetar ketika melihat pedang pusaka itu.


*****


Jangan lupa tinggalkan jejak setelah membaca. Like dan Komen karena ini adalah akhir bulan.


Ada beberapa bagian di novel Legenda Dewa Pedang season 1 yang telah aku revisi. Jadi kalian bisa baca ulang dari awal.


Aku juga telah menambahkan ekstra bab di sana agar lebih nyambung dengan jurus-jurus yang ada di novel Legenda Dewa Pedang season 2.


Terimakasih 🙏.


__ADS_1


Follow igku untuk info lebih update.


__ADS_2