LEGENDA DEWA PEDANG S2

LEGENDA DEWA PEDANG S2
V4 # CH 38 SILUMAN KOMODO


__ADS_3

Heilong dan Mao Shizi terus melanjutkan perjalanan menuju ke Kerajaan Banteng Api karena waktu yang mereka miliki sudah hampir melewati batas waktu untuk menyerahkan upeti. Lagipula hari sebentar lagi juga akan gelap.


Tapi, entah kenapa perasan mereka berdua menjadi tidak tenang sejak meninggalkan lumpur penghisap tadi.


Mereka berdua merasakan hal yang sama seperti yang dirasakan oleh kedelapan ekor Singa itu yaitu seperti ada seseorang yang sedang mengawasi mereka dari tempat tersembunyi.


Heilong langsung melihat daerah sekitar mereka dengan harapan dia bisa menemukan makhluk apa yang sebenarnya sedang mengintai mereka. Namun, dia sama sekali tidak menemukan petunjuk apapun. Padahal dia sudah mengamati daerah sekitar sini cukup lama.


“Apa kau merasakan sesuatu?” tanya Heilong tanpa menatap Mao Shizi karena dia masih sibuk mengamati daerah sekitarnya.


“Ya. Aku merasa ada makhluk yang sedang mengawasi kita. Tapi, indra penciuman yang aku miliki tidak bisa melacak keberadaan makhluk itu,” jawab Mao Shizi.


“Berarti kemampuan menyembunyikan diri makhluk itu sangat tinggi karena dia mampu mengecoh indra penciuman seekor singa yang terkenal sangat kuat.”


Heilong tidak menyadari bahwa ucapannya ini telah menyinggung perasaan Mao Shizi karena biar bagaimanapun juga, Mao Shizi adalah seekor Siluman Singa meskipun dari Ras yang berbeda.


Mao Shizi langsung membalas ucapan Heilong dengan geram dan nada sedingin es. “Kau jangan meremehkan kemampuan indra penciuman seekor singa!! Tidak ada yang bisa lolos dari indra penciuman seekor singa asalkan makhluk itu tidak bersembunyi di dalam suatu benda. Jika dia bersembunyi di dalam suatu benda, maka aroma tubuh makhluk itu akan tertutup oleh aroma benda yang dia tempati. Apalagi jika dia bersembunyi di sebuah benda yang berukuran sangat besar, sudah pasti aroma tubuhnya akan sepenuhnya menghilang.”


Jawaban dari Mao Shizi ini memberikan Heilong sebuah petunjuk. Itu artinya makhluk yang sedang memata-matai mereka, saat ini sedang bersembunyi di dalam suatu benda untuk menyembunyikan aroma tubuhnya.


Heilong kemudian memasukkan energi murninya ke dalam kedua matanya dan mengaktifkan jurus Mata Dewa miliknya. Dia lalu memindai setiap benda yang ada di sekitarnya dengan kemampuan mata dewa miliknya.


Pepohonan, bebatuan, bahkan gunung sekalipun tidak luput dari pengamatan matanya. Namun, dia tetap tidak menemukan makhluk itu.

__ADS_1


“Apa ini hanya perasaan kita saja?! Aku sudah melihat isi dari semua benda yang ada di sekitar kita dengan kemampuan dari jurus mata dewa milikku. Tapi, aku sama sekali tidak menemukan ada seekor makhluk yang sedang bersembunyi,” ucap Heilong kebingungan tapi dia tidak menghentikan pencariannya.


“Mustahil jika ini hanya perasaan kita saja karena kedelapan Singa yang ada di depan kita juga mengalami hal yang sama. Apakah kau sama sekali tidak mendengar jika kedelapan Singa ini sejak tadi tidak berhenti mengaum? Itu artinya kedelapan Singa ini juga sedang merasa gelisah,” balas Mao Shizi dingin.


Heilong menganggukkan kepalanya sambil berpikir keras. Dia sedang memikirkan benda apa yang memiliki ukuran yang sangat besar di tempat ini sehingga benda itu mampu untuk menghilangkan aroma tubuh seekor makhluk hidup dengan sempurna.


“Jangan-jangan …” ucap Heilong mengernyitkan keningnya.


Mao Shizi segera menoleh ke arah Heilong. “Apa kau menemukan sebuah petunjuk?”


“Sepertinya aku tahu di mana tempat makhluk itu bersembunyi. Tapi, aku belum bisa mengatakan di mana dia sedang bersembunyi sebelum aku memastikannya dengan jurus Mata Dewa milikku.”


Heilong segera meminta kedelapan Singa itu untuk berhenti berlari dan mulai memindai tanah yang ada di bawah kaki mereka dengan jurus mata miliknya.


Heilong sama sekali tidak menemukan keanehan di tanah yang tepat berada di bawah kaki mereka. Dia lalu berbalik ke arah belakang dan mulai memindai tanah yang berada di belakang mereka.


Makhluk itu terlihat seperti seekor kadal. Namun, ukuran tubuh kadal itu hampir sebesar ukuran seekor Naga dan pergerakannya saat berada di dalam tanah secepat seekor ular.


“Aku sudah menemukan di mana keberadaan makhluk itu. Ternyata makhluk itu memang bersembunyi di bawah tanah. Pantas saja indra penciuman milikmu tidak bisa mendeteksi keberadaannya. Tapi, aku tidak bisa memastikan dia termasuk golongan ras siluman yang mana karena bentuk tubuhnya terlihat sangat aneh. Aku akan memancing makhluk itu agar keluar dari dalam tanah agar kau bisa mengenali makhluk itu.”


Mao Shizi menganggukkan kepalanya. “Baiklah, tapi aku akan membawa Singa-singa ini untuk pergi sedikit menjauh agar semua barang bawaan kita tidak rusak. Dan kau juga bisa lebih leluasa menggunakan kekuatanmu untuk melawan makhluk itu.”


Heilong segera turun dari gerobak itu, sedangkan Mao Shizi membawa gerobak itu pergi menjauh sejauh dua puluh meter dan memasukkan gerobak itu ke dalam sebuah Goa. Kemudian dia kembali ke tempat Heilong berada.

__ADS_1


Heilong lalu mengeluarkan Pedang Taring Putih dan memegang pedang itu dengan erat menggunakan kedua tangannya. Dia lalu memasukkan energi es dan energi angin miliknya ke pedang pusaka itu dan menghantamkan dengan keras ke permukaan tanah.


...“Pedang Membelah Bumi.”...


“Boom …”


Sebuah ledakan dahsyat terjadi dan menimbulkan gempa bumi yang cukup kuat, begitu kekuatan dari jurus pedang yang digunakan Heilong menyentuh permukaan tanah.


Tanah yang ada di depannya, secara perlahan mulai terbelah menjadi dua dan memaksa makhluk besar yang bersembunyi di dalam tanah itu untuk keluar.


Makhluk besar itu menatap Heilong dengan tatapan tajam sambil sesekali menjulurkan lidahnya yang seperti seekor ular. Niat membunuh yang sangat besar bisa terlihat dari mata makhluk besar itu, dia melihat Heilong sama seperti sedang melihat mangsanya.


“Hati-hati! Makhluk itu adalah Siluman Komodo Lidah Ular. Dia memiliki racun yang lebih berbisa dari racun seekor ular King Cobra. Dia juga memiliki gerakan secepat seekor kadal. Usahakan jangan berada tepat di depan tubuhnya karena dia memiliki kemampuan untuk menyemburkan racun miliknya,” ucap Mao Shizi yang tiba-tiba sudah berdiri di samping Heilong.


“Sstt … ”


Siluman Komodo itu tiba-tiba menyemburkan racun miliknya ketika Heilong dan Mao Shizi sedang asyik mengobrol.


Mao Shizi yang sejak tadi selalu waspada segera menggunakan kekuatan elemen tanah miliknya untuk membuat sebuah tembok raksasa.


“Dinding Penahan Ombak.”


Sebuah tembok raksasa langsung muncul di depan Mao Shizi dan Heilong.

__ADS_1


Dinding raksasa itu langsung mengalami banyak retakan ketika racun dari komodo itu menyentuh permukaannya.


“Sial! Kenapa di saat seperti ini, kita malah bertemu dengan siluman komodo yang begitu besar. Sepertinya siluman komodo yang ada di hadapan kita ini adalah raja dari para siluman komodo. Lihatlah mahkota berwarna perak yang ada di di atas kepalanya,” seru Mao Shizi sambil menunjuk kepala siluman komodo itu dengan tangan kanannya.


__ADS_2