LEGENDA DEWA PEDANG S2

LEGENDA DEWA PEDANG S2
V5 # CH 227 PAGODA RAKSASA


__ADS_3

Baik kultivator maupun penyihir sama-sama bisa membuat sebuah formasi sihir. Akan tetapi, sebuah formasi sihir yang dibuat oleh seorang penyihir memiliki kekuatan yang jauh lebih kuat jika dibandingkan dengan formasi sihir yang dibuat oleh para kultivator karena sejatinya bahan terpenting dalam membuat sebuah formasi sihir adalah Mana, bukan Qi.


Formasi sihir yang digunakan oleh para kultivator saat ini adalah tiruan dari formasi sihir yang diciptakan oleh para penyihir. Tentu saja, kekuatan sesuatu yang palsu tak akan bisa menandingi aslinya walaupun sudah dibuat semirip mungkin.


Seiring dengan kabar musnahnya para penyihir di muka bumi ini, keberadaan Mana juga semakin menghilang dan digantikan dengan Qi. Namun, siapa yang menyangka bahwa ada sebagian kecil penyihir yang masih selamat dari bencana besar itu dan selalu menyembunyikan dirinya karena masih takut dengan hukuman dari langit.


Dan, Divine Beast Lambda adalah salah satu dari penyihir yang paling kuat di masa itu. Ia bisa selamat dari hukum langit karena memang status yang tinggi di Alam Dewa dan ia sama sekali tidak pernah menyalahgunakan kemampuan sihirnya untuk hal kejahatan. Jadi, wajar saja jika kemampuan sihir yang dimiliki Xin Ye sangatlah kuat walaupun di tempat ini sama sekali tidak ada Mana karena ia sendiri memiliki cara untuk merubah Qi yang ada di sekitarnya menjadi Mana.


“Memangnya kenapa kalau aku adalah seorang penyihir? Jangan-jangan kau takut dengan kekuatan yang dimiliki oleh para penyihir.” Xin Ye yang melihat Raja Iblis Zed Bailian telah terbakar amarah menjadi lebih senang mengejeknya karena semakin marah seseorang maka tingkat konsentrasi yang ia miliki akan semakin menurun.


“Menyerah?! Aku justru semakin tertarik untuk membunuhmu karena aku ingin mengetahui rahasia yang dimiliki oleh para penyihir,” balas Jenderal Iblis Zed Bailian dengan ancaman.


“Menarik sekali!” Xin Ye menyeringai seolah-olah menertawakan ancaman dari Jenderal Iblis Zed Bailian. “Lakukanlah jika kau mampu. Aku sama sekali tidak takut dengan ancaman iblis sepertimu!”


Xin Ye mengangkat tongkat sihirnya ke langit dan membaca beberapa mantera sihir sekaligus. Ia memfokuskan konsentrasinya untuk membuat sebuah formasi besar tingkat tinggi yang jarang sekali muncul dalam era kultivator ini.


Langit mulai bergemuruh dan tanah ikut berguncang saat tekanan energi yang sangat kuat memancar dari tongkat sihir yang ada di tangan Xin Ye.


Tidak hanya energi kegelapan saja yang memancar dari tongkat sihir itu, namun ada juga energi angin, api dan petir. Semuanya ada elemen tipe penyerangan yang sangat kuat.


Jenderal Iblis Zed Bailian menatap aura yang memancar dari tubuh Xin Ye dengan tatapan yang sedikit aneh karena karena aura energi kegelapan yang memancar dari tubuhnya terlihat sangat murni layaknya energi kegelapan yang dimiliki oleh para iblis. Ia bisa melihat dengan jelas aura energi kegelapan itu walaupun sedikit tersamarkan dengan aura yang memancar dari tongkat sihirnya.


Xin Ye menoleh ke belakang dan memberi perintah pada para prajurit pemanah. “Kalian semua tetaplah berada dalam posisi siaga selama aku bertarung melawan Jenderal Iblis ini. Dan, selamatkan Ayahku jika kalian menemukan kesempatan.”


Semua prajurit pemanah mendengarkan perintah Xin Ye dengan baik. Sebagian dari mereka bahkan ada yang turun dari benteng pertahanan untuk menyelamatkan Kaisar Xin Feng yang berdiri mematung sejak tadi seolah-olah terkena serangan mental yang cukup dalam.

__ADS_1


...“Formasi Sihir Langit — Pagoda Empat Unsur.”...


Sebuah Pagoda Raksasa langsung muncul dan terbang di langit medan perang yang dipenuhi dengan para prajurit iblis.


Tekanan energi yang memancar dari Pagoda raksasa ini bahkan sempat membuat peperangan terhenti selama beberapa saat karena para iblis itu kesulitan untuk mengerakkan anggota tubuhnya.


Jenderal Iblis Zed Bailian yang memiliki harga diri yang sangat tinggi tentu saja tak mau dikalahkan oleh kekuatan sihir ini karena ia menganggap bahwa Xin Ye tak lebih dari seorang gadis kecil yang baru terjun ke dunia persilatan.


Jenderal Iblis Zed Bailian memegang Golok Elang Neraka dengan kedua tangannya dan memasukkan sebagian besar Qi yang ada di dalam tubuhnya ke dalam senjata pusaka itu. “Rasakanlah kekuatan sebenarnya dari Golok Elang Neraka miliku ini.”


...“Tebasan Elang Neraka Menghantam Langit.”...


Bayangan Burung Elang yang seluruh tubuhnya diselimuti dengan api berwarna hitam pekat langsung muncul dan terbang menuju ke arah Pagoda raksasa itu. Dengan ke-dua cakarnya yang sangat tajam dan membara bagai api mereka, ia berusaha mencabik-cabik dinding Pagoda itu.


“Kau mau menghancurkan Pagoda raksasaku ini dengan burung pipit sekecil itu? Apakah kau mencoba membuat lelucon di dalam seluruh prajurit iblis milikmu.” Xin Ye terus memancing emosi Jenderal Iblis Zed Bailian dengan melontarkan ejekan yang menusuk telinga.


“Tadinya aku ingin memberimu kesempatan untuk hidup karena kau mirip dengan seseorang yang aku kenal. Akan tetapi, kau terus meremehkanku dan menggali kematianmu sendiri. Akan aku tunjukkan padamu seperti apa kekuatan dari seekor Naga yang terlahir dari Dunia Bawah,” seru Jenderal Zed Bailian geram dan menancapkan Golok Elang Neraka ke atas permukaan tanah.


Jendral Zed Bailian lalu meletakkan jari telunjuk tangan kanannya ke dahinya sambil membaca sebuah mantera dengan bahasa khusus yang hanya bisa dipahami oleh Ras Naga.


...“Raungan Naga Pembeku Jiwa.”...


Sebuah simbol berbentuk seekor Naga berwarna emas langsung muncul di dahi jendral Zed Bailian. Simbol naga itu memancarkan cahaya yang sangat terang seolah-olah bukan berasal dari tubuh para iblis karena para Iblis seharusnya berada dalam kegelapan yang abadi.


Roar ...

__ADS_1


Suara raungan Naga yang sangat mengerikan kembali terdengar di membuat siapa yang mendengarnya menjadi bergetar.


Tekanan suara yang berasal dari raungan naga ini bahkan membuat Pagoda raksasa itu berhenti berputar seolah-olah telah kehilangan kekuatannya.


“Sekarang adalah giliranku melakukan serangan balik. Aku harap kau dapat menemaniku bersenang-senang dan tidak mati dengan mudah!”


Jenderal Iblis Zed Bailian langsung mengepalkan tinjunya yang sudah dipenuhi dengan aura energi kegelapan lalu menghantamkannya ke arah Pagoda raksasa.


...“Tinju Naga Emas Kegelapan.”...


Boom …


Ledakan dahsyat terjadi saat tinju Jenderal Iblis Zed Bailian menghantam Pagoda raksasa itu dengan keras dan meninggalkan retakan yang cukup dalam.


Namun, Pagoda raksasa itu mampu bertahan dan hanya sedikit mundur ke belakang mendekati benteng perlindungan.


“Benar-benar Pagoda yang sangat kuat. Jika aku tidak salah, kekuatan dinding yang membentuk Pagoda raksasa ini hampir setara dengan Pagoda Raja Api yang berada di Benua Atlantis. Jangan-jangan Pagoda Raja Api juga dibuat dari teknik sihir yang sama,” ucap Jenderal Iblis Zed Bailian lirih sambil memegang tangan kanannya yang terasa sedikit kesemutan.


Saat berada di masa jayanya di masa lalu, Jenderal Iblis Zed Bailian memang pernah pergi menyerang Pagoda Raja Api yang ada di Benua Atlantis. Meskipun gagal menghancurkan Pagoda Raja Api, tapi ia berhasil menemukan informasi tentang keberadaan Pedang Penjaga Neraka lalu ia sampaikan ke Raja Iblis Dunia Bawah.


Jika tidak begitu, maka mustahil Dark Etheroz akan mengetahui letak pedang pusaka itu dan mempengaruhi saudaranya agar mau mencuri pedang pusaka itu dari Pagoda Raja Api untuk dirinya.


“Hump!! Menghancurkan Pagoda buatanku saja kau tidak mampu, lalu bagaimana kau akan memiliki kemampuan untuk membunuhku? Jangan-jangan iblis sepertimu hanya pandai membual saja.” Xin Ye mendengus kesal. Ia bahkan sesekali menatap Jenderal Iblis Zed Bailian dengan remeh.


Jenderal Iblis Zed Bailian sudah tidak tahan lagi dengan ucapan yang keluar dari mulut Xin Ye. Apalagi Xin Ye telah beberapa kali tertangkap basah memandang dirinya dengan remeh.

__ADS_1


Hawa membunuh yang sangat kuat langsung meledak dari tubuh Jenderal Iblis Zed Bailian diikuti dengan ledakan energi kegelapan yang sangat menakutkan.


__ADS_2