LEGENDA DEWA PEDANG S2

LEGENDA DEWA PEDANG S2
V4 # CH 49 PERJANJIAN IBLIS


__ADS_3

Tanah di tempat itu berhenti berguncang setelah dinding pelindung yang di buat Mao Shizi mencapai ketinggian 20 meter.


Dinding pelindung ini membentuk lingkaran yang mengelilingi Heilong dan Raja Banteng Api seperti sebuah arena pertarungan para gladiator atau biasa disebut Kolosseum.


Mao Shizi segera melompat ke atas di dinding pelindung itu untuk kembali menyaksikan pertarungan antara Heilong dan Raja Banteng Api.


**


Raja Banteng Api berusaha meraih Pedang Penguasa Laut yang ada di tangan Heilong. Namun, Heilong tidak membiarkan hal itu terjadi. Dengan sangat cekatan, Heilong segera menggerakkan tangan kanannya ke samping dan menancapkan ujung pedang pusaka milikinya di atas permukaan tanah.


“Tidak ada yang memberimu ijin untuk menyentuh pedang pusaka milikku!” ucap Heilong sinis dengan tatapan yang sangat tajam.


Raut wajah Raja Banteng Api yang tadinya begitu bengis, seketika berubah menjadi ramah dengan senyuman lebar yang menghiasi wajahnya.


“Tenanglah Anak muda. Aku tidak bermaksud jahat. Aku hanya ingin memastikan apakah pedang pusaka itu adalah Pedang Penguasa Laut yang asli,” ucap Raja Banteng Api berusaha menenangkan Heilong.


“Kau pikir aku akan percaya dengan ucapanmu? Saat ini kita adalah musuh yang sedang bertarung satu sama lain. Bisa saja itu hanyalah sebuah siasat untuk melemahkan kewaspadaanku agar kau bisa mengambil senjata pusaka milikku,” balas Heilong dingin.


“Bagaimana kalau kita bertaruh,” tawar Raja Banteng Api.


“Taruhan seperti apa yang kau inginkan,” jawab Heilong.

__ADS_1


“Jika pedang yang ada di tanganmu itu adalah Pedang Penguasa Laut yang asli, maka aku akan mengaku kalah dan menyerahkan seluruh wilayah kekuasaan Kerajaan Banteng Api ini pada Raja Singa Bulu Emas. Tapi jika ternyata pedang pusaka itu adalah palsu, maka aku akan bertarung denganmu sampai ada diantara kita yang mati,” ucap Raja Banteng Api.


“Apa jaminannya bahwa kau menepati hasil dari taruhan ini. Kita berdua bukanlah teman lama dan baru saja bertemu. Jadi jangan harap aku akan percaya dengan ucapanmu semudah itu. Apalagi setelah aku melihat sendiri kekejaman yang telah kau lakukan pada Rakyat Kerajaan Singa Bulu Emas,” jawab Heilong.


Raja Banteng Api kemudian mengeluarkan sebuah medali yang terbuat dari giok berwarna merah dengan tulisan berwarna emas di tengahnya. Tulisan yang ada di tengah medali giok itu adalah nama dari Raja Banteng Api sendiri yaitu Huo Gongniu. Dia lalu menunjukkan medali itu di hadapan Heilong sambil berseru.


“Medali ini adalah simbol tertinggi dari Kerajaan Banteng Api karena medali ini mewakili diriku sendiri. Siapapun yang melihat medali ini, maka dia akan seperti melihatku. Setiap penduduk dan prajurit di tanah merah ini harus mematuhi semua perkataan siapapun yang memegang medali ini sama seperti dia mematuhi semua perintahku.”


Raja Banteng Api kemudian menatap Mao Shizi yang berdiri dengan santai di atas dinding pelindung buatannya. Dia lalu melemparkan medali itu ke arah Mao Shizi.


“Aku titipkan medali itu padamu. Jika pedang yang ada di tangan pemuda ini adalah asli, maka medali itu akan menjadi milikmu. Tapi, jika ternyata pedang pusaka itu adalah palsu, aku akan kembali mengambil medali itu bersama dengan nyawa kalian berdua,” seru Raja Banteng Api mengakhiri ucapannya disertai dengan ancaman.


Heilong lalu menatap Mao Shizi sambil menganggukkan kepalanya sebagai tanda bahwa dia akan menerima taruhan ini karena hal ini terdengar sangat menguntungkan bagi dirinya. Sebab, dia tidak perlu capek-capek bertarung antara hidup dan mati untuk mengalahkan Raja Banteng Api.


Mao Shizi segera menyimpan medali berwarna merah itu setelah melihat isyarat yang diberikan Heilong. Namun, dia tidak menurunkan kewaspadaannya sedikit pun dan akan segera bergerak menolong Heilong jika Raja Banteng Api tiba-tiba melakukan serangan.


Namun, Heilong tidak begitu saja mengijinkan Raja Banteng Api untuk menyentuh Pedang Penguasa Laut. Sebab, pedang itu sangat berarti baginya dan hanya Pedang Penguasa Laut lah satu-satunya pedang yang bisa mengeluarkan kekuatan maksimal dari jurus-jurus pedang elemen air miliknya.


Dia lalu bertanya pada Raja Banteng Api alasan kenapa dia begitu tertarik dengan Pedang Penguasa Laut miliknya. Dan Raja Banteng Api akhirnya bercerita bahwa dulu ada seorang dewi yang pernah menolongnya ketika dia sedang dalam keadaan sekarang dan berada di ambang kematian.


Ciri-ciri dari dewi itu adalah dia memiliki kekuatan elemen es yang sangat kuat. Di atas kepalanya ada sebuah mahkota yang terbuat dari kristal es. Dan Pedang Penguasa Laut adalah satu-satunya pedang yang selalu berada di tangan kanan dewi itu.

__ADS_1


Raja Banteng Api sudah lama mencari keberadaan dewi itu untuk berterimakasih. Namun dia tidak pernah mendapatkan jejak dari dewi itu setelah melakukan pencarian selama ratusan tahun.


Heilong langsung bisa menebak bahwa dewi yang menolong Raja Banteng Api itu adalah Dewi Es Xue De Huiyi karena ciri-ciri dari dewi itu sama persis dengan ciri-ciri dari dewi es yang telah diucapkan oleh Xue Xian Hou ketika dia berada di Sekte Giok Salju.


Heilong kemudian mengijinkan Raja Banteng Api menyentuh Pedang Penguasa Laut, namun gagang dari pedang pusaka itu masih tetap berada digenggaman tangannya. Dan Raja Banteng Api sama sekali tidak mempermasalahkan hal itu.


Raja Banteng Api menyentuh bagian bilah pedang itu dengan lembut dan teliti untuk memastikan keaslian pedang itu karena sebelumnya dia pernah memegang pedang pusaka ini ketika dewi es menolongnya.


Raja Banteng Api akhirnya mengkonfirmasi bahwa pedang ini adalah Pedang Penguasa Laut yang asli setelah mengamati kurang lebih sepuluh menit. Dia lalu bertanya pada Heilong dimana dia menemukan pedang ini.


Heilong menjawab dengan jujur semua pertanyaan yang dilontarkan oleh Raja Banteng Api karena dia yakin bahwa Raja Banteng Api tidak akan pernah bisa pergi ke Planet Dreamland. Heilong juga mengatakan bahwa dewi es telah meninggalkan Planet Dreamland dan kembali ke Alam Dewa ratusan tahun yang lalu.


Raja Banteng Api lalu menjauhkan tangannya dari pedang pusaka itu setelah dia mendapatkan petunjuk yang dia mau. Dia lalu berniat untuk melakukan latihan tertutup agar bisa menerobos ke Lapis God dan bisa pergi ke Alam Dewa.


“Sesuai dengan janjiku, aku mengaku kalah dan akan menyerahkan seluruh wilayah kerajaanku pada Raja Singa Bulu Emas. Aku akan segera pergi mengasingkan diri dan melakukan latihan tertutup,” seru Raja Banteng Api bahagia seperti semua beban yang ada di dalam dirinya telah terangkat. Suara ini juga bisa didengar oleh semua prajurit Kerajaan Banteng Api yang berdiri di depan dinding pelindung.


“Duar … Duar …”


Tiba-tiba langit yang berada di atas kepala mereka menjadi bergemuruh dan berubah menjadi hitam pekat, lalu muncul sebuah bayangan berbentuk sepasang mata disertai dengan suara yang sangat mengerikan.


“Hei Hou Gongniu! Siapa yang memberimu ijin untuk menyerahkan wilayah kekuasaan Tanah Merah ini pada Kerajaan Singa Bulu Emas. Apakah kau lupa bahwa seluruh wilayah Tanah Merah ini telah kau berikan kepadaku ketika kau meminta kekuatan. Berani-beraninya kau melanggar kesepakatan yang telah kita buat!! Kau harus ingat bahwa jiwamu telah berada dalam genggamanku ketika kau menerima kekuatan yang telah aku berikan. Aku akan mengubahmu menjadi iblis sejati sama seperti kami. Haha …”

__ADS_1


__ADS_2