
Wajah Jiro berubah menjadi serius, dia dengan sigap segera merubah jurus yang awalnya akan digunakan untuk menyerang menjadi jurus bertahan. Dia tidak ingin bermain-main dengan serangan Heilong kali ini. Sebab, yang akan dia lawan adalah jurus yang tercipta dari kekuatannya sendiri.
Meskipun Jiro sangat yakin jika dirinya mampu menahan serangan ini, tapi dia harus tetap berjaga-jaga agar tubuhnya tidak terluka parah sebelum pertarungan ini berakhir.
...“Kapak Perisai Angin.”...
Jiro lalu menghantamkan kapak pusakanya ke tanah dengan sangat kuat hingga membuat tanah itu bergetar dan retak.
Hembusan angin yang sangat kuat langsung menyembur dari dalam tanah yang retak lalu mengelilingi tubuhnya seperti sebuah perisai yang terbuat dari angin.
“Boom …”
Ledakan kembali terdengar disertai dengan hembusan angin yang sangat kencang saat kedua serangan energi angin yang memiliki kekuatan yang setara saling bertabrakan dan meledak di udara.
Hembusan angin yang muncul dari ledakan itu membuat pohon-pohon besar yang tersisa di sekitar mereka dengan radius dua puluh meter langsung berterbangan bagaikan sebuah ranting pohon kering.
Jiro terlihat sangat kelelahan. Sepertinya untuk dapat menggunakan teknik perisai angin itu dengan sempurna, dia harus membayar dengan Qi energi angin dalam jumlah yang sangat besar. Karena itu sejak memulai pertarungan dengan Heilong, dia lebih memilih berlari menghindari serangan daripada menggunakan jurus ini untuk menahan serangan.
Jiro lalu mengeluarkan sebuah pil berwarna hitam dan langsung menelannya. Dia lalu memejamkan mata sejenak dan berkonsentrasi penuh untuk memurnikan pil itu.
Pil yang baru saja ditelan Jiro memiliki kemampuan untuk mempercepat proses penyerapan energi yang ada di sekitarnya hingga seratus kali lipat. Tapi, pil ini hanya bisa digunakan sekali dalam dua puluh empat jam atau akan menyebabkan dampak buruk bagi semua titik meridian yang ada di tubuhnya.
Hanya dalam hitungan lima nafas, Qi yang ada di dalam dantian Jiro sudah terisi penuh. Wajahnya tadinya terlihat pucat, seketika terlihat segar dan penuh energi.
Jiro menatap tajam ke arah Heilong. Dengan dingin bak seekor serigala kelaparan, dia berkata. “Kau benar-benar mampu membuatku dalam keadaan bahaya. Aku harus segera membunuhmu sebelum kau bertambah kuat dan menjadi ancaman bagi Bangsa Iblis.”
__ADS_1
“Lakukan jika kau mampu. Tapi, aku rasa kau tidak memiliki kekuatan untuk melakukan hal itu. Jika kau mampu membunuhku, lalu kenapa kau menghindar seperti seekor tikus dan mengorbankan para sekutumu,” balas Heilong.
“Baik!! Kalau begitu kita lihat siapa yang lebih kuat di antara kita. Aku akan menggunakan wujud terkuatku untuk melawanmu,” seru Jiro geram.
Jiro lalu menyimpan kembali kapak pusaka yang ada di tangan kanannya dan mulai mengerakkan kedua tangannya untuk membuat sebuah segel sihir.
Heilong tidak tahu teknik sihir seperti apa yang akan digunakan Jiro. Tapi dia bisa menebak jika teknik itu bukanlah teknik biasa dan merupakan kartu as yang hanya akan dia gunakan jika dia merasa terancam. Sebab, tekanan aura yang memancar dari tubuhnya menjadi lebih kuat hingga empat kali lipat.
Ukuran tubuh Jiro secara perlahan juga mulai membesar dan bentuk tubuhnya juga berubah menjadi semakin mirip dengan seekor serigala.
“Transformasi Beast,” ucap Li Zen dari dalam Pedang Penjaga Surga. Dia lalu memberi peringatan pada Heilong. “Kau tidak boleh main-main lagi kali ini dan segera bunuh dia. Kekuatan lawanmu akan menjadi semakin kuat hingga berkali-kali lipat saat dia berada dalam wujud aslinya karena semua pengekangan kekuatan saat berada di dalam wujud setengah manusia akan menghilang sepenuhnya. Dan yang paling menakutkan adalah cadangan Qi yang ada di dalam dantiannya menjadi lebih besar dari sebelumnya. Jika kau semakin lama bertarung dengan dia, maka sudah bisa dipastikan bahwa kau yang akan kalah.”
Seekor Beast yang telah bermeditasi untuk berlatih kultivasi selama ribuan tahun. Pasti memiliki kesempatan untuk memilih wujud yang hampir menyerupai manusia. Akan tetapi, kekuatan dari Beast itu akan disegel sebagian sebagai perlindungan agar bentuk tubuh manusia mereka tidak rusak karena tekanan kekuatan asli mereka.
Heilong hanya terdiam dengan tenang di tempatnya saat mendengarkan peringatan Li Zen. Dia sama sekali tidak bisa mengabaikan peringatan Li Zen dan harus segera memikirkan cara untuk mengalahkan Jiro secepat mungkin.
Dan …
Sebuah ledakan aura yang sangat dahsyat pun terjadi.
Kekuatan dari ledakan aura ini membuat semua awan-awan yang ada di langit langsung menyebar ke segala arah lalu menghilang.
Ternyata apa yang dikatakan oleh Li Zen semuanya benar. Semua segel kekuatan yang ada di tubuh Jiro saat berada dalam wujud manusia serigala, saat ini telah menghilang dan menunjukkan kekuatan Jiro yang asli saat berada dalam wujud Beast.
Aura energi kegelapan yang ada di tubuh Jiro menjadi berkali-kali lipat lebih besar dari sebelumnya. Aura ini mengandung sifat korosif seperti racun karena sudah terkontaminasi oleh hawa iblis.
__ADS_1
Rerumputan yang ada di sekitar tempat Jiro berada, akan langsung layu dan mati saat tersentuh oleh aura kegelapan ini.
Untung saja setelah mendengar peringatan dari Li Zen, Heilong segera menggunakan Jubah Perang Naga Eternal untuk melindungi tubuhnya. Jadi dia tidak terpengaruh dengan tekanan aura energi kegelapan yang keluar dari tubuh Jiro.
Saat ini, pedang pusaka yang ada di tangan Heilong telah diselimuti oleh energi es dan energi angin yang sangat kuat. Dia sudah siap untuk menyerang Jiro dengan Jurus Pedang Membelah Bumi.
“Apakah kau terkejut sekarang!! Tapi semua itu sudah terlambat. Aku akan tetap mengambil nyawamu meskipun kau bersujud meminta maaf padaku. Saat ini kekuatanmu tidak lebih dari seekor semut di mataku. Aku bisa menghancurkan tubuhmu hanya dengan menjentikkan jariku saja,” seru Jiro menyeringai.
Heilong memutar matanya dan membalas dengan acuh tak acuh. “Aku memang sedikit terkejut saat melihat penampilan barumu. Tapi aku sama sekali tidak takut melawanmu. Yang membuatku heran adalah kenapa kau terlihat sangat bangga dengan penampilan yang jauh lebih buruk dari sebelumnya.”
Jiro menatap Heilong dengan tajam dan segera mengalirkan energi kegelapan dan angin yang sangat kuat ke kedua tangannya. Kuku-kuku yang ada di kedua tangan Jiro menjadi semakin bertambah panjang, kuat dan tajam.
...“Cakar Besi Mengguncang Langit.”...
Bayangan cakar serigala berwarna hitam langsung keluar dari tangan kanan Jiro ketika dia mengerakkan cakarnya ke tubuh Heilong.
Bayangan cakar itu sangat besar seakan-akan mampu membelah lanjut.
...“Pedang Membelah Bumi.”...
Heilong tetap menggunakan jurus pedang andalannya saat menghadapi serangan cakar iblis yang sangat menakutkan ini.
*****
Jangan lupa tinggalkan like dan komen ya sebagai jejak kalau kalian pernah membaca novel ini. Sharenya juga jangan sampai ketinggalan.
__ADS_1
Terimakasih 🙏