LEGENDA DEWA PEDANG S2

LEGENDA DEWA PEDANG S2
V4 # CH 45 TERUNGKAPNYA SEBUAH PENYAMARAN


__ADS_3

Mata Raja Banteng Api langsung tertuju pada makanan yang ada di atas meja makan. Dia belum pernah melihat makanan seperti itu sebelumnya. Tapi, aroma dari semua makanan itu mampu membuat pikirannya melayang-layang bagaikan di surga.


“Kepala Koki, makanan yang kau buat kali ini sangat istimewa. Aku belum pernah melihat makanan seperti ini di seluruh penjuru Alam Gaib. Aku akan memberimu hadiah besar setelah aku menghabiskan semua makanan ini.”


Raja Banteng Api menjadi sangat gembira ketika melihat ada banyak sekali makanan enak yang belum pernah dia lihat sebelumnya, berjejer dengan rapi di depan matanya. Dia juga tidak menghiraukan patung dirinya yang sudah tidak ada lagi di tempatnya. Padahal sebelumnya, hal pertama yang dilihat Sang Raja ketika masuk ke ruang makan ini adalah patung replika dirinya yang berada di sudut ruangan ini.


“Sudah seharusnya saya membuat makanan yang sangat istimewa untuk Sang Raja. Lagipula itu juga bagian dari tugas hamba yang harus selalu menyediakan menu-menu masakan baru jika hamba tetap ingin berada di posisi Kepala Koki,” jawab Heilong sambil sedikit membungkukkan badannya.


Raja Banteng Api sedikit menatap Heilong dengan tatapan aneh setelah mendengar jawabannya yang terkesan seperti seorang penjilat.


Heilong pun juga merasakan hal yang aneh dari tatapan Raja Benteng Api. Dia menyadari bahwa ucapannya yang barusan itu terlalu berlebihan dan Raja Banteng Api sepertinya telah mengetahui penyamaran Heilong.


Raja Banteng Api tidak lagi berkata sepatah kata pun karena dia sudah tidak sabar lagi untuk mencicipi rasa dari makanan yang ada di depan matanya.


Para prajurit istana yang sejak tadi berdiri di belakang yang Raja, akhirnya bisa tenang. Mereka semua merasa lega seakan-akan sebuah batu yang sangat besar telah terangkat dari atas kepala mereka karena Raja Banteng Api ternyata sama sekali tidak mempermasalahkan patung dirinya yang telah hilang.


Mereka semua lalu menangkupkan kedua tangan mereka ke arah Heilong sambil tersenyum ramah sebagai tanda ucapan terimakasih karena telah menyelamatkan mereka dari amarah Sang Raja.


Raja Banteng Api langsung mengambil sumpit dan mulai mencicipi hidangan itu satu per satu satu. Dan setiap kali dia memasukkan makanan itu ke dalam mulutnya, seketika raut wajah Raja Banteng Api berubah menjadi sangat gembira seperti seorang bajak laut yang menemukan harta karun di laut lepas.


Secara perlahan, gerakan sumpit yang dipegang oleh Raja Banteng Api menjadi semakin cepat ketika dia memasukkan makanan itu ke dalam mulutnya.


Rasa lapar dalam diri Raja Banteng Api seperti tidak ada habisnya meskipun dia telah menghabiskan hampir setengah makanan yang dihidangkan oleh para koki Istana.


Raja Banteng Api tak ubahnya seperti seekor Banteng kelaparan yang telah menahan rasa lapar selama betahun-tahun.

__ADS_1


Heilong sempat sedikit jijik ketika melihat nafsu makan Raja Banteng Api yang begitu besar. Sebab, dia hanya memasak menu olahan sayuran yang biasa di temui oleh para manusia di Bumi. Tapi, Raja Banteng Api itu melihat semua makanan itu bagaikan seseorang yang melihat emas permata yang tak ternilai harganya.


Raja Banteng Api lalu melempar sumpit yang ada di tangannya jauh-jauh dan menggunakan tangannya secara langsung untuk mengambil semua makanan itu satu per satu. Dengan begini, gerakannya saat mengambil makanan akan menjadi semakin cepat hingga empat kali lipat.


Para prajurit istana yang berdiri di belakang Raja hanya bisa menelan ludah ketika melihat Raja mereka menghabiskan semua makanan itu tanpa ada yang tersisa. Padahal semua makanan yang dihidangkan di atas meja makan itu seharusnya cukup untuk memenuhi nafsu makan untuk tiga puluh siluman.


Meskipun mereka semua sangat ingin mencicipi makanan itu, tapi mereka tidak berani mengutarakan niatnya itu pada Raja Banteng Api karena mereka semua takut membuat Raja Banteng Api menjadi marah dan memberi mereka semua hukuman yang sangat berat.


Padahal, biasanya Raja Banteng Api akan selalu menyisakan makanan untuk mereka cicipi. Namun, hal seperti itu sepertinya tidak akan terjadi kali ini.


Para prajurit istana itu mulai berbisik di belakang Sang Raja.


“Kenapa Raja menjadi sangat aneh hari ini? Tidak biasa dia melupakan kita ketika dia sedang makan.”


“Benar, uap dari makanan itu seperti embun di wilayah pegunungan. Aku sangat yakin bahwa semua sayuran yang ada di dalam hidangan itu sama sekali tidak kehilangan kesegarannya.”


“Aku jadi ingin meminta Kepala Koki untuk membuatkanku makanan yang dimakan oleh Raja saat ini.”


“Kita memiliki pemikiran yang sama. Bagaimana kalau setelah Raja kembali ke kamarnya, kita semua langsung pergi ke dapur istana dan meminta Kepala Koki untuk memasak hidangan itu lagi.”


“Baik, aku setuju.”


“Aku juga setuju.”


“Itu ide yang sangat bagus. Aku juga setuju.”

__ADS_1


Para prajurit istana yang khusus mengawal Raja akhirnya sepakat untuk pergi ke dapur istana setelah Raja Banteng Api menyelesaikan makannya dan kembali ke kamarnya untuk beristirahat.


Di sisi lain, Raja Banteng Api telah menghabiskan semua makanan itu. Dia lalu duduk bersandar di tempat duduknya sambil memegangi perutnya karena kekenyangan.


“Kepala Koki. Hari ini mau telah membuatkanku makanan yang sangat enak. Sesuai janjiku, aku akan memberimu hadiah yang sangat sangat istimewa. Katakan saja apa permintaanmu, aku akan langsung mengabulkan permintaan itu,” seru Raja Banteng Api menatap Heilong.


“Sebenarnya aku sama sekali tidak memiliki permintaan. Namun jika diijinkan, aku ingin anda membebaskan Kerajaan Singa Bulu Emas dari kewajiban membayar upeti,” jawab Heilong.


“Lancang sekali!! Meskipun aku menganggapmu sangat istimewa dan memberimu kesempatan untuk mengajukan permintaan, tapi aku tidak bisa mengabulkan permintaanmu itu karena upeti yang aku tarik dari beberapa Kerajaan, aku gunakan untuk memenuhi kebutuhan konsumsi rakyatku,” ucap Raja Banteng Api geram.


“Rakyat?!” balas Heilong dengan senyum mengejek. “Rakyat mana yang kau maksud. Sebagai seorang raja, anda tidak boleh menggunakan nama rakyat untuk memenuhi kebutuhan pribadi anda. Sebelum aku sampai di tempat ini, aku sudah memastikan bahwa semua rakyat Kerajaan Banteng Api sama sekali tidak kekurangan untuk memenuhi kebutuhan makanan mereka karena setiap penduduk memiliki tanah perkebunan yang sangat luas.”


Raja Banteng Api langsung menatap Heilong dengan tajam dan mengandung niat membunuh yang sangat dalam. Dia lalu berkata dengan dingin.


“Ternyata dugaanku memang benar. Kau bukanlah Kepala Koki yang asli. Tapi, kau adalah orang dari Kerajaan Singa Bulu Emas yang sedang menyamar.”


*****


Jangan lupa tinggalkan jejak setelah membaca. Like dan Komen.


Ada beberapa bagian di novel Legenda dewa Pedang season 1 yang telah aku revisi. Jadi kalian bisa baca ulang dari awal.


Aku juga telah menambahkan ekstra bab di sana agar lebih nyambung dengan jurus-jurus yang ada di novel Legenda Dewa Pedang season 2.


Terimakasih 🙏

__ADS_1


__ADS_2