LEGENDA DEWA PEDANG S2

LEGENDA DEWA PEDANG S2
V4 # CH 112 KITA AKAN MENJADI BESAN


__ADS_3

“Xiao Long, apakah kau ingin membully cucumu sendiri pada pertemuan pertama kalian?” ucap Casbah terlihat tidak senang karena kekuatan terbesar Xiao Long adalah tinjunya.


“Ini bukan membully, tapi aku memberi sedikit pelajaran pada cucuku sebelum dia berangkat ke medan perang. Jika dia tidak dapat menahan satu tinju dariku, lebih baik jangan pergi ke madan perang daripada akan mati sia-sia,” jawab Xiao Long dengan wajah yang serius.


Casbah beberapa saat lalu telah memberitahu Xiao Long jika Heilong memiliki dua macam teknik beladiri yaitu teknik pedang dan teknik pukulan. Dan hasilnya sama-sama kuat, sama sekali tidak ada yang lemah dalam kedua teknik yang dia pelajari baik itu teknik pedang ataupun teknik pukulan.


“Heilong apakah kau benar-benar ingin beradu kekuatan dengan Raja Xiao Long? Sebelumnya akan aku katakan jika kekuatan terbesar Raja Xiao Long berada pada tinjunya. Dia bisa menghancurkan sebuah gunung hanya dengan sekali pukulan,” tanya Chariva pada Heilong untuk memastikan.


“Tidak masalah. Sebenarnya selain mempelajari teknik pedang, aku juga mempelajari teknik pukulan yang bernama Teknik Tangan Dewa Pedang ( ada di ch 61). Jika aku masih tetap kalah, maka …”


Heilong tiba-tiba menghilang dari pandangan semua orang sebelum menyelesaikan kata-katanya lalu muncul kembali di pintu masuk gudang harta yang berjarak sekitar sepuluh meter dari tempat mereka berdiri.


“Aku bisa menghindari semua serangan yang datang kepadaku dengan Jurus Tarian Menembus Langit yang kecepatannya hanya sedikit berada di bawah teknik teleportasi milik Casbah,” seru Heilong melanjutkan.


Xiao Long sebenarnya terkejut saat mengetahui Heilong memiliki beberapa ketrampilan sekaligus dalam ilmu beladirinya.


Umumnya seorang kultivator hanya memfokuskan diri pada satu jalur teknik beladiri karena takut jika teknik yang mereka pelajari tidak akan bisa mencapai puncak. Dengan kata lain jika seorang kultivator mendalami teknik pedang, maka dia tidak akan serius mempelajari teknik pukulan. Atau teknik pedangnya tidak akan berkembang ke tingkat yang paling tinggi.


“Baiklah, kalau begitu mari kita pergi ke halaman belakang istana. Tempat itu seharusnya masih kosong karena rombongan dari Tanah Merah dan Tanah Jingga belum datang kemari,” ajak Chariva pergi meninggalkan gudang penyimpanan harta ini.


Mereka semua akhirnya meninggalkan gudang penyimpanan harta dengan Chariva yang memimpin jalan.


**

__ADS_1


Halaman Belakang Istana.


Di luar dugaan, ternyata tempat ini sudah dipenuhi oleh Prajurit Kerajaan Singa Bulu Emas dan Prajurit Kerajaan Banteng Api. Namun, kendali kedua prajurit ini berada di tangan Raja Singa Bulu Emas karena raja baru Kerajaan Banteng Api masih terlalu muda untuk masuk ke medan perang, kira-kira usianya baru sekitar 10 tahun.


Kerajaan Banteng Api yang sekarang juga berada di bawah kekuasaan Raja Singa Bulu Emas sampai raja baru mereka siap untuk menerima tahta dan menggantikan posisi Raja Banteng Api yang lama.


Saat melihat rombongan Chariva datang kemari, Raja Singa Bulu Emas menjadi geram karena melihat Heilong ada di antara rombongan itu.


Chariva yang sama sekali tidak mengetahui kedatangan rombongan ini segera menghampiri Raja Singa Bulu Emas untuk menyapa.


“Salam Raja Singa Bulu Emas. Aku adalah Ratu Chariva, penguasa istana ini. Terimakasih banyak karena mau datang kemari dan ikut serta dalam perang besar melawan iblis kali ini,” ucap Chariva ramah.


“Terimakasih Ratu karena telah menyambut kedatangan kami dengan sangat ramah. Ratu tidak perlu terlalu sungkan karena melindungi Alam Gaib juga merupakan tugas kami,” jawab Raja Singa Bulu Emas ramah. Lalu suara dan tatapannya tiba-tiba berubah dingin. “Tapi … Aku ada sedikit urusan dengan bocah ini.”


Emosi Raja Singa Bulu Emas langsung meledak saat melihat Heilong dalam keadaan baik-baik saja. Jika dia benar-benar melindungi Mao Shizi saat para iblis berusaha menculik putrinya, seharusnya ada jejak luka pertarungan di tubuh Heilong.


Heilong tidak berkata apa-apa karena takut akan membuat emosi Raja Singa Bulu Emas akan semakin meledak. Dia memutuskan untuk diam dan akan menerima semua pukulan dari Raja Singa Bulu Emas sebagai hukuman karena dia memang tidak bisa melindungi Mao Shizi dengan baik sampai Jenderal Iblis Bai Long berhasil menculik dia.


“Tenangkan dulu emosimu Raja Singa Bulu Emas. Aku yang akan menjelaskan semua ini karena saat Jenderal Iblis Bai Long berhasil menculik putrimu, sebenarnya dia berada di bawah penjagaanku. Sedangkan Heilong, dia sedang berduel dengan Jenderal Iblis itu sampai Qi yang ada di dalam tubuhnya terkuras habis.”


Raja Singa Bulu Emas langsung mengenali bahwa pria yang berbicara itu adalah Raja Casbah dari Kerajaan Pasir Putih karena mereka berdua pernah bertemu beberapa kali. Raja Singa Bulu Emas akhirnya menurunkan Heilong.


Casbah lalu segera menceritakan pada Raja Singa Bulu Emas tentang pertarungan antara Heilong dengan Jenderal Iblis Bai Long secara rinci setelah dia melihat emosinya sedikit mereda.

__ADS_1


Termasuk saat Heilong terjebak di dalam Dunia Ilusi. Dan saat Jenderal Iblis Bai Long menggunakan kemampuan hukum ruang untuk membuat sebuah portal dimensi dan berhasil menculik Mao Shizi setelah berhasil menghajar Casbah sampai terluka dengan cukup parah.


“Jika ceritamu itu benar, berarti kecepatan teknik teleportasimu sama sekali tidak berguna di hadapan Jenderal Iblis itu. Padahal teknik teleportasi yang kau miliki adalah teknik tercepat di Alam Gaib ini.”


Xiao Long langsung terkejut saat mendengar cerita Casbah karena dia yang paling tahu seberapa cepat teknik teleportasi yang dimiliki Casbah.


Raja Singa Bulu Emas menganggukan kepalanya sebagai tanda jika dia sepakat dengan apa yang diucapkan Xiao Long. Sedangkan Casbah hanya tersenyum kecut karena malu.


Xiao Long lalu menatap Raja Singa Bulu Emas. “Jika aku boleh tahu, seberapa dekat hubungan pemuda ini dengan Putri anda? Setahuku Putri Mao Shizi adalah satu-satunya Putri di Kerajaan Singa Bulu Emas dan merupakan Putri Kesayangan anda. Jadi ada tidak akan mungkin membiarkan Putri kesayangan anda pergi dengan orang luar.”


“Putriku dan dia saling mencintai. Dia juga telah berjanji untuk menikahi putriku dan melamarnya di depan semua prajurit singa bulu emas,” jawab Raja Singa Bulu Emas. Dia lalu menatap Xiao Long dengan aneh. “Siapa anda? Apakah anda memiliki hubungan dengan bocah ini?”


Raja Singa Bulu Emas sama sekali belum pernah melihat Xiao Long karena Xiao Long menghabiskan sebagian besar waktunya untuk latihan meskipun dia adalah seorang Raja. Biasanya dia hanya akan menampakkan diri jika ada orang yang berani menyerang Kerajaannya.


“Aku adalah Kakeknya. Namaku adalah Xiao Long. Raja dari Kerajaan Batu Karang di Tanah Abu-abu. Berarti kita berdua akan menjadi besan,” ucap Xiao Long memperkenalkan diri dengan ramah.


Seketika raut wajah Raja Singa Bulu Emas langsung berubah jelek antara terkejut bercampur malu. Dia berani bersikap arogan di hadapan orang nomor satu di Alam Gaib ini.


#############################


Bantu Share dong novel ini jika kalian suka dengan ceritanya. 🙏


Jangan lupa like dan komen setelah membaca. Anggap saja like itu sebagai biaya buka bab di novel berbayar.

__ADS_1


__ADS_2